Selasa, 26 Juli 2016

[Review] Pureit



Saya ini dari kecil emang ga dibiasakan minum air galonan komersil. Saya minum air yang dimasak. Hehehe.... Kuno banget yaaa.... Dan ini jadi kebiasaan sampai sekarang. Saya ga terlalu pusing harus minum air komersil. Air yang Saya minum ya air yang berasal dari tempat tinggal Saya. Pasti kalian ada yang bertanya, "Emang bersih?". Nah, ini buktinya Saya sehat-sehat saja. Dan Saya punya kepercayaan kalau kita minum dari air yang berasal di tempat kita tinggal, akan membuat kita merasa lebih menyatu dengan lingkungan. Saya juga ga tinggal dilingkungan yang kumuh kok. Syukurnya dari dulu Saya selalu dapat tempat tinggal yang banyak pohonnya dan sumber airnya bersih.

Sejak  kost, untuk kebutuhan air minum, Saya selalu masak air. Sampai pada akhirnya merasa nggak praktis aja. Apa beli dispenser saja? Tapi atas nama pengiritan dan mikir nanti bakalan ribet mesti angkat-angkat galon dan narik-narik colokkan, Saya mengurungkan niat. Saya kepikiran untuk beli Pureit. Tagline minum langsung dari air keran terus mengiang-ngiang ditelinga Saya. Dan pakai Pureit juga sesuai dengan Frugal Lifestyle. Irit dan Go Green karena mengurangi pemakaian listrik dan pemanas air. Langsung Saya pergi ke Hypermarket dan beli satu yang tipe Classic 9liter warna merah marun, biar matching sama color ambiance kamar Saya. Hehehe. Pada tahun 2014 Saya beli 600 ribu lebih.


Sampai hari ini berarti sudah hampir 2 tahun Saya menggunakan Pureit. Jadi kalau mau bikin minuman panas, Saya mengandalkan ketel listrik. Jadi ga ada tuh drama-drama kehabisan air galon di warung. Hahahaha. Selama 2 tahun itu Saya baru sekali mengganti Germkill Kit. Germkill Kit bawaan dari Pureit waktu beli untuk pemakaian Saya yang tinggal sendiri ini cukup untuk 1,5 tahun. Pemakaian air Saya setiap harinya sekitar 10 gelas.

Nah, kali ini Saya mau cerita saat Saya mengganti Germkill Kit. Saya beli waktu itu harganya satu paket 180 ribuan. Terus Saya juga beli saringannya seharga 20 ribu (saringan dijual terpisah). Saat mengganti germkill kit ini, Saya juga harus membersihkan bagian dalam Pureit. Tapi tidak boleh menggunakan sabun. Saya menggunakan lap basah dan lap kering. Cara ganti germkill kit ada terlampir lengkap didalam kardusnya.


Tapi Saya sempat merasa kesulitan saat mengganti Germkill Kit ini. Saya perlu mengeluarkan tenaga yang cukup besar untuk mengganti setiap bagian germkill kit. Tapi bukanya juga mesti hati-hati sekali karena body Pureit yang agak ringkih. Pantas saja hampir disetiap halaman petunjuk ditulis "Anda harus menggunakan sedikit tenaga". Saya sampai curhat di facebook. Hehehe.



Untuk Saya yang tinggal sendiri, hemat pemakaian Pureit tidak terlalu terasa ya... Mungkin berguna sekali untuk yang berkeluarga. Saya hanya perlu menyiapkan budget tahunan untuk memberi Germkill Kit. Terakhir Saya cek harganya sudah 200 ribu lebih. Yasudahlah yaaa.... Kita kalo ke mall bisa habis lebih dari itu :P.
So far Saya happy dengan Pureit dan akan terus memakainya :)

Jumat, 22 Juli 2016

8 Pelajaran Dari Film The Intern Untuk Para Profesional



I'm sorry if I am just 1 year too late to watch this movie. Saya sedang mencari referensi film tentang fashion industry. Saya pikir film The Intern ini adalah film semacam Devil Wears Prada yang lebih fokus pada fashionnya, Ternyata The Intern bukan film yang fokus pada fashion stuff tapi tentang kehidupan profesional masa kini. And I'm totally in love with it!! Nancy Meyers adalah salah satu scriptwriter brilliant di planet ini. Sejak menit pertama, Saya langsung jatuh cinta pada narasinya. Dan Saya juga jatuh cinta pada 2 karakter utama dalam film ini, Jules Ostin (Anne Hathaway) dan Ben Whittaker (Robert De Niro).  Karakter Jules mencerminkan sifat para CEO muda, bagaimana mereka meeting marathon, memimpin dengan gaya one man show, dan berusaha multitasking tentunya dengan bantuan gadget mereka. Disini kita juga melihat suasana open office yang menjadi ciri khas startup era digital, sebuah perusahaan yang mayoritasnya generasi millenial bergaya hipster (yes, those beard, wool outter and love with vintage stuff!).


Susana kantor Jules sangat kontras dengan Ben Whittaker, seorang pensiunan yang sedang magang di startup digital fashion retail. Kehadiran Ben seperti penyeimbang kehidupan para millenial yang dituntut serba cepat. Ben memang sudah memiliki 40 tahun pengalaman dalam bisnis. Tapi dia tidak berhenti belajar untuk mengisi hari tuanya.

Saya tidak akan menulis review tentang film ini. Tapi Saya ingin berbagi pelajaran yang sangat bagus setelah nonton film The Intern. 8 hal ini akan sangat berguna untuk para profesional.

1. Cara Perkenalan Diri
Diawal film The Intern, Ben membuat sebuah cover letter berupa video. Penyampaian dalam cover letter konvesional dan video tak ada bedanya, hanya medianya saja yang berbeda. Dalam cover letter, CV atau proses interview, kita wajib 'menjual' diri dengan menceritakan hal-hal menarik tentang diri kita sehingga perusahaan tersebut mau mempekerjakan kita. Dalam video tersebut, Ben menceritakan nilai jualnya "I want excitement, I want to be needed. I am loyal, I am trustworthy and I am good in a crisis".

2. Selalu Berkata Positif
Ben yang selalu positif ini memberi warna di kantor Jules Ostin. Semua orang suka pada Ben. Bahkan Jules yang awalnya tak terlalu bersemangat dengan Ben, merasa justru Ben yang menjadikan Jules menjadi pemimpin yang lebih baik untuk perusahannya dan dirinya sendiri. Ada satu scene saat Ben sedang mengantar anak Jules ke acara sekolah. Sekelompok Ibu-ibu bilang, "Jules kind of tough (bitch)". Ben tahu terkadang Jules menyebalkan (tipikal boss kan :p). Apa Ben juga ikutan menjelekkan Jules? Nggak sama sekali. Bahkan dia bilang Jules adalah boss yang keren. Karena sifatnya yang tough itu, perusahaan Jules bisa sangat maju.

3. Mindfulness
Profesional masa kini harus bisa multitasking karena tuntutan yang serba cepat. Tak jarang saat sedang makan siangpun kita masih harus sambil mengetik e-mail atau menjawab telpon. Akibatnya kita kurang bisa menikmati dan fokus pada satu aktifitas. Mulai saat ini coba biasakan untuk fokus pada 1 aktifitas sebelum mengerjakan aktifitas lainnya.  Nikmati makan siangmu tanpa main gadget atau melanjutkan kerjaan. Saat bekerja, hindari bermain handphone atau sambil mengecek social media. Beri jadwal kapan waktu untuk menjawab e-mail, refreshing dengan main internet atau menelpon orang tersayang. Mindfulness ampuh untuk menghindari stress dan membuat kita lebih fokus.

4. Bicara Sesuai Porsi
Biasanya karena merasa tahu akan banyak hal, muncul penyakit pengen show off supaya dapat pengakuan kalau dirinya hebat. Ya kan? Pernah bertemu orang seperti ini? Atau jangan-jangan kita sendiri :P. Ben sudah 40 tahun tahun memiliki pengalaman bisnis. Dia tahu banyak hal. Tapi apa karena dia senior dan tahu banyak hal dia berusaha mengajari Jules dan pekerja lainnya? Nggak sama sekali. Dia hanya jadi pengamat. Dia baru mau mengeluarkan pendapat jika itu memang diperlukan. Itulah orang cerdas yang sebenarnya.

5. Dalam Bekerja, Setiap Generasi Harus Saling Melengkapi.
Dalam satu perusahaan kita akan bertemu dengan orang-orang dari beberapa generasi. Tidak ada generasi yang paling hebat. Generasi millenial memang lebih up to date dan berani daripada generasi baby boomer. Tapi generasi baby boomer memiliki pengalaman jauh lebih banyak daripada generasi millenial.

6. Detail
Jules sebagai CEO yang one man show, dia sangat detail. Bahkan untuk urusan layout web harus approval dia dulu. Gambar harus terlihat jelas dihalaman web. Dia bahkan turun tangan langsung untuk mengecek inventory dan bahan-bahan di gudang. Untuk hasil yang sempurna memang dibutuhkan ketelitian.

7. Terus Belajar Hal Baru.
Walau sudah tua, semangat belajar Ben sangat tinggi. Dia bahkan kursus bahasa Jepang. Dia tak malu bertanya pada cucunya apa itu USB connector. Dan dia banyak belajar dari Jules, mengapa perusahaan itu bisa berkembang pesat dalam waktu singkat. Jules pun demikian. Setelah dia mau membuka hati untuk menerima kehadiran Ben, Jules belajar banyak hal dari pria itu. Bukan hanya soal bisnis, tapi juga pandangan hidup. Berapapun usia kita, terus lah mempelajari hal baru. Dengan belajar, hidup akan lebih berarti dan kita tak akan tumbuh tua menjadi orang yang membosankan karena tahu banyak hal. Kita bisa belajar dari membaca buku, menonton film atau sekedar berbagi pengalaman.

8. Work Smart, Not Work Hard
Masih banyak dari kita yang diperbudak oleh pekerjaan. Sehingga muncul masalah personal yang berdampak tidak baik untuk kehidupan kita sendiri. Hidup ini tak harus dihabiskan dengan bekerja 18 jam sehari. Kita harus sesekali have fun dengan teman-teman dan keluarga atau sekedar meluangkan waktu untuk hobi. Buatlah management waktu agar hidup lebih seimbang. Dan terapkan prinsip mindfulness.


Mungkin bagi yang sudah nonton The Intern sempat berpikir sosok Jules ini boss yang terlihat keren tapi sebenarnya agak nyebelin.  Yaaah... boss kan juga manusia yang tidak sempurna. Tapi coba deh kalau kita jadi boss, belum tentu kita tidak menyebalkan lho. Boss itu bebannya besar, dia mau semuanya berjalan dengan baik. Untuk siapa? Untuk perusahaannya agar bisa gaji kalian-kalian yang bekerja ini.  Dan dalam kehidupan nyata, daripada kita mikirin kelakuan boss yang kadang menyebalkan, lebih baik kita fokus untuk memberikan yang terbaik saja. Cara ini tak hanya bermanfaat untuk menarik perhatian boss tapi juga untuk diri kita sendiri. Mungkin saja dikemudian hari usaha kita ini didengar kolega dari perusahaan lain yang akan mengajak kita bergabung.

Kamis, 21 Juli 2016

Trend Design Digital



Ini adalah tulisan sambungan untuk post sebelumnya. Saya suka bereksperimen dengan berbagai macam design style untuk presentasi. Dan untuk tulisan kali ini adalah hasil pengamatan Saya karena rajin (sering :P) browsing berbagai macam web. Jadi bukan hanya urusan fashion, make up dan hairstyle saja yang punya trend. Design juga ada trendnya. Dan munculnya trend baru dalam design tergolong cepat. Baru bisa bikin design sesuai trend sebelumnya, ga lama kemudian muncul lagi trend baru. Tapi dalam design munculnya trend baru ga akan langsung menghilangkan trend lama. Berbagai macam trend itu dijadikan optional saja. Memang di era digital ini perubahan cepat sekali. Dan kita dipacu untuk semakin kreatif.

Apa saja trend design era digital? Berikut beberapa pengamatan Saya:

1. High Resolution Image
Foto sebagai background dalam visual storytelling masih belum tergantikan. Karena ini design yang paling classic dan everlasting. Trend ini dianggap sebagai pioneer creative design presentation. Dan ini style design yang paling mudah dan cepat. Jika kita tidak mahir motret, ada banyak web penyedia gambar hi-res yang gratis seperti Pexels. Kita hanya perlu bermain dengan font dan pengaturan warna.



 2. Solid Color Background
Design ini juga simple. Jika ingin audience lebih fokus dengan kata atau kalimat, ini design yang paling tepat. Solid color background juga cocok untuk membuat design infografis. Biasanya solid color design dipasangkan dengan flat design. Flat design ini hanya bisa dibuat oleh design graphic profesional, bukan yang amatiran seperti Saya. Hehe. Sempat juga color background ini dimodifikasi dengan dibuat gradient. Tapi sepertinya tidak bertahan terlalu lama. Dibawah ini adalah trend warna yang biasa digunakan untuk design digital. Saya sertakan pula contoh Flat design dan color gradient design.

Pantone color dari longdistanceloving.net , Flat design dari shutterstock, Gradient color koleksi pribadi.

3.  Watercolor
Ini adalah salah satu trend yang sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Saya membuat design watercolor karena terinspirasi dari layout design beberapa beauty dan lifestyle blogger. Trend ini masih booming mungkin karena sekarang juga sedang musim belajar membuat sketch atau watercolor. Sebenarnya watercolor style memang mirip dengan handwriting style. Ini adalah design favorite Saya karena terlihat lembut dan girlie. Watercolor biasanya dipasangkan dengan warna-warna pastel atau gold metalic. Tapi belakangan juga sudah ada yang membuat dengan color gradient.


 4. Longscrolling
Saat ini hampir semua orang mengakses web dari handphone, maka muncul yang namanya User Interface Design (UI). Mungkin dari sini muncul trend membuat longscrolling image. Saya membuat longscrolling image terinspirasi dari Pinterest. Karena cukup banyak artikel-artikel web yang membuat longscrolling image agar bisa di-pin ke Pinterest. Longscrolling design bisa dipakai untuk menjelaskan infrographis yang panjang. Ukuran ideal untuk membuat longscrolling image adalah 1:3,5.

Gambar dari salah satu tulisan di blog Saya. Baca disini


5. Geometric
Ini adalah design terbaru dan diramalkan akan menjadi trend untuk kalangan graphic designer. Saya sendiri belum pernah coba. Kayaknya ini agak susah deh.

Gambar dari twitter Sundace Film Festival.



Digital dan kreatifitas memang tidak bisa dipisahkan. Kira-kira untuk kedepannya, design yang akan booming seperti apa ya?


Selasa, 19 Juli 2016

Visual Storytelling Cara Baru Presentasi


Sejak tahun 2015, Saya mempelajari bagaimana membuat slide presentasi yang sesuai trend era digital. Lama-lama Saya jadi kerajingan. Semua keperluan presentasi atau marketing Saya buat dengan mengandalkan kekuatan visual. Bahkan Saya juga men-mendesign newsletter kantor lho. Setelah resign, Saya sempat berencana menjual konsep film. Saya buat ulang design presentasinya dengan konsep yang lebih visual.  Saya bukan designer profesional. Semua yang Saya buat hanya mengandalkan microsoft powerpoint dan publisher. Namun membuat design presentasi bukan hanya soal kemahiran design, tapi juga pemahaman isi konten apa yang mau disampaikan. 

Awal 2016, Saya mendapatkan klien pertama Saya dari salah satu PH terbesar di Indonesia. Saya diminta membuatkan design presentasi untuk konsep film mereka. Sejak saat itu, Saya menerima membuatkan design presentasi terutama untuk konsep film, jika ada waktu luang. Ya lumayan lah daripada Saya menghabiskan waktu Saya 10 jam hanya untuk nonton Utaraan dilanjut D'Academy :P.

Membuat design presentasi itu ada tips dan triknya supaya tampilannya dapat memukau audience. Namanya saja visual storytelling, pastinya harus memanjakan mata. Sama kayak bikin film. Coba bayangin kalo kamu nonton film tapi gambarnya ga dinamis, pasti kamu bakal keluar sebelum filmnya habis kan? 
Apa saja tips dan trick membuat visual presentation?

1. Tentukan Tema
Apa tema konten yang akan kamu sampaikan? Kalau bikin presentasi film, Saya menyesuaikan genre filmnya untuk membuat 'template'. Tentunya tampilan presentasi film komedi akan berbeda dengan presentasi untuk film drama religi. Siapkan semua materi dan data yang ingin ditampilkan dalam slide presentasi.

2. Foto atau Gambar
Ini adalah element terpenting dalam design presentasi. Fungsi foto atau gambar adalah untuk membangun emosi audience. Saya biasanya mengambil gambar dari Pexels. Kalau lagi niat banget, Saya suka bikin foto sendiri. Makanya Saya sering peka melihat keadaan sekeliling. Barangkali ada objek menarik yang bisa difoto. Lumayan jadi punya stock photo sendiri.



3. Font Yang Tepat
Font untuk layar beda dengan font untuk dokumen. Font untuk layar lebih baik gunakan jenis San Serif. Sifat font san serif lebih tegas daripada font serif. Karena layar sudah mengandung pixel dan pantulan cahaya, maka pilihlah font yang nyaman dilihat dilayar. Saya jarang sekali menggunakan font bawaan dari microsoft. Biasanya Saya download dari Dafont. Saya hanya menggunakan stylish font untuk cover dan itupun harus masih bisa dibaca, bukan untuk dipakai di body text.

  

4. Perhatikan Color Palette
Agar warna antara slide satu dan lainnya sepadan, perhatikan color palette. Jika perlu, atur juga kontras warna pada foto yang digunakan. Saya menggunakan online tools ini untuk mendapatkan color palette yang tepat. Nanti kita bisa bermain-main dengan warna yang kodenya telah disediakan. Jangan kaget kalau dapat warna baru ;) Dengan color palette tampilan slide akan lebih harmonis.

 

 5. Slide Is Not A Document
Seperti yang sudah dijelaskan point ke-3, slide itu berbeda dengan dokumen. Tujuan dari presentasi adalah membuat audience menyaksikan bukan membaca. Jika presentasi power point pada umumnya terlalu banyak text disetiap slide nya, saat ini sudah bukan jamannya lagi. Hindari bullet dan nomor-nomor yang membosankan itu. Gunakan kreatifitasmu. Buatlah hanya point-point penting.
Lagipula jika semua dijabarkan di slide, apa yang mau dipresentasikan lagi?


6. Simple
Keep it simple and clean.  Saat blog walking saja kita lebih suka melihat blog yang tampilannya simple dan ga berat dibuka. Begitu pula jika membuat presentasi. Jangan terlalu banyak memasang foto dalam satu slide dan jenis font yang berbeda. Ingat, The Power of 3. Cukup gunakan 3 warna dan font yang berbeda. Jika ingin memasang beberapa foto dalam satu slide, gunakan grid agar tampilan lebih rapi dan presisi. Jika ingin memakai lebih banyak warna, pastikan tidak lebih dari 5 warna. But 3 is the best.


7. Konsisten
Pastikan semua element-element diatas konsisten pada semua slide. Untuk contoh bisa dilihat gambar untuk point ke-6. Saya konsisten memakai font dan warna.


Dalam membuat visual presentasi, jangan terpaku sama template bawaan power point. Daripada download template baru, lebih baik investasikan kuota internet kamu untuk download foto dan clipart yang bagus.
Untuk referensi design, Saya biasanya lihat dari majalah atau tampilan web versi mobile. Karena banyak sekali design-design yang eye-catching dan modern. Untuk tools tambahan, Saya pakai Picsart di handphone dan Photoscape di laptop. Jadi harus rajin-rajin transfer file via Bluetooth juga. Jadi bikin visual presentation bukan soal harus pakai laptop paling canggih, tapi soal kreatifitas.

Namun yang terpenting saat presentasi adalah storytelling kita kepada audience. Percuma saja jika design slide sudah bagus tapi kita gagap saat tampil.

Kalau ada yang mau kasih kerjaan design proposal, boleh lho dioper-oper ke Saya ;). Ini beberapa design yang sudah Saya buat. Ada body text yang Saya tutup karena confidential. Sekali lagi, Saya bukan designer profesional dan Saya juga masih pakai window 7. Kalau buat design yang simple kayak dibawah ini, masih bisa kok :)








Rabu, 13 Juli 2016

Cantik Dari Hati



 Setiap manusia yang terlahir kedunia ini diharapkan untuk menjadi kholifah di muka bumi. Artinya setiap manusia wajib menjadi pribadi yang baik. Seorang manusia yang memiliki kebaikan hati akan terpancar dari setiap perkataan dan perbuatannya. Dan kehadiran orang-orang ini begitu mempesona siapapun yang berada didekatnya.

Wanita diberi anugrah sebagai mahkuk ciptaan Tuhan yang paling indah. Seiring berjalannya waktu, definisi kecantikan seorang wanita tidak ada yang mutlak. Setiap manusia memiliki definisi sendiri seperti apa wanita cantik itu. Apakah wanita yang berambut pirang atau hitam? Apakah wanita yang memakai sepatu hak tinggi atau tampil gaya dengan sneakers? Seringkali kita menilai kecantikan seorang wanita itu dari fisik dan apa yang dia pakai. Tapi wanita yang memiliki kecantikan dari hati sudah pasti cantik menurut semua orang. Cantik dari hati memancarkan energi positif dan menarik energi positif kedalam dirinya. Seorang wanita yang cantik dari hati mampu memberikan inspirasi bagi lingkungannya. Bagaimana kah cantik dari hati dapat terpancar? Berikut 4 B yang bisa kamu contoh:

1. Berpikir Positif
"Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi"-The Secret. Pikiran positif pasti akan menghasilkan perilaku dan ucapan yang baik. Dengan berpikir positif, kita akan tumbuh menjadi pribadi yang tenang dan optimis. Orang yang berpikir positif selalu mensyukuri apa yang dimiliki dan terjadi dalam hidupnya. Itu sebabnya mereka terlihat bahagia.

2. Berbagi
 Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Ada banyak cara untuk berbagi. Bisa dengan memberi saran, menjadi donatur atau aktif dalam kegiatan sosial. Berbagi bisa membuat hidup kita lebih berarti. Jika kita bisa mengulurkan tangan untuk orang lain, artinya diri kita bermanfaat.

3. Belajar Hal Baru
Jaman yang terus berubah menuntut kita untuk selalu up to date. Dengan terus belajar, kita meningkatkan kualitas diri, baik untuk profesional maupun dalam kehidupan sosial. Banyak sekali hal yang bisa dipelajari. Apalagi saat ini sudah banyak fasilitas yang memudahkan kita untuk belajar dan mencari referensi. Bahkan untuk seorang ibu rumah tangga pun harus terus belajar hal baru. Hal ini diperlukan untuk membentuk karakter keluarga yang berkualitas. 

Body is just casing. But personality is everything

4. Berhias 
Berpenampilan menarik tak harus mahal dan ribet. Kenali kelebihan dan kekurangan diri. Berhias tak perlu berlebihan yang penting terlihat segar. Dengan tampilan yang tepat, diri kita akan terlihat lebih menarik. Ada banyak panduan yang bisa dipelajari baik dari blog atau youtube. Saya mengandalkan lipstik dari Wardah untuk menunjang penampilan. 
 

*Review Wardah Exclusive Lipstick dan Wardah Matte Lipstick




Saya suka sekali dengan campaign #CantikDariHati yang dibuat Wardah. Pesan yang disampaikan lewat TVC versi Cantik Dari Hati sangat bagus. Mengingatkan kita untuk tidak hanya peduli dengan diri sendiri tapi juga dengan orang lain. Wardah menjadi salah satu brand kecantikan yang kemajuannya sangat pesat beberapa tahun ini. Strategi marketing Wardah memang massive, hampir semua media (tv atau cetak) pasti ada promo Wardah.  Tak cukup hanya strategi marketing yang bagus, kualitas Wardah sebagai brand lokal juga sangat bagus.



 Tulisan ini Saya buat untuk disertakan dalam lomba Blog Writing yang diadakan oleh Wardah. Saya juga ingin menginspirasi pembaca tulisan ini agar lebih percaya diri memancarkan kecantikan hatinya. 



Selasa, 12 Juli 2016

Keramas Pakai Sabun Dove Batangan


Selamat Idul Fitri. Mohon nafkah lahir batin. #eh

Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin. Minggu ini sepertinya masih banyak yang belum mulai aktif kerja. Apalagi yang kerja di industri kreatif, minggu depan baru aktif. Enak sih libur panjang, lebih enak kalo punya budget cukup buat liburan. Hehehe....

Kali ini Saya mau review Dove Beauty Bar a.k.a Dove sabun batangan. (Bytheway, sabun bukan sih?). Judulnya sensasional banget ya sama kayak judul artikel-artikel dotcom. Gapapa, biar banyak yang penasaran trus nge-klik. Lumayan buat naikin traffic reader. :P. Saya sudah mengenal dan pernah mencoba Dove Beauty Bar sejak pertama kali keluar waktu Saya masih SMP sekitar tahun 2000-an awal. Pada waktu itu Dove meng-klaim mengandung 1/4 moisturizer dan diperkenalkan sebagai sabun muka. Dan memang setelah pemakaian pertama kulit wajah terasa sangat halus. Fast forward kita ke tahun 2016...

Belakangan cuaca Jakarta lagi panas pengap. Saya jadi males pakai EVOO untuk perawatan tubuh sehari-hari. Rasanya sumuk gitu. Panas-panas pakai minyak. Bawaannya gerah dan lengket seharian. Hasilnya kulit Saya jadi kering dan ga enak. Saya memikirkan solusinya adalah ganti sabun mandi yang mampu melembabkan kulit dengan sangat baik. Tapi sabun-sabun seperti itu biasanya harganya lumayan mahal. Sedangkan tahun ini Saya lagi pengiritan. Nah, teringatlah dengan Dove Beauty Bar ini. Tanpa pikir lama-lama, Saya langsung meluncur ke supermarket dan beli 1 seharga +/- Rp 7.000,- . Setelah pemakaian pertama, kulit Saya belum terlalu lembab tapi merasa lebih baik dari sebelumnya. Sensasinya ga seperti pertama kali coba Dove jaman dulu. Karena mengandung banyak moisturizer, Dove Beauty Bar ini busanya sangat lembut dan tidak meninggalkan kesan kesat dikulit setelah mandi. Makanya tidak membuat kulit kering. Setelah beberapa hari pemakaian, kulit Saya sudah kembali sehat. Yay!

Masuk bulan puasa kemarin, udara Jakarta agak sejuk karena intesitas hujan yang cukup sering. Akhirnya Saya kembali melakukan perawatan dengan Evoo from head to toe. Hasilnya bisa ditebak.

Evoo + Dove Beauty Bar = Kulit ekstra sehat dan lembab

Perawatan tubuh adalah salah satu cara untuk membuat suasana hati jadi bagus. Bikin kita merasa cantik dan terawat. Percobaan Saya dengan Dove Beauty Bar juga Saya lakukan untuk keramas. Serius? Keramas pake sabun batangan? YES!! Sejak 2015, Saya sudah tidak menggunakan shampoo lagi untuk keramas dan menggantinya dengan Baking Soda. Suatu hari Saya kehabisan baking soda. Sedangkan rambut sudah telanjur pakai Evoo. Akhirnya Saya nekat keramas pakai Dove Beauty Bar. Awalnya sedikit ragu. Tapi kan Dove ini bisa untuk muka juga, pasti bisa buat rambut lah. (Hahaha ilmu sotoy). Cara pemakaiannya Saya usapkan Dove langsung ke rambut lalu keramas seperti biasa. Dan.... Voila!! Hasilnya Saya suka sekali. Walau Dove menghasilkan sedikit busa, tapi tidak membuat tekstur rambut Saya selicin kalau keramas dengan shampo. Dove juga mampu membersihkan Evoo di rambut Saya walau hanya 1 kali keramas. Kulit kepala juga tidak terasa gatal walau belum keramas 2 hari, tidak seperti kalau keramas dengan shampo. Ini hasilnya setelah 2 hari keramas:


Kenapa ga keramas pakai shampo Dove aja? Pertama, Saya ga suka wanginya yang terlalu menyengat dan ga fresh. Kedua, rambut Saya ga cocok pakai shampo Dove.

Apakah Dove body shower juga memiliki hasil yang bagus untuk kulit? Ga tau, belum pernah coba.

Tapi Dove Beauty Bar sudah cukup untuk Saya sebagai produk perawatan all in one. Karena Saya ga suka pakai banyak produk untuk perawatan. Untuk muka, badan dan rambut satu batang itu, apa ga takut terkontaminasi kuman? Aduh.... Saya orangnya ga seribet itu. Lagipula kuman ada dimana-mana, kok. Takut amat sih sama kuman. Paling Saya simpan di wadah khusus aja. Dan kalau untuk traveling, Dove Beauty Bar ini sangat praktis. Saya juga mau coba bikin versi cairnya. Biar lebih praktis lagi. Nanti lain waktu Saya post lagi untuk DIY Dove Shower Cream. :)