Senin, 22 Mei 2017

Tukang Ngitung


Sepertinya kutukan Saya itu ada 2. Pertama, susah gemuk (I dont know I should be grateful or...) Kedua, kerjaannya ngitung terus.

Saya memang lulusan SMK jurusan akuntansi. Dimana dulu selama 3 tahun kerjaannya ngitung terus 5 hari dalam 6 hari sekolah. Bahkan kalkulator kebanggaan Saya masih ada dan berfungsi sangat baik sampai sekarang.

I was very excellent at math. Di ijasah nilai matematika selalu 9,75. Almost perfect. I love math. Suka bingung kok banyak orang yang matematikannya jeblok. Apa susahnya sih matematika daripada nebak isi hati gebetan *lha.

Sekarang setelah kerja hampir sepuluh tahun, kerjaannya pasti ngitung. Dulu waktu pertama kerja memang di bagian finance. Sekarang, Saya harus bikin budget buat quotation dan produksi film.

I feel exhausted. Saya ngitung angka-angka yang bukan duit Saya dan.... Ngawang. I mean, duitnya ga akan masuk ke kantong Saya juga (kecuali fee). I do this almost every single day. To be honest, I feel not that good in numbers. Matematika kan beda cerita dan itu sekolah pula. Kalo salah ya dampaknya ga ada apa-apa. Coba sekarang, bisa die.

Well, I paid for this skill. Emang bukan yang terbaik, tp paling tidak banyak orang yang artinya percaya sama Saya uangnya untuk Saya mainin. And I should be grateful for this. Dan Saya rasa ini emang takdir Saya. Walau kerjaannya di industri kreatif, tetap saja Saya harus ngitung.

Moga-moga suatu hari nanti ada yang ngitungin uang Saya deh. 😁

Tidak ada komentar:

Posting Komentar