Sunday, June 3, 2018

6 Cara Agar THR Digunakan Dengan Maksimal

Photo by Artem Bali from Pexels
Photo by Artem Bali from Pexels

Minggu ini adalah minggu terakhir untuk karyawan kantoran untuk bekerja. Minggu ini juga yang ditunggu-tunggu semua orang akhirnya datang apalagi kalau bukan THR.
THR ini buat sebagian besar orang jelas menggembirakan. Tapi ga berlaku buat yang punya usaha, apalagi kalau karyawannya banyak. Jadi gimana, gaes? Masih punya cita-cita jadi entrepreneur kan? Hahahaha. Kalau Saya sih belum kuat. Biar bosque saja dulu yang menjalani.

Baca: Jadi Wirausaha Itu Tidak Mudah

Tradisi di bulan puasa dan hari raya selalu membuat pengeluaran jauh lebih besar dari bulan-bulan lainnya. Hal ini ga hanya berlaku untuk yang muslim. Non muslim pun merasakan dampaknya. Warung makan banyak yang tutup saat siang hari, menjelang lebaran dan sepanjang libur lebaran, bikin kita mau ga mau sering makan di restoran. Mungkin bagi kalian yang sehari-harinya terbiasa beli makan dari resto ga akan terlalu berasa ya. Jujur, Saya sih ga sanggup kalo keseringan makan pake menu resto. #kizmin. Belum lagi harus siapin dana buat mudik. Bisa-bisa THR yang dinanti-nanti cuma numpang lewat. Ya iya sih yang namanya pendapatan memang digunakan untuk membiayai kebutuhan. Nah, Saya mau kasih tips supaya THR mu penggunaannya lebih maksimal.

1. Bayar Hutang

Hidup dengan hutang ga ada enak-enaknya. Ngutang ke bank, bunganya aduh gile. Ngutang ke teman, lama balikin bikin malu hati. Berhutang itu ga semuanya buruk, kok. Karena ada orang yang terpaksa berhutang karena benar-benar butuh. I've been there. Haha. Nah kalo berhutang cuma buat memenuhi gengsi, itu namanya cari mati.

Hal pertama yang harus dilakukan saat terima THR adalah, bayar hutang-hutang itu. Tahan segala shoplist. Selamatkan dulu harga diri. Ga ada kompromi.

Baca: 5 Tips Bebas Hutang

2. Ditabung atau Investasi

Kalo hidupmu diberkahi dengan tidak ada hutang apapun. Gunakan THR mu untuk menabung. 50% mungkin? Terdengar banyak. Tapi THR kan memang pemasukan tambahan. Ga ada ruginya sesekali menabung lebih banyak dari biasanya. Dirimu akan berterima kasih disuatu hari berkat tindakan ini.

3. Siapkan Untuk Kebutuhan

Kebutuhan ya. Bukan keinginan. Kebutuhan setiap orang beda-beda. Kalo punya kampung, ya siapkan dana untuk mudik dari tiket sampai petty cash untuk jaga-jaga di kampung nanti buat bantu-bantu keluarga merayakan hari raya. Jika ada barang yang perlu diganti, segera beli baru, mumpung ada duitnya. Beli sepatu baru boleh ga? Boleh, kalo sepatumu memang udah harus diganti. Beli baju lebaran? Coba cek, baju lebaran tahun-tahun sebelumnya masih bisa dipakai kan? Lagipula harga baju muslim menjelang hari raya biasanya lebih mahal. Lebih baik kalo mau beli baju lebaran, belinya pas hari-hari biasa.

4. Zakat Fitrah

Jangan sampai terlewat. Karena ini hukumnya wajib. Ada hak orang tak mampu direzekimu.

5. Treat Yourself

Selama ini kita kerja keras bagai kuda, belum lagi tekanan dari atasan atau client yang sering bikin nangis, kita berhak kok untuk menikmati hasil dari jerih payah. Setelah memenuhi semua kewajiban dan kebutuhan, beri sedikit hadiah untuk diri sendiri. Gunakan sisa-sisa uang THR untuk hura-hura sedikit. Kalo sisanya masih banyak, bisa pergi liburan yang agak jauh. Biar nanti semangat lagi saat masuk kerja.


Berapapun besar pendapatanmu jika di manage dengan benar akan memberikan dampak yang maksimal. Ini bukan soal uang cepat habis atau tidak, tapi menggunakannya dengan tepat. Kita kerja cari uang memang untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Monday, May 21, 2018

Meghan Markle Pemenang Hati Pangeran Harry, Cantik Saja Tidak Cukup

Meghan Markel

Weekend lalu hampir semua orang terutama kalian para wanita, merasakan begitu antusias menyaksikan momen bersejarah kerajaan Inggris, Royal Wedding. Saya pun akhirnya ikut-ikutan live streaming. Padahal sebelumnya sudah berencana ikut Yoga Gembira di Taman Suropati. Tapi berhubung hujan, ya sudah, sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi salah satu saksi sejarah Royal Wedding. Dan Saya tidak menyesal sama sekali. Hahaha.

Royal Wedding kali ini bukan sekedar bersejarah untuk kehidupan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Tapi juga sejarah untuk citra kerajaan Inggris. Untuk pertama kalinya anggota kerajaan menikahi seseorang diluar daerah kekuasaannya, dari Amerika pula. Tak hanya itu, Meghan adalah mix blood Afro-Amerika dan pernah menikah sebelumnya. Betul-betuk profile yang fantastis. Meghan is a real just an ordinary girl.

Meghan dan Harry dipertemukan oleh seorang mak comblang dan mengaturnya untuk kencan buta. Keduanya suprised dan kencan tersebut berakhir indah sampai mengantarkan mereka ke pernikahan. Lalu, seperti biasa, Saya tak bisa membendung hasrat untuk menuliskan sebuah pelajaran berharga untuk para perempuan lajang diluar sana berdasarkan kisah cinta yang seperti dinegeri dongeng. Tentunya setelah menyaksikan Royal Wedding kalian jadi berandai-andai untuk memiliki kisah cinta serupa kan? Ngaku aja deh. Manusiawi kok. Saya aja pengen. Haha.

Meghan memang dikenal sebagai aktris sukses di Hollywood. Dia adalah salah satu pemain di TV Series "Suits". Meghan berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, tidak seperti Kate Middleton yang memang keluarganya punya bisnis. Ayah Meghan chief lighting alias kang lampu, kalo di film-film, posisinya dibawah DOP / cameraman. Ibunya pekerja sosial dan guru yoga. Mantan suaminya adalah salah satu produser di Hollywood sana.

Meghan bisa meraih sukses berkat hasil jerih payahnya sendiri. Tidak hanya berlakon didepan kamera, Meghan juga aktif untuk kegiatan sosial dan charity. Bahkan dia adalah duta UN Women Empowerment. Meghan tidak hanya cantik, tapi juga berkarakter. Faktor inilah yang membuat lelaki high profile seperti Pangeran Harry jatuh hati. Menjadi pendamping lelaki hebat, tidak cukup bermodalkan wajah cantik dan terkenal. Karena jika hanya kecantikan yang dilihat, tentunya masih banyak wanita yang jauh lebih cantik dan seksi. Contoh lain bisa kita lihat pasangan Clooney. Sebagai aktor papan atas, bukan hal sulit untuk George Clooney menaklukkan wanita cantik. George Clooney memilih Amal karena wanita ini hebat, bukan sekedar cantik.

Clooney


Meghan tahu apa yang dia inginkan dan dia akan bekerja untuk mendapatkannya. Dia fokus mengejar mimpinya untuk aktris sukses. Daripada dia duduk manis sambil sibuk pupuran bedak dan foto selfie menunggu Pangerannya datang, dia lebih memilih untuk tetap aktif dan memberikan kontribusi nyata untuk sosial. Wanita kuat dan bersemangat menjalani hidup akan jauh lebih menarik daripada wanita yang pribadinya lemah. Coba saja lihat disekeliling kita, berapa banyak wanita yang berani dan percaya diri membuat hidupnya berwarna? Banyak dari kaum kita yang memilih diam dan memiliki banyak alasan untuk tidak bergerak. Merasa kurang cantik, merasa kere dan merasa merasa buruk lainnya. Kalau kalian masih bersikap dangkal seperti itu, jangan harap hidup kalian akan berubah menjadi lebih baik.

Sesaat sebelum pernikahannya dimulai, banyak drama muncul dari keluarga Meghan. Keluarga yang seharusnya menjadi orang pertama yang mendukung, tapi mereka justru berusaha untuk menjatuhkannya. Jika Meghan adalah orang yang lemah, dia akan membiarkan orang-orang itu terus merusak hidupnya. Meghan dengan berani mengambil tindakan tegas dan dia hanya mengajak ibunya untuk hadir dihari pentingnya. Bahkan pihak kerajaan pun membelanya. Kerjaan bisa saja dengan mudah membatalkan pernikahan, tapi karena mereka tahu siapa yang benar dan yang salah. Sayapun ikut gregetan dengan sikap keluarga Meghan. Kasus ini pun biasa terjadi di Indonesia, suka ga rela kalau ada saudara yang hidupnya lebih enak. Makanya tak heran banyak perempuan yang dijadikan komoditas agar mereka bisa numpang hidup

Harry & Meghan


Foto diatas seolah berkata, "Biar Abang yang dampingin Eneng walau badai menerjang". Tsaaaah. Memang sudah digariskan, perempuan kuat akan disatukan oleh pria kuat juga.

Ada satu sosok penting di Royal Wedding, yaitu Doria Ragland, ibu kandung dari Meghan. Beliau adalah wanita single parent hebat. Bisa dilihat dari air mukanya. Doria terharu dan bangga akan putrinya. Doria yang hanya orang biasa derajatnya ikut naik berkat Meghan. Sukses tidaknya seorang anak adalah hasil dari didikan ibu. Pangeran Harry pun kagum kepada Doria.

Doria Ragland

Banyak yang bilang kalau Meghan menang banyak karena menikahi Harry. In my opinion, her luck is based on her hard work and she is deserve it. Meghan pun sudah bisa hidup dengan layak tanpa Harry. Meghan rela meninggalkan karirnya untuk fokus mengikuti protokol istana.

Lalu beredar pula foto Meghan saat berusia 15 tahun sedang berpose depan Buckingham. Memang ya, takdir orang tak ada yang tahu. Makanya supaya rejeki bagus, banyak-banyak berpikir positif.



Kalau kalian punya mimpi dapat pasangan seperti Pangeran Harry, yang mau menerima kita seutuhnya, mulai sekarang ubah deh dirimu menjadi lebih pribadi yang kuat dan berkarakter. Secantik apapun kamu tapi selalu ratu drama, ga akan ada cowok yang sanggup bertahan lama. Kamu harus mampu bersikap tegas dan punya prinsip. Dengan sendirinya kalau kamu jadi pribadi yang berkarakter, orang lain akan mikir ribuan kali untuk memperlakukanmu dengan tak pantas. Show them that you are have standards.




Tuesday, May 15, 2018

Perempuan Muda Pemberani Bernama Neerja

Neerja Bhanot


Minggu lalu merupakan minggu yang berat untuk bangsa Indonesia. Awal minggu diawali dengan rusuhnya penjara teroris di Mako Brimob yang menewaskan 5 orang polisi. Pertengahan minggu tiba-tiba saja Merapi 'batuk'. Lalu akhir minggu ditutup dengan 5 bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dalam kurun waktu 24 jam.

Karena teror bom dikhawatirkan meluas, Jakarta pun Siaga 1. Dalam kurun waktu itu pula terjadi penangkapan terduga teroris. Ada 1 hal yang membuat hati Kami menjerit. Para teroris sudah memasang wanita dan anak-anak sebagai garda depan. Hal ini ditandai dengan ditangkapnya 2 wanita muda belia berusia awal 20-an yang berencana melakukan penusukkan kepada anggota polisi dan anak-anak yang diajak melakukan aksi bom bunuh diri. Wanita dan anak-anak yang seharusnya menjadi bibit unggul dimasa depan justru dirusak oleh kelompok radikal. Kami pun bertanya-tanya, kenapa hal ini bisa terjadi?

Remaja adalah usia pencarian jati diri. Mungkin mereka kekurangan akses untuk menciptakan jati diri yang berkualitas karena latar belakang keluarga yang kurang mampu mendidik mereka dengan baik. Remaja-remaja labil ini yang dijadikan sasaran empuk untuk di doktrin paham radikal. Paham radikal ini bukan baru tumbuh beberapa tahun ini, tapi sejak 20 tahun lalu. Bahkan di era 80-an sudah ada kelompok radikal namun belum menampakkan diri.

Sayapun teringat sebuah film India berjudul Neerja. Film ini menceritakan tentang kisah heroik seorang pramugari asal India bernama Neerja yang berupaya menyelamatkan 300 lebih penumpang pesawat Pan Am yang dibajak oleh teroris. Ini adalah kisah nyata yang terjadi pada tahun 1986.

Seharusnya wanita-wanita muda ini menjadi seperti Neerja. Walaupun dia wanita dan masih berusia 23 tahun, dia berhasil mengubah ketakutannya menjadi keberanian demi melindungi penumpang dan para kru pesawat lainnya. Nilai esensi ini yang Saya lihat masih kurang banyak dimiliki wanita muda Indonesia. Kalau saja mereka memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang besar seperti Neerja, kecil kemungkinan mereka dengan mudah menyerap doktrin yang menyesatkan. Mereka justru akan fokus ke hal-hal yang besar dan positif.

Poster Neerja


Neerja pun punya masa kelam. Dia bercerai dengan mantan suaminya yang abusive dan memilih pulang ke rumah orang tua. Sejak itu dia melanjutkan hidupnya dengan bekerja sebagai pramugari. Masa kelam Neerja tidak mengubah dia menjadi orang yang kelam pula.

Masa lalu kita pun tidak boleh menghambat kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Lakukan ini untuk diri sendiri dulu. Karena jangan harap akan menjadi manfaat untuk orang banyak sebelum kita kuat berdiri diatas kaki sendiri.

Perempuan muda Indonesia seharusnya mampu menjadi pribadi yang cemerlang. Usia 20-an harus digunakan untuk pengembangan diri. Arahkan hidup kita mau menjadi seperti apa di 5 tahun kedepan. Berkarya dan bekerja lah dengan baik. Hidup ini adalah tentang memberikan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Jadikan waktumu produktif karena ini adalah masa emas kita.

Tugas kita semua saat ini adalah menjaga dan mendidik wanita dan generasi penerus agak tidak terhasut oleh hal-hal buruk. Jadikan media sosial kita menjadi sarana untuk membangkitkan hal positif. Saya rasa disaat seperti ini akan sangat tepat untuk diadakan nonton bareng film Neerja agar para wanita muda dapat  memetik pelajaran, semangat dan keberanian dari film ini.




Sunday, May 6, 2018

Generasi Millenial Tak Punya Attitude ?

Photo by Helena Lopes from Pexels


Beberapa waktu lalu, ada salah satu friendlist di Linkedin yang mengeluh etika email / komunikasi anak-anak zaman now alias the Millenials. Tanpa menulis subject dan memperkenalkan diri terlebih dahulu, langsung bertanya dengan susunan kalimat yang amburadul. Ini bukan pertama kalinya Millenial di cap menyebalkan dan tak tahu aturan. Apakah generasi ini benar seperti itu?

Coba deh kalian ingat-ingat, pernahkan kakekmu menceritakan betapa menyebalkannya bapakmu dan dibilang tidak bisa diatur waktu jaman mudanya? Lalu pernahkan bapakmu bilang kalo anak sekarang itu tidak punya sopan santun? Kalimat saktinya yang juga sering muncul disinetron era Didi Petet "Dasar anak jaman sekarang!". Kalo ditelaah, ini adalah keadaan yang berulang disetiap zaman. Sangat mungkin jika kita sudah punya anak nanti, kita akan mengatakan hal yang sama. Sekarang aja sudah mulai menghardik adik-adik junior kita, "Huh! Dulu gue ga gitu deh!".

Jadi apakah ketidaksopanan itu sifat asli generasi? Jelas bukan! Itu karena salah didikan dan salah lingkungan. Kenapa? Di generasi kita pun ada kok tipe-tipe orang yang tidak tahu etika. Ketika mereka tidak mendapat didikkan yang bagus baik di sekolah terutama dari rumah, tentunya mereka tidak akan menjadi anggota generasi yang cemerlang. Ditambah jika mereka tak pandai memilih pergaulan, akan semakin tak punya arah. Orang yang memiliki pergaulan yang bagus pastinya tutur kata dan perilakunya juga baik.

Saya sendiri pernah punya pengalaman yang serupa dengan friendlist di Linkedin. Beberapa tahun lalu, kantor Saya pernah membuka kesempatan untuk penulis cerita FTV bisa mengirimkan idenya. Entah berapa puluh email yang langsung Saya hapus karena kelakuan ajaib mereka. Ada yang menulis tanpa subject dan perkenalan, ada yang malah menulis kalimat di subject, bukan di body email. Mereka memang amatir, karena yang namanya ide bukan sekedar 1 kalimat, tapi sudah harus berupa sinopsis. Dan sebagian besar bukanlah generasi millenial.

Jadi menurut Saya, sangat tidak bijak jika menyalahkan satu generasi karena etika mereka yang buruk. Yang benar adalah perbaiki pendidikannya. Pendidikan itu bukan hanya fokus pada nilai akademis. Pendidikan harus menyesuaikan perubahan zaman. Dan pendidikan harusnya menyiapkan generasi agar lebih terampil dimasa depan. Pendidikan masa kini harus sudah fokus mengajarkan soft skill, salah satu yang utama adalah skill komunikasi.



Saturday, April 28, 2018

Pentingnya Storytelling Skill

Photo by Tim Gouw from Pexels


Berawal dari tulisan Saya soal cara mengetahui ciri cowok yang pantang digeser kanan pada dating apps, lalu profile seperti apa yang akan membuatmu geser kanan, chatting dan ngajak ketemuan? Pasti bagaimana cara kalian berkomunikasi, kan? Karena apalah arti sayang-sayangan tanpa obrolan yang ga membosankan.

Atau kalau mau contoh lain, buat para Brand Manager, apa sih yang membuat mereka memutuskan memakai sebuah konsep yang ditawarkan? Pasti bagaimana konsep tersebut dapat bercerita tentang image brand yang dikelola. 

Dari kedua contoh diatas, salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seseorang adalah storytelling yang bagus. Karena storytelling adalah cara berkomunikasi.

Storytelling


Kemampuan bercerita dijaman digital ini sangat diperlukan dalam marketing. Cerita menjadi strategi marketing yang paling halus dan ampuh untuk menarik pasar. Cerita juga menjadi PR tools untuk personal branding para public figure. Contohnya, kenapa kita suka sama Steve Jobs, Jack Ma, atau Merry Riana? Karena mereka punya cerita yang bisa diceritakan oleh public, dimana cerita itu sangat relate dengan kehidupan orang banyak yang berhasil membuat mereka termotivasi.

Sayangnya, storytelling skill ini masih belum banyak dimiliki anak muda Indonesia. Masih banyak orang tidak percaya diri, gemetaran jika harus presentasi atau berbicara didepan umum. Apa sebabnya? Faktor utama adalah karena didikan rumah. Indonesia masih sangat kental menjalankan norma. Di dalam rumah, Orang tua adalah pemimpin tertinggi. Kemampuan kita berargumen seringkali terbentur dengan norma ini.

"Pokoknya anak harus ikut kata orang tua".

"Orang tua tau yang terbaik untuk anaknya".

"Tau apa kamu? Masih kecil kamu, ga paham apa-apa".

Kata-kata diatas tentu tak asing kita dengar, kan? Akibatnya setelah dewasa hanya bisa menjadi pribadi pasif, manut menuruti pendapat banyak orang walau tak sejalan dengan pemikirannya. Boro-boro mengutarakan pendapat, baru memulai saja sudah dibilang tak tau sopan santun. Ketiadaan kesempatan mengutarakan argumentasi dan pendapat berakibat dimasa depan anak tak memiliki kemampuan untuk mempertahankan gagasannya. Hubungan anak dan orang tua juga turut andil dalam hal ini. Anak yang terbiasa bercerita tentang apa yang dialaminya kepada orang tua, pasti juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sedari dini anak akan terbiasa dengan komunikasi dua arah.

Faktor lainnya adalah kurangnya eksplorasi. Hidup itu tak melulu soal kerja, sekolah dan rumah. Dengan mengekplor banyak hal pastinya akan menambah kreatifitas, pengalaman dan pergaulan. Orang yang rajin berekplorasi cenderung lebih percaya diri, dimana rasa percaya diri ini diperlukan untuk menyampaikan sebuah cerita. 

Bagaimana caranya mengasah storytelling skill? Pertama, terus berlatih. Sebelum presentasi, latihan berbicara didepan cermin dan perhatikan susunan kalimat. Kedua, kuasai topik yang ingin diceritakan. Ketiga, banyak baca. Terakhir, percaya diri. Ucapankan atau tulis saja apa yang kalian ingin utarakan. 

Banyak manfaat yang didapat jika kita mampu bercerita dengan baik. Secara profesional tentunya dapat meningkatkan jenjang karir karena kemampuan berpendapat dan komunikasi yang baik dan secara personal tentunya akan membuat orang lain senang berinteraksi dengan kita. 

Orang-orang sukses pada umumnya adalah pencerita yang baik. Jadi tak ada salahnya untuk terus membangun dan memperbaiki kemampuan storytelling kita. 


Monday, April 23, 2018

Blogger Is A Real Job

Blogging. Photo from Pixabay


Buat Saya blogging itu sebagai cara untuk mengisi waktu luang dan menuliskan apa yang Saya pikirkan dan ingin menyampaikannya kepada khalayak. Ada pepatah dari Pramoedya, penulis legendaris Indonesia, "Setinggi dan sepandai apapun seseorang, jika ia tidak menulis maka akan hilang ditelan zaman". Memang dari zaman sekolah, Saya suka menulis. Awalnya suka nulis cerpen atau fiksi. Tapi beberapa tahun belakangan ini, imaginasi Saya tidak sebagus dulu, ga tau kenapa. Makanya lebih banyak menulis berupa opini. Kalian juga bisa membaca beberapa karya Saya yang dimuat dimedia di section "Portofolio".

Di era digital, cari nafkah bisa dari mana saja dan semakin banyak source nya. Salah satunya adalah menjadi blogger. Saat ini nge-blog bukan hanya sekedar nulis kegiatan sehari-hari atau curhatan, tapi bisa berupa review atau tulisan berbayar. Dan... Cukup banyak blogger yang sukses menjadikan nge-blog sebagai pekerjaan utamanya contohnya Alodita dan Racun Warna Warni. Yes, It is a real job.

"Ah blogger kan kerjanya cuma nulis-nulis doang". No, honey. Coba baca tulisan Saya Tentang Content Creator. Sebelum kita menuliskan opini atau review di blog, we spend some times to read, to research, or to try. Dan kadang kala segala kesimpulan yang akan menjadi postingan baru bisa dibuat paling tidak 3 hari setelah kita memutuskan mau menulis apa. Kenapa? Karena blogger yang baik, akan memberikan informasi yang akurat. Followers atau pembaca blog Kami adalah tanggung jawab Kami. Masa kita mau kasih info asal-asalan. Kami ini content creator, bukan penyebar hoax.

Karena blog masa kini beda dengan blog 10 tahun yang lalu, blog yang punya foto atau gambar tentu akan lebih menarik. Dan percayalah, it really take times. Ga bisa asal foto tanpa memikirkan estetika. Ada juga yang rajin sampai bikin design karena foto aja ga cukup. Apalagi sekarang sosial media semakin interaktif. Kita juga jadi harus memikirkan berbagai format image yang bagus untuk di share di Instagram, Instagram Stories, Facebook, Twitter dan Pinterest. Bahkan ada pula blogger yang harus meng-hire fotografer, belum lagi membeli peralatan foto yang harganya tidak murah.

Konten bagus apalah guna kalau ga rajin-rajin promo. Set time untuk mempromosikan postingan lama juga perlu waktu. Ini adalah cara agar traffic blog kita stabil. Traffic adalah hal yang penting untuk laporan ke klien atau sekedar pasang Adsense.

Dari penjelasan diatas, tahukan kenapa wajar banget kalo para blogger mematok harga untuk tulisan berbayar. Namun yang paling penting, tujuan blogging itu bukan untuk jadi kaya atau terkenal. Saya yakin blogger-blogger nge-top masa kini ga pernah memikirkan kalo blogging jadi penghasilan utama mereka. Awalnya mereka hanya ingin menulis apa yang mereka mau tulis,

Lalu beberapa akhir ini Saya kok kangen banget blog sebelum masuk 2014, dimana isinya organic semua. Cuma kumpulan curhat-curhat remeh. Salah satu favorite Saya dulu blognya Woro Pradono, sayang, Mbaknya ga nge-blog lagi karena drama haters. I was really enjoy read it, selain melihat stylenya Mbak Woro yang chick banget. Ibaratnya Mbak Woro itu punya hidup impian wanita muda Jakarta lah. Anyway, zaman kan terus berjalan dan berubah ya. Saya sih belum kepikiran jadi fulltime blogger. Karena Saya masih suka nulis yang remeh temeh disini. Karena receh is #lyfe. Haha.



Sunday, April 8, 2018

Cara Meningkatkan Traffic Blog Untuk Menambah Pendapatan Adsense

Blogging



Blogging buat Saya adalah cara untuk mengasah kreatifitas dan melatih kemampuan menulis dimana kedua skill ini sangat diperlukan di pekerjaan Saya. Setiap weekend atau jika ada waktu luang, Saya usahakan untuk menyempatkan menulis di blog.

Sayapun tertarik untuk memakai fitur Google Adsense. Google adsense adalah fitur dari google yang bisa dipakai di produk Google seperti Blogspot dan Youtube dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan dari iklan yang muncul di konten pemilik account.

Saya daftarkan blog ini di Adsense. Perlu diingat, kita harus menunggu approval dari google untuk bisa memakai fitur ini. Blog ini baru dapat approval setelah 2 hari pendaftaran. Syarat penting untuk memakai fitur Adsense adalah usia blog harus lebih dari 6 bulan dan kontennya harus berkualitas. Wajar saja jika google menerapkan syarat ini. Karena ibarat klien, mereka mau iklan mereka dijamin dapat viewers.

Memang Saya tidak pernah berharap banyak pada penghasilan Adsense karena pengunjung blog Saya masih sepi jika dibandingkan dengan blog-blog yang lain. Tapi Saya penasaran pasti ada cara untuk meningkatkan pendapatan Adsense, yang pasti pengunjung blog harus banyak.

Konten + Digital Ads = Traffic


Traffic = Pendapatan Adsense


Akhirnya Saya melakukan eksperimen digital ads dengan memakai fitur Facebook Ads dan Instagram Ads. In my opinion, this is a real game. We pay for digital service/ads to get money from digital ads. Karena Saya orangnya rada pelit, untuk percobaan kali ini Saya memasang budget minimal alias hanya Rp 10.000,- untuk 1 hari.

Bagaimana sih untuk memakai fitur facebook / instagram ads?

Kalian harus punya facebook page yang nantinya akan terkoneksi dengan akun Instagram kalian. Jadi account Instagram kalian tidak boleh di private. Saya sendiri sudah punya Facebook Page. Jika akun instagram kalian terkoneksi otomatis dengan Facebook Page, maka akun Instagram kalian jadi akun business. Dimana dengan akun business ini, kita bisa melihat grafik metric konten kita, berapa banyak reach, impression dan engagement.

Karena waktu percobaan Saya berdekatan dengan Hari Film Nasional, maka Saya memilih blog post How To Make Your First Short Film. Saya post link tersebut di Facebook Page Post, setelah itu Saya klik promote. Saya terapkan spesifikasi agar lebih optimize. Target Saya adalah meningkatkan traffic web, untuk domisili Indonesia, dengan gender pria dan wanita berusia 18-35 tahun. Saya tambahkan pula interest film dan short film. Spesifikasi ini harus disesuaikan dengan target kontennya.

Perlu diingat, Facebook Ads maupun Instagram Ads memerlukan waktu untuk approval sebelum iklan kalian berjalan. Berdasarkan percobaan ini, setting waktu campaign minimal 24 jam setelah kalian membuat campaign. Lebih enak jika kalian membuat campaign dengan memakai komputer, karena fitur pengaturan ini hanya bisa dilihat jika diakses dengan komputer. Menu ads manager ada di laman facebook kalian sebelah kiri bawah. Hal ini juga berlaku jika kalian promote postingan Instagram kalian, karena Instagram adalah bagian dari Facebook. Campaign Saya approve 3 jam setelah campaign dibuat. Lama cepatnya approval tergantung dari sistemnya facebook sendiri yang tidak bisa kita kontrol.

Hasil dari campaign percobaan Saya selama 1 hari dengan budget Rp 10.000,-









Kesimpulan:

1. Untuk eksperimen ini, Facebook ads lebih efektif untuk meningkatkan traffic blog/web. Dilihat dari jumlah link click, di Instagram hanya ada 2. Jika untuk mendapatkan reach dan engagement dengan konten berupa gambar, Instagram ads jauh lebih efektif.  

2. Untuk meningkatkan traffic blog yang akhirnya meningkatkan pendapatan adsense, balik lagi ke jenis konten yang dipromosikan. Untuk eksperimen ini, mungkin yang tertarik dengan film, targetnya memang tidak banyak. 

3. Adsense memang bukan sumber pendapatan para blogger. Sponsored Post masih menjadi sumber pendapatan terbesar para blogger. Tapi cara dari tulisan ini boleh saja dicoba. 


 Meningkatkan Traffic blog


Digital ads ini tidak hanya bisa diaplikasikan untuk meningkatkan traffic blog. Bagi kalian yang memiliki online shop, tentu bisa mencoba digital ads ini. Pastikan targetmu spesifik agar hasilnya lebih maksimal. Selamat bereksperimen!