Jumat, 23 September 2016

[Review] A Simple Life By Desi Anwar


Banyak cara untuk menikmati 'Me Time'. Beruntung Saya tinggal sendiri dan masih single jadi punya 'me time' yang lumayan banyak. Biasanya Saya menonton DVD atau membaca buku. Membaca buku bagi Saya memberikan nutrisi untuk otak. Hampir setiap hari sebelum tidur Saya menyempatkan diri untuk membaca buku walau sekedar 2 halaman. Dengan membaca, Saya mendapat inspirasi dan merasa lebih percaya diri jika berhadapan dengan orang lain karena merasa punya cukup pengetahuan sebagai bahan obrolan. Film dan buku adalah 2 hal yang tidak dipisahkan dari Saya. 

Tahun lalu Saya membeli buku "A Simple Life" yang ditulis oleh Desi Anwar. Judulnya yang sederhana, justru membuatnya paling menonjol diantara deretan buku-buku lainnya di toko buku. Kita mengenal Desi Anwar sebagai pembaca berita senior di Indonesia. Saya masih ingat ketika masih kecil, Desi Anwar setiap hari muncul di Seputar Indonesia. Mama Saya juga penggemar beliau karena pembawaanya yang cerdas. Bahkan Mama Saya pernah berpesan, "Nanti kalau sudah besar, Kamu harus pintar seperti dia yah, Nak". Karirnya dibidang jurnalis terus menanjak hingga hari ini dia bertahan di posisi puncak.


A Simple Life berisi 53 catatan tentang bagaimana menikmati hidup dengan cara yang sederhana. Buku ini juga disisipi foto-foto karya Desi Anwar hasil dari perjalanannya keliling dunia. Saat membaca catatan pertama, Saya langsung hanyut karena rasa damai menyelimuti hati dan pikiran. Banyak sekali hal kecil dalam hidup kita yang dapat membuat hidup lebih bahagia. Seperti yang tertulis dibagian "Enjoy A Lie-In", sesekali kita berhak untuk bermalas-malasan ditempat tidur untuk mengisi kembali pikiran dan tenaga yang sudah bekerja keras untuk beberapa waktu. Nikmati waktu istirahat sampai tubuh berkata 'bangun'. Dijamin kita akan merasa lebih segar dari sebelumnya. 

Semua prinsip spiritual seperti Mindfulness dan Gratitude ada di buku ini. Dengan membaca A Simple Life dijamin akan membuat kita kembali menapak bumi setelah berinteraksi dengan hiruk pikuk kehidupan. Cara bertutur Desi Anwar begitu ringan membuat kesan tidak berjarak antara penulis dan pembaca. Walau hampir tidak ditemukan kalimat-kalimat ala pujangga, buku ini tetap berhasil membuat kita jatuh cinta. Salah satu bagian favorit Saya di bab "Carpe Diem". Desi bercerita tentang seorang temannya yang selalu menikmati  hari ini sehingga membuat dia lebih mudah mendapatkan apa yang diinginkan karena tidak pernah mengkhawatirkan masa depan.

Sampai hari ini Saya masih membaca-baca ulang A Simple Life. Saat Saya membutuhkan suntikan semangat baru, Saya langsung ambil buku ini dan membaca bab-bab nya secara acak. Buku ini mengajarkan kita untuk lebih mencintai diri sendiri, menikmati waktu yang ada dan lebih produktif dalam menjalani hari. Tulisan Desi Anwar bagaikan candu. Dia berhasil mentransfer energi positif kepada pembacanya. Hidupnya yang kaya akan pengalaman membuat tulisannya ditunggu orang banyak. Saya pun berniat untuk membeli buku-bukunya yang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar