Minggu, 10 April 2016

Let It Go For Get What You Want



I had a wonderful week!

Lately I had personal issue. Saya banyak baca buku spiritual. Walau sudah pernah baca The Secret dan The Magic, Saya merasa masih belum komplit. Sampai pada satu kesimpulan, mungkin yang menyebabkan target-target Saya belum kesampaian karena Saya belum ikhlas dan pasrah. Saya masih needy. Ah.... Ternyata benar, ikhlas itu tidak mudah dan butuh pemahaman yang tepat.

Sebenarnya sejak memutuskan resign di akhir September 2015, ada proyek keren yang ditawarkan ke Saya. Selain jumlah gajinya lumayan bagus, proyek film ini juga sudah pasti akan meroketkan karir Saya. Tapi apa daya, belum rezeki. Saya ga tau mungkin teamnya belum siap atau ada hal lainnya. Kecewa pasti. But life must go on. Memang ada beberapa proyek kecil yang mampir, tapi jumlah bayarannya sangat ga seberapa bahkan ada yang tidak dibayar. Hingga disatu titik Saya ga tau lagi harus ngapain lagi. Saya ingat di buku The Magic, agar merasa bahagia dan menarik kebahagiaan lainnya kita harus bersyukur dan menikmati waktu saat ini. Bukan kemarin, bukan besok. Tapi sekarang. Saya menikmati hari-hari tanpa satu idepun muncul, hingga hari-hari dimana Saya penuh ide. Di bulan lalu Saya mendapat beberapa kabar bagus diantaranya tulisan Saya yang dimuat di Magdalene.co dan Majalah Kartini. Saya sangat menikmati hari-hari Saya bertemu teman-teman. Saya juga menikmati saat Saya ingin menangis dan merasa sedih. Selama itu hanya satu keyakinan Saya, Tuhan akan memberikan yang terbaik diwaktu yang tepat dan dia tidak akan membiarkan hambanya jatuh terlalu dalam. Tuhan akan mengatur semuanya. Tugas kita hanya meminta, dan biarkan Tuhan yang mengerjakan.

Mungkin terkadang kita bingung, ada beberapa orang yang tak terlalu berambisi tapi dia bisa mendapatkan hidup yang menyenangkan. Saya pikir karena dia tak terlalu berambisi dan menyerahkan segalanya pada Tuhan, hal yang dia inginkan akan mudah tercapai. Justru orang-orang yang kebanyakan mikir hidupnya terlihat stagnan. 

Saya ingat petuah Pak Yadi (yes, that the best cinematographer in Indonesia) beberapa waktu lalu sepanjang perjalanan mengantar Saya pulang, "Nov, network kamu bagus. Kenal sama orang-orang top, sama bos-bos. Ga banyak orang yang bisa punya kesempatan seperti itu. Kamu itu harus pertajam insting kamu. Jadi ga terjerumus ke pekerjaan yang ga asik. Berdoa minta dikasih kerjaan yang bagus. Fokus, enjoy". Keesokan harinya Saya langsung merenung, orang lain saja bisa melihat kelebihan Saya, kenapa Saya kurang awas melihat kelebihan sendiri?

Sejak letting go apa yang Saya ingin capai, terasa sekali menjalani hari dengan hati lebih ringan. Hingga ada 1 kesempatan datang. Walau awalnya sempat ragu karena kemungkinan bayarannya kecil, tapi Saya ga mau kebanyakan mikir. Saya ambil tawaran itu tanpa banyak ekspetasi dan berusaha dengan sebaik-baiknya. And its like magic, people that I met treat me so nice, i met bunch of new people, i learn some new things. Disaat itu pula Saya merasa sangat bersyukur. Saya tetap berharap mimpi Saya akan terwujud tahun ini, tapi Saya sudah ikhlas dan pasrah. Mungkin ini proses menuju mimpi tersebut. Karena cara Tuhan sangat ajaib dan kadang tak masuk akal untuk memberikan mimpi kita. Sikap ikhlas dan pasrah ini bukan berarti tak melakukan apapun. Kita harus meminta kepada Tuhan, tapi kita harus pasrah bagaimana dan kapan Tuhan akan mengabulkan keinginan kita. Kuncinya percaya saja keinginan pasti terkabul. Dan jangan pernah sekali-kali berprasangka buruk kepada Tuhan. Misalnya, mungkin saat hidup kita sedang ga asyik disebabkan karena Tuhan sedang marah. Naaah.... You cant say like that. Tuhan itu Maha Penyayang.

I cant wait for next wonderful moment!


   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar