Rabu, 14 Desember 2011

About Management

Bicara soal management, bukan cuma untuk para ekekutif aja. Karena management itu sendiri cangkupannya luas. Hal ini pernah gue bahas di twitter juga. Semua orang harus punya management yang bagus. Dari how to manage time, how to manage money, how to manage our self, how to manage acompany and many more. Tapi ternyata ada lagkah awal untuk bisa mempunyai managemnet yang bagus.

Pertama, tentukan terlebih dahulu tujuannya. Kedua bikin plannya. ini namanya management, menurut Saya. Dan tentu saja, tujuan itu dibuat lebih spesifik lagi, supaya lebih terarah lagi kita melangkah.

Banyak artis yang tenarnya cuma sebentar, kenapa? Managementnya salah. Bisnis flop, rumah tangga berantakan dan lain sebagainya. Unutk jadi artis, banyak cara instan untuk terkenal, tapi jika salah jalan, percuma, berapa bulan kemudian juga hilang. Inilah yang harus di maintance.

Bikin film. Tujuannya apa? Cuma buang uang, atau memang mau menjadi industri atau yang lain? Kalau cuma mau buag uang ya gamoang saja, yang penting film jadi. Kualitas dan keuntungan ga jadi soal. But, we dont got any pride at all!

Faktor yang tidak kalah penting adalah, partner. Kita harus jeli membaca karakter orang. Apalagi di zaman millenium ini, saudara sendiri aja bisa ditipu.

So,,,, Banyak baca dan bertanya supaya diri kita menjadi lebih berkualitas. Cheers :)

Kamis, 08 Desember 2011

"Proyek Idealis?" My Ass!

Sorry if the title too rude.

Kemarin memang gue discuss sama para film maker tentang penurunan jumlah penonton Film Nasional. Dan sempat dibahas juga masalah harga. You know what I mean, karena menurut gue dan juga teman2 lainnya, ada harga ada kualitas. Bikin film itu ga asal jadi. Kebanyakan orang sekarang pada banting harga. Dampaknya? Kualitas itu sendiri. Hal ini sangat berpengaruh terhadap industri kreatif Indonesia.


So para producer, bayar lah dengan layak para kru. Sekarang jika kita bicara soal "Proyek Idealis" dengan beranggapan berapapun bayarannya, yg penting berkarya, ITS TOTALLY WRONG! Sekarang kita gimana mau mengajak para penonton, ya dibalikin aja, kenapa ga sekalian kita kasih mereka nonton gratis? Got the point! Karya tetap harus dihargai! Jangan berlindung pada kata-kata idealis.


Penonton makin sedikit yg ke bioskop, membuat kita para film maker bingung untuk approaching ke investor. Banyak orang yg punya konsep bagus, but bussiness is bussiness. Gimana kita mau buat projection dengan keadaan seperti ini? Para film maker juga sedang bingung, mau gimana lagi memajukan film Indonesia. Harapan kita ya cuma penonton. Makanya sampai ada gerakan #kamiskebioskop.


So, please... Jangan rusak perjuangan kita. bayar karya kita dengan layak. Banyak yg harus dipikirkan seorang producer untuk membuat sebuah film.



Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Kamis, 24 November 2011

Union Plaza Senayan







Setelah kunjungan yang kesekian, akhirnya bisa juga reviewe yaaa sedikit ya tentang Union Cafe Plaza Senayan.

Over all Union ga beda jauh sama Loewy di Oakwood. Tapi berhubung kalo ke Union siang terus, ga tau deh apakah kalo malam akan seramai Loewy. Ini tempat oke buat sekedar duduk-duduk cantik sambil makan kue atau nge-bir atau pun dine in. Lumayan banyak juga expat yang bertebaran di tempat ini, buat cuci mata eiyymm... :D. Untuk harga makanan ya ga jauh beda lah sama resto0resto semacam yang menyediakan makanan western. Tapi favorit disini adalah Red Velvet untuk cake-nya. Yang bisa dinikmati sambil menikmati semilir angin dan melihat orang-orang kantoran sentral senayan yang wara-wiri didepan Cafe ini.

Makanan beratnya hot dog Italia not bad. Dan smooties blueberrynya juga mantab. What I love at Union especially Plaza Senayan Branch, is the design. Its so simple and bright. Bagus banget kalo buat foto-foto karena didominasi warna putih dan natural lighting yang banyak.


Kamis, 27 Oktober 2011

The Perfect House

Akhirnyaa... Film yang di produseri my beiby Vera Lasut tayang juga di Indonesia setelah jalan2 diberbagai festival International.

Btw, even I had read the script, gue tetap penasaran sama hasil visualisasi The Perfect House. Film ini ditulis sama Koh Alim dan Affandi Rachaman sebagai sutradaranya.

Menurut gue film ini ada sedikit perpaduan antara Rumah Dara dan Pintu Terlarang. Sesuai namanya, film ini Perfect. Gambar oke, akting casts juga sangat oke. Alurnya pelan2 tapi menggigit. Mungkin Anda tidak akan menyangka akhir ending film ini walaupun di 30 menit awal Anda sudah bisa menebak, siapa yang 'sakit'. Film suspense ini tidak seperti Rumah Dara yang setiap menitnya bikin kita teriak. Seperti yang Saya bilang, pelan tapi menggigit.

Sangat layak ditonton, sekalian dukung terus perfilman Indonesia.


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Senin, 10 Oktober 2011

Intermezo in The Afternoon

Siang ini gue lagi di Amadeus Setiabudi Building. Makan siang sembari nunggu meeting sama Sound Enginering dari Mypost, Yogi. Disini... Semua orang meeting. Bapak-bapak semua. Oke...

Didepan gue sekarang ini ada cowok seumuran 38-an gitu atau 40 awal mungkin. Keren. Pake kacamata. Gue rasa dia lagi semacam interview. Atau I don't know what kind of bussiness. Yg pasti saat ini sudah 2 wanita bergantian datang menemui dia. Dweeeeng!!!! Iya emang gue iseng banget :D :D

Yg menarik perhatian gue adalah, saat ini kan lagi musim yang namanya selingkuh. Oke. Gue bukan suudzon sama cowok ini. I don't fucking care because I don't know him :) tapi.... Perilakunya itu. Cowok mana kita tau yaa... Sebelum dia ketemu sama kita ditempat itu, sebelumnya dia ketemu siapa lagi? Hihihihi!!! Iseng banget kan gue!


Jadi, pas cewek pertama pergi, dia menyuruh waitrees membereskan sisa-sisa pertemuannya dengan wanita sebelumnya. Lalu sekitar 30 menit kemudian, datang lah wanita ke-2. Yaa... Eeaaa!!! Eeeaa!!!

So you, galz!! Be careful :D :P




Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Selasa, 09 Agustus 2011

Socmed Bukti Eksistensi

Di era yang serba digital, munculnya berbagai alat komunikasi mobile dengan fasilitas akses internet dengan mudah seperti blackberry, tablet, laptop dsb selain memudahkan komunikasi juga bisa dijadikan ajang eksistensi diri. Siapa sih saat ini yang ga punya Facebook? Atau yang lebih hits lagi Twitter. Kebanyakan orang menggunakan social network atau bahasa bekennya Social Media disingkat jadi Socmed, sebagai tempat untuk mengungkapkan perasaan. Kesal, sedih atau galau.


Apa kaitannya Socmed dengan eksistensi diri? Oke mari kita bedah. Dari sebuah account social network yang kita miliki akan terlihat siapa aja sih networking kita? Selain teman-teman lama, dengan siapa sih kita berinteraksi.

Tentu saja seorang "Miss Persahabatan" tidak masuk kategori eksis karena semua orang mau kenal mau nggak dijadikan teman. Sehingga kita tidak bisa membedakan mana yang benar2 teman atau hanya asal "add". Kecuali kalau Anda artis yang punya banyak fans, itu masih wajar. Dan pastinya artis itu juga punya private account yang temannya benar-benar dia kenal.

Oke lanjut. Yang paling mudah untuk melihat karakter kita dan tingkat intelejensi kita ya dari microblogging bernama Twitter. Banyak orang yang memiliki account twitter dengan motivasi memberi hiburan semata dengan men-tweet hal-hal lucu. Yang pasti twitter inilah pembuka jendela dunia. Lebih cepat berita yang kita dapat dibandingkan jika kita membukanya pada web news.

Saya pribadi, suka mau tau juga, dia tuh networknya siapa saja sih? Apalagi kalau ada yang mengaku Management artis, atau Artis, pasti saya akan lihat siapa saja sih temannya di account Facebooknya. Kalau didaftar temannya itu ga ada orang yang memang kita kategorikan eksis pada bidangnya, its Big Zero! Sorry to say.
Ya memang tidak bisa dijadikan patokan. Bisa jadi orang hebat atau eksis yang dia kenal itu tidak punya account social network. Ow ya, paling tidak jumlah teman ikut berpengaruh lho kalo dia artis. Saya pernah liat, account management artis kok teman-temannya sedikit sekali. Hanya sekitar 150 orang. Bagaimana bisa dia tidak memanfaatkan socmed itu sebagai sarana promo? Jadi harusnya management artis itu me-maintance accountnya supaya bisa lebih eksis lagi. Untuk apa dia punya account socmed? Sedangkan sudah banyak product yang memanfaatkan socmed dan meng-hire para buzzer (sebutan orang yang dibayar untuk promosi pada socmed) untuk promosi.

Ayo kawan, perluaslah networking mu di dunia nyata.


Minggu, 31 Juli 2011

Alana's Story

Pertama-tama, gue mau mengucapkan terima kasih kepada Jack Dorsey karena telah meniciptakan sebuah situs microbloging bernama "Twitter". Yang artinya berkicau, kalo bahasa premannya Ngebacot. Tapi paling tidak gue mendapatkan manfaat dengan memiliki akun twitter. Itu sih sebenarnya tergantung siapa yang lo follow yaa.... Heheheeh....

Jadi ceritanya kemarin itu gue dapet link dari akunnya temen SD gue tentang sebuah cerita yang judulnya "Loe, Gue, End!" dengan tokoh sentralnya bernama Alana. Konon katanya ini kisah nyata, menurut si Mbak Zara Zettira Zr, penulis terkenal yang mendapatkan email-email itu dari si Alana (Bukan nama sebenarnya. Udah diedit sama Mbak Triple Z). Jadi si Alana ini termasuk golongan socialite di Jakarta. Dese anak seorang dokter bedah yang tob markotob. Yang langganannya artis-artis dan istri-istri pejabat gitu. Ya pokoknya si Alana ini anak orang kaya lah. Tapi dia ga pernah tau siapa ibunya. Oke... itu dramanya.


So Far, gue udah baca sampai part 24 dan ga tau akan tamat berapa bagian lagi. Kalo memang benar ini adalah kisah nyata, gue setuju dengan pendapat Mbak Zara Zettira, kalau gaya penulisannya liar. Mungkin itu hanya bentuk eksperesi aja. Tapi gue akui i've addicted with this story!

Kalo penasaran, coba klik


zarazettirazr.blogspot.com



.


Rabu, 27 Juli 2011

Payung Merah Screening

This evening, Emil invited me to see screening short movie "Payung Merah" at The Edge, Kemang. I'm so excited. Its not because with who i'm hang out, but what i will see. The winner of Screen Singapore Asian Film Award 2011 for Short Movie Category. This event held by Nylon Magazine. The writer is Emil's friend, Andri Cung. Anyway, all the people who attend this event are Emil's friend. Also the director, Edward Gunawan.

This event showed 3 short movie. Borrowed Time, Payung Merah and Broken Vase. The central character played by Atiqah Hasiholan. Yes, for all movies. Total duration about 25 minutes.

"Borrowed Time" is about a husband who waiting his wife to wake up from her long sleep for 5 years. He patiently to care of her. Her has a nurse. And you know what, the nurse and her husband have a scandal.

"Payung Merah". This story based on a true story. Its about a taxi driver who take home a girl to this girl house. And at the end, we know, that girl is a ghost.Her daddy pay for taxi argo. Every years, she always "go home" by taxi. She had been died 5 years ago





The Last movie is "Broken Vase". Its about trans gender. Atiqah as Susan. She used to a male with "Alex" for the name. Susan come to Paul's house, his ex. In the house, there're Paul girl friend, she held a garage sale. Susan acting like a buyer. And then, she tell that she used to Paul's lover when she were a man "Alex". Paul's girlfriend sent her an email, to make Susan come and pick up her stuff. Because Paul girlfriend will live with Paul in Hawaii. Absolutely, the "her stuff" is a man stuff!







Overall, i love Edward and Andri movies. They're made a great story. The story has a character, it through. And i have to discuss with them i think, for my reference. Its not easy to build character, to build great story for short movie. Because with a short duration, you have to tell about the point. All this movie are low budget. But, the scenario is so cool.

Selasa, 26 Juli 2011

Musim Kewong




Beberapa teman gue, udah pada mau kawin nih tahun ini. Nuri bulan Oktober, Septy bulan November dan yang terakhir, sepupu gue juga akan menikah untuk yang kedua kalinya. Dan mungkin akan ada daftar panjang pernikahan-pernikahan lainnya. Bahkan temen-temen sekolah gue juga udah banyak yang pada kewong, Jo!

Memang yang sedikit mengejutkan adalah pernikahannya Septy dan Nuri. Soalnya mereka termasuk golongan jomblo sejati. (Sama sih kayak gue) *sigh* . Itulah yang namanya jodoh ga kemana... Trus...trus... jodoh gue siapeee??? Hahahahaha!!! Gue sih sebenarnya (agak) santai kalo urusan pernikahan gue sendiri. Bokap gue belum nge-push gue untuk kawin buru-buru sih. Kecuali ya,,, uwa-uwa gue deh yang pada rempong. Kalo sepupu sih asik-asik aja. Aji mumpung pake kebaya seragam. Hihihihi.....


Ya jodoh gue juga akan datang pada saatnya yang tepat nanti :) walau kadang-kadang merasa kesepian juga sih... Galau malah :)

Senin, 18 Juli 2011

Menunggu dan Ditunggu

Katanya kalau kita ditunggu orang, berarti kita penting untuk orang tersebut. Tapi bagaimana jika keadaanya dibalik. Kita selalu menjadi pihak yang menunggu. Nunggu ditembak, nunggu diapelin, nunggu ditelpon, nunggu nemenin belanja sampai nunggu gajian :D .

Betapa beruntungnya orang-orang yg selalu ditunggu. Atau paling tidak, lebih sering ditunggu daripada menunggu. Seakan kehadirannya dapat memulihkan rasa rindu.

Gue termasuk salah satu orang yang merasa berada dipihak yang menunggu. Yah, gue selalu menunggu. Apapun itu. Jarang sekali gue menjadi pihak yang ditunggu. Mungkin karena gue orang yang on-time. Mungkin gue orang yang (terlalu) available. But, this is me! Walau hati ini terbesit rasa keinginan untuk ditunggu.


Pengen sekali-kali gue telat sedikit aja. Tapi gue ga bisa. Karena gue begitu menghargai waktu. Pepatah "Waktu Adalah Uang" udah nempel di jidat gue.

Wait??!! Berarti... Gue tipe orang yang bisa menghargai??

Ah... Tetap dalam hati ini, sekali-kali gue mau jadi orang yang ditunggu, gue mau gue penting untuk orang tersebut.



Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Selasa, 12 Juli 2011

My 1st TVC Project

Alhamdulilah, jadi penganguran 5 hari, akhirnya berkesempatan ikutan project TVC "Askes". Yep, this is my 1st project in TVC. Syuting 2 hari di daerah Bogor dan Jakarta, was fun. Met new people, new experience. Love this job.

Gue akui, berhubung kantor Kemang masih renov, so gue juga belum terlalu productive. Syuting dan post pro selama 5 hari, setelah itu, eike kerjaannya menikmati kamar kost yang baru ini. Waw!! I love my new wondering land :D

Kemarin malam, ada tamu special. Not (not yet. Hope it will be) my boy. Thats was so... aawww!!!!


Sorry, ga bisa foto-foto dilokasi syuting. Takut dibilang norak, and it lil bit confidential i think. :)


Sabtu, 02 Juli 2011

Farewell






Hai, Juli!! Dibulan ini gue menapaki lembaran baru dalam hidup gue. Gue resign dari 21 cineplex untuk bekerja disebuah production house advertising sebagai assistant produser. Dan juga pindah kost yaaa overall lebih enak (sedikit) dari kost lama. Begitu banyak pelajaran yang gue dapat selama bekerja di 21 cinplex. Gue resign bukan berarti gak cinta sama perusahaan itu. Dari situ memang benar-benar batu loncatan untuk bekerja didunia hiburan.


Terima kasih kepada keluarga besar 21 cineplex yang telah memberikan Saya kesempatan untuk berkarya and esspecially for all of myfriends at Divisi Peredaran, also my lovely boss Mr. Gusti Sutami. Thank you so much for pretty nude bag. Muaacchh!!



Gue selalu berdo;a tiada henti. Memohon agar Tuhan melimpahkan rezeki dan rahmatnya padaku. Dan yang terpenting, ,"Masalembo" bisa cepet2 syuting!!

i'll try my best :)

Jumat, 24 Juni 2011

I'm waiting for 2015

Sore ini Saya bbm-an dengan Mbak Intan Ophelia. Seorang executive Produser, ahli astrology dan juga seorang penulis. Beberapa waktu yang lalu dia memberikan Saya sebuah yang dikirim via pos ke alamat kantor. Sore ini Saya cerita dan memberikan infornasi bahwa Saya akan pindah kerja per-1 Juli 2011 ke sebuah PH iklan sebagai Assistant Producer. Kantor baru Saya ini terletak di bilangan Kemang. Tepatny kantor Kemang 88. Saya excited banget.

Lalu si Mbak Intan bilang, memang Saya rezekinya bagus (Amin Yra). Tapi sayang, yang mau nipu ngantri. Hahahaha!! Lalu dia bilang dan meminta Saya mencatat. Bahwa Saya akan mendapatkan promosi atau project besar antara bulan September-November 2015!!
Wah.. Apa ya kira-kira? :D

Memang pada dasarnya kita hanya boleh percaya pada Tuhan. Jadi ramalan ini cuma buat intermezo aja. Alhamdulilah kalo kejadian beneran. We'll see... :)
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Kamis, 16 Juni 2011

RIP Papa Zainal Abidin

Telah berpulang ke rahmatullah. Ayahanda, Paman, Opa kami tercinta, H. Zainal Abidin pada hari Selasa 14 Juni 2011 pukul 18:05.

Berita yang sangat mengejutkan. Karena papa Jejen meninggal dalam keadaan sehat. Ya, memang dia sudah stroke selama 8 tahun. Tapi papa dalam kondisi sehat. Sudah mandi sore, sudah makan roti dan minum obat seperti biasanya. Papa meninggal saat sedang nonton tv. Dan menghembuskan napas terakhir ketika azan magrib berhenti berkumandang.

Papa adalah pribadi yang baik. Walau kadang kalo marah suka seenaknya. Beliau adalah salah satu tokoh penting dalam dunia perfilman Indonesia. Ketua Importir Film dan Ketua Kesenian Betawi. Papa itu orang hebat. Dia menyekolahkan semua keponakannya termasuk Saya.

Papa itu juga sayang sama Saya. Segala yang Saya minta, hampir semua dipenuhi. Papa itu dermawan. Dia tidak pernah sampai hati melihat saudaranya susah.

Papa pergi terlalu cepat. Beliau belum sempat melihat aku menikah dan melihat aku mengikuti jejaknya menjadi produser. Pokoknya film pertama Saya nanti, itu adalah kado untuk Papa Jejen.

Pa, we love you so much... Kami selalu berdo'a untukmu...


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Rabu, 08 Juni 2011

Sabang 16

Cafe kecil yang lagi hip dikalangan "Public Figure" (yg tidak terlalu show off actually :D) terletak di jalan KH. Agus Salim no. 16B, Jakarta Pusat. Seperti namanya, cafe bernuansa tempo doeloe ini memang terletak di daerah Sabang yg terkenal dengan kawasan kulinernya.

Sabang 16 paling cocok untuk sekedar untuk tempat ngopi dan ngobrol ringan. Makanannya bukan makanan berat. Yg paling favorit adalah Roti Sarikaya. Untuk kopi, beruntung disini menyediakan kopi Aceh Gayo! (Finally I found kopi Aceh!) Memang jenis kopi yang disajikan tidak terlalu banyak. Semua harga disini sangat murah. Dibawah 50rb saja untuk ngopi dan ngemil.


Cuma sayang, kapasitas cafe ini tidak banyak. Karena memang kafe kecil, yg bisa juga dikunjungi sebagai tempat transit sementara pada saat lalu lintas sedang macet bikin pengen nangis. Walau kecil, yang nongrong disini bukan orang sembarangan lho.... Orang film juga sering ngopi disini.



Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Sabtu, 14 Mei 2011

There's a Woman Behind a Great Man

Pasti pernah dengar pepatah itu kan? Dibalik para pria yang hebat, pasti ada wanita hebat pula. Bagaimana lelaki itu, tergantung siapa dan bagaimana wanita yang dibelakangnya. Maka dari tiu, wanita bisa saja menjadi perusak atau bahkan menjadi pembawa kesuksesan. Menjadi wanita harus hati-hati dalam bertindak agar tidak dianggap sebagai penyebab kegagalan seorang pria.

Terkadang Saya suka heran, mengapa wanita itu terlalu banyak menuntut dari pria, bukannya menjadi teman diskusi yang baik atau penyemangatnya. Dan kalau sudah ketiban apes, lelakinya lagi yang dipersalahkan. Padahal, wanita itu juga salah satu factor penyebab kegagalan.


Sebagai contoh saja, tau kan ibu kost Saya terdahulu yang seperti Mak Lampir? Suaminya tak lain dan tak bukan adalah salah satu karyawan dikantor tempt Saya bekerja. Dia sebagai kurir. Orangnya sangat jujur dan baik. Dia selalu membantu teman-temannya dan tak masalah juga membantu secara materi. Memang dia bukan orang yang kebanyakan duit juga. Pokoknya orang ini baik dan tidak perhitunganlah, sangat berbeda dengan istrinya.


Hingga pada suatu waktu, dia terkena kasus. Kasarnya dia maling lah. Pihak kantor sebenarnya sudah memaafkan dia, karena pertimbangan dia jujur selama bekerja 10tahun lebih ini. Tapi dia sudah kudung malu untuk kembali bekerja dikantor. Nilai uang yang dicuripun tidak besar bagi perusahaan tempat kami bekerja. Alasan dia adalah, dia kekurangan karena harus menghidupi keluarganya. Padahal kalau dipikir, masih kurang apa? Dia juga punya kost-kostan 4 pintu yang tarif kamarnya 400 ribu per bulan.


So,,,, Akhirnya Saya membuat konsklusi dan sekaligus sebagai bahan pembelajaran Saya. Mungkin dia seperti itu karena tuntutan dari sang istri juga. Yang selalu merasa kekurangan, tidak mau bersyukur atas rezeki yang mereka terima. Saya iba sekali kepada teman Saya ini. Dia selalu dimarahi oleh istrinya. Terkadang mereka suka cek-cok dalam waktu yang lama, bisa dari sore sampai besok paginya istrinya ngomel-ngomel nonstop. Pulang kerja bukannya dibuatkan minum, malah diajak ribut. Belum lagi kedua anaknya yang maaf, memang agak kurang ajar karena lagi-lagi sang istri yang salah mendidik anak-anak mereka.


Maka dari itu, jagalah perilaku kalian para wanita terhadap pasangan kalian. Dia memang tidak sesempurna malaikat, tapi tugas kita adalah memberi motivasi agar bisa meraih sukses. Jadilah wanita yang berguna :)


Sabtu, 23 April 2011

Kedai Kopi Kemang





Tempat ngopi, ngobrol atau meeting ini terletak di jl. Kemang Raya no. 14a. Tempatnya homey. Bernuansa Bali dan etnik. Walau tidak besar, tempat ini cukup cozy. Dengan harga menu yang sangat murah-meriah untuk ukuran tempat ngopi didaerah Kemang. Ga lebih dari 35rb.

Menu yang disajikan pun khas cemilan rumahan. Ada pisang bakar, tempe mendoan. Atau kalau mau makan berat ada nasi Bali dan Soto Ayam. Untuk minumannya, ada teh melati, kopi Aceh, kopi Bali, es kacang, Teh Solo.







Tempat ini terdiri dari 2 lantai, lantai atas untuk smooking area dan lantai bawah untuk non smooking area. Tempat ini juga sering jadi pilihan tempat ngobrol para public figure. Ya mungkin karena tempatnya yang bikin serasa dirumah yaa.... Plus ada free wifi.





Suasana lantai 2




Wastafelnya unik





Coba lihat detail lantai tangganya.



Sabtu, 16 April 2011

April Happy

Wow!! Alhamdulilah... gue dapat tawaran buat jadi producer advertising. Yang bantu gue dalam hal ini adalah Bang Nurman namanya. Dia adalah executive producer dari PH Eyescream. Kemarin hari Senin gue udah ketemu dengan Mbak Lia dari Juara Agency. Karena memang mereka butuh producer. Masih dag dig dug dueer!! Karena gue masih harus tunggu kabar paling ga sampai minggu depan.




God, hope everything gonna be okay!


Sabtu, 09 April 2011

Kamera Go Pro

Haiyaaa!!!! Ini dia yang mengganguku sejak sebulan yg lalu.





Kamera GO PRO! Bisa dicek disini www.gopro.com



Kamera HD dengan harga yg super duper murah. Paling mahal only $299. Tertarik banget sama ini. Lumayan buat belajar ambil-ambil gambar.
Bisa underwater pula

Rabu, 30 Maret 2011

Hari Film Nasional 2011

Hari ini bertepatan dengan Hari Film Nasional yang ke-61th. By the way, penetapan Hari Film Nasional yang dirayakan setiap 30 Maret, saat syuting hari pertama film "Darah dan Do'a" karya Umar Ismail pada tahun 1950. Harapan saya sebagai salah satu calon (insya Allah) perfilman Indonesia adalah, semoga bukan hanya kuantitas film yang perlu ditingkatkan. Tetapi juga kualitas. So... untuk para filmmaker, teruslah kembangkan kreatifitas kalian. Standar memang. Tapi perlahan dan pasti, kita bisa mengubah paradigma perfilman Indonesia. Hargailah setiap karya yang telah dihasilkan.

Film "Tebus"

Nah... Baru sekarang gue tulis nih review film. Kan semalem udah premier di Planet Hollywood. Gapapa nonton dua kali. Demi temen senang dah ;P

Film ini bercerita tentang pembalasan dendam antara keluarga Roni Danuatmadja dan keluarga asisten rumahnya. Seperti tagline difilm ini "Hutang Nyawa Dibayar Nyawa". Roni membalas dendam atas kematian putra sulungnya, Alarik Danuatmadja, pewarin kerajaan bisnis Danuatmadja, karena over dosis narkoba. Roni menjadikan Joko sebagai kambing hitam atas kejadian ini karena dia tidak mau nama Danuatmadja rusak. Karena itu, Joko dihukum mati.

Kejadian itu juga 'membunuh' keluarga Joko satu persatu. Sulis mati bunuh diri karena diperkosa sang majikan, Ibunya Joko meninggal karena depresi. Sementara adik bungsu Joko, dibantu teman-teman Joko dikampung untuk membalas dendam. Menghabisi nyawa keluarga Danuatmadja.

Over all, I love this movie. Walaupun pas nonton tetap "aw! Aw!" Ngilu, Man! Scoringnya bagus. Gue suka cara Pak Yusuf (sang sutradara) ambil anggel gambar. Alur cerita yang maju mundur dikemas dengan rapi jadi ga bikin pusing. Adegan favorit gue adalah saat Ludmila (Sheila Joseph) tertembah oleh bapaknya sendiri. Ciamik begitu bunyi "Dor!" Badan Sheila ditarik, jadi seakan melayang. Its cool!! Anyway, gue suka lagu pas adegan perjalanan keluarga Danuatmadja ke villa mereka. Sounds like U2 or Temper Trap :D.

Sayang, gue ga foto-foto semalem. Padahal gue lagi cantik gitu.. Ahahaha!!! Abis males sih moto pake bb. Nanti deh kalo punya DSLR atau GO PRO, ( I wish!!) Baru rajin jemprat-jepret.
Padahal semalem banyak ketemu temen. Agung Saga, Mas Alam (ini mah pasti), Emil, Tody, Ayah Zein, keluarga Nizam dan ofkors si produser narsis Harris Nizam (dese rambutnya lagi oke semalem). Dan banyak lagi dah.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 29 Maret 2011

Secret to Have Good Looking Face

Terkadang mengeluh karena kulit wajah terlihat kusam? Atau make-up terlihat kurang sempurna? Jangan buru-buru ikut perawatan dan beli krim yang harganya bisa beli satu tas Guess? Itu. Hahaha!!! Kulit sehat itu berawal dari pola makan dan gaya hidup kita. Salah satu penyebab kulit wajah terlihat kusam adalah kotoran yang menumpuk didalam pori-pori yang menyebabkan komedo dan jerawat. Tak cukup hanya mencuci wajah dengan facial foam atau menggunakan toner. Perawatan dasar yang tidak kalah penting adalah scrubing. Scrub mampu mengangkat sel-sel kulit mati akibat membersihkan wajah yang kurang sempurna.


Produk yang saya pakai saat ini, and I feel realy comfort adalah Nivea Whitening Scrub. Busanya mengandung scrub lembut yang mampu mengangkat sel kulit mati dan komedo. And it works!! Wajahku lebih bersih dan lebih cerah pastinya. Dan biasakan melakukan facial scrub 1 atau 2 minggu sekali. Karena memang sel kulit akan berganti dalam jangka waktu tersebut.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 26 Maret 2011

Mereka Bilang, Saya Monyet




Ini film rilis tahun 2007. Cuma muter di Blitz Megaplex pada saat itu. Film yang disutradarai dan ditulis sama Djaenar Maesayu (bener gak nulis namanya?) *maap ya kalo salah, Mbak... :p gue suka banget. Titi Sjuman memerankan Ajeng dalam film ini. Seorang penulis cerita anak-anak, tapi kemudian dia pindah haluan menjadi penulis cerita yang lebih dewasa dan matang. Seorang wanita yang memiliki masa kecil yang suram dan kehidupan dewasa yang penuh intrik. Perokok dan peminum. Penganut freedom life. Berpacaran dengan om-om yang sudah berumah tangga, seorang penulis dan juga mentornya. Tetapi dia juga berpacaran dengan seorang pria kaya, yang membiayai hidupnya. Apartemen, makan , belanja dan uang bensin.






Saat menonton film ini, gue bilang "Gue Banget". Dengan cerita kehidupan yang hampir mirip dan,,,, pemikiran yang hampir sama. Karena memang gue pernah dan masih sampai sekarang untuk membuat cerita dengan tokoh sentralnya seperti Ajeng ini. Because Ajeng is have simirality with me...

Gue suka pengambilan gambar yang dikemas. Ada pengambilan gambar secara berjalan mundur.

Jumat, 25 Maret 2011

Skandal

Sayang banget film karya Jose Purnomo ini sepi penontonnya waktu gue nonton dihari pertama di TIM XXI. So far gue suka film ini. Yup dari judulnya sudah jelas, film tentang perselingkuhan. Seorang istri yang curiga suaminya selingkuh dengan asistennya. Akhirnya dia sendiri yang berselingkuh dengan mantan pacarnya.

Cerita yang real. Karena... Gue sendiri dan cukup banyak orang-orang disekitar gue punya cerita seperti ini. Semua pemainnya bagus.

Film ini memang banyak menampilkan adegan sex dan topless. Tapi... Kalau saya pribadi, ini bukan porno atau vulgar ya... Masih bernilai estetika lah.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 24 Maret 2011

Rumah Dara

Iyaaaa tauuu... udah basi. Udah old school. Film ini main dibioskop tahun 2010 awal, bulan Januari. Film ini adalah versi panjang dari film "Dara" yang ikut dalam INAFFF Scream Film Festival tahun 2008. Pemeran utama masih sama Sharifa Daanish dan sutradaranya Mo Brothers. Gue nonton film ini kemarin di Kineforum. Alhamdulilah banget, im truly lucky! Padahal ini udah hopeless, karena saat gue sampai sana jam 7 kurang, tiketnya udah abis. So gue pake waiting list. Dimana pada saat pintu dibuka, orang yang ambil tiket terlebih dahulu itu ga ada, maka si waiting list lah yang kena rezekinya. Hehehehehe


So far... gue suka banget sama film ini. Ini film budget kecil ya. Setting cuma disatu tempat, rumah. Karena ini film thriller, maka latar waktu adalah malam, dimana tidak membutuhkan banyak lampu. Dan gue jatuh cinta banget sama akting Daanish.





Dia dapat banget karakter Dara. Dan didukung pula dengan bentuk wajahnya yang unik. Dia diam tanpa sepatah kata pun, bisa menghasilkan sosok dingin, misterius dan tetap anggun.

Saat pengambilan gambar dari atas, waktu Ladya (Jullie Estelle) berjalan keluar kamar adalah favorit saya.

Film ini penuh dengan darah. Becek darah seperti dipasar tradisional. Mo Brothers memang hebat imajinasinya.

Anyway, film ini memberiku inspirasi :)


Minggu, 13 Maret 2011

Temper Trap - Drum song (live in Frankfurt)

Look! Doughy Mandaghy is one of sexy man!


Up And Down




So, today i was attend Vera Press Con for her new movie. The title is "The Perfect House". Its Thriller. I like the scenario. Its briliant i think.





And this is the poster. Its cool, isnt it?


Sabtu, 05 Maret 2011

Aku Berkicau


"Aku Berkicau" adalah buku yang ditulis oleh teman SMP saya. Nuzula Fildzah. Berisi kumpulan cerpen tentang cinta. Cinta yang dimaksud adalah bukan hanya cinta kepada kekasih saja. Buku ini terdiri dari 8 cerpen. Didalamnya juga terdapat puisi-puisi yang dahsyat yang ditulis Nuzula sendiri.

Cerita yang saya suka dari buku ini adalah "Pendengar Terbaikmu". Kalau menurut Saya, Nuzula memang pandai merangkai kata. Begitu puitis. Walaupun tetap menjadi ciri khasnya gaya bahasa remaja. Diawal cerita begitu dibuat hanyut oleh permainan kata. Tetapi agak berkurang dipenghujung akhir cerita. Terlihat jelas di cerpen 05:05. Ingin memberi kesan dewasa sedikit, tapi agak ringan kesan yang didapat.

Memang sepertinya Nuzula harus berlatih lagi jika ingin membuat cerita dewasa. Tapi untuk cerita remaja, dia jagonya. But so far... Saya suka karya dia... Keep on writing, Sela :)