Senin, 24 Agustus 2015

Inside Out





Inside Out. Film karya Pete DocterRonaldo Del Carmen bentuknya memang film kartun. Film kartun identik untuk ditonton anak-anak. Tapi sebenarnya Inside Out ini terlalu berat untuk ditonton anak-anak. Untungnya secara visual film ini tetap bisa dinikmati anak-anak. Anak menonton, bapak atau ibunya merenung. Kira-kira seperti itulah bayangan Saya. 


Inside Out ini film tentang 5 emosi yang dimiliki manusia. Joy, Sadness, Disgust, Angry dan Fear. Secara visual, film ini menggambarkan isi otak manusia dan sistem kerja otak manusia. Dibuat dengan imajinasi yang wow. Kali ini Saya tidak menulis review film ini. Tapi akan sedikit berfilosofi.


Emosi dominan dalam diri manusia adalah Joy dan Sadness. Seiring berjalannya waktu saat manusia tumbuh semakin besar dan banyak peristiwa yang dialaminya akan membentuk karakter emosional orang tersebut. Tapi dalam hidup kita hanya tahu bahagia dan sedih. Kita selalu berusaha untuk bahagia. Selalu berusaha untuk menyebar kebahagiaan. Manusia takut untuk merasakan takut, sedih, marah dan muak. Jika keempat emosional itu muncul, maka emosi bahagia akan secara refleks melawan itu semua. Kesedihan adalah emosional yang akan paling sering dihindari. Karena jika kesedihan datang, maka marah, muak dan takut akan bekerja bersama-sama untuk memperburuk pikiran. Kesedihan memang menyebalkan. 


Tapi kesedihan mempunyai andil sendiri dalam mengatur emosi manusia. Kesedihan akan menyeimbangkan emosi kita yang secara otomatis akan merangsang emosi kesenang untuk bekerja. Tanpa kesedihan maka tak akan ada perkembangan-perkembangan yang akan membentuk karakter manusia. Kira-kira itulah point of view Saya tentang film Inside Out.


Jadi tak perlu kita takut untuk merasa sedih, marah, muak dan takut. Itulah yang akan membuat kita tetap waras menjalani hidup. Nikmati saja perasaan itu. Toh Tuhan sudah menciptakan 5 emosional itu untuk manusia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar