Sabtu, 27 Mei 2017

[Freebies] Wardah Intense Matte Lipstick & Lightening Foam

 I love May 2017 so far. Banyak banget hal-hal seru dan manis dibulan ini. I'm so grateful. Terima kasih Tuhan atas segalanya. Bulan ini lagi sibuk banget, meeting hampir setiap hari dan mesti curi-curi waktu untuk fokus duduk depan laptop dan mikir. Kantor Saya sedang fokus untuk membuat digital content. Saat ini kita masih pitching kesana kemari.

Akhir April lalu Saya diundang ke Resonation 2017, women conference pertama di Indonesia dengan menghadirkan Sophia Amoruso sebagai keynote speakersnya. Karena Saya undangan platinum, mereka kasih Saya goodie bag. Diantaranya yang bikin Saya sumringah, Saya dapat lipstick nya Wardah. Walau lagi ngincer yang warnanya nude kecoklatan, Saya cukup senang kok dapet yang warna Retro Red. Selain lipstick, Saya juga dapat sabun muka dari Wardah. Wah... Lumayan yaa... Ada bahan buat nge-review di blog. Hehehe.

1. Wardah Intense Matte Lipstick Retro Red

Untuk lipstick hari-hari, Saya memang sudah lama pakai lipsticknya Wardah. Karena koleksi warnanya yang cocok dengan skin tone dan harganya yang murah dengan kualitas yang bagus. Saya setiap hari pakai matte lipstick Wardah no. 16, Summer Pink. Nah, bedanya matte lipstick dengan yang Saya punya dan yang baru ini apa? Kalau matte lipstick Wardah, teksturnya ga 100% matte, tapi lebih ke creamy. Sedangkan Intense Matte ini totally matte.

Wardah Intense Matte ini kemasannya bulat kecil. Mengingatkan Saya sama lipstick Mirabella. Sayang sekali bentuknya kurang kokoh, bahkan lipstick Saya sudah patah bagian atasnya. Tekstur lipstick ini lembut saat dipulas dibibir. Walau totally matte, lipstick ini ga bikin bibir Saya retak-retak setelah pemakain beberapa jam, tidak seperti saat Saya pakai lipstick lipcream dari Anastasia Beverly Hills. Memang sepertinya Saya kurang cocok pake lipcream. Retro Red ini shade nya cocok banget di skintone Saya. Merahnya ada hint kecoklatan. Dan si Retro Red ini jadi lipstick kesayangan Saya sekarang, apalagi kalau mau keluar rumah sebentar dan lagi males dandan, udah bisa bikin muka kelihatan fresh. Kebetulan Saya udah bosan dengan lipstick merah Saya yang MAC Cremesheen Brave Red. Untuk lipstick merah, Saya lebih cocok pakai yang matte dibanding yang creamy karena bibir Saya sudah tebal.


2. Wardah Lightening Creamy Foam

 

Ini adalah pertama kalinya Saya coba produk Wardah selain make up. Dan... Lagi-lagi Saya jatuh cinta. Sabun muka Wardah ini lembut banget di muka, ga seperti sabun lainnya yang bikin kulit terasa kayak ketarik setelah cuci muka. Selain itu, kemampuan membersihkannya hebat banget. Saya coba untuk cuci muka dengan wajah full make up, setelah itu Saya coba bersihkan dengan Pond's shake and clear, sama sekali ga ada sisa make up. Tapi sabun ini ga bisa membersihkan makeup yang waterproof seperti maskara. Lumayan banget buat ngirit kapas dan cleanser. Hehehehe. 

Tekstur sabun dan busanya lembut creamy gitu dan wanginya lembut menenangkan. Bikin betah sambil mijit-mijit muka. Jempol banget deh untuk Wardah.


Kalau kalian, apa produk favorit dari Wardah? Share yuk disini :)

Senin, 22 Mei 2017

Tukang Ngitung


Sepertinya kutukan Saya itu ada 2. Pertama, susah gemuk (I dont know I should be grateful or...) Kedua, kerjaannya ngitung terus.

Saya memang lulusan SMK jurusan akuntansi. Dimana dulu selama 3 tahun kerjaannya ngitung terus 5 hari dalam 6 hari sekolah. Bahkan kalkulator kebanggaan Saya masih ada dan berfungsi sangat baik sampai sekarang.

I was very excellent at math. Di ijasah nilai matematika selalu 9,75. Almost perfect. I love math. Suka bingung kok banyak orang yang matematikannya jeblok. Apa susahnya sih matematika daripada nebak isi hati gebetan *lha.

Sekarang setelah kerja hampir sepuluh tahun, kerjaannya pasti ngitung. Dulu waktu pertama kerja memang di bagian finance. Sekarang, Saya harus bikin budget buat quotation dan produksi film.

I feel exhausted. Saya ngitung angka-angka yang bukan duit Saya dan.... Ngawang. I mean, duitnya ga akan masuk ke kantong Saya juga (kecuali fee). I do this almost every single day. To be honest, I feel not that good in numbers. Matematika kan beda cerita dan itu sekolah pula. Kalo salah ya dampaknya ga ada apa-apa. Coba sekarang, bisa die.

Well, I paid for this skill. Emang bukan yang terbaik, tp paling tidak banyak orang yang artinya percaya sama Saya uangnya untuk Saya mainin. And I should be grateful for this. Dan Saya rasa ini emang takdir Saya. Walau kerjaannya di industri kreatif, tetap saja Saya harus ngitung.

Moga-moga suatu hari nanti ada yang ngitungin uang Saya deh. 😁