Selasa, 16 Juni 2015

Hidup Sederhana Untuk Masa Depan Bahagia

Terkadang kita suka iri melihat hidup orang lain. Kita selalu berpikir kalau hidup si Anu lebih enak dari kita. Traveling terus, punya barang bagus-bagus and sooo on. Tapi mungkin saat kita ajak orang itu ngobrol dari hati ke hati, dari situ kita bisa sadar kalau hidup orang itu juga punya problem. Sama seperti kita. Bisa lebih berat. 


Jadi apa harus kita selalu berpikir hidup orang lain lebih enak dari hidup kita?


Ada beberapa orang disekeliling Saya yang menjalani hidup terlalu konsumtif. Mengedepankan keinginan daripada kebutuhan. Dulu waktu Saya masih berpikir 'Wah hidupnya enak ya. Saya mah boro-boro beli tas  harga 30 juta. Pake yang harga 1 juta aja udah happy banget'. Tapi ternyata siapa yang tahu kalau hidup orang itu ternyata banyak hutang yang ga tahu kapan lunasnya. Tak punya tabungan. Tak punya tempat tinggal sendiri padahal usia tak lagi muda. Saat ini hidupnya masih bergantung sama orang tuanya. 


Saya langsung  sadar. Saya harus rajin bekerja supaya hari tua Saya tidak merepotkan anak cucu. Saya harus punya tabungan, aset dan investasi. Memang semua itu tak dibawa mati. Tapi dari kita hidup sampai kita mati ada banyak hal yang harus dibiayai. Lagipula kalau kita ada uang, kita akan merasa lebih kuat. Akan banyak orang yang bisa kita bantu. Hidup jadi lebih tenang. Beli barang sesuai kebutuhan saja. Atau jika ingin sesuatu yang lumayan mahal, buat diri kita melakukan sesuatu yang besar dulu sehingga hal yang kita inginkan itu kita jadikan hadiah untuk diri sendiri.


Saya mau mengingatkan teman-teman sekeliling Saya agar tak lupa menabung. Karena ternyata banyak orang-orang yang usianya jauh diatas Saya tapi mereka masih belum punya aset karena hidup terlalu konsumtif. Jangan malas bekerja. Apalagi di era modern ini banyak profesi yang bisa ditekuni asal kita mau berjuang dan terus kreatif.


Rabu, 03 Juni 2015

6 Months Go Natural



Jadi tahun ini Saya memutuskan untuk memakai bahan-bahan alami untuk perawatan tubuh. Ga keseluruhan, tapi paling tidak sudah mengurangi konsumsi produk. Gerakan ini diawali karena Saya udah gerah dengan begitu banyak produk ini itu yang menjanjikan ini itu pula. Ya gitulah pokoknya. Ga habis-habis. Dan yang paling ribet, kok step by step nya makin lama makin nambah. Misalnya habis cuci muka harus pake toner, lalu pakai pelembab, lalu pake serum, trus ditimpa lagi dengan sun screen, jangan lupa krim khusus untuk mata. Jadi intinya produk-produk yang dipasaran itu ya pintar-pintar brand manager dan orang-orang iklan aja.


Pertama. Sejak awal tahun Saya memutuskan untuk stop penggunaan shampoo untuk keramas. Waktu akhir tahun Saya potong rambut pendek. Alasannya karena biar kelihatan fresh dan rambut Saya lagi rontok parah. Setelah potong pendek, rontoknya ga berkurang. Bahkan makin menyeramkan. Saya cuma usap rambut aja bisa dapat 5 rambut yang rontok. 
Setelah googling bagaimana mengatasi rambut rontok, Saya tertarik mencoba metode No Poo. Alias no shampo. Jadi Saya totally stop penggunaan produk perawatan rambut apapun. Saya bikin shampo dari 1 sendok makan baking soda yang dicampur segelas air. Terus, rambut jadi ga ternutrisi dong? Kan biasanya shampoo atau conditioner itu mengandung bahan-bahan yang menutrisi rambut. Jadi sebagai perawatan extra, 1 minggu sekali Saya pakai Extra Virgin Olive Oil atau Virgin Coconut Oil yang dibaluri keseluruh rambut dan kulit kepala. Lalu didiamkan kurang lebih 1 jam. Apa dengan cuci rambut dengan baking soda minyaknya bisa bersih? Bisa banget. Jadi saat keramas dan baking soda sudah dibasuh ke kepala, kita pijat-pijat rambut dan kulit kepala. Baking soda ini terasa agak licin kok di kepala jadi mijitnya juga enak. Setelah itu bilas rambut. Kalau mau pake 'conditioner' bisa pake apple vinegar atau cuka biasa yang putih itu. Kira-kira 1 sendok makan dicampur segelas air. Tapi bau cuka ini asem, kalau ga suka, step ini dilewati juga bisa. Baking soda cukup membuat rambut lembut kok, walau ga selembut setelah pakai shampoo (karena shampoo ada bahan silikonnya). Biasanya tengah-tengah minggu Saya cukup keramas dengan air saja. Untuk menghilangkan debu dan keringat. Karena pemakaian baking soda sebagai shampoo, maximal 2x seminggu. Tapi sejak No Poo, kulit kepala ga gatel sama sekali kok. Dan rambut jadi gampang diatur aja. Rambut Saya itu licin banget. Kalau nge-blow (walau udah yang mahal treatmentnya) kena angin sedikit juga bakal turun lagi. Sejak No Poo, Saya bisa curly rambut, hal yang mustahil Saya lakukan waktu masih pake shampoo. Hahaha. Dan yang terpenting, rontok Saya berkurang drastis. Memang tetap rontok karena sepertinya faktor genetic dari mama. No Poo gitu, rambut jadi nggak wangi dong? Iya, tapi ga perlu takut rambut jadi bau. Kalian bisa tambahkan beberapa tetes essential oil saat memakai minyak untuk masker rambut atau kedalam cairan baking soda. Saya suka beli di Batik Keris (harga sekitar 80 ribu), atau merk Bali Alus (harga sekitar 30 ribu). Yang paling bagus itu merk Young Living, tapi agak mahal, diatas 200ribu.

Kedua. Saya menggunakan minyak-minyak alami untuk wajah dan tubuh. No more krim muka, no more body lotion. Dan yang Saya rasakan adalah kulit Saya jadi sangat halus, warna lebih merata dan cerah. Muka juga terlihat lebih fresh. Saat ini favorit Saya adalah EVOO dan Virgin Coconut Oil. Biasanya minyak-minyak ini dipakai untuk dressing salad. Tapi karena sifatnya yang Virgin itu, dikulit jadi enak. Memang kalau yang ga terbiasa, akan berasa sumuk. Solusinya bisa dipakai malam hari sebelum tidur. EVOO dan VCO ini ga bakal ngotorin kain kok. Saya sih pakai siang hari ga masalah. Karena minyak ini kan akan menyerap ke kulit, walau daya serapnya ga secepat lotion.


Memang kedengarnnya aneh. Tapi cara ini sangat murah dan ramah lingkungan. Kebetulan Saya sedang mau menerapkan prinsip consume less atau frugal living. Cara ini juga menyadarkan Saya kalau sebenarnya kebutuhan kita itu sedikit kok. Tapi karena sejak lahir otak kita sudah didoktrin untuk memakai bermacam-macam produk.

Bahkan untuk bersih-bersih rumah, Saya hanya memakai satu produk sabun yang multi fungsi. Bisa buat cuci piring, cuci baju dan lain-lain.

Semoga makin banyak orang yang menerapkan konsep consume less sehingga kita tak lagi menjadi budak produk dan menjadi konsumen yang lebih cerdas.