Kamis, 27 Agustus 2015

Respect


Kemarin Saya nonton Kick Andy edisi Manusia Transgender di Youtube. Bintang tamunya ada Joy (transgender perempuan menjadi laki-laki), Dena Rachman (transgender laki-laki menjadi perempuan) dan Sam Brodie (terlahir laki-laki, pernah menjadi perempuan lalu sekarang kembali menjadi laki-laki. Semua bintang tamu ini memiliki pengalaman-pengalaman yang unik. Tapi yang paling Saya suka adalah kisah dari Sam Brodie.


Sam Brodie terlahir sebagai anak laki-laki dengan nama Samuel. Lalu saat dia remaja, tragedi menimpanya dan dia dipisahkan dari keluarganya menjadi anak negara. Saat itu dia tinggal di Skotlandia. Sampai suatu hari dia lari dari shelter dan menjadi orang jalanan. Bahkan untuk makan saja dia sangat susah sekali. Sampai dia hanya mengambil sambal tomat lalu dihisap-hisap dengan jarinya. Miris sekali. Hingga suatu hari dia melamar pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga. Dia saat itu sudah berpenampilan menyerupai perempuan. Saat majikannya bertanya, "Siapa nama kamu?" lalu tercetuslah nama "Samantha Brodie". Dia bekerja sebagai baby sister. Sampai suatu hari nasib mengubah hidupnya. Dia menjadi seorang model. Sejak saat itu hidupnya bergelimang harga. Tapi dia tak juga merasa bahagia. Sampai pada akhirnya dia kembali menjadi laki-laki dan pulang ke Indonesia.


Saya melihat hidup Sam Brodie ini sangat berat. Dan Saya juga melihat beratnya hidup 2 bintang tamu lainnya, yaitu Dena Rachman dan Joy. Bisa dibayangkan bagaimana pergulatan batin mereka. Tapi ketiga orang ini tak akan menjadi orang hebat jika jalan hidup mereka mulus-mulus saja. Dan pikiran positif lah yang membuat mereka bertiga menjadi orang hebat.


Jika kita gali lagi kehidupan masa lalu orang-orang hebat, jalan hidup mereka memang selalu melewati rintangan besar. Disitulah Tuhan memberikan contoh pelajaran. Bagaimana kuasa Tuhan mengubah hidup mereka dari orang yang hina menjadi orang yang dihormati.




Sudah selayaknya kita respect sama orang lain. Karena kita tak pernah tahu pengalaman hidup apa yg sudah dia lewati. Terkadang Saya berpikir, orang yang terlalu mudah men-judge, mungkin dia belum pernah merasakan dirinya dititik yang paling bawah. Dan orang yang menindas orang lain adalah orang yang lemah. Karena dia tak mampu melawan pikiran negatif yg masuk kedalam dirinya.


Saya juga kadang merasa sedih saat ada orang yang memperlakukan Saya dengan tak etis. Andai dia tahu apa yang sudah Saya lewati dalam hidup Saya. Tapi tak mungkin hal itu Saya ceritakan. Tapi biarlah kuasa Tuhan yang membalas semuanya. Yang bisa Saya lakukan hanya menikmati proses. Dan Saya sangat percaya, apa yang terjadi pada hidup kita pasti Tuhan punya maksud agar kita belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar