Minggu, 31 Oktober 2010

Idealis vs Komersial

http://www.rollingstone.co.id/read/2010/10/28/890/13/2/Karya-Idealis-dan-Karya-Komersial

Link itu adalah sebuah tulisan pendek yang ditulis oleh sutradara favorit Saya, Joko Anwar. Suka duka pekerja seni. Mungkin banyak orang yang berpikir, kita ini orang-orang yang kerja didunia hiburan hidupnya enak-enak. Hemm.... Tahukah Anda, kami pontang panting untuk tetap bertahan hidup.


Berkerja di dunia hiburan itu seperi musim buah. Kalo lagi laku, laku banget. Bisa beli rumah, mobil, belanja di butik designer kondang. Tapi kalo lagi sepi proyek, makan aja kudu ngirit. Makanya selagi laku seharusnya kita bisa berpikir kedepan, investasi atau bisnis.


Joko Anwar dalam tulisannya menjelaskan, bahwa temannya menganjurkan untuk memiliki 2 karakter. Dimana kita harus idealis, kapan kita harus komersil. Yah... Mungkin ini sedikit solusi untuk kita-kita yang bekerja didunia hiburan.

"Elo mesti bisa bagi kerjaan elo jadi dua. Yang satu komersial, buat cari uang doang, yang satu elo kerjain serius. Kalo nggak, elo mampus di sini". Begitulah nasehat teman Joko Anwar.


Tapi para pekerja seni itu adalah tipikal orang yang setia pada pekerjaannya. Walau jika tidak ada proyek mereka cuma cabut rumput. Orang yang tegar. Yah... Itulah sebenar-benarnya seniman.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tidak ada komentar:

Posting Komentar