Minggu, 22 Mei 2016

Digital Marketing



Ini adalah lanjutan  tulisan sebelumnya dan merupakan puncak bahasan tema tentang Digital Marketing. Peran social media sangat besar sebagai media branding dan promosi di era digital ini. Berdasarkan demographic pengguna aktif social media adalah para konsumen yang memiliki daya beli terhadap suatu produk karena berada pada usia produktif. Dan social media adalah cara paling cepat dalam penyebaran informasi.

Namun social media akan lebih efektif jika dikelola dengan planning yang jelas. Sebenarnya sama saja seperti pemasaran konvesional, hanya medianya saja yang saat ini lebih menyesuaikan zaman. Konten adalah kuncinya. Sebuah konten tak saja harus informatif tapi juga harus menghibur dan memiliki sentuhan personal. Untuk contoh kita bisa lihat social media untuk film The Raid dan TNI AU. Mengapa mereka berhasil mendapatkan audience engagment? Karena mereka berhasil mengelola social media dengan sangat interaktif. Sehingga audience merasa lebih dekat. Dan hasilnya The Raid berhasil menjadi salah satu film dengan penonton terbanyak, sedangkan TNI AU berhasil mendapatkan penghargaan untuk pengelolaan social media terbaik.

Mengelola sebuah akun social media tak hanya sekedar memasang posting otomatis terjadwal dengan software. Tapi bagaimana menciptakan interaksi yang menghibur. Ini akan meningkatkan nilai tambah bagi sebuah brand dimata masyarakat. Walau dilakukan didunia maya, tapi akan memberi impact besar di dunia nyata.




Untuk membuat sebuah konten berpotensi viral, diperlukan kemampuan storytelling yang bagus. Kita harus pikirkan bagaimana caranya menyentuh sisi emosional para audience.

Konten berupa gambar juga tak kalah menarik. Setiap social media memiliki ukuran baku untuk postingan berupa gambar. Tujuannya agar audience nyaman dengan konten gambar tersebut dan dapat menangkap langsung pesan yang disampiakan oleh suatu brand. Misalnya untuk instagram ukurannya 1:1, pinterest 2:3 atau 1:3,5 untuk long scrolling image, twitter 4:3.

Mempelajari waktu yang tepat untuk sebuah posting juga perlu dipelajari dalam digital marketing. Ini dipelajari berdasarkan demographic konsumen untuk brand tersebut. Karena setiap brand pasti memiliki demographic konsumen yang berbeda-beda. Jam aktif online ibu rumah tangga pasti berbeda dengan jam aktif online wanita pekerja kantoran. Marketing tak hanya harus besar tapi juga tepat sasaran. Apa gunanya marketing sudah besar tapi tidak membidik konsumen dengan tepat?

Terakhir, pengelolaan social media harus dilakukan terus menerus. Kebanyakan brand hanya aktif saat baru-baru launching lalu perlahan meredup. Kita harus aktif menciptakan awarenes kepada konsumen. Memang team digital marketing tak hanya harus digital savvy tapi juga harus memahami bisnis strategy. Social media hanya alat bantu, kunci utamanya tetap pada perencanaan bisnis.

Kamis, 19 Mei 2016

Tentang Content Creator



Untuk postingan kali ini dan selanjutnya, Saya akan membahas tentang Digital Marketing. Sebelumnya Saya juga pernah membuat tulisan dengan tema yang sama, tapi lebih spesifik, yaitu  Wanita Era Digital. Jadi beberapa waktu lalu seorang kenalan lama mengontak Saya. Dia memperkenalkan platform online baru yang menghubungkan komunitas filmmaker dengan brand. Wow, Semakin banyak ya e-commerce baru bermunculan. Bakal seru nih.

Karena banyaknya e-commerce baru, semakin banyak pula diperlukan Content Creator. Biasanya kita mengenal content creator dengan sebutan selebtwit, selebgram, blogger dan vlogger. Awalnya mereka memulai hanya sekedar menjalankan hobi, posting #OOTD atau jika punya pengetahuan cukup luas bisa bikin kultwit. Mereka mampu menciptakan konten yang menarik sehingga berhasil membentuk audience enggagment. Dari situlah brand tertarik untuk berkolaborasi dengan mereka. Sehingga mereka mendapatkan bayaran.

Enak banget sih cuma posting-posting ketak-ketik terus dibayar? Eits, jangan salah. Content creator itu tidak sekedar membuat postingan tanpa memerhatikan unsur estetika, baik itu berupa gambar atau tulisan. Dan pekerjaan content creator tidak semudah yang kita kira karena mereka dituntut untuk terus kreatif dan konsisten. Jadi ga bisa tuh lagi bad mood berminggu-minggu terus ga upload vlog. Apalagi jika sudah ada kontrak dengan brand. Contohnya selebgram, mereka tak sekedar pencet tombol capture untuk sebuah foto di Instagram. Mereka harus memerhatikan komposisi objek dan mendapatkan pencahayaan yang bagus. Karena hasil yang bagus itu mereka mendapat banyak likes. Saya saja untuk membuat postingan ini harus membaca banyak artikel selama beberapa hari lalu ditulisan dalam buku ide poin-poin apa yang mau disampaikan sebelum diketik ke blog.

Para content creator biasanya menjadi digital influencer. Masyarakat saat ini lebih suka brand promotion yang bersifat personal opinion karena mereka merasa lebih dekat dengan brand tersebut.

Jika kita seorang content creator pendatang baru, anggap diri kita sebagai pekerja kreatif yang berkarya. Pastinya ada saja orang yang mencibir kita dan menganggap kita adalah orang yang kurang kerjaan. "Yaelah segitunya". Memang kalau mau menghasilkan sesuatu yang keren (dan uang ) harus segitunya. Karena usaha kita yang ingin menampilkan yang terbaik membuat kita dipercaya untuk diajak kerjasama. Banyak peluang pekerjaan muncul di era digital. Dan dengan menjadi content creator adalah salah satu cara kita memanfaatkan social media dengan maksimal.

Minggu, 15 Mei 2016

Review Lenovo A6000 Plus



Beberapa hari yang lalu ada teman yang minta dikirimi original file salah satu foto yang ada di instagram Saya. Lalu dia tanya Saya motret pakai apa? Saya motret hanya pakai kamera handphone. Saat ini Saya memakai Lenovo A6000 Plus.

Jadi handphone ini sudah menemani aktifitas Saya sejak pertengahan tahun 2015. Saya kan kalau beli barang baru, tunggu kalau barang itu sudah tidak bisa dipakai lagi. Nah Lenovo A6000 Plus ini Saya beli tanpa rencana saat lagi lihat-lihat handphone baru karena handphone lama Saya performanya sudah ga oke. Saya tanya ke Mas counter, Saya perlu handphone yang harganya paling mahal 2,5 juta. Lalu ditawarin Lenovo A6000 plus dan dijelaskan spesifikasinya yang bikin Saya jatuh cinta:

- Kamera belakang 8 megapixel, kamera depan 2 megapixel
- Ram 2GB
- FM radio

Saya ga terlalu paham spesifikasi yang lain karena Saya hanya fokus ke-3 hal diatas. Dan harganya hanya Rp 1.750.000,-! Ga pake mikir lama langsung bungkus. Karena Saya perlu Ram besar supaya handphone ga cepat lemot seperti handphone lama Saya yang hanya memiliki Ram 512 mb dengan harga yang lebih mahal. Uang Saya juga lebih dari cukup untuk beli handphone baru karena menerapkan tips ini .

Sekarang setelah setahun Saya pakai Lenovo A6000 Plus , Saya sangat terbantu dalam hal pekerjaan dan hiburan 😊. Selain sekedar kirim email dan whatsapp, Saya juga pakai untuk bermain social media dan terkadang nge-blog dari handphone ini. Saya juga bisa main game balapan mobil. Hehehe. Karena processor nya sudah besar (2GB) jadi lumayan bandel. Daya tahan baterenya juga juara. Dengan pemakaian Saya yang banyak untuk browsing, main socmed dan alat komunikasi, batere bisa tahan 24 jam. Memang sih kalau charge bisa memakan waktu yang cukup lama, yaitu 4 jam.

Kekurangan Lenovo A6000 plus menurut Saya, kameranya kurang menangkap warna dengan baik dan kualitas suara headphone yang kurang baik walau sudah dolby atmos. Kalau soal foto, itu tergantung skill juga kali ya mengakali bagaimana supaya hasil fotonya tetap bagus. Hehehehe. Tapi kekurangan ini ga terlalu berpengaruh untuk Saya, buktinya foto-foto yang Saya posting di Instagram dan social media lainnya masih bagus kok. Yang penting buat Saya ya performa mesinnya. Not bad lah untuk harga dibawah 2 juta. Kalau mau hasil foto cemerlang, ya pakai kamera mirorrless atau dslr atau Red camera sekalian disetting ke 8K 😂😂😂.

Oh, ya. Waktu Saya beli Lenovo A6000 Plus ini masih Android KitKat. Tapi sekarang Saya sudah pakai Lollypop. Jadi waktu itu tanpa sengaja Saya upgrade. Sempat panik juga karena belum backup data di SD card. Sudah pasrah lah Saya. Untungnya proses upgrade ini tidak menghapus data sama sekali 😱. Aah... Lega banget.... Maklumlah Saya agak gaptek ga terlalu ngerti soal upragde-upgrade an gadget.

I wrote this post because I wanna say ''Thank You'' to my phone for accompany my daily activities and help me to get jobs 😁😁. Remember, appreciate every little things 😉


Sabtu, 14 Mei 2016

Keep Your Head Down



Minggu ini Saya sempat mengalami efek Mercury Retrograde. Apa sih mercury retrograde itu? Penjelasannya ada  disini . Saya sebenarnya ga percaya atau terlalu peduli sama mercury retrograde yang katanya suka bikin bad luck. Karena Saya menyaring negative thinking kedalam pikiran. Saya juga ga terlalu percaya astrology karena itu hanya sekedar intermezo. Tapi kalau ada hal-hal bagus yang diceritakan, ya diamini saja 😁.

Sebenarnya Saya tidak merasakan langsung efek mercury retrograde and I'm very grateful God didn't put me in a bad situation. Tapi Saya jadi ga enak hati sama partner kerja Saya. By the way, kenapa juga si mercury yang disalahin sih? Nah, ini menarik, setelah kejadian ini Saya dapat pelajaran yang sangat berharga.

Saya dipertemukan dengan sekumpulan orang yang demanding, merasa kalau dia bisa berlagak seperti diva. Sebenarnya mereka ga segitu terkenalnya sih. I mean, they are not Dian Sastro or Eyang Titiek Puspa yang memiliki pengaruh besar. Saya dalam hati hanya bisa berkata, "God.... Apa mereka ga sadar, selalu ada yang jauh lebih baik dari mereka?" Saya sudah pernah kerja sama Eyang Titiek dan Saya kenal dengan beberapa pesohor yang memang 'besar'. Dan mereka ga terlalu ribet seperti orang-orang yang 'merasa besar'. Buat hal remeh temeh, mereka punya asisten sendiri yang bisa disuruh-suruh jadi ga perlu ngerepotin orang produksi seperti Saya.

Saya bisa maklum kalau yang 'ribet' memang diva/orang besar. Tapi pada kenyataannya yang sudah jadi orang besar ga segitu demandingnya. Sepertinya kita juga cukup sering ya menemui orang-orang dengan karakter ini. Ada beberapa social media darling atau pesohor yang selama ini citra yang diperlihatkan begitu humble dan menginspirasi, tapi begitu ketemu aslinya berbeda 180 derajat. Wajar saja sih saat kita sedang bekerja sama, mereka minta sesuatu agar merasa lebih nyaman dan fokus saat bekerja. Namun kalau sudah minta yang sifatnya ga terlalu penting dan ga ada hubungannya sama pekerjaan, terlebih ga masuk akal, itu namanya ngerepotin orang. Saya pernah dimintai beli starbuck jam 1 subuh sama seorang sutradara iklan bule saat kita syuting di Ancol, Saya ga bisa turuti. Ya menurut ngana? Sudah pasti dia bete. Untungnya ga lama kemudian si sutradara ini ga di calling lagi karena kerjaannya ga spektakuler (bagus sih, tapi sekedar bagus) dan ya karena attitude nya itu yang bikin beberapa orang ga nyaman sama dia.

Pelajaran yang Saya ambil dari orang-orang itu, jangan pernah merasa diri paling hebat karena ada orang-orang yang jauh lebih hebat. Ambil sisi positifnya dari mereka, yang ga bagus tak perlu diambil hati ;)


Jumat, 06 Mei 2016

[Freebies] from Sociolla

Akhirnya Saya memutuskan untuk review produk-produk yang Saya terima dari Sociolla. Saya dapat beberapa produk dari Sociolla karena menjadi salah satu pemenang kontes foto dengan tema "Wanita Inspiratif" yang diadakan oleh Majalah Kartini. Saya memilih Anggun C Sasmi karena perjalanan karirnya menginspirasi Saya untuk menjadi filmmaker international. Selain itu Saya juga suka style nya Anggun yang simple dan elegan. Sebenarnya Saya dapat barang-barang ini sejak Maret. Tapi baru Saya review sekarang karena Saya mau coba semuanya dulu. Apa saja yang Saya dapat?

1. Bioderma Sensibio Water Cleanser  


Ini produk pembersih wajah yang lagi hits banget dikalangan beauty blogger. Bioderma ini sebenarnya cocok untuk kulit sensitif karena tanpa alkohol. Bioderma sensibio mampu membersihkan makeup dengan mudah dan cepat. Tapi produk ini tidak bisa menghapus makeup waterproof karena kandungannya tidak mengandung minyak dan alkohol. Saya suka air ajaib ini karena membuat kulit terasa lembab setelah memakai produk ini. Tapi produk ini kurang bisa memberikan efek segar diwajah. Mungkin karena Saya terbiasa memakai Pond's shake and clear yang memang mengandung sedikit alkohol untuk membuat wajah terasa segar.

2. Nicole by OPI


Saya sempat sumringah begitu membuka bungkusan Sociolla dan menemukan kutek ini. Kapan lagi dapat kutek mahal secara gratis? Hehehe. OPI terkenal sebagai salah satu brand highend untuk nailpolish. Nicole ini semacam young sisternya dari OPI. Saya dapat warna yang Ink A Dink A Pink. Centil banget ya warnanya... Saya suka 😊. Nicole ini kuasnya enak banget. Cukup satu kali pulas warnanya sudah keluar. Itu yang difoto Saya pakai 2 kali pulas. Daya tahan Nicole bisa lebih dari 1 minggu. Padahal kegiatan tangan Saya cukup bar-bar lho, misalnya nyikat kamar mandi, ngepel dan nyuci baju. Tapi si Nicole ini ga kelupas-kelupas. Sayang saat dihapus bikin kuku kuning. But I love the color. Bikin gemas dan lumayan untuk mood booster 😀

3. Itsy Nail Wraps


Sekarang kan lagi in banget yanv namanya nail art. Tapi kalau pasang nail art di salon harganya lumayan yaaa... Saya sebagai cewek yang not too fashionable bakal mikir berkali-kalo untuk nail art di salon. Itsy nail wraps ini bisa jadi solusi kalau kamu ga punya budget buat nail art atau cuma pengen yang praktis aja. Ini pertama kalinya Saya pakai nail wraps. Saya dapat yang model Friday to 13th. Kuku Saya jadi gemesin kalau pas ngetik-ngetik di handphone 😁. Kalau dikemasannya tertulis Itsy nail wraps ini bisa tahan sampai 14 hari. Tapi karena kegiatan Saya lumayan bar-bar, Itsy hanya bertahan sekitar 5 hari. Memang tidak sampai ngelotok banyak atau terlepas, paling hanya diujung-ujung kuku. Kalau mau awet mungkin bisa dipoles nail coat setelah pemakaian nail wraps. Nail wraps ini mudah dilepas kok, karena pada dasarnya inikan stiker jadi ga perlu remover.

4. RTSY Eyelash


Ini juga pertama kalinya Saya pakai bulu mata palsu. Saya dapat RTSY Summer Breeze. RTSY ini lembut dan tidak terasa berat saat dipakai. Dan konon kalau baca review di blognya para beauty blogger, RTSY ini bisa dipakai ulang sampai 15x bahkan bisa dicuci. Selama ini Saya berpikir yang namanya bulu mata palsu cuma sekali pakai saja. Efek bulu mata palsu ini sukses bikin tampilan mata Saya lebih pop-up. Difoto yang sebelah kanan, itu Saya baru bangun tidur ga pake apa-apa langsung coba pakai RTSY Summer Breeze dan pakai lipstick. Keren ya 😁. Sedangkan foto sebelahnya itu pakai makeup full tanpa bulu mata palsu pas mau ke awarding night Piala Maya 2015. Jadi bulu mata palsu ini jadi option Saya kalau lagi malas dandan. Saat memakai bulu mata palsu dari RTSY ini ga perlu pakai maskara lagi.

5. Voucher dari Sociolla


Karena dapat voucher yang lumayan banyak, Saya mau coba belanja ah di  Sociolla .

Produk-produk yang Saya review diatas bisa kalian beli di website  Sociolla . Sociolla adalah salah satu online shop khusus beauty product yang lagi happening. Kalian juga bisa dapat surprise freebies dari Sociolla dengan menjadi member. Untuk lebih lanjut soal paket-paketnya silahkan lihat di website Sociolla.


Selasa, 03 Mei 2016

My Fragrance Journey



Buat Saya, wangi itu suatu keharusan. Selain untuk mendongkrak rasa percaya diri, badan wangi juga bikin suasana hati jadi happy. Bahkan kalau dirumah atau mau tidur, Saya selalu pakai wewangian. Kali ini Saya mau cerita tentang perjalanan wewangian yang Saya pakai.

Dari kecil Mama selalu memakaikan Saya cologne saat mau jalan ke sekolah. Kebiasaan ini berlanjut waktu Saya tinggal dirumah nenek, setelah Mama meninggal. Apalagi dulu umur-umur 9 tahunan kan sudah mulai puber dan centil yaa... Saya masih ingat dulu cologne favorite Saya itu She yang warna pink dan Belia yang warna hijau. Sekarang kayaknya udah ga ada deh. Nah, waktu SMA, jaman juga sudah berubah, Saya sudah mulai pakai parfum. Gaya banget ya masih SMA aja pakai parfum 😝. Perkenalan Saya dengan parfum ini karena dapat hadiah dari Om. Waktu itu dikasih 2 parfum. Yang 1 Saya lupa brand nya tapi wanginya feminin, yang satu lagi Benetton Hot. Beberapa teman yang biasa satu angkot atau teman sekolah suka ada yang nanya, pake minyak wangi apa sih kok wanginya beda. Nah setelah habis (dan ga dapet supply lagi dari Om) Saya mulai menyisihkan uang jajan buat beli parfum sendiri. Sejak itu sampai sekarang, inilah perjalanan wewangian Saya

1. The Body Shop
My favorite ever is Vanilla. TBS punya wangi vanilla yang khas. Sampai sekarang Saya ga menemukan wangi vanilla yang seenak TBS era sebelum Saya lulus SMA (Saya lulus tahun 2007). Tapi sayang tiba-tiba Vanilla ini discontinue. Memang sekarang TBS juga ada yang vanilla, tapi tetap beda sama yang jaman dulu. Pagi pecinta TBS sejak jaman baheula pasti ngerti deh. Untungnya Saya masih menyimpan botol bekasnya sampai hari ini dan masih suka Saya cium-cium 😀. Lalu Saya coba TBS yang Moonflower (ini juga udah DC). Wangi khas sekali. Jaman dulu harga body mist ini Rp 89.000,-. Pernah coba juga yang eau de toilette warna-warni yang bisa dicampur-campur itu. Ini Saya suka banget. Wah pokoknya waktu jaman SMA, TBS jadi my signature fragrance. Tapi sampai Saya kerja juga masih pake TBS body mist kok. Sampai akhirnya bosan. 😀

2. The Bath and Body Works, Pleasure
Ini cuma selingan aja kalo lagi bosan sama TBS. Pleasure itu punya varian yang enak-enak. Wanginya khas banget, segar dan manis. Cocok banget buat ABG. Saya ga tau sekarang masih ada atau nggak. Waktu dulu harganya Rp 150.000,- untuk 250ml. Saya suka Pleasure karena walaupun body mist, wanginya awet banget. Dulu juga sempat hits. Bahkan ponakan-ponakan Saya dulu juga pake ini buat daily fragrance mereka.

3. Friends
Yup, minyak wangi ini memang keluaran TV Series yang melejit diera 90-an. Boxnya foto para pemainnya. So far ini adalah parfum favorit Saya setelah Angle. Harganya memang jauh dibawah Angle, tapi wanginya elegan. Pas untuk usia pekerja seperti Saya. Dulu Saya beli pas lagi discount di Java Dept. Store (seberang Sarinah). Harganya Rp 150.000,- untuk 50ml. Harga Aslinya dulu Rp 400.000,-. Wanginya awet banget seharian. Sayang sekarang udah DC 😢.

4. Angle
Ini parfum favorit Saya karena wanginya classic dan elegant. Tapi harganya lumanyun lah untuk Saya. Terakhir cek sudah 2 juta. Dulu waktu masa jaya Saya beli masih 1,5jt. Next time kalau ada rezeki Saya mau beli lagi 😁.

5. Victoria's Secret
Saya sempat coba beli yang varian  Such a Flirt dan Tease Me. Waktu itu belinya karena sayang aja pake Friends yang wanginya elegan untuk dipakai hari-hari. Such a flirt wanginya segar dan manis karena perpaduan starfruit dan white orchid. Kalau Tease Me lebih mature sedikit. Tapi tiba-tiba sempat bosan juga karena merasa perlu wewangian yang bentuknya parfum dan yang wanginya elegan. Ya masak udah 25 tahun wanginya sama kayak anak sekolah 😁. Akhirnya Saya balik ke Friends.

6. Let's Love by Benetton
Parfum ini yang sedang Saya pakai sehari-hari. Karena Friends udah DC, akhirnya beli ini. Wanginya lembut, segar dan sedikit manis tapi ga seperti wangi parfum buat ABG. Masih pas lah kalau mau cari parfum yang wanginya dewasa. Ini Saya beli pas discount di C&F, harganya Rp 160.000,-. Harga aslinya hampir Rp 300.000,- kalau ga salah.

Saya sih pengennya bisa menemukan parfum lain yang wanginya lebih elegan. Tapi jika budget belum memungkinkan ya masih bisa pakai Let's Love Benetton sih 😁. Whistlist dan the most favorite Saya tetap Angle. Pengen beli juga Chanel no. 5 dan Cartier. Nah kalau buat dirumah, Saya biasa beli yang di supermarket aja yang murah meriah. Favorit Saya itu Playboy dan Champage.

Saya ga suka beli parfum yang abal-abal gitu karena waktu itu pernah coba dan gatal-gatal. Lagipula wanginya jadi aneh. Dan saran Saya daripada beli palsu, mending beli di dept. Store seperti Matahari yang harganya ga terlalu mahal. Atau bisa beli pas discount, here a tip kalau kalian tinggal di Jakarta, coba ke Sarinah atau Java. Disana banyak parfum diskon.


Senin, 02 Mei 2016

Ajaran Dari Mama Sebagai Bekal Kehidupan

Keluarga Kami, plus Kakak sepupu Saya

Mama Saya meninggal waktu Saya berusia 8 tahun. Usia Mama waktu itu juga masih muda, yaitu 32 tahun. Saya anak tunggal. Tentunya bisa dibayangkan bagaimana sepinya hidup Saya setelah Mama pergi. Tapi Saya tidak larut dalam kesedihan. Saya menjalani hari-hari Saya dengan normal. Saya mengeksplor banyak hal. Saya mempelajari semuanya seorang diri karena Papa sudah punya kehidupan baru dengan istri barunya. Satu keyakinan yang Saya pegang setelah Mama meninggal, “Jiwanya hanya meninggalkan raga dan jiwa itu tak akan pernah mati. Jadi kenapa kita yang masih hidup harus meratapi kematian seseorang? Cinta dan kasih sayang akan terus ada didalam relung hati”.

 

Memang sepertinya Tuhan sudah menggariskan nasib Saya dan Mama. Mama sepertinya tahu dia tak akan bisa melihat Saya tumbuh besar. Setelah dewasa Saya sadar, banyak sekali nasihat-nasihat Mama yang sebenarnya lebih cocok diberikan untuk anak yang usianya lebih besar, bukan usia anak-anak seperti Saya dulu. Secara tak sadar, Mama sudah menyiapkan Saya untuk bisa bertahan hidup seorang diri. Tak hanya sekedar nasihat, tapi juga perilaku yang patut dicontoh dari Mama Saya. Mama Saya itu bukanlah wanita karir yang memiliki sederet gelar. Dia hanya lulusan SMP, itupun Saya tidak yakin kalau dia gemilang saat sekolahnya dulu, karena seingat Saya dia jarang sekali menceritakan masa-masa sekolahnya dulu.

Ada 3 point penting ajaran dari Mama yang Saya ingat sampai detik ini:

1.      Jangan pernah memulai berbuat jahat

Mama itu orangnya ‘nrimo. Namanya kita hidup bersosialisasi, tak jarang ada beberapa orang yang menjelek-jelekkan Mama. Tapi Mama tak terlalu memperdulikan mereka. Mama memilih untuk tidak lagi sering berinteraksi dengan orang itu. Mama juga mengajari Saya bagaimana harus bergaul. Seringkali Saya diingatkan jika ada yang megajak berantem, lebih baik mengalah. Saat sudah sekolah, ada beberapa anak nakal. Saya bertanya kepada Mama kenapa mereka nakal? Mama menjawab, hal seperti itu tidak perlu diikuti, karena tidak baik, bikin sulit banyak orang.

2.      Disiplin

Waktu kecil Saya sudah terbiasa dengan jadwal-jadwal harian. Jam berapa harus bangun tidur, jam berapa harus mengerjakan PR, jam berapa harus makan. Tak hanya soal jadwal, tapi juga ketertiban. Misalnya kalau makan harus di meja makan, kalau habis main, masukan lagi mainan kedalam box. Memang terlihat remeh. Tapi ajaran ini sangat penting untuk dimasa depan. Ini mendidik kita untuk lebih punya manner dan organize. Dan disiplin adalah salah satu kunci untuk menjadi sukses.

3.      Jaga kebersihan diri dan rumah

Ini sifat yang paling melekat pada diri Mama. Bahkan keluarga besar Sayapun kagum dengan sifat Mama ini, tak jarang sering membandingkan Saya dan Mama. Dari dulu Mama orang yang pandai merawat diri. Cara dia berhias dan berpakaian selalu mendapat acungan jempol. Mungkin ini pula kenapa Papa jatuh hati pada Mama. Dirumahpun Mama jarang terlihat kucel, kecuali kalau dia sedang sakit. Sesekali dia suka dandan lengkap dan menata rambutnya walau hanya dirumah. Saya pernah bertanya, “Ma, ngapain dandan? Kan kita hari ini gak kemana-mana?”. Jawaban Mama, “Biar Papamu senang lihat Mama cantik. Kan capek habis kerja”. Ya, Mama Saya memberi contoh bagaimana menjadi seorang istri yang baik.
 

Kutipan dari buku Bumi Manusia

Soal kebersihan rumah, Mama ini juaranya. Dulu kita tak punya pembantu. Semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri. Tapi rumah kita yang tak besar itu selalu rapi dan bersih. Bahkan untuk keset pun, Mama bisa mencucinya dengan sangat bersih! Hal ini menurun ke Saya. Walau sibuk, Saya selalu menyempatkan untuk bersih-bersih tempat tinggal. Saya mau setiap pulang setelah seharian beraktifitas, Saya bisa beristirahat dengan nyaman tanpa harus terganggu dengan debu atau barang-barang yang tergeletak sembarangan.

 
Dengan mengingat ajaran-ajaran Mama, Saya tetap bisa merasakan kehadirannya dalam keseharian. Saya bersyukur Tuhan sudah memberikan Saya dan Mama quality time. Dan Saya bersyukur memiliki seorang Ibu yang sosoknya bisa 
mengisnpirasi Saya menjadi perempuan yang kuat dan hebat. Waktu kecil Saya adalah seorang anak manja. Hikmah dari ditinggalkan Mama saat masih kecil adalah Saya bisa tumbuh menjadi perempuan yang mandiri dan punya visi kehidupan yang jelas. Karena tak ada yang menuntun, Saya harus cari sendiri makna kehidupan dan mau menjadi seperti apa kelak dikemudian hari. Jika Saya tidak mengalami tempaan hidup, mungkin Saya tidak punya jati diri.Tuhan sudah menggantikan dengan yang lebih baik dari apa yang telah ia ambil kembali.

Untuk kalian para calon Ibu, jadilah sosok yang mengisnpirasi untuk keluarga kecilmu. Kita tak akan pernah tahu berapa lama kita bisa menemani mereka. Jadikan setiap detik adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Bekerja atau tidak, seorang ibu tetaplah seorang ibu, seorang istri tetaplah seorang istri. Tak ada yang lebih baik atau buruk. Karena kita tidak bisa menyamaratakan prinsip hidup seseorang. Bersyukurlah bagi kalian yang masih terus dihujani cinta kasih dari ibu. Berikan balas jasa kepada ibu kalian dengan menjadi pribadi yang positif.

Untuk membaca kisah inspiratif lainnya, kalian bisa buka Trivia.id . Ada 3 tulisan favorit Saya, yaitu:

Kita ini beruntung karena hidup di era digital. Karena kita bisa menyebarkan inspirasi dengan mudah. Gunakan media sosialmu dengan bijak agar lebih besar lagi manfaat yang didapat.

*Note: Semua foto ditulisan ini adalah karya Saya.