Senin, 13 Februari 2012

Malaikat Tanpa Sayap

Vino adalah seorang anak pengusaha. Tetapi ayahnya bangkrut sehingga hidup mereka berubah drastis. Dikeluarkan dari sekolah karena tidak membayar uang sekolah, tinggal dirumah kontrakan yang kecil, hingga ibunya meninggalkan keluarga.
Hingga suatu hari sang adik, Wina masuk rumah sakit karena kecelakaan dikamar mandi. Vino mencari berbagai cara untuk membiayai pengobatan Wina, membantu sang ayah yang kini menjadi sopir taxi.


Saat sedang menunggu dirumah sakit, Vino berkenalan dengan Mura, gadis cantik anak orang kaya. Mereka jatuh cinta. Saat Vino sedang bingung untuk mencari uang, datanglah seorang calo yang mencari donor transpalasi organ tubuh. Vino dihadapkan pada pilihan sulit. Harus kah dia kehilangan jantungnya untuk menyelamatkan kesulitan keluarganya? Disatu sisi, orang yang membutuhkan jantung itu adalah sang kekasih tercinta, Mura. Mau tidak mau, Vina harus menjalani semua ini demi menyelamatkan orang-orang tercintanya.


Film drama remaja garapan Rako Priyanto ini over all... Gue suka skenarionya yang ditulis oleh Anggoro Saronto. Dengan quote-quote menyentuh diawal cerita. Acting Maudy Ayunda memang tidak diragukan, dan Adipati pun cukup bisa mengimbangi acting pemeran yang lain. Pelajaran hidup, bahwa sepanjang hidup kita akan dihadapkan pada berbagai masalah dan pilihan.

Kritik untuk film drama romantis Indonesia, kenapa selalu berkaitan dengan penyakit? Dan air mata? Padahal drama romantis yang bagus ga selalu harus menceritakan orang yang sakit. Ah, mungkin saja kebanyakan remaja Indonesia senang dengan cerita sedih yang menguras air mata :)


"Setiap orang bisa saja tiba-tiba terlempar dari kotak nyamannya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar