Selasa, 19 Juli 2016

Visual Storytelling Cara Baru Presentasi


Sejak tahun 2015, Saya mempelajari bagaimana membuat slide presentasi yang sesuai trend era digital. Lama-lama Saya jadi kerajingan. Semua keperluan presentasi atau marketing Saya buat dengan mengandalkan kekuatan visual. Bahkan Saya juga men-mendesign newsletter kantor lho. Setelah resign, Saya sempat berencana menjual konsep film. Saya buat ulang design presentasinya dengan konsep yang lebih visual.  Saya bukan designer profesional. Semua yang Saya buat hanya mengandalkan microsoft powerpoint dan publisher. Namun membuat design presentasi bukan hanya soal kemahiran design, tapi juga pemahaman isi konten apa yang mau disampaikan. 

Awal 2016, Saya mendapatkan klien pertama Saya dari salah satu PH terbesar di Indonesia. Saya diminta membuatkan design presentasi untuk konsep film mereka. Sejak saat itu, Saya menerima membuatkan design presentasi terutama untuk konsep film, jika ada waktu luang. Ya lumayan lah daripada Saya menghabiskan waktu Saya 10 jam hanya untuk nonton Utaraan dilanjut D'Academy :P.

Membuat design presentasi itu ada tips dan triknya supaya tampilannya dapat memukau audience. Namanya saja visual storytelling, pastinya harus memanjakan mata. Sama kayak bikin film. Coba bayangin kalo kamu nonton film tapi gambarnya ga dinamis, pasti kamu bakal keluar sebelum filmnya habis kan? 
Apa saja tips dan trick membuat visual presentation?

1. Tentukan Tema
Apa tema konten yang akan kamu sampaikan? Kalau bikin presentasi film, Saya menyesuaikan genre filmnya untuk membuat 'template'. Tentunya tampilan presentasi film komedi akan berbeda dengan presentasi untuk film drama religi. Siapkan semua materi dan data yang ingin ditampilkan dalam slide presentasi.

2. Foto atau Gambar
Ini adalah element terpenting dalam design presentasi. Fungsi foto atau gambar adalah untuk membangun emosi audience. Saya biasanya mengambil gambar dari Pexels. Kalau lagi niat banget, Saya suka bikin foto sendiri. Makanya Saya sering peka melihat keadaan sekeliling. Barangkali ada objek menarik yang bisa difoto. Lumayan jadi punya stock photo sendiri.



3. Font Yang Tepat
Font untuk layar beda dengan font untuk dokumen. Font untuk layar lebih baik gunakan jenis San Serif. Sifat font san serif lebih tegas daripada font serif. Karena layar sudah mengandung pixel dan pantulan cahaya, maka pilihlah font yang nyaman dilihat dilayar. Saya jarang sekali menggunakan font bawaan dari microsoft. Biasanya Saya download dari Dafont. Saya hanya menggunakan stylish font untuk cover dan itupun harus masih bisa dibaca, bukan untuk dipakai di body text.

  

4. Perhatikan Color Palette
Agar warna antara slide satu dan lainnya sepadan, perhatikan color palette. Jika perlu, atur juga kontras warna pada foto yang digunakan. Saya menggunakan online tools ini untuk mendapatkan color palette yang tepat. Nanti kita bisa bermain-main dengan warna yang kodenya telah disediakan. Jangan kaget kalau dapat warna baru ;) Dengan color palette tampilan slide akan lebih harmonis.

 

 5. Slide Is Not A Document
Seperti yang sudah dijelaskan point ke-3, slide itu berbeda dengan dokumen. Tujuan dari presentasi adalah membuat audience menyaksikan bukan membaca. Jika presentasi power point pada umumnya terlalu banyak text disetiap slide nya, saat ini sudah bukan jamannya lagi. Hindari bullet dan nomor-nomor yang membosankan itu. Gunakan kreatifitasmu. Buatlah hanya point-point penting.
Lagipula jika semua dijabarkan di slide, apa yang mau dipresentasikan lagi?


6. Simple
Keep it simple and clean.  Saat blog walking saja kita lebih suka melihat blog yang tampilannya simple dan ga berat dibuka. Begitu pula jika membuat presentasi. Jangan terlalu banyak memasang foto dalam satu slide dan jenis font yang berbeda. Ingat, The Power of 3. Cukup gunakan 3 warna dan font yang berbeda. Jika ingin memasang beberapa foto dalam satu slide, gunakan grid agar tampilan lebih rapi dan presisi. Jika ingin memakai lebih banyak warna, pastikan tidak lebih dari 5 warna. But 3 is the best.


7. Konsisten
Pastikan semua element-element diatas konsisten pada semua slide. Untuk contoh bisa dilihat gambar untuk point ke-6. Saya konsisten memakai font dan warna.


Dalam membuat visual presentasi, jangan terpaku sama template bawaan power point. Daripada download template baru, lebih baik investasikan kuota internet kamu untuk download foto dan clipart yang bagus.
Untuk referensi design, Saya biasanya lihat dari majalah atau tampilan web versi mobile. Karena banyak sekali design-design yang eye-catching dan modern. Untuk tools tambahan, Saya pakai Picsart di handphone dan Photoscape di laptop. Jadi harus rajin-rajin transfer file via Bluetooth juga. Jadi bikin visual presentation bukan soal harus pakai laptop paling canggih, tapi soal kreatifitas.

Namun yang terpenting saat presentasi adalah storytelling kita kepada audience. Percuma saja jika design slide sudah bagus tapi kita gagap saat tampil.

Kalau ada yang mau kasih kerjaan design proposal, boleh lho dioper-oper ke Saya ;). Ini beberapa design yang sudah Saya buat. Ada body text yang Saya tutup karena confidential. Sekali lagi, Saya bukan designer profesional dan Saya juga masih pakai window 7. Kalau buat design yang simple kayak dibawah ini, masih bisa kok :)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar