Selasa, 15 Maret 2016

5 Bioskop Alternatif Seru Di Jakarta

Foto Kineforum waktu pemutaran Another Trip To The Moon

Saat ini sudah ada banyak sekali ruang sinema untuk menonton film-film anti mainstream. Kesempatan yang semakin mudah dijangkau untuk bisa menikmati beragam film mulai dari art house, film yang tidak tayang dibioskop komersil sampai film yang ditayangkan ulang. Ruang sinema alternatif ini juga bisa dijadikan ajang diskusi antara pembuat film dan penikmat filmnya. Karena ruang yang tidak terlalu besar akan menimbulkan kesan lebih akrab. Berkat bioskop alternatif ini industri film di Indonesia semakin dinamis karena didalamnya ada penikmat dan pendukung perfilman Indonesia. Di Jakarta ada banyak sekali bioskop alternatif yang program filmnya seru-seru. Berikut 5 diantaranya.

1. Kineforum
 Kineforum adalah bioskop alternatif favorit Saya. Ruangnya seperti mini theater of 21 group. Ya, Kineforum adalah hibah dari 21 group untuk komunitas perfilman Indonesia. Bioskop alternatif yang terletak di TIM ini memiliki kapasitas 40 kursi. Kenyamanan dan kualitasnya sama seperti di bioskop komersil.

2. Galeri Indonesia Kaya
 Galeri Indonesia Kaya adalah ruang conference hibah dari Djarum Foundation. GIK terletak di West Mall lantai 8 Grand Indonesia dan berkapasitas 100 orang. Selain untuk pemutaran film, ruang ini juga sering dipakai untuk pertunjukan seni atau ruang diskusi. GIK memiliki screen dan sound system yang cukup bagus. Untuk tempat duduknya dibuat melingkar dan berundak seperti ruang pementasan teater.

3. At America
 At America terletak di lantai 3 Pacific Place. Tapi untuk masuk kesini kita harus melalui pemeriksaan yang ketat. Mirip GIK, hanya saja At America didominasi warna hijau. Disini sering diadakan diskusi, workshop, music performance dan pemutaran film. Diluar ruang conference ada beberapa tempat duduk yang bisa dipakai untuk baca buku atau browsing. At America adalah pusat informasi tentang Amerika.

4. Paviliun 28
 Paviliun 28 terletak di jalan Petogogan, Jakarta Selatan. Biasa anak tongkrongan menyebutnya Pav 28. Pav 28 adalah kafe berkonsep culinary cinema. Pav 28 bersebrangan dengan kafe Suwe Ora Jamu yang terkenal dengan minuman jamunya. Di Pav 28 kita juga bisa minum jamu kok. Screening room di Pav 28 tidak terlalu besar. Kapasitasnya cukup untuk 30 orang. Tapi sayang sekali kualitas sound systemnya kurang bagus. Paviliun 28 adalah salah satu ruang sinema alternatif yang memiliki banyak program. Salah satunya adalah Sinema Rabu dan Inafed (Indonesian Film Editor) juga rutin bikin screening disini.

5. Kinosaurus
Kinosaurus terletak di belakang Aksara Kemang. Kinosaurus baru beroperasi akhir tahun 2015. Untuk screening roomnya sendiri tidak besar. Karena space ini dibagi juga untuk kedai kopi Ruang Seduh dan Ganara Art Space. Program-program film di Kinosaurus sangat beragam. Dan biasanya pemutaran film diadakan diatas jam 5 sore. Disiang atau sore hari, tempat ini sering diadakan untuk diskusi.

Selain itu, ada beberapa Kedutaan besar di Jakarta yang juga rutin mengadakan pemutaran film di screening room mereka. IFI Jakarta memiliki screening room terbaik saat ini. Tempat duduk yang sangat nyaman, kualitas audio visualnya juga sangat bagus. Di Goethe Institute juga rutin mengadakan pemutaran film yang kebanyakan film Jerman.

Itulah beberapa tempat seru untuk nonton film. Enaknya nonton film di bioskop alternatif adalah kita bisa bertemu dengan para pecinta film dan ngobrol seru bareng mereka. Dan di bioskop alternatif kita bisa bertemu langsung dengan para filmmaker jika ada program diskusi setelah pemutaran film. Dengan menonton film yang beragam, kita bisa mempelajari banyak hal karena film adalah salah satu sarana pembelajaran.


4 komentar:

  1. thanks for sharing! bisa dicoba nih kapan-kapan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru lho bisa sekalian belajar film :)

      Hapus
  2. baru tau ada bioskop2 alternatif kaya gini >.<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tangerang belum ada yaaa.... Daerah Karawaci dan BSD potensial banget tuh

      Hapus