Rabu, 15 Januari 2014

Hujan Tidak Pernah Salah




Konon katanya mendekati imlek, curah hujan sedang tinggi-tingginya. Tapi yang pasti musim penghujan di Indonesia memang datang dibulan Oktober-April. Seperti sore ini. Jakarta hujan lebat sejak 4jam yang lalu. Banjir dibeberapa titik sejak 2 hari yang lalu belum juga surut sudah ditambah hujan lebat. Belum lagi jalanan akan 3x lipat macet. Berhubung saat ini era-nya social media, pasti kita akan membaca beberapa orang yang menggerutu tentang hujan. 


Well, sebenarnya hujan itu air yang turun dari langit yang segera memenuhi sumber air untuk kehidupan dibumi. Lantas kenapa orang menyalahkan hujan? Hujan itu rezeki. 


Tetapi memang dasar ada beberapa orang yang suka mengeluh. Panas dia mengeluh, hujan pun dia mengeluh. Maunya apa sih? *jambak rambutnya*

Panas itu juga rezeki. Tanpa matahari kita bisa apa? Cucian ga kering-kering *tersosialita*, tanaman butuh matahari untuk fotosintesis, dan lain sebagainya.


Bisakah kita tidak mengeluh terhadap cuaca? Biarkan alam menjalankan tugasnya. Syukuri, nikmati dan resapi karunia dari Tuhan ini. Seharusnya kita bisa lebih peka terhadap alam. Menjaganya untuk tetap lestari. Alam dan manusia harus selaras. Bumi ini sudah tua, bencana ada di segala penjuru permukaan bumi ini. Seharusnya dizaman canggih ini, kita sudah bisa meminimalisir segala kemungkinan bencana. Bencana memang tidak bisa dihindari. Tapi kita bisa mengusahakan agar dampaknya tidak parah. Coba sekali-kali bicaralah kepada alam. Nikmati setiap hembusan angin, resapi suara-suara dedaunan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar