Rabu, 30 Maret 2011

Hari Film Nasional 2011

Hari ini bertepatan dengan Hari Film Nasional yang ke-61th. By the way, penetapan Hari Film Nasional yang dirayakan setiap 30 Maret, saat syuting hari pertama film "Darah dan Do'a" karya Umar Ismail pada tahun 1950. Harapan saya sebagai salah satu calon (insya Allah) perfilman Indonesia adalah, semoga bukan hanya kuantitas film yang perlu ditingkatkan. Tetapi juga kualitas. So... untuk para filmmaker, teruslah kembangkan kreatifitas kalian. Standar memang. Tapi perlahan dan pasti, kita bisa mengubah paradigma perfilman Indonesia. Hargailah setiap karya yang telah dihasilkan.

Film "Tebus"

Nah... Baru sekarang gue tulis nih review film. Kan semalem udah premier di Planet Hollywood. Gapapa nonton dua kali. Demi temen senang dah ;P

Film ini bercerita tentang pembalasan dendam antara keluarga Roni Danuatmadja dan keluarga asisten rumahnya. Seperti tagline difilm ini "Hutang Nyawa Dibayar Nyawa". Roni membalas dendam atas kematian putra sulungnya, Alarik Danuatmadja, pewarin kerajaan bisnis Danuatmadja, karena over dosis narkoba. Roni menjadikan Joko sebagai kambing hitam atas kejadian ini karena dia tidak mau nama Danuatmadja rusak. Karena itu, Joko dihukum mati.

Kejadian itu juga 'membunuh' keluarga Joko satu persatu. Sulis mati bunuh diri karena diperkosa sang majikan, Ibunya Joko meninggal karena depresi. Sementara adik bungsu Joko, dibantu teman-teman Joko dikampung untuk membalas dendam. Menghabisi nyawa keluarga Danuatmadja.

Over all, I love this movie. Walaupun pas nonton tetap "aw! Aw!" Ngilu, Man! Scoringnya bagus. Gue suka cara Pak Yusuf (sang sutradara) ambil anggel gambar. Alur cerita yang maju mundur dikemas dengan rapi jadi ga bikin pusing. Adegan favorit gue adalah saat Ludmila (Sheila Joseph) tertembah oleh bapaknya sendiri. Ciamik begitu bunyi "Dor!" Badan Sheila ditarik, jadi seakan melayang. Its cool!! Anyway, gue suka lagu pas adegan perjalanan keluarga Danuatmadja ke villa mereka. Sounds like U2 or Temper Trap :D.

Sayang, gue ga foto-foto semalem. Padahal gue lagi cantik gitu.. Ahahaha!!! Abis males sih moto pake bb. Nanti deh kalo punya DSLR atau GO PRO, ( I wish!!) Baru rajin jemprat-jepret.
Padahal semalem banyak ketemu temen. Agung Saga, Mas Alam (ini mah pasti), Emil, Tody, Ayah Zein, keluarga Nizam dan ofkors si produser narsis Harris Nizam (dese rambutnya lagi oke semalem). Dan banyak lagi dah.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 29 Maret 2011

Secret to Have Good Looking Face

Terkadang mengeluh karena kulit wajah terlihat kusam? Atau make-up terlihat kurang sempurna? Jangan buru-buru ikut perawatan dan beli krim yang harganya bisa beli satu tas Guess? Itu. Hahaha!!! Kulit sehat itu berawal dari pola makan dan gaya hidup kita. Salah satu penyebab kulit wajah terlihat kusam adalah kotoran yang menumpuk didalam pori-pori yang menyebabkan komedo dan jerawat. Tak cukup hanya mencuci wajah dengan facial foam atau menggunakan toner. Perawatan dasar yang tidak kalah penting adalah scrubing. Scrub mampu mengangkat sel-sel kulit mati akibat membersihkan wajah yang kurang sempurna.


Produk yang saya pakai saat ini, and I feel realy comfort adalah Nivea Whitening Scrub. Busanya mengandung scrub lembut yang mampu mengangkat sel kulit mati dan komedo. And it works!! Wajahku lebih bersih dan lebih cerah pastinya. Dan biasakan melakukan facial scrub 1 atau 2 minggu sekali. Karena memang sel kulit akan berganti dalam jangka waktu tersebut.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 26 Maret 2011

Mereka Bilang, Saya Monyet




Ini film rilis tahun 2007. Cuma muter di Blitz Megaplex pada saat itu. Film yang disutradarai dan ditulis sama Djaenar Maesayu (bener gak nulis namanya?) *maap ya kalo salah, Mbak... :p gue suka banget. Titi Sjuman memerankan Ajeng dalam film ini. Seorang penulis cerita anak-anak, tapi kemudian dia pindah haluan menjadi penulis cerita yang lebih dewasa dan matang. Seorang wanita yang memiliki masa kecil yang suram dan kehidupan dewasa yang penuh intrik. Perokok dan peminum. Penganut freedom life. Berpacaran dengan om-om yang sudah berumah tangga, seorang penulis dan juga mentornya. Tetapi dia juga berpacaran dengan seorang pria kaya, yang membiayai hidupnya. Apartemen, makan , belanja dan uang bensin.






Saat menonton film ini, gue bilang "Gue Banget". Dengan cerita kehidupan yang hampir mirip dan,,,, pemikiran yang hampir sama. Karena memang gue pernah dan masih sampai sekarang untuk membuat cerita dengan tokoh sentralnya seperti Ajeng ini. Because Ajeng is have simirality with me...

Gue suka pengambilan gambar yang dikemas. Ada pengambilan gambar secara berjalan mundur.

Jumat, 25 Maret 2011

Skandal

Sayang banget film karya Jose Purnomo ini sepi penontonnya waktu gue nonton dihari pertama di TIM XXI. So far gue suka film ini. Yup dari judulnya sudah jelas, film tentang perselingkuhan. Seorang istri yang curiga suaminya selingkuh dengan asistennya. Akhirnya dia sendiri yang berselingkuh dengan mantan pacarnya.

Cerita yang real. Karena... Gue sendiri dan cukup banyak orang-orang disekitar gue punya cerita seperti ini. Semua pemainnya bagus.

Film ini memang banyak menampilkan adegan sex dan topless. Tapi... Kalau saya pribadi, ini bukan porno atau vulgar ya... Masih bernilai estetika lah.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kamis, 24 Maret 2011

Rumah Dara

Iyaaaa tauuu... udah basi. Udah old school. Film ini main dibioskop tahun 2010 awal, bulan Januari. Film ini adalah versi panjang dari film "Dara" yang ikut dalam INAFFF Scream Film Festival tahun 2008. Pemeran utama masih sama Sharifa Daanish dan sutradaranya Mo Brothers. Gue nonton film ini kemarin di Kineforum. Alhamdulilah banget, im truly lucky! Padahal ini udah hopeless, karena saat gue sampai sana jam 7 kurang, tiketnya udah abis. So gue pake waiting list. Dimana pada saat pintu dibuka, orang yang ambil tiket terlebih dahulu itu ga ada, maka si waiting list lah yang kena rezekinya. Hehehehehe


So far... gue suka banget sama film ini. Ini film budget kecil ya. Setting cuma disatu tempat, rumah. Karena ini film thriller, maka latar waktu adalah malam, dimana tidak membutuhkan banyak lampu. Dan gue jatuh cinta banget sama akting Daanish.





Dia dapat banget karakter Dara. Dan didukung pula dengan bentuk wajahnya yang unik. Dia diam tanpa sepatah kata pun, bisa menghasilkan sosok dingin, misterius dan tetap anggun.

Saat pengambilan gambar dari atas, waktu Ladya (Jullie Estelle) berjalan keluar kamar adalah favorit saya.

Film ini penuh dengan darah. Becek darah seperti dipasar tradisional. Mo Brothers memang hebat imajinasinya.

Anyway, film ini memberiku inspirasi :)


Minggu, 13 Maret 2011

Temper Trap - Drum song (live in Frankfurt)

Look! Doughy Mandaghy is one of sexy man!


Up And Down




So, today i was attend Vera Press Con for her new movie. The title is "The Perfect House". Its Thriller. I like the scenario. Its briliant i think.





And this is the poster. Its cool, isnt it?


Sabtu, 05 Maret 2011

Aku Berkicau


"Aku Berkicau" adalah buku yang ditulis oleh teman SMP saya. Nuzula Fildzah. Berisi kumpulan cerpen tentang cinta. Cinta yang dimaksud adalah bukan hanya cinta kepada kekasih saja. Buku ini terdiri dari 8 cerpen. Didalamnya juga terdapat puisi-puisi yang dahsyat yang ditulis Nuzula sendiri.

Cerita yang saya suka dari buku ini adalah "Pendengar Terbaikmu". Kalau menurut Saya, Nuzula memang pandai merangkai kata. Begitu puitis. Walaupun tetap menjadi ciri khasnya gaya bahasa remaja. Diawal cerita begitu dibuat hanyut oleh permainan kata. Tetapi agak berkurang dipenghujung akhir cerita. Terlihat jelas di cerpen 05:05. Ingin memberi kesan dewasa sedikit, tapi agak ringan kesan yang didapat.

Memang sepertinya Nuzula harus berlatih lagi jika ingin membuat cerita dewasa. Tapi untuk cerita remaja, dia jagonya. But so far... Saya suka karya dia... Keep on writing, Sela :)

Loewy Restaurant



Loewy restaurant terletak di Oakwood, didaerah Mega Kuningan Jakarta. Ini tempat nongkrongnya para expatriat buat nge-wine, nge-bir atau makan. Pastinya sih expatriat yang cukup berkantong yaaa.,,, Hehehehe... soalnya harganya memang agak mahal untuk ukuran karyawan. Hehehehe...

Gue kesini sama Sean, buat dinner and drink wine and beer. Tempatnya sih rame ya... Gak cozy gitu. Kalo dibandingnkan dengan Vin+ Kemang. Makanannya western banget. Tapi enak.

Ya,,, buat yang mau ngeceng sama bule, ini tempat rekomend kok... :p