Jumat, 18 Maret 2016

Peran Komunitas Film Bagi Industri Perfilman



Kemarin malam Saya menghadiri acara presentasi 6 perwakilan komunitas film Indonesia yang diadakan di Galeri Indonesia Kaya. Saya mendengar cerita perwakilan komunitas suka duka mereka yang terus bersemangat menyebarkan gairah menonton film Indonesia. Mereka ini lah yang berjasa mempertemukan film dengan penontonnya sampai ke pelosok desa. Keterbatasan dana dan minimnya kesadaran menonton masyarakat tidak menurutkan semangat mereka, tapi justru memacu mereka untuk semakin berusaha keras memunculkan budaya menonton film.

Saya pribadi menyadari peran besar para komunitas ini setelah Saya membuat film pendek. Antusias mereka untuk memutar dan menonton berbagai macam film sangat besar. Mungkin hal ini yang tidak kita temukan pada karakter penonton film di bioskop komersil. Sebagai pembuat film tentu ini menjadikan suntikan energi. Syukurnya komunitas film di Indonesia terus bertambah. 




Hal ini menjadi motivasi diadakannya Temu Komunitas Film Indonesia pada tanggal 25-27 Maret 2016 di Baturaden. Dimas Jayasrana sebagai pemprakarsa mempunyai program yang menurut Saya sangat visioner. Para anggota komunitas ini akan dibekali dengan ilmu filmmaking, tapi bukan hanya ditahap produksi, tapi juga sampai tahap distribusi. Karena hampir semua filmmaker muda sudah bisa menguasai teknis membuat film tapi belum banyak yang bisa mendistribusikan film. Saya amati pula selama ini anak-anak komunitas yang sebagian besar adalah generasi Z, mereka memang perlu diasah untuk managerial skill. Karena tanpa adanya managerial skill, industri film hanya akan dipenuhi oleh orang-orang yang hanya pandai secara teknis. Sedangkan untuk memajukan industri film di Indonesia, film harus dijadikan suatu investasi jadi tidak hanya dipandang sebagai karya seni.

Sayapun sudah cukup sering mengatakan kepada para pelaku industri yang lebih senior untuk melibatkan para komunitas film dalam kegiatan produksi film. Karena support komunitas sangat luar biasa. Tanpa mereka tidak akan ada yang menyebarkan semangat menonton film Indonesia. Jika kita perhatikan lagi, sebagian besar penikmat film Indonesia adalah anak-anak muda. Dan tugas para komunitas film tak hanya sekedar mengadakan pemutaran film tapi juga mengadakan diskusi film. Dengan adanya diskusi film tentunya akan menambah pengetahuan anak-anak muda itu tentang perfilman dan diharapkan mereka ini adalah generasi yang sudah memiliki kesadaran akan budaya nonton film.

Eksistensi komunitas film ini harus terus dipelihara agar para pelaku industri dan masyarakat bisa bersinergi untuk memajukan perfilman Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar