Selasa, 08 Maret 2016

Be Energetic, Please!



Suatu Jum'at sore Saya menerima sebuah pesan whatsapp dari tetangga di kostan. Saya turun menuju kamarnya. Saya tanya, "Kok nggak kerja? Lagi izin?". Ternyata dia bukan sakit atau ada keperluan. Tapi menghindari presentasi dengan bossnya. Dia belum menyiapkan apapun dan sore itu dia dipaksa segera mengirim konsep presentasi. Saya tersenyum kecut dalam hati. Ini orang kok males yaaa?


Tetangga Saya itu menjabat sebagai Account Manager. Kantornya sedang membuat konsep product launching. Dia minta tolong Saya untuk dibuatkan presentasi dan KONSEP. Wow!! Saya langsung bilang, " It won't be cheap... Karena gue juga harus mikirin konsep acaranya seperti apa". Dan jawaban dia, "Ya udah deh gapapa. Tapi bayarnya pas gue gajian ya". Asumsi Saya harga yang Saya minta itu bisa setengah gajinya. Tanpa pikir panjang langsung Saya kerjakan dikamar dia. Saya hanya minta koneksi internet.


Sambil kerja Saya tanya kenapa ga kerjain dikantor aja, kan team udah ada, fasilitas pasti lebih memadai. Jawabannya menurut Saya sangat tidak menunjukkan profesionalitas dia sebagai Account Manager. Oh My God, kenapa masih ada orang malas diera globalisasi ini? Apa dia ga mikir banyak orang yang sulit dapat job diluar sana sedangkan dia tidak menggunakan kesempatan yang sudah ada. Dia tidak mau menerima tantangan dari bossnya. Dia terlalu malas. Coba kalo dia mau berusaha, dia ga perlu kehilangan setengah gajinya untuk bayar Saya. 


Diera globalisasi ini kita dituntut untuk terus mengasah skill. Oleh sebab itu jika ada waktu luang, gunakan untuk meng-upgrade kualitas diri. Banyak baca, ikut workshop, bergaul dengan orang-orang yang bersinergi. Buang jauh-jauh kata malas. Malas akan membawa kita ke situasi yang terpuruk. Waktu berganti begitu cepat dan manusia dituntut agar semakin dinamis. Nilai akademik bagus jika tidak dibarengi dengan kreativitas, integritas dan dedikasi hasilnya akan sia-sia. Coba saja lihat, siapa yang karirnya lebih bagus, orang yang sekedar pintar atau orang yang biasa-biasa saja tapi rajin? 


Mungkin kita terlalu lama didoktrin bahwa nilai akademik akan menjamin masa depan. Tapi saat kita terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya, jangan heran jika melihat orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional yang bisa bertahan. Welcome to the jungle. 


Setelah selesai membantu tetangga Saya itu, dalam hati berkata , "Sering-sering aja deh malesnya. Lumayan kan dapet duit banyak" :D


Tidak ada komentar:

Posting Komentar