Sabtu, 14 Mei 2016

Keep Your Head Down



Minggu ini Saya sempat mengalami efek Mercury Retrograde. Apa sih mercury retrograde itu? Penjelasannya ada  disini . Saya sebenarnya ga percaya atau terlalu peduli sama mercury retrograde yang katanya suka bikin bad luck. Karena Saya menyaring negative thinking kedalam pikiran. Saya juga ga terlalu percaya astrology karena itu hanya sekedar intermezo. Tapi kalau ada hal-hal bagus yang diceritakan, ya diamini saja 😁.

Sebenarnya Saya tidak merasakan langsung efek mercury retrograde and I'm very grateful God didn't put me in a bad situation. Tapi Saya jadi ga enak hati sama partner kerja Saya. By the way, kenapa juga si mercury yang disalahin sih? Nah, ini menarik, setelah kejadian ini Saya dapat pelajaran yang sangat berharga.

Saya dipertemukan dengan sekumpulan orang yang demanding, merasa kalau dia bisa berlagak seperti diva. Sebenarnya mereka ga segitu terkenalnya sih. I mean, they are not Dian Sastro or Eyang Titiek Puspa yang memiliki pengaruh besar. Saya dalam hati hanya bisa berkata, "God.... Apa mereka ga sadar, selalu ada yang jauh lebih baik dari mereka?" Saya sudah pernah kerja sama Eyang Titiek dan Saya kenal dengan beberapa pesohor yang memang 'besar'. Dan mereka ga terlalu ribet seperti orang-orang yang 'merasa besar'. Buat hal remeh temeh, mereka punya asisten sendiri yang bisa disuruh-suruh jadi ga perlu ngerepotin orang produksi seperti Saya.

Saya bisa maklum kalau yang 'ribet' memang diva/orang besar. Tapi pada kenyataannya yang sudah jadi orang besar ga segitu demandingnya. Sepertinya kita juga cukup sering ya menemui orang-orang dengan karakter ini. Ada beberapa social media darling atau pesohor yang selama ini citra yang diperlihatkan begitu humble dan menginspirasi, tapi begitu ketemu aslinya berbeda 180 derajat. Wajar saja sih saat kita sedang bekerja sama, mereka minta sesuatu agar merasa lebih nyaman dan fokus saat bekerja. Namun kalau sudah minta yang sifatnya ga terlalu penting dan ga ada hubungannya sama pekerjaan, terlebih ga masuk akal, itu namanya ngerepotin orang. Saya pernah dimintai beli starbuck jam 1 subuh sama seorang sutradara iklan bule saat kita syuting di Ancol, Saya ga bisa turuti. Ya menurut ngana? Sudah pasti dia bete. Untungnya ga lama kemudian si sutradara ini ga di calling lagi karena kerjaannya ga spektakuler (bagus sih, tapi sekedar bagus) dan ya karena attitude nya itu yang bikin beberapa orang ga nyaman sama dia.

Pelajaran yang Saya ambil dari orang-orang itu, jangan pernah merasa diri paling hebat karena ada orang-orang yang jauh lebih hebat. Ambil sisi positifnya dari mereka, yang ga bagus tak perlu diambil hati ;)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar