Rabu, 18 Januari 2017

My Life Full Of Experiment



How' s your 2017 so far? Mine is there are some new challenge a head. Kali ini Saya mau cerita personal yang akan menjadi acuan Saya untuk menjalani 2017 dengan lebih baik dari sebelumnya.

Dari judulnya mungkin terdengar agak bodoh ya. Hidup kok coba-coba. But anyway, kalo kita ga coba kita ga akan tahu dan hidup kita akan mentok disitu aja. Memang ada beberapa orang yang memilih untuk 'santai'. Tapi tidak dengan Saya. Sejak 2011 Saya memutuskan resign dari 21 Cineplex headoffice, disitu percobaan hidup Saya dimulai. Saya ga tau pasti plan Saya apa (which is it very bad example). Pokoknya Saya mencoba cari kerja lewat upaya Saya sendiri. Saya bisa masuk headoffice bioskop terbesar karena latar belakang keluarga Saya. I leave my comfort zone dengan hidup yang stabil (cenderung stagnan) untuk berenang bebas di Samudra Kehidupan.

Saya punya harapan pokoknya begitu lepas dari perusahaan besar, hidup Saya harus jauh lebih baik. Kenyataannya, sangat jauh dari itu. Oke, Saya belum mendapatkannya. A lot of pain, tears and sweat. Di hari-hari berat Saya sepanjang 2016, Saya menyadari semua ini adalah proses perjalanan menuju apa yang Saya inginkan. Saya coba menjalaninya walau 'berdarah-darah'.

So what you gonna do in 2017? Well, honestly, I dont know exactly what I'm doing. I mean, I have plans, now I get some partner for collaboration, but I dont know this is will be success or not. Fokus Saya saat ini hanya menjalankan kesempatan yang ada di depan mata. Yah.... Namanya juga percobaan. Saya percaya setiap tindakan sekecil apapun pasti akan berdampak untuk kedepannya. And... Here I am. Entah ini percobaan yang keberapa kali, Saya mulai dari apa yang ada dulu. Dari investor yang ada walau ga banyak yang bisa dikasih, dari teman-teman seperjuangan yang ada, dari sisa-sisa uang dan tenaga yang ada. Mungkin teman bahkan keluarga Saya akan mengeritkan dahi atas percobaan ini. Mau ga mau Saya harus coba. Lebih baik bokek tapi ada usaha dari pada bokek tapi diam aja. 

Beberapa hari yang lalu Saya sempat merasa ini tanggung jawab yang terlalu besar untuk Saya. Tapi setelah Saya telaah lagi, I'm blessed. Tidak banyak orang diusia Saya yang ga punya ijazah dan gelar bisa mendapat tantangan seperti itu. Dan apa yang Saya alami dan pelajari sepanjang 2016, mungkin untuk menjalankan tantangan baru ini. 
Saya harus mencari client untuk investor Saya supaya ada yang bisa kita kerjakan. Sekarang apa bedanya dengan upaya Saya mendapatkan investor untuk konsep film layar lebar? Cuma beda produk kok.

Saya melakukan ini bukan untuk adu keren. Tapi untuk bertahan hidup. Saya mau setiap orang yang berkolaborasi dan membantu Saya bisa punya kehidupan yang layak supaya bisa membantu orang lain lebih banyak lagi. Hati Saya sedih kalau melihat orang yang hidupnya kurang beruntung. Terakhir Saya lihat bapak tua di bus, pakaian dia sudah tak layak pakai, jahit sana sini dan dia masih mau bekerja sekedar untuk makan. Saya mau apa yang Saya lakukan bisa berdampak besar untuk sesama.


I faced so many rejection. Dari mulai kerjaan karena ga punya ijazah sampai urusan personal karena dianggap kurang keren. Ga mudah. Tapi coba kita lihat sama-sama, Steve Jobs, JK Rowling, Jewel, Stallone, mereka pernah ada dititik terbawah. Dan lihat mereka sekarang. Tidak semua orang bisa mendapat kejayaan karena tidak semua orang kuat mengalami hari-hari yang pahit. 

2017 ini masih cukup panjang. Saya coba jalani semuanya sebaik mungkin, untuk hasil Saya serahkan pada semesta. A new journey just begin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar