Minggu, 14 Desember 2014

Kreatifitas Tak Terbatas Pada Keadaan Yang Terbatas

Filmmaker Indonesia terbiasa dengan proyek film dengan budget yang tak terlalu besar, terutama para filmmaker indie yang cenderung membuat film dengan budget yang sangat kecil. Sebenarnya keadaan inilah yang merangsang kreatifitas para filmmaker bagaimana meramu keterbatasan itu menjadi sesuatu yang bagus.  Bulan ini Saya menonton film 7 hari 24 Jam dan The Sun, The Moon 
and The Hurricane.

Dalam film 7 Hari 24 Jam, budget bukanlah kendala untuk perusahaan sebesar MNC pictures. Tapi Saya suka kreatifitas penulisnya, Nataya, yang mampu memperluas cerita dengan setting dan aktor yang tak banyak. Film ini 80% setting nya berada di ruang rawat rumah sakit. Tapi penonton tak dibuat bosan. Ada saja hal-hal menarik yang tercipta.



Lalu film The Sun, The Moon and The Hurricane. Film indie yang sempat screening dan sutradaranya menjadi nominasi untuk The Best Director untuk Vancouver Film Festival ini diproduksi dengan budget yang sangat minim. Tapi Andri Cung, sebagai penulis dan sutradaranya, mampu menyelesaikan filmnya dengan sangat baik. Terasa sentuhan hati saat menontonnya.




Film minimalis seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi pembuatnya. Lihat saja Carnage by Roman Polanski dan Some Velvet Morning by Neil LaBute. Mereka mampu menyajikan film yang brilliant. Skenario yang kuat dan tidak membuat bosan walau pemain dan latar tempatnya itu-itu saja.  Untuk membuat suatu film yang bagus tak melulu harus dengan budget yang fantastis



Rabu, 10 September 2014

Go Green Real Action




Alam memberikan  berjuta kekayaan untuk kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.  Namun sayang sekali manusia banyak yang tidak berterima kasih kepada alam. Seiring bertambahnya populasi alam semakin rusak. Memang sudah menjadi hukum alam. Lantas, apa kita diam saja? Sudah sepatutnya kita berterima kasih kepada alam yang telah memberi kita kehidupan. Jangan menambah kerusakan alam. Sebisa mungkin kita menjalani hidup ramah lingkungan.


Tulisan ini Saya buat karena terinspirasi dari Nadia Hutagalung. Dia menjalani hidup Go Green. Rumahnya di Bali dibangun dengan prinsip ramah lingkungan. Dia tidak memasang AC. Katanya, “AC selain pemicu pemanasan global juga membuat kulit kering. Jadi kalau panas ya buka jendela dan pasang kipas angin saja”. Selain itu dihalaman rumahnya juga ditanami bahan pangan. Mulai dari bumbu, buah dan sayuran. Menyenangkan sekali ya. Nadia selain cantik juga down to earth. Dia tidak memposting barang-barang mewah, tidak melulu posting foto selfie nya tapi dia menggunakan social media untuk menginspirasi orang banyak. Jika shopping dia memilih model yang everlasting jadi membuatnya tak melulu belanja menghabiskan uang. Benar-benar menginspirasi kita untuk hidup sederhana dan ramah lingkungan ya.


Sejak tahun 2005 saat isu global warming sudah mulai disosialisasikan diberbagai media, Saya perlahan juga mencoba untuk hidup go green. Walau tak seratus persen back to nature tapi paling tidak tindakan Saya tidak menambah kerusakan alam yang sudah dilakukan milyaran manusia dibumi ini. Apa saja itu?


1.       Say no to plastic bag

Saya punya beberapa tas kain yang bisa menampung belanjaan. Saat belanja bulanan Saya menolak tas plastik dan menyuruh kasir untuk langsung memasukan belanjaan Saya ke tas kain yang sudah Saya bawa. Memang terkadang Saya lupa membawa tas kain jika belanja tanpa rencana. Sebagai penghapus doa, plastik itu Saya simpan untuk menampung sampah dirumah.


2.       Mematikan semua listrik di kamar saat hendak pergi

Saya pakai saklar pararel. Jika mau pergi , Saya tinggal cabut kabel dari colokannya dan tak lupa mematikan lampu.


3.       Mencuci tanpa pengering

Kebetulan karena tinggal sendiri  Saya mencuci sendiri pakaian Saya dengan tangan. Kalau anak kost lainnya lebih suka laundry kiloan, Saya lebih suka manual. Selain lebih ramah lingkungan juga lebih hemat. Selain itu menghindari drama baju hilang ditempat laundry. Saya hanya laundry selimut karena besar dan tebl harus dicuci dengan penanganan khusus.


4.       No AC or Heater

Ya, saat orang-orang mengejar gengsi dengan pasang AC dikamarnya, Saya lebih suka pakai kipas angin. Kebetulan sirkulasi udara dan pencahayaan kamar Saya sangat bagus. Ini juga menjadi pertimbangan Saya untuk mencari tempat kos. Jika membangun rumah nanti, Saya akan bikin langit-langitnya tinggi supaya rumah menjadi sejuk. Dan akan menanam banyak pohon. Saya juga tidak menggunakan dispenser. Jadi Saya beli alat khusus untuk air minum tanpa harus dimasak. Saya minum dari air sumur tempat tinggal Saya. Jika ingin minum yang panas, Saya punya ketel listrik. Saya memang tidak dibiasakan minum-minuman dingin dari kecil. Jika menggunakan dispener, berapa banyak karbon yang dilepaskan dan berapa besar energi listrik yang terus terpakai tanpa henti. Walau demikian memiliki kulkas adalah hal yang wajar. Karena sangat berguna untuk menyimpan sayur dan buah agar lebih tahan lama. Saya juga tidak memiliki water heater. Memang mandi dengan air panas itu enak sekali. Tapi coba pikir lagi. Kita ini tinggal dinegara tropis, tak perlu-perlu amat mandi dengan air panas.


5.       Bepergian dengan angkutan umum

Sebenarnya ini karena Saya belum ada kendaraan pribadi. Lagipula dengan menggunakan angkutan umum kita turut mengurangi kepadatan jalanan. Saya pergi dengan taksi jika memang diperlukan. Saya berpikir bagaimana nanti jika Saya sudah memiliki kendaraan pribadi? Saya simpulkan, kendaraan pribadi hanya boleh dipakai jika memang diperlukan saja. Harapan Saya semoga sistem transportasi massal di Indonesia bisa jauh lebih baik sehingga kita tak selalu bergantung pada kendaraan pribadi.


Kira-kira itu yang sudah Saya lakukan untuk mengurangi kerusakan alam. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dan Saya bisa benar-benar membangun rumah ramah lingkungan. Saat ini Saya berpikir untuk mengganti semua bahan perawatan tubuh dengan menggunakan bahan-bahan alami. Saya merasa cocok dengan Extra Virgin Olive Oil. Evoo ini Saya pakai untuk krim malam dan dioleskan ke bagian tubuh yang kasar. Jadi setelah stock lotion, krim wajah dan kondisioner Saya habis, Saya mau beralih ke all in natural moisturizer, yaitu Evoo. Terima kasih Nadia Hutagalung yang menginspirasi Saya untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan J


                                


Minggu, 31 Agustus 2014

Dedikasi

Ada hal yang Saya sesali saat menjalani pekerjaan selama ini. Saya merasa kurang berdedikasi. Oke, Saya datang tepat waktu. Dalam satu Tahun paling hanya 2 hari izin, bahkan pernah selalu masuk kantor. Saya tidak menipu tempat Saya bekerja. Semuanya memang tidak ada masalah.
Tapi Saya menyesal Saya kurang memberikan hati Saya untuk pekerjaan Saya. Karena berpikir Saya bekerja untuk membayar bill. Saya berpikir pekerjaan itu tidak akan membawa Saya kemana-mana, tidak bisa membawa Saya ke mimpi besar Saya.

Saya menyesal.

Saat ini Saya berpikir. Pekerjaan apapun itu hendaknya dilakukan dengan hati yang tulus. Setiap orang memang mempunyai mimpi. Setiap orang mungkin merasa berada ditempat yang salah. Tapi jika kita memberikan dedikasi kita ke pekerjaan itu dan terus bergerak meraih mimpi, kita akan mendapatkan kepuasan yang luar biasa. Jika kita bisa berpikir positif, mungkin banyak hal yang harus kita pelajari dulu sebelum kita menggapai mimpi. Jalan pasti akan terbuka jika kita ikhlas menjalani hidup ini.
Saya meyakinkan diri dengan membaca profil orang-orang yang sukses memiliki karir cemerlang. Kuncinya satu, dedikasi. Mereka memberikan yang terbaik. Karena itulah keikhlasan berhasil membawa mereka ke posisi puncak.
Saya berjanji. Bulan September nanti adalah babak baru dalam karir Saya. Saya ingin memberikan yang terbaik, bekerja dengan hati ikhlas. Karena mimpi besar tak akan tercapai tanpa kebesaran hati

Rabu, 23 Juli 2014

Wardah Exclusive Lipstick










Berhubung lagi campaign gerakan cinta produk Indonesia, kali ini Saya mau review sedikit lipstick Wardah. 

Lipstick favorite Saya adalah Sari Ayu Geulis 3. Karena warnanya pas banget untuk kulit Saya yang tingkat gelap terangnya nanggung :D. Selain itu harganya juga sangat bersahabat. Sekitar Rp 35.000,-. Tapi beberapa waktu yang lalu Saya kesulitan mendapatkan si Geulis ini. Sudah ke Pasaraya Blok M dan Sarinah tapi nihil karena stock sedang habis.


Akhirnya Saya lihat-lihat lipstick koleksi Wardah. Wah.. Ternyata warnyanya lucu-lucu. Saya coba dibibir, warnanya mampu menutupi lapisan bibir dengan sempurna. Akhirya pilihan Saya jatuh ke Exclusive Lipstick warna Golden Coral. Harganya bersahabat, Saya lupa harga persisnya yang pasti dibawah Rp 50.000,-. 


Foto paling atas, lipstick yang rata itu Sari Ayu Geulis 3. Yang baru tentu saja Wardah Exclusive Lipstick Golden Coral. Sama persis kan warnanya.

Foto Saya dengan baju pink, Saya pakai Wardah. Foto dibawahnya Saya pakai Sari Ayu.


Wardah ini enak banget. Selain warnanya awet, dibibir juga lembut. Pernah coba tanpa pakai lipbalm dulu, bibir tetap lembab. Recommended banget Wardah ini. Produk Indonesia dengan harga murah dan kualitas bagus.


Senin, 14 Juli 2014

Pemilu 2014


Sumber foto: Liputan6.com


Sepertinya pemilu 2014 ini lebih meriah daripada pemilu-pemilu sebelumnya. Mungkin karena pengaruh menjamurnya pengguna social media juga, sehingga menjadikan ini sebagai salah satu cara promosi para calon presiden. Tambah seru lagi, Capres tahun ini hanya 2 kandidat. Prabowo dan Jokowi. Seakan-akan soal pilihan ganda, hanya 1 jawaban yang benar, yang 1 lagi salah.

Pemilu 2014 ini pertama kali Saya ikut nyoblos. Seharusnya ditahun 2009 lalu Saya sudah bisa ikut nyoblos tapi Saya memilih Golput. Begitu juga pemilu legislatis April 2014 lalu, Saya memilih golput.

Saya hampir tidak pernah memposting di social media tentang pemilihan Capres kali ini. Semua orang begitu ramai, tak jarang menjatuhkan kandidat Capres lainnya. Kenapa Saya memilih diam? Saya sudah punya pilihan. Dan Saya memilih Jokowi. Saya mempunyai alasan sendiri kenapa memilih Jokowi, karena Saya pikir Indonesia perlu dipimpin oleh orang baru. Prabowo memang sudah berpengalaman di dunia politik. Tapi Saya tidak mau ikut-ikutan para pendukung lainnya yang begitu fanatik pada para kandidat Capres.

Saya tidak mau terlalu mengelu-elukan Jokowi walaupun Saya memilih beliau. Karena Saya tidak mau kecewa nantinya jika ternyata Jokowi tidak sesuai dengan harapan Saya lalu Saya berbalik menghujat beliau. Cukup pengalaman pemilu tahun 2009 lalu, dimana semua rakyat begitu besar mendukung SBY. Ternyata beliau tidak seperti yang kita harapkan pada waktu itu, lalu rakyat menghujat beliau.
Jokowi memiliki program-program yang bagus. Dan dimata masyarakat dia begitu sempurna. Tapi bagi Saya tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pasti bisa melakukan suatu kekhilafan sebaik apapun orang itu.

Saya juga tidak pernah menjelek-jelekan Prabowo. Walaupun mungkin dia memiliki sejarah yang kelam. Tapi tak adil rasanya jika kita menghakimi beliau tanpa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Dan bukan berarti jika masa lalu Prabowo kelam, dia tidak memiliki sisi baik.

Masyarakat berasumsi jika Prabowo menang, maka era Orde Baru akan terulang. Apa benar? Menurut Saya intelektualitas masyarakat Indonesia saat ini sudah lebih baik daripada masa itu. Jika Prabowo berbuat demikian, tak mungkin rakyat akan diam, justru dia yang harus takut dengan rakyat. Jadi ketakutan masyarakat jika Prabowo menang maka Orde Baru akan terulang, itu bukan suatu alasan yang kuat menurut Saya.

Sebagai masyarakat yang bermatabat, janganlah kita berlebihan dalam mengagumi seseorang. Dukunglah sewajarnya. Dan siapapun yang menjadi presiden Indonesia selajutnya nanti, Saya hanya bisa ikut membantu memantau jalannya pemerintahan dengan berkontribusi sesuai dengan kemampuan yang Saya miliki. Siapapun presidennya, Saya terima. Siapapun presidennya, Semoga dia bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik.

-Salam Damai-

Minggu, 13 Juli 2014

New Hollywood Darling

Ada beberapa aktris baru yang siap meramaikan perfilman Hollywood. Pada umumnya karir mereka bermula dari film-film Indie yang tayang di festival international. Contohnya Jennifer Lawrence. Peraih Oscar 2013 for the best actrees tersebut, pertama kali Saya lihat di film Like Crazy (2011) besutan sutradara Drake Doremus. JenLaw pada waktu itu hanya mendapatkan peran kecil dan sangat minim dialog. Pada umumnya aktris-aktris baru ini sangat berkarakter. Itu salah satu faktor mencuri perhatian para pelaku perfilman Hollywood. 

Dibawah ini beberapa aktris versi Saya yang akan menjadi New Darling Hollywood.

1. Emily Browning
 Pertama kali Saya melihat akting aktris Australia ini di film Sleeping Beauty (2011). Dia sangat berani di film ini. Emily tampil tanpa busana sehelai benang pun. Kulit pucat menjadi ciri khasnya. Mengingatkan kita pada Mia Wasikowska. Lalu dia muncul pada film Summer In February (2013). Mungkin film komersil terbesarnya adalah Pompei. Sayang filmnya tidak laris.

2. Katie Chang

Tak dapat dipungkiri wajah-wajah Chinesse juga sedang diincar di industri Hollywood. Katie Chang pertama kali Saya lihat aktingnya dalam film The Bling Ring karya Sophia Copolla yang premier di Cannes tahun 2013. Lalu film dia selanjutnya A Birder's Guide To Everything. Menurut Saya akting dia tidak terlalu menonjol. Tapi dia memiliki wajah yang berkarakter. Harus memoles keahlian aktingnya lagi.

3. Felicity Jones


Dia menyabet award The Best Actrees di Sundance Film Festival tahun 2011 dalam film Like Crazy. Lalu ditahun 2013 dia bermain dalam film Breath In. Sepertinya dia aktris kesayangan Drake Doremus. Felicity sepertinya agak pilih-pilih peran. Film terbarunya adala The Invisible Woman. Akting Felicity memang bagus. Dia perlu agent agar mampu menjualnya sehingga bisa menyusul Jennifer Lawrence untuk mendapatkan Oscar.

4. Shailene Woodley


Shailene sedang berkibar karirnya. Pertama kali Saya lihat acting dia dalam film The Spectacular Now film indie karya James Ponsoldt. Lalu tak lama dia muncul di Divergent sebagai pemeran utama. Ditahun ini dia juga mendapatkan peran utama di film The Fault In Our Stars. Wajah yang cantik, akting memukau (dan agent yang pandai menjual) benar-benar perpaduan sempurna. Saya rasa dia yang karirnya paling cepat menanjak dibanding 3 aktris lainnya yang Saya sebut diatas.

Minggu, 18 Mei 2014

Europe On Screen 2014




Europe On Screen 2014 hadir pada tanggal 2-11 May 2014. Festival film yang menanyangkan film-film berkualitas dari Eropa sebanyak 71 film dari 28 negara Eropa. Kategori film-film tersebut adalah drama, dokumenter dan film anak-anak. Tidak hanya di Jakarta, Europe on Screen juga hadir di Aceh, Bali, Bandung, Makasar, Medan, Padang, Surabaya dan Yogyakarta.  Untuk di Jakarta lokasi pemutaran berada di Erasmus Huis, Goethe Institut, Institut Francais Indonesia, Istituto Italiano di Cultura, Universitas Tarumanegara, dan Taman Kodok.  Selain pemutaran film, Europe On Screen juga mengadakan forum terbuka dengan para fimmaker Eropa yang khusus di undang untuk menjadi pembicara. Seluruh pemutaran dan forum diskusi ini gratis.

Ada pula Short Film Competition yang diadakan oleh Europe On Screen.  Dari 152 pendaftar, dipilih 10 finalis.

Dihari terakhir festival Saya menyempatkan diri untuk datang. Saya tidak ingin melewatkan film-film bermutu yang beberapa menjadi watchlist Saya. Hari itu Saya ingin menonton Ernest and Celestine dan Wadja. Kedua film ini diputar di Goethe Institute. Saya datang pukul 11:00 langsung mengambil tiket untuk pemutaran Ernest and Celestine pukul 12:00.

Tepat pukul 12:00 pintu ruang pemutaran dibuka. Cukup banyak orang tua yang membawa anak-anak mereka menonton film ini. Baik WNI maupun WNA. Menandakan antusiasme masyarakat bagus sekali atas Europe On Screen.  Ernest and Celestine adalah film dari Prancis karya Stephane Aubier, Vincent Patar, dan Benyamin Renner. 


Film ini menjadi salah satu nominasi untuk The Best Animated Feature untuk Oscar 2014. Ernest and Celestine menceritakan tentang persahabatan seekor tikus yatim piatu bernama Celestine dengan seekor beruang penyair bernama Ernest. Untuk dapat tetap bersama mereka harus menghadapi tentangan dari kubu tikus dan kubu beruang yang menganggap mereka melanggar kodrat.  Ernest and Celestine adalah kartun 2 dimensi. Film ini sangat menghibur. Tingkah laku Ernest dan Celestine selalu mengundang tawa. Selain ini film ini juga meninggalkan pesan untuk anak-anak, bahwa dalam hidup kita harus saling tolong menolong seperti sifat Ernest dan Celestine.


Selesai dihibur oleh Ernest and Celestine, Saya segera antri untuk film selanjutanya, Wadja. 


Wadja adalah film Jerman karya sutradara wanita Haifaa Al-Mansour. Wadja seorang gadis kecil tomboy yang tinggal di pinggir kota Riyadh. Karena sifatnya ini sangat bertolak belakang dengan budaya arab yang mengharuskan seorang wanita berperilaku hati-hati dan harus bersikap layaknya wanita pada umumnya, Wadja sering dimarahi oleh guru-guru di sekolahnya. Wadja sangat ingin memiliki sepeda. Tetapi ibunya yang cantik jelita tidak mau membelikan lantaran ada larangan wanita mengendarai sepeda karena sepeda itu mainan laki-laki.
Haifaa Al-Mansour tidak fokus menceritakan konflik ini seperti layaknya film-film anak dari Timur Tengah, antara lain Children From Heaven dan The Kite Runner. Wadja lebih menerangkan tentang posisi wanita di Timur Tengah. Mereka harus  berpakaian tertutup, harus menjaga sikap dengan lawan jenis dan kita bisa melihat betapa puitisnya orang-orang Arab. Karakter favorit Saya lainnya adalah Ibunya Wadja. Dia begitu tegar dan suka cita walaupun suaminya sedang dijodohkan dengan orang tuanya karena di Arab dalam keluarga harus memiliki anak laki-laki. Ibunya Wadja tidak dapat punya anak lagi karena kelainan pada rahimnya saat mengandung Wadja.
Sepanjang film ini penonton dibuat tertawa. Tingkah laku Wadja yang tomboi dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan uang karena dia ingin membeli sepeda. Dialog-dialognya pun lucu. Wadja ini film yang bagus sekali.

Senang sekali bisa menonton film-film yang berkualitas dan menghibur. Europe On Screen pastinya menjadi salah satu festival film yang ditunggu. Antusiasme masyarakat begitu besar. Saat Saya hendak pulang, antrian untuk film-film selanjutanya masih terus berlangsung. Sampai bertemu lagi di Europe On Screen tahun depan.

Sabtu, 10 Mei 2014

You Are What You Think

Weekend yang lalu Saya berkenalan dengan seorang gadis cantik bernama Juju. Dia ini sahabatnya sahabat Saya. Karena malam itu kita sedang celebrate kepindahan Timmy ke Abu Dhabi, sepulang dari Red Square kita semua nginep di apartement Timmy. Belum banyak interaksi sama Juju. Tapi dari perkenalan malam itu di Red Square, Juju ini orangnya open banget. Ramah. Secara penampilan dan fisik dia diatas rata-rata. Pokoknya bisa bikin cowok bertekuk lutut.

Sampai pada akhirnya Saya, Dilla dan Juju main ke rumah Dilla. Disana kita baru ngobrol banyak. Dari situ aku tahu Juju sudah mengaktifkan alam sadarnya bahwa dia orang yang menarik sehingga orang senang berteman dengan dia. Sebenarnya dia ga secantik Pevita. Tapi dia tahu kelebihan yang dia miliki untuk ditonjolkan. Karena kita penganut "Cewek yang ga suka cowok biasa aja" *siap-siap ditimpuk* jadi kita memang manitain diri kita sedimikian rupa :D. Luar dalam.

Lalu Juju cerita.
"Gue setiap pagi itu selalu merasa sexy kalo bangun tidur. Dengan rambut yang acak-acak, muka bantal. Dan gue mensyukuri banget tubuh gue. Gue tau body gue bukan body model Victoria Secret's model, tapi gue bersyukur tubuh gue ini asli bukan hasil permak sana-sini"

Lalu gue bilang, "Ju, bukan gue mau sok spiritual. Tapi itu lah kenapa elo gampang dapetin cowok-cowok yang lo mau. Jujur gue agak iri sih denger cerita lo deket sama si anu belum lagi guru bule ganteng yang semalam nyusul di Red Square. Tapi thanks banget, mungkin gue selama ini kurang mensyukuri diri gue jadi gue merasa gue lagi stuck".

"Gue sih percaya diri banget. Mungkin itu yang bikin aura gue bagus. Jadi cowok yang deketin pun ya.. Bukan yang sembarangan"

Saya setuju banget sama Juju. Saya pun tipe orang yang percaya diri tinggi bahkan hampir muka tebal mungkin ya. Dan gue juga menyadari mungkin ini Saya selalu dapat cowok yang high class setelah putus sama si Fulan di tahun 2009, dari situ Saya bertekad untuk memperbaiki diri baik kualitas maupun penampilan.

Juju ini karirnya bisa dibilang oke. Dia sekretaris direksi di salah satu stasiun TV news di Indonesia. Saya harus berterima kasih sama Juju karena sudah diingatkan untuk jangan berhenti untuk selalu berpikir positif. Saya evaluasi lagi diri Saya. Harus lebih banyak bersyukur lagi. Saya mau hidup Saya menjadi jauh jauh jauh lebih baik. Ibaratnya kalau mau memancing ikan besar, pancingannya juga harus bagus.

Jadi ladies, mulai sekarang stop berpenampilan asal-asalan dimanapun. Anggap diri kamu berharga. Anggap diri kamu memang pantas mendapatkan apa yang kamu mau. Tingkatkan kualitas diri. Syukuri hidup yang kamu punya karena hidup setiap orang tidak ada yang sempurna. Dengan begitu Insya Allah jalan akan terbuka.

Ga sabar mau ngobrol-ngobrol lagi sama Juju. Selain gaul dia juga teman yang asyik untuk bertukar pikiran.


Minggu, 30 Maret 2014

Libur Ga Harus Keluar Rumah

Banyak cara dilakukan untuk mengusir kebosanan saat sedang libur walau hanya dirumah. Libur itu ga harus jalan-jalan belanja, nongkrong dan minum kopi seharga 40ribu satu gelas. Libur adalah waktunya kita me-refresh tubuh setelah bekerja.

Gaya hidup konsumtif masyarakat belakangan ini memang sudah menjadi hal yang lumrah. Memang terlihat menyenangkan, tapi apa mereka punya tabungan yang cukup untuk masa depan? Menghabiskan waktu luang dirumah dapat menjadi pilihan yang bijak. Apalagi bagi yang mempunyai rencana seperti liburan, menikah atau untuk mengumpulkan modal usaha.

Apa saja cara untuk menghilangkan kebosanan?

1. Baca buku atau majalah
Kalau beli buku baru terlalu mahal, banyak kok yang jual buku bekas. Diantaranya Thamrin City lantai 4 dan Pasar Festival Kuningan di lantai dasar. Buku itu pengetahuan tanpa lekang waktu

2. Olahraga
Beli saja dvd olahraga seharga 50ribu. Olahraga bisa dilakukan dirumah

3. Nonton Tv
Ini memang paling mudah

4. Browsing
Banyak tarif internet murah. Dijamin browsing menghabiskan waktu lebih dari 2 jam

5. Bersih-bersih
Tempat tinggal bersih akan menghasilkan rasa nyaman bagi penghuninya

6. Tidur
Ini cara paling efektif. Tapi jangan kebanyakan tidur, ga bagus untuk kesehatan

Masih banyak cara lainnya untuk menghabiskan waktu dirumah.

Akan lebih bagus lagi jika menghabiskan waktu dirumah dengan menghasilkan karya. Bakat kita akan terus terasah. Dan jika hasil karya kita bisa dijual tentu akan menghasilkan penghasilan tambahan.

Tapi jangan sampai sama sekali ga keluar rumah ya. Kita ini butuh bersosialisai dan membangun networking yang akan berguna untuk karir kita. Jadi, ga ada lagi rasa bosan. Buang rasa bosan, ganti dengan semangat kreatifitas.

Sabtu, 29 Maret 2014

Menciptakan Brand Untuk Diri Sendiri

Brand itu tidak melulu merk barang fashion. Tapi brand itu adalah bentuk pencitraan. Setiap perusahaan pasti memiliki brand. Berupa logo perusahaan, tagline yang menjadikan perusahaan tersebut memiliki ciri khas.

Brand juga penting untuk pencitraan individual. Kenapa? Karena jika diri kita memiliki brand atau ciri khas, itu akan memudahkan kita untuk berjualan. Berjualan apa? Yang pasti menjual kemampuan.


Saya mengamati beberapa orang yang menjadi enterpreneur, sepertinya mereka sukses berbisnis. Setelah Saya telaah, mereka telah membangun brand diri mereka lebih dahulu dalam kurun waktu tertentu. Setelah mereka menciptakan image diri dan layak dijual, mereka mulai membangun brand usaha. Banyak sekali orang yang membuka usaha, tapi hanya sedikit yang benar-benar sukses dan bertahan. Karena tidak banyak orang yang membangun brand diri sendiri itu lebih penting.


Sebagai contoh, Raditya Dika. Dia saat ini sudah menjadi sutradara film layar lebar. Perjalanan dia juga panjang. Dia mengawali karir sebagai penulis blog. Karena blognya menarik, maka dia menjadi terkenal di kalangan dunia maya. Lalu dia menjadi penulis buku. Semakin banyak orang yang mengetahui dirinya. Setelah menelurkan buku-buku, dia bermain di layar lebar yang diadaptasi dari bukunya sendiri. Dan filmnya dia berhasil mendatangkan banyak penonton. Ini bukti dia memiliki nilai jual setelah perjalanan panjang.


Saat ini Saya sedang membangun brand untuk diri Saya sendiri dengan cara menarik perhatian di social media. Misalnya Saya memberikan tweet yang informatif atau tentang perfilman Indonesia. Melalui instagram Saya menunjukan cara hidup sehat yang simple dan cocok untuk anak kost. Lalu melalui blog, Saya menulis review film atau sekedar menuliskan point of view Saya tentang sesuatu. Karena tujuan Saya adalah menjadi filmmaker yang sukses. Cara-cara diatas Saya tempuh supaya lebih banyak orang yang mengenal Saya, sehingga jika nanti Saya memproduksi film dan tentu saja kontennya harus bagus, Saya sudah memiliki audience. Sebenarnya ini taktik marketing.



Dalam menciptakan brand, kita harus memiliki ciri khas sehingga orang menilai itu sebagai suatu keunikan. Kita juga dituntut untuk kreatif, supaya orang tidak bosan. Memang segala sesuatu itu harus dimulai dari diri sendiri. Bergaul lah dengar benar, dalam arti bukan asal nongkrong ngabisin duit dan waktu. Tapi yang dapat memberikan ilmu dan pengalaman. Jadi sudah siapkah kamu menciptakan brand untuk diri sendiri? J


Kamis, 06 Maret 2014

Simple Healthy Food











Berawal dari kejengkelan kalau pulang kerja warteg langganan makanannya sudah habis semua. Soalnya disitu masakannya selalu baru.
Makanan sehat lagi happening saat ini. Dimulai dari TRF homemade, lalu ada akun instagram Ariana_octavia yang rajin posting makanan sehat dan simple.
Lalu pergilah Saya ke supermarket. Membeli muesli dan sereal instan. Sebenarnya sih cara ini ga 100% sehat karena belum gluten free. Tapi pastinya lebih sehat daripada mie instan.
Foto-foto ini hasil kreasiku. Pokoknya aku makannya campur buah atau sayur. Jadi ga jaman lagi kan anak kost makannya mie instan terus. Hehehe
Sekedar tips aja, aku kost kan ga ada kompor dan kulkas. Karena kamarnya kecil. Untuk sayuran ada beberapa yang bisa cukup disiram air panas atau dimakan mentah saja. Yaitu pokcoy, tauge, baby kailan, ceisim, brokoli. Bisa juga selada air untuk lalapan, tinggal beli sambal botolan saja. Selada air ini lumayan tahan lama bisa disimpan 5 hari tanpa kulkas. Kalau yg lainnya maksimal 3 hari. Untuk belanja sayur dan buah sesuai kebutuhan untuk 3 hari saja.
Ada buah yang bisa tahan lama disimpan tanpa kulkas. Yaitu apel, pear, jeruk, alpukat, mangga dan masih banyak lagi
Lagipula setelah aku menjalani pola makan seperti ini, jauh lebih hemat. Banyak yang bilang aku terlihat lebih segar. Karena konsumsi sayur dan buahnya lebih banyak. Ini cuma untuk makan malam saja. Kalau makan siang aku masih makan nasi dan lauk pauknya. Tapi terkadang ya bikin makanan instan sehat seperti ini.
Biar ga bosan, bisa banget kreasi menu. Banyak juga kok sumber inspirasinya di instagram. Selamat mencoba dan let's make this as your lifestyle :)


Senin, 03 Maret 2014

86th Oscar 2014

Hari ini Senin pukul 7 pagi Saya sudah ada di Epicentrum XXI Jakarta untuk menghadiri acara nonton bareng Oscar 2014. Acara ini diselenggarakan oleh Fox Premium HD Indonesia yang bekerja sama dengan 21 group. Beberapa filmmaker seperti Rony P Tjandra, Emil Kusumo, Daniel Irawan dan masih banyak lagi turut hadir. Juga para media. Acara dimulai tepat pukul 8:30. Suasana exciting terasa sekali, berharap film jagoannya membawa pulang Oscar. Saya pun memiliki jagoan sendiri untuk kategori Best Original Screenplay, Best Production Design, Best Animation Feature dan Best Motion Picture. Berikut daftar para nominasi dan pemenangnya


Best picture
WINNER: "12 Years a Slave"  
"American Hustle"  
"Captain Phillips"  
"Dallas Buyers Club"  
"Gravity"  
"Her"  
"Nebraska"  
"Philomena"
"The Wolf of Wall Street"

Director
WINNER: Alfonso Cuarón, "Gravity"
Steve McQueen, "12 Years a Slave"
Alexander Payne, "Nebraska"
Martin Scorsese, "The Wolf of Wall Street"

Lead actor
Christian Bale, "American Hustle"
Bruce Dern, "Nebraska"
Chiwetel Ejiofor, "12 Years a Slave"
WINNER: Matthew McConaughey, "Dallas Buyers Club"
Leonardo DiCaprio, "The Wolf of Wall Street"

Lead actress
Amy Adams, "American Hustle"
Judi Dench, "Philomena"
Meryl Streep, "August: Osage County"
Sandra Bullock, "Gravity"

Supporting actor
Barkhad Abdi, “Captain Phillips”
Bradley Cooper, “American Hustle”
Michael Fassbender, “12 Years a Slave”
Jonah Hill, “The Wolf of Wall Street”
WINNER: Jared Leto, “Dallas Buyers Club”

Supporting actress
Sally Hawkins, “Blue Jasmine”
Jennifer Lawrence, “American Hustle”
WINNER: Lupita Nyong’o, “12 Years a Slave”
Julia Roberts, “August: Osage County”
June Squibb, “Nebraska”

Animated feature film
“The Croods”
“Despicable Me 2”
“Ernest &; Celestine”
WINNER: “Frozen”
“The Wind Rises”

Cinematography
“The Grandmaster,” Philippe Le Sourd
WINNER: “Gravity,” Emmanuel Lubezki
“Inside Llewyn Davis,” Bruno Delbonnel
“Nebraska,” Phedon Papamichael
“Prisoners,” Roger A. Deakins

Costume design
“American Hustle,” Michael Wilkinson
“The Grandmaster,” William Chang Suk Ping
WINNER: “The Great Gatsby,” Catherine Martin
“The Invisible Woman,” Michael O’Connor
“12 Years a Slave,” Patricia Norris

Documentary feature
“The Act of Killing”
“Cutie and the Boxer”
“Dirty Wars”
“The Square” 
WINNER: “20 Feet From Stardom”

Documentary short subject
“CaveDigger”
“Facing Fear”
“Karama Has No Walls”
WINNER: “The Lady in Number 6: Music Saved My Life”
“Prison Terminal: The Last Days of Private Jack Hall”

Film editing
“American Hustle,” Jay Cassidy, Crispin Struthers and Alan Baumgarten
“Captain Phillips,” Christopher Rouse
“Dallas Buyers Club,” John Mac McMurphy and Martin Pensa
WINNER: “Gravity,” Alfonso Cuarón and Mark Sanger
“12 Years a Slave,” Joe Walker

Foreign language film 
“The Broken Circle Breakdown,” Belgium
WINNER: “The Great Beauty,” Italy
“The Hunt,” Denmark
“The Missing Picture,” Cambodia
“Omar,” Palestine

Makeup and hairstyling
WINNER: “Dallas Buyers Club,” Adruitha Lee and Robin Mathews
“Jackass Presents: Bad Grandpa,” Stephen Prouty
“The Lone Ranger,” Joel Harlow and Gloria Pasqua-Casny

Original score
“The Book Thief,” John Williams
WINNER: “Gravity,” Steven Price
“Her,” William Butler and Owen Pallett
“Philomena,” Alexandre Desplat
“Saving Mr. Banks,” Thomas Newman

Original song
“Happy” from “Despicable Me 2”
WINNER: “Let It Go” from “Frozen”
“The Moon Song” from “Her”
“Ordinary Love” from “Mandela: Long Walk to Freedom”

Production design
“American Hustle,” Production Design: Judy Becker; Set Decoration: Heather Loeffler
“Gravity,” Production Design: Andy Nicholson; Set Decoration: Rosie Goodwin and Joanne Woollard
WINNER: “The Great Gatsby,” Production Design: Catherine Martin; Set Decoration: Beverley Dunn
“Her,” Production Design: K.K. Barrett; Set Decoration: Gene Serdena
“12 Years a Slave,” Production Design: Adam Stockhausen; Set Decoration: Alice Baker

Animated short film
“Feral”
“Get a Horse!”
WINNER: “Mr. Hublot”
“Possessions”
“Room on the Broom”

Live action short film
“Aquel No Era Yo (That Wasn’t Me)”
“Avant Que De Tout Perdre (Just before Losing Everything)”
WINNER: “Helium”
“Pitääkö Mun Kaikki Hoitaa? (Do I Have to Take Care of Everything?)”
“The Voorman Problem”

Sound editing
“All Is Lost,” Steve Boeddeker and Richard Hymns
“Captain Phillips,” Oliver Tarney
WINNER: “Gravity,” Glenn Freemantle
“The Hobbit: The Desolation of Smaug,” Brent Burge and Chris Ward
“Lone Survivor,” Wylie Stateman
Sound mixing
“Captain Phillips,” Chris Burdon, Mark Taylor, Mike Prestwood Smith and Chris Munro
WINNER: “Gravity,” Skip Lievsay, Niv Adiri, Christopher Benstead and Chris Munro
“The Hobbit: The Desolation of Smaug,” Christopher Boyes, Michael Hedges, Michael Semanick and Tony Johnson
“Inside Llewyn Davis,” Skip Lievsay, Greg Orloff and Peter F. Kurland
“Lone Survivor,” Andy Koyama, Beau Borders and David Brownlow

Visual effects
WINNER: “Gravity,” Tim Webber, Chris Lawrence, Dave Shirk and Neil Corbould
“The Hobbit: The Desolation of Smaug,” Joe Letteri, Eric Saindon, David Clayton and Eric Reynolds
“Iron Man 3,” Christopher Townsend, Guy Williams, Erik Nash and Dan Sudick
“The Lone Ranger,” Tim Alexander, Gary Brozenich, Edson Williams and John Frazier
“Star Trek Into Darkness,” Roger Guyett, Patrick Tubach, Ben Grossmann and Burt Dalton

Adapted screenplay
“Before Midnight,” written by Richard Linklater, Julie Delpy, Ethan Hawke
“Captain Phillips,” screenplay by Billy Ray
“Philomena,” screenplay by Steve Coogan and Jeff Pope
WINNER: “12 Years a Slave,” screenplay by John Ridley
“The Wolf of Wall Street,” screenplay by Terence Winter

Original screenplay
“American Hustle,” written by Eric Warren Singer and David O. Russell
“Blue Jasmine,” written by Woody Allen
“Dallas Buyers Club,” written by Craig Borten &; Melisa Wallack
WINNER: “Her,” written by Spike Jonze
“Nebraska,” written by Bob Nelson


Acara Oscar 2014 ini sangat menghibur. Ellen Degeneres sebagai pemandu acara sangat pandai mencairkan suasana dengan jokes yang smart. Ada 2 momen yang tidak terlupakan, yaitu Pizza Man yang mengantar 3 kotak pizza untuk para tamu Oscar dan juga ini




Ellen Degeneres selfie dengan para nominasi Oscar ke 86.

Untuk tahun ini film yang berhasil membawa Oscar terbanyak adalah Gravity dengan total 7 Oscar.  Mereka pantas mendapatkannya mengingat produksinya memakan waktu 5 tahun.
Saya cukup puas jagoan Saya untuk Best Original Screenplay dan Best Production Design berhasil mendapatkan puas. Alasannya Her adalah film yang sudah bagus dari skripnya, bisa kita lihat pada dialog-dialognya yang bermakna walau sederhana. Sedangkan untuk Catherine Martin, dia sangat berhasil membangun suasana megah ala era tahun 20-an untuk The Great Gatsby.
Saya menjagokan The Wind Rises karena Ghibli selalu menghasilkan animasi yang indah. Dan Her for Best Motion Picture, Her just very unique movie.


Sabtu, 01 Maret 2014

HER







Director:

 

Writer:

 



I make a bet Her will be the best film and the best original screenplay of the year. This is extraordinary romantic drama movie. Art movie but not heavy. I'm not really sure the year of the setting. The wardrobe style looks old school, but we also can see the hi-tech life. A robot who can really understand you. 

Phoenix was great as Theodore. He was success to give us a boring man look. We wont feel sleepy just watch Phoenix talk with his system. And Scarlett Johansson her role as Samantha just perfect. Her voice as sexy as her body. So we can imagine Samantha is real sexy lady, even we never see her in the screen. Her will play your emotion. How it feels like fall in love in the lonely time. That's very deep. 

Technology can't full fill your heart, but yourself will





Selasa, 25 Februari 2014

I Love Local Product

Kebetulan sekali Marina sedang mengadakan Blogger Competition dengan tema "Marina 24hours Beauty Challenge". Marina adalah salah satu produk lokal favorite Saya. Harganya memang murah, tetapi kualitas tidak kalah dengan produk import. Saya pun ingin ikut serta, tidak harus jadi pemenang. Jadi pemenang itu bonus. Tapi misi Saya disini adalah mengajak orang-orang khususnya kaum remaja putri pecinta produk Marina untuk lebih mendukung produk buatan dalam negeri. Banyak orang yang gengsi memakai produk dalam negeri karena harganya yang murah. Sehingga mungkin bagi sebagain orang berpikir produk ini hanya untuk Mbak-Mbak. Padahal seperti yang Saya bilang diatas, kualitasnya juga bagus, seperti Marina Natural ini.






Marina Natural mampu melembabkan kulit dan dan membuat kulit terasa halus. Ga ada cerita kulit kering bersisik. Setiap pagi Saya rutin memakai lotion ke seluruh tubuh. Karena kulit sehat adalah investasi kita kaum wanita. Maka harus rajin merawatnya dari sekarang. Variant Marina Natural favorit Saya itu rich moisturizing avocado & olive (botol hijau). Karena kulit Saya normal cenderung kering. Wanginya juga Saya suka, ga mencolok dan segar. Bikin semangat. Awalnya Saya tidak terlalu peduli dengan label "memberikan perlindungan 24jam" yang penting kulit Saya tidak kering. Hingga suatu hari Saya sadari saat hendak mandi malam, kulit dibagian punggung masih terasa lembab dan halus seperti pagi hari saat memakai Marina lotion. Wow ini produk bagus juga. Semakin suka sama Marina.





Ada beberapa kemasan mulai dari 100ml sampai paling jumbo 350ml. Pas banget yang 350ml untuk pemakaian satu bulan. Harganya tidak sampai 10ribu rupiah! Kalau hemat gini bisa cepat mandi uang :D. Teksturnya juga enak, creamy. Ini yang bisa kasih kamu kelembaban ekstra.

Saya pernah beli produk import yang harganya lumayan mahal untuk stock lotion Saya di kantor. Dengan maksud ya biar kalau orang kantor lihat, Saya ga dibilang norak-norak amat. Tapi lotion itu malah membuat kulit tangan Saya kering dan kaku. Tidak nyaman. Akhirnya Saya beli saja lotion Marina. Murah meriah dan bagus. Dan Saya pikir, untuk apa gengsi memakai produk murah kalau yang mahal belum tentu bagus? Lagipula jika bukan kita yang mendukung penggunaan produk dalam negeri, siapa lagi? Selama ini juga Saya selalu bilang "Cintai film buatan negeri sendiri, kita bikinnya susah". Tidak adil jika Saya hanya peduli di satu bidang saja. Maka itu perlahan Saya memakai produk dalam negeri dalam untuk pakaian, perawatan tubuh dan sebagainya. Tekad Saya adalah turut serta memajukan perekonomian bangsa.

Jadi ayo teman-teman jangan malas merawat kulit. Untuk mendapatkan kulit bagus tidak perlu mahal yang penting harus rutin. Dan cintailah produk dalam negeri, seperti Marina Natural lotion. Doakan Saya menang ya! Selain hadianya menarik karena butuh Macbook supaya bisa ngedit film, jika terpilih jadi Icon Beauty Blogger Marina Saya mau mengkampanyekan untuk mencintai produk buatan Indonesia dan tentu saja lotion favorit Saya, Marina  :)





Rabu, 19 Februari 2014

Dragon Fruit




Setelah memperhatikan postingan tahun 2013 yang menurun drastis, maka hari ini mari dicoba mengaktifkan kembali permainan kata. Dimulai dengan postingan sederhana "Dragon Fruit" alias buah naga

Kemarin itu gue bawa buah naga merah dari kostan ke kantor dengan maksud nitip di kulkas kantor. Nasib tinggal di sepetak kamar jadi ga bisa punya kulkas :( Kebetulan gue lagi menerapkan makanan sehat dan simple. Nanti gue cerita disini. Jadi sudah hampir sebulan makan malam gue muesli, cereal, dicampur buah atau sayuran yang easy to cook. Karena bosan setiap gue pulang kerja warteg langganan makanannya selalu sudah habis.

Singkat cerita gue lagi pengen banget makan buah naga merah. Hari Minggu gue beli bareng Pak Yadi and Mbak Yaya. Begitu sampai kantor gue simpan buah naga gue dalam plastik plus makanan malam gue muesli plus strawberry. Saat makan siang tiba, gue mau potong buah naga gue. Tetapi begitu buka kulkas, BUAH NAGANYA HILANG!! Kebayang kan keselnya?? Lalu gue tanya ke OB dan OG. Ternyata kata Mbak Atun dibuang. DIBUANG, MAN!!

Gue: "Mbak, buah naga aku dimana?"
Mbak Atun : "Oh, itu punya Mbak? Tadi dibuang soalnya sudah busuk"
Gue: "Itu ga busuk Mbak, tapi kematengan jadi ada sedikit bonyok"

Emang sih harganya ga seberapa. Tapi bete doong lagi pengen makan itu, eh, dibuang pula. Mending kalo dimakan, masuk ke perut dan bermanfaat. Alhasil semalam gue beli lagi buah naga merah di Jason.

Selasa, 18 Februari 2014

Intermezo


Ini sekedar intermezo saja. Seorang teman Saya cerita, sebut saja namanya Jaka, 30th, Australian, Engineering. Oke, ga ada bule namanya Jaka, ini cuma istilah. Dia cerita tentang akhir cerita cinta dengan mantan pacarnya. Jadi Jaka bertemu dengan Rini (bukan nama sebenarnya) beberapa tahun yang lalu. Saat ini profesi Rini sebagai Ladies Company (Lc) di salah satu tempat karaoke di Jakarta. Singkat cerita, mereka memutuskan untuk berpacaran. Jaka meminta Rini untuk berhenti dari tempat dia bekerja saat itu jika ingin serius dengannya. Rini pun menurutinya. Sebagai gantinya Jaka mendaftarkan dan membiayai kuliah Rini. Tentu saja dengan uang jajan bulanan. Sampai Rini lulus lalu mendapatkan pekerjaan. Tetapi karena gaji fresh graduate tidak seberapa, Jaka tidak keberatan untuk mensupport Rini secara financial. 

Beberapa tahun mereka pacaran, tentu saja kehidupan Rini terlihat menyenangkan. Dia dan Jaka sudah traveling hampir separuh belahan dunia. Keduanya pun sudah kenal dengan keluarga pasangannya. Tetapi setelah berjalan beberapa tahun, Jaka malah memutuskan hubungan dengan Rini. Tentu saja Rini sangat sedih, kita yang membaca ini pasti juga ikut kesal. Maunya apa sih nih si Jaka?

Saya penasaran sekali. Saya tanya Jaka, "Apa ada orang ketiga?". Tidak. Jaka hanya mengaku bosan. Oke, ada yang tidak beres disini. Lalu Saya lontarkan pertanyaan lagi. "Kamu bosan karena dia terlalu nurut?". Bisa jadi, kata Jaka. "Wajar saja dia menurut sekali. Kamu sudah memberikan banyak hal seakan-akan dia cinta matimu", Saya menambahkan. Pokoknya Jaka ini tidak bisa memberikan alasan kenapa dia bosan dan mendepak Rini. 

Lalu Saya mengambil kesimpulan, sebagai eksekutif muda dengan karir bagus, Jaka butuh pedamping yang setara dalam pemikiran, bisa jadi Rini tidak bisa memberikan itu. Dan naluri laki-laki itu berburu. Jika kita hanya diam ditempat, tentu saja lama-lama dia jenuh. Kita terlalu fokus sama dia, dan melupakan kehidupan sendiri. Kita punya teman, punya mimpi. Ini yang sering terjadi. Satu lagi, Jaka terlalu pegang kontrol. Dia yang memberikan apa yang Rini butuhkan dan mau padahal mereka belum menikah. Memang punya pacar royal itu anugrah. Tapi kita harus menunjukan harga diri kita sebagai wanita. Dalam hubungan itu kedua belah pihak harus pegang kendali, bukan hanya satu pihak saja. Sering kali kita berpikir laki-laki itu brengsek, padahal mungkin saja kita sendiri yang lupa intropeksi diri. Ada sebab ada akibat.