Senin, 14 Maret 2016

How to Make Your First Short Film



Selamat hari Senin! Ayo ayo semangat jangan misuh-misuh. Si Senin ga pernah salah, situ aja kali yang kurang happy . Sabtu minggu lalu Saya hadir di acara  Viddsee Juree Indonesia 2016 walau film Saya  "Surprised" hanya sampai di Out of Competition, Saya senang karena film Saya terpilih menjadi salah satu 60 the best short film. Acara awarding night dan kumpul-kumpul diselengarakan di IFI Jakarta. Sayang Saya tidak bisa mengikuti sampai acara selesai.

Nah, tiba-tiba Saya dihampiri oleh seorang cowok (Saya lupa namanya ). Dia salah satu penikmat film-film Indonesia. Dia pengen banget bisa bikin film. Dia tanya dulu proses pembuatan film "Surprised" seperti apa. Jadi sekalian aja Saya jabarkan disini supaya bisa belajar sama-sama. Oke sip 

1. Get an idea
Ide bisa darimana aja. Biar lebih gampang dan lebih ada 'rasa' , pilih dari kejadian yang dekat dengan hidup kita. Misalnya kamu punya teman yang ngocolnya minta ampun, dimana ada dia, pasti bawaannya pengen ketawa sampe rahang pegel dan. Nah kamu bisa bikin cerita tentang dia. Bisa karakter utamanya dia atau ambil dari becandaan dia yang paling menarik menurut kamu.

2. Write it down
Tulis ide yang sudah ada kedalam script. Bagi yang belum tau format script film kayak apa, bisa lihat di  www.script-o-rama.com . Kalo kamu ga bisa nulis, hire penulis. Bisa teman, saudara, atau mantan (yekali).

3. Make a plan proposal
Ini harus banget. Karena ini dasar kamu film kamu mau dibuat seperti apa, mau didistribusikan kemana saja dan berapa budget yang diperlukan.

4. Hire a team
Kamu sudah punya script dan proposal, saatnya kamu hire team. Mulai dari sutradara, art dept, camera dept, runner, location manager, talent dept. Idealnya untuk film pendek sekitar 20 orang.

5. Developt everythings
Setelah meeting dengan team, segera developt film kamu. Proses developt ini adalah dasar sebelum film kamu masuk ke tahap pra produksi. You have to developt creativity dan plan. Biasanya diproses ini budget yang diperlukan sudah kelihatan dan team juga sudah punya konsep kreatif.   Kita sudah bisa ambil langkah selanjutnya bagaimana untuk memenuhi kebutuhan produksi agar filmnya jadi.

Itulah 5 steps pertama. Lalu bagaimana dapat uangnya? Ini pasti pertanyaan setiap orang yaaa . Dulu Saya sih pakai uang sendiri. Ada sumbangan sedikit dari Hamba Allah. Kamu bisa patungan sama teman-teman atau meminta seseorang yang mau menyumbangkan uangnya dan catat dia sebagai executive producer. Perlu diingat, film pendek adalah portofolio, kamu belum bisa mengharapkan uang balik. Kecuali kalau film kamu dapat festival atau rutin diikutkan screening berbayar.
Kamu juga bisa meminta bantuan sponsor untuk alat-alat syuting atau post. Ini lumayan banget lho. Kalau Saya waktu itu ga mau ribet. Dan syukurnya cukup.

Intinya kalau mau bikin film, just go ahead. Jangan kebanyakan mikir. Yakin aja filmnya pasti jadi dan segala kesulitan akan teratasi. Saya dulu hanya punya budget 10 juta dari total produksi yang sekitar 25 juta. Syukurnya begitu banyak keajaiban terjadi, dalam waktu satu bulan Saya bisa menutupi kekurangannnya. Dan kalau memungkinkan, syuting dengan alat-alat profesional. Hasilnya akan worth kok. Kualitas film kamu juga jadi lebih bagus.

Dan tugas kita ga hanya selesai saat filmnya jadi. Film itu harus dipertemukan oleh penontonnya. Terserah kamu mau upload di youtube atau vimeo. Saran Saya sih silahkan upload ke  Viddsee ,  Kineria ,  Id Film Center , atau  Button Ijo . Kalau mau lebih naik kelas ya bisa didaftarkan ke festival film. Bisa juga dengan bikin screening. Sekarang kan sudah banyak screening room yang jadi tongkrongan orang-orang pecinta film.

Dibawah ini Saya buat gambar step-by-step nya.

So, just write it, plan it, and go ahead. Impossible is nothing. Be ready for next opportunity. Dan kalau sudah masuk industri film, you have to have thick skin and an elastic heart. Good luck!







*design by me


Posted via Blogaway


Tidak ada komentar:

Posting Komentar