Selasa, 30 Agustus 2016

Lebih Fokus Dengan Mindfulness





Sepertinya masih banyak blog Indonesia yang belum membahas hal-hal spritual dan self improvement. Saya sendiri banyak baca tentang artikel spiritual dari blog atau web luar negeri. Padahal bacaan-bacaan  seperti ini perlu lho untuk mengembangkan pribadi yang lebih baik dan tenang. Menurut Saya saat ini darurat people mindset development. Makanya banyak banget kan kalau kita lihat di social media orang-orang yang masih berpikir sempit.

Saya mulai tertarik tentang spiritual sejak baca buku The Secret. Spiritual itu cangkupannya luas sekali. Intinya bagaimana agar kita bisa bahagia dan tenang dengan menyelaraskan diri kita dengan alam. Di blog ini Saya juga sudah cukup banyak menulis tentang spiritual dan self improvement. Kali ini Saya mau menulis tentang Mindfulness.

Apa sih Mindfulness itu? Yaitu suatu keadaan diri yang fokus pada keadaan saat ini berupa rasa dan pikiran. Saat ini banyak sekali Saya lihat orang yang tidak mindful. Mereka merasa bisa multitasking yang menyebabkan mereka tidak terorganisir dan tidak fokus sehingga hasilnya kurang maksimal. Mereka kurang peka dengan keadaan saat ini. Misalnya makan sambil menyelesaikan pekerjaan atau mengobrol sambil main handphone.

Beberapa waktu lalu Saya menyaksikan sendiri teman Saya yang tidak mindful. Saat dia sedang minum kopi, tiba-tiba dia beranjak untuk mengerjakan sesuatu. Belum beres, langsung mengerjakan hal lain. Lalu duduk lagi. Jujur saja Saya yang melihatnya gatal untuk menahan dia agar bisa duduk dulu dengan tenang sambil menikmati kopinya. Akhirnya benar saja. Karena kurang fokus, ada saja hal yang terlewatkan. Yah... Teman Saya ini salah satu contoh orang yang belum paham apa itu mindfulness. Bagi Saya mindfulness adalah salah satu bentuk meditasi. Oleh sebab itu kenapa mindfulness sangat penting dilakukan agar diri kita bisa bahagia dan tenang.

Saya sendiri punya morning routine sebagai salah satu latihan untuk mindfulness. Agar bisa mindful, Saya bikin jadwal kegiatan sehingga bisa hidup lebih teratur tanpa harus diatur oleh kesibukkan-kesibukkan. Saya menetapkan skala prioritas mana yang harus dikerjakan lebih dulu. Mindfulness juga melatih kita agar lebih disiplin. Itulah kenapa orang-orang sukses selalu menerapkan mindfulness karena mereka selalu fokus sehingga mereka bisa lebih produktif.

Manfaat mindfulness selain untuk meredakan stress juga bisa untuk memperbaiki hubungan karena akan membuat kita lebih memerhatikan dan mendengar lawan bicara kita. Suka kesal kan kalau sedang berbicara tapi lawan bicara malah sibuk main handphone atau sambil mengerjakan sesuatu.... Jadi mulai sekarang yuk biasakan untuk mindful. Nikmati kopimu dipagi hari, rasakan hangatnya mengalir dari lidah ke kerongkongan. Fokus menyelesaikan pekerjaan satu persatu sesuai skala prioritas. Dengarkan lawan bicaramu. Saya ingin bikin tantangan mindfulness untuk 7 hari. Rasakan bedanya :)


Rabu, 17 Agustus 2016

Berkah Kemerdekaan



Hari ini Indonesia merayakan kemerdekaan yang ke 71. Sudah cukup tua. Bagi yang lahir sebelum tahun 2000, kita adalah saksi sejarah. Begitu banyak perubahan yang sudah terjadi selama 71 tahun ini. Kita beruntung karena sempat merasakan dipimpin 6 Presiden yang berbeda. Bahkan diantara kita sempat menjadi aktivis. Semua Presiden yang pernah memimpin pasti bekerja untuk Indonesia yang lebih baik. Hari ini, kita evaluasi sejenak. Apakah Indonesia sudah lebih baik? Ya! Sangat! Walau belum sempurna. Dan ini adalah berkat pribadi warga Indonesia yang semakin hari semakin baik. Kita tak gentar menghadapi persaingan. Negara kita ini besar dan kompleks. Dan kita harus membantu pemerintah (walau kadang pemerintah ga membantu) untuk meratakan kesejahteraan penduduk di seluruh Indonesia dengan menggunakan kemampuan yang kita miliki.

Beberapa hari ini Saya berpikir. Apa sih berkah Tuhan yang paling penting untuk kita? Apakah uang? Ketenaran? Keluarga? Kesehatan? Akhirnya Saya mampu merangkum semua ini menjadi satu kata, yaitu Kemerdekaan. Menjadi pribadi yang merdeka adalah rezeki yang tiada tandingannya. Kita bisa melakukan apapun yang kita mau dan mengambil keputusan berdasarkan kata hati. Kemerdekaan mahal harganya. Coba bayangkan orang yang sedang berada dibalik jeruji. Mereka tidak bisa kemana-mana. Makan seadanya. Tak bisa bebas berkegiatan seperti banyak orang.

Saya pernah mengalami kemerdekaan Saya direnggut. Rasanya sangat sangat menyedihkan. Setiap hari ketakutan. Tak boleh ini itu. Saya tidak tahu salah apa. Jadi penjajah itu bukan hanya orang yang mengokang senjata seperti yang kita lihat di film-film perang. Penjajah adalah orang yang dengan sengaja merampas kemerdekaan seseorang karena ingin menguasai hak milik. Jadi setiap Saya merasa sedih, Saya ingat-ingat kembali fase hidup Saya disaat itu. Sungguh keadaan kali ini jauh lebih baik karena Saya sudah merdeka. Saya bebas melakukan apapun yang Saya mau. Bebas memilih pekerjaan. Bebas untuk memilih seorang kekasih bahkan bebas memilih jalan hidup Saya sendiri tanpa diatur siapapun.

Kemerdekaan adalah kebahagiaan. Dan itu pantas untuk diperjuangkan. Jadi perjuangan kemerdekaan tidak hanya dilakukan pada masa penjajahan dan oleh para pahlawan. Tapi harus terus dilakukan dan jadilah pahlawan paling tidak untuk diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, kita harus membuat diri kita kuat dulu. Salam merdeka!

Selasa, 09 Agustus 2016

Kenapa Punya Blog?



Sekarang ini banyak banget orang yang jadi terkenal karena blog. Dan sebutan blogger menjadi hype bahkan profesi. Saya sendiri mulai nge-blog sejak SMA sekitar tahun 2005-an. Saat itu blog tampilannya belum se-visual blog-blog masa kini. Diwaktu itu blog hanya berupa rangkaian kalimat. Jika ada yang memasang foto, fotonya pun tidak sekeren blog-blog saat ini. Ah.... Rindu rasanya membaca sebuah blog seperti itu. Dan pada saat itu sepertinya para blogger tidak terlalu peduli pada traffic visitors. Kalau sekarang para blogger seperti berlomba-lomba mendapat banyak visitors agar bisa dapat pemasukkan tambahan dari brand yang meng-endorse mereka. Sebutannya pun bermacam-macam, ada beauty blogger, lifestyle blogger, traveling blogger, dan masih banyak lagi.

Lalu, penting ga sih punya blog? Ya.... Tergantung. Saya tidak bisa menjawab penting atau tidak. Karena tak banyak orang yang bisa membuat konten blog yang menarik dan konsisten untuk nulis di blog. Saya mau berbagi 3 alasan paling dasar kenapa sih sebaiknya kita punya blog di era digital ini berdasarkan pendapat pribadi.

1. Menulis Itu Abadi
Sebenarnya bukan hanya menulis tapi berkarya akan membuat nama kita lebih panjang dari umur kita. Dan menulis adalah cara berkarya yang paling mudah dan murah. Karena menulis adalah skill dasar manusia. Apalagi di era digital saat ini, sangat mudah untuk meninggalkan rekam jejak tulisan kita. Dengan membuat blog, kita bisa berbagi informasi dan ilmu kepada banyak orang. Dan ini adalah kebiasaan yang bagus. Tahu gak kenapa bangsa Indonesia tidak banyak memiliki bukti sejarah? Karena bangsa kita tidak dibiasakan menulis, tidak seperti bangsa lainnya. Ditambah dengan sistem pengarsippan yang buruk. Seperti yang terjadi pada arsip film Indonesia jaman dulu. Untung saja ada yang berinisiatif untuk merestorasi film-film Indonesia tanpa bantuan pemerintah agar generasi selanjutnya tidak kehilangan bukti sejarah. Dengan membuat blog, kita seperti punya arsip digital yang bisa diakses dimanapun dan kapanpun. Jangan lagi diulangi kesalahan para pendahulu kita yang tak punya rekam jejak.

2. Portofolio
Dengan memiliki blog, kita punya portofolio yang mudah diakses. Selain itu kita jadi punya nilai kreditbilitas yang tentunya sangat baik untuk dunia profesional. Di blog ini, Saya pasang link film Saya jika ada yang mau menontonnya, jika ingin melihat hasil foto Saya cukup klik link instagram Saya atau tinggal klik label "Portofolio" untuk beberapa tulisan Saya yang dimuat dimedia. Bahkan konten blog ini juga portofolio untuk Saya, dimana tak hanya tulisan, tapi juga beberapa gambar infographic yang Saya buat sebagai element pelengkap konten. Dinda, salah satu ilustrator muda, sering dapat client keren karena dia memasang beberapa karyanya di blog.

3. Milestone
Seperti yang Saya bilang diatas. Blog adalah rekam jejak kita. Kita bisa membaca isi pikiran kita dimasa lalu hanya tinggal klik. Waktu pertama kali nge-blog, tulisan Saya masih berantakkan, ga jelas apa yang mau disampaikan. Makanya cukup banyak post-post awal untuk blog ini yang Saya hapus. Dan gaya penulisan Saya saat ini juga sudah berubah dibandingkan 3 tahun yang lalu. Walaupun bertujuan untuk meninggalkan rekam jejak, sebaiknya pilih-pilih topik yang mau disampaikan, lebih pantas ditulis dalam diary atau di blog. Karena mengikuti perkembangan jaman, sekarang kalau mau posting blog juga Saya sertakan foto. Kalau dulu kan cuma berupa text saja.


Jika ada yang bilang blog bisa dijadikan sumber penghasilan, ya silahkan saja. Kalau Saya sendiri tidak terlalu berambisi untuk hal itu makanya Saya belum monetize blog ini. Saya mau konten di blog ini bersifat organic. Saya tak terlalu peduli dengan SEO method, Alexa Rank dan sebagainya. Karena tujuan Saya menulis blog hanya ingin berbagi. Jika Saya bisa menghasilkan uang dari blog ini, Saya anggap itu bonus saja.

 

Sabtu, 06 Agustus 2016

Pale Pink Lipstick Hack


Rezeki itu bentuknya banyak banget. Salah satunya dikasih lipstick sama sahabat Saya, Chevy, yang lagi pulang ke Jakarta. Sahabat Saya ini sekarang tinggal di Los Angles karena ingin mengembangkan karir dan ikut suaminya di Amerika sana. Hari Kamis lalu kita makan siang di Remboelan PIM Street Gallery. Senang banget bisa kumpul-kumpul sambil kangen-kangenan. Kita sempat-sempatin ketemuan sebelum kita sibuk sama kerjaan yang sudah menanti dibulan ini. Nah Chevy kasih Saya oleh-oleh lipstick Make Up For Ever Rouge Artist Intense #51. Emang Chevy tuh seneng banget kasih Saya lipstick. Dia seperti supplier lipstick Saya. Langsung kepikiran untuk Saya review sekalian. Lumayan buat nambah-nambahin bahan postingan blog, kaan... Hihihi.

Pas coba MUFE Rouge Artist Intense #51 ini, Saya agak kecewa sama warnanya yang ga cocok untuk Saya. Karena kulit Saya yang berwarna olive dan bibir Saya yang gelap, ga cocok kalau pakai lipstick pale pink gini. Tapi masa lipsticknya mau dibuang atau dikasih orang? Sayang banget. Lagipula dari kecil Saya dibiasakan jangan buang-buang pemberian dari orang. Sebisa mungkin akan tetap Saya pakai karena Saya ingin menghormati dan berterima kasih pada pemberinya.




Tuh, kan. Saya kayak abis ciuman sama tembok. Jatuhnya jadi cenderung putih di bibir Saya. Saya aja serem ngeliatnya. Mungkin kalau untuk pemotretan atau pesta kostum, lipstick ini bisa dipakai. Memang sih MUFE Rouge Artist Intense #51 ini kurang cocok dipakai untuk warna kulit orang Indonesia. Lalu Saya bereksperimen dengan beberapa warna lipstick yang Saya punya. Yaiyalah! Boong banget hari gini cuma punya 1 lipstick :P. Pertama, Saya coba campurkan dengan lipstick Wardah Golden Coral. Hasilnya dibawah ini:


Saya suka sama hasilnya. Memang warnanya tetap nude. Tapi sedikit lebih pink. Dan cukup cocok untuk kulit Saya. Sebenarnya Saya kurang suka lipstick warna nude karena kelihatan kurang fresh. Makanya Saya suka gemas lihat lipsticknya Jlo yang hampir selalu pucat.

Eksperimen kedua, Saya coba campur MUFE ini dengan MAC Cremesheen Brave Red.



Hasilnya jadseperti ini:


Warnanya ga beda jauh sama warna asli Wardah Golden Coral, warna yang biasa Saya pakai untuk sehari-hari. Nothing special sih.

Jadi dari kedua eksperimen, favorite Saya adalah eksperimen dengan Wardah Golden Coral. Karena Saya sekali-kali ingin mencoba lipstick nude. Biar ga terlalu monoton saja karena Saya selalu memakai lipstick berwarna pink hangat. Yay! Jadi punya lipstick shade baru deh :))



Menurut Saya jika ingin memakai lipstick berwarna nude, baiknya dikombinasikan dengan riasan mata yang tegas. Bisa dengan permainan eyeliner atau riasan smokey eyes. Jadi wajah terlihat lebih hidup dan segar. Make Up For Ever Rouge Artist Intense ini warnanya memang sangat intense. Teksturnya creamy. Daya tahannya cukup lama dan tidak membuat bibir kering. Wanginya mengingatkan Saya pada lipstick jaman emak kita dulu. Rouge Artist Intense #51 ini juga bisa dipakai untuk melembutkan warna lipstick yang berani. Mungkin untuk yang berkulit cerah atau gelap, akan cocok memakai lipstick ini tanpa campuran warna apapun. Dan untuk yang kulitnya berwarna Olive, bisa dicampur dengan warna-warna coral.

Let's Enjoy Other's Success



Semalam Saya merasa mata Saya berdarah-darah melihat komentar instagram beberapa artis yang terlihat glamour seperti Syahrini atau Awkarin (well, Karin selebgram sih belum jadi seleb beneran). Saya orang yang juga suka barang-barang bagus pasti akan sangat menikmati foto-foto para artis itu. Yang ga habis pikir, kenapa sih banyak orang yang bilang itu pamer, hasil dari kerjaan ga bener dan komen negatif lainnya?

Saya rasa banyak orang yang mengalami mental block. Apa itu mental block? Pola pikir yang menganggap uang, ketenaran dan kesuksesan adalah pemicu sifat buruk. Padahal yang sifatnya buruk, ya orang-orang mental block itu. Ga heran hidup mereka ga maju-maju karena sibuk nyinyirim rezeki orang lain yang lebih sukses dari dia, sedangkan dia sendiri terua menggerutu sepanjang hidupnya karena kesalahannya sendiri.

Semakin kita nyinyirin rezeki orang lain, rezeki kita akan semakin sulit. Makanya hindari deh komen-komen semacam, "Uangnya mending buat nyumbang la la la", " Pake yang murah bisa kali", atau yang lebih parah "Belinya hasil jual diri".

Kita ga pernah tahu lho, bisa jadi orang itu menyumbang diam-diam. Dan menurut Saya, kalau dia mampu ya wajar saja dia beli barang mahal. Masa sudah capek kerja hasilnya ga dinikmati. Atau sesederhana, ya memang Tuhan kasih dia rezeki bagus sekali.

-- How someone spend their money is not my business at all --

Saya ga mau menanamkan dengki dalam hati Saya. Karena penyakit hati yang paling berbahaya adalah dengki. Rasa iri yang berlebihan itu akan mematikan dan merusak hidup kita perlahan-lahan. Sifat dengki adalah dosa yang tidak terlihat.

Belajar lah untuk turut senang atas kesenangan orang lain. Beri selamat dan doa. Ga usah ikut-ikutan selebtwit yang suka nyinyir 😜. Percaya deh nyinyir itu sama sekali ga keren. Jadilah orang yang sweetheart, maka kamu akan terlihat jauh lebih syaaantiiek. ;)


Selasa, 02 Agustus 2016

God Is Good



Ga terasa sudah masuk bulan Agustus. Tahun 2016 tersisa 4 bulan lagi. Waktu cepat banget berlalu yaa... Perasaan baru sebulan lalu nulis wishlist. By the way, apa wishlist kalian untuk tahun ini sudah banyak yang terwujud? Atau belum sama sekali? Kalau Saya sendiri.... Masih proses,kok. Hahahahaha!! Padahal wishlist Saya cuma 3. Tapi memang 3 hal besar yang mungkin bisa merubah hidup Saya. Dan yang bisa Saya lakukan saat ini hanya ikhlas dan pasrah. Saya memang bukan orang yang religius. Sholat kadang masih bolong-bolong. Namun Saya ingin berbagi persepsi Saya tentang Tuhan.

Belakangan ini banyak orang yang mengagung-agungkan agama, tapi tindak tanduk dan perkataannya sangat jauh dengan apa yang diajarkan agama. Agama tidak hanya mengajarkan tentang ibadah kepada Tuhan, tapi juga mengajarkan bagaimana seharusnya manusia bersikap. Ada yang rajin sholat atau ibadah ke gereja, tapi sifatnya selalu pesimis. Seakan tidak percaya akan kebesaran Tuhan. Beragama tapi tidak memiliki iman. Sebenarnya, apa sih iman itu? Iman adalah sebuah kata dari bahasa arab yang artinya percaya. Ya, sederhana sekali, iman itu percaya.

Jika bicara soal Tuhan, kebanyakan orang akan fokus bicara soal pahala dan dosa. Apakah kita segitu pamrihnya beribadah tapi mengharapkan pahala? Apakah Tuhan sangat bergantung pada kita, saat kita malas ibadah kita akan berdosa? Ibadah adalah bentuk komunikasi seorang hamba pada Tuhannya. Dan sesungguhnya kita yang butuh Tuhan sehingga kita harus beribadah. Jika kita memiliki rasa "Percaya" yang besar, Tuhan itu selalu ada untuk kita. Tuhan itu Maha Baik. Tapi sayang sekali masih banyak orang yang berpikiran bahwa Tuhan suka menghukum. Sehingga terkadang kita beribadah karena takut dihukum Tuhan, bukan karena keinginan untuk dekat pada Tuhan. Tuhan sudah memberikan kita banyak nikmat, diantaranya kesehatan, pekerjaan, dan kerabat. Jika kita merasa kurang bahagia, mungkin karena kita tidak pandai mensyukuri apa yang sudah kita miliki.

Berdo'a adalah bentuk komunikasi kita kepada Tuhan. Saat berdoa kita mencurahkan segala isi hati, menyampaikan keinginan atau berterima kasih atas segala nikmat. Ada orang yang mengeluh, kenapa do'anya tidak dikabulkan Tuhan? Salah apa? Mungkin saat berdoa dia tidak memiliki keyakinan penuh bahwa Tuhan akan mengabulkan do'anya. Disini kita harus ikhlas dan pasrah menyerahkan urusan pada Tuhan dan biarkan Tuhan bekerja dengan caranya. Tak heran banyak orang yang mendatangi 'orang pintar' atau meminta baca-bacaan tertentu agar keinginannya terkabul. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki "Rasa Percaya". Tuhan mengerti bahasa apapun karena Tuhan itu universal. Tuhan itu satu. Berdoa bisa dilakukan oleh siapapun dan kapan pun.

Tuhan itu Maha Baik. Dia akan memenuhi permintaan kita berdasarkan pikiran dan usaha kita. Maka biasakanlah berpikir positif agar hal baik memenuhi diri kita. Manusia diciptakan untuk memberi kebaikan terhadap sesama. Kita tidak bisa menilai kebaikan seseorang hanya dari pakaian atau frekuensi ibadahnya. Karena "Rasa Percaya" kepada Tuhan akan terpancar dari setiap tindakkan dan ucapannya.