Minggu, 15 Oktober 2017

Pengalaman Street Harassment

Street Harassment Di Jakarta

Saya mau menceritakan pengalaman pelecehan atau bahasa bulenya Street Harassment yang baru saja Saya alami tadi malam. Ini bukan pertama kalinya Saya mengalami kejadian yang dilakukan orang-orang dangkal, tapi sangat sering. Dan kejadian ini pasti dialami oleh banyak wanita lain. Saya tidak pernah tinggal diam, tapi pelaku pasti akan Saya tegur. Saking seringnya mengalami street harassment, Saya sampai hapal gerak-gerik orang yang kira-kira bakal godain, sebelum mereka melancarkan aksinya, Saya liatin dari atas sampai bawah, biasanya mereka akan jiper sendiri.

Semalam sekitar jam 18:30 Saya sedang jalan kaki habis beli makanan. Tiba-tiba mobil Vios lama warna hitam (Saya hapal nomor polisinya, nomor gank terkenal ituh :P) berjalan mendekati Saya sampai Saya hampir masuk selokan (jalanannya sempit banget, cuma buat 1 mobil tapinya 2 arah. Maksa emang :D). 2 orang pria didalamnya, sekitar umur late 20's atau early 30's. Mereka membuka kaca mobil dan bilang, "Ikut yuk. Masuk kedalam". Saya cuekin. Eh, dia katain Saya "Huuh, LONTE!!". Saya jelas ga terima. Saya pukul mobilnya pakai sikut. Mereka ga terima. Disinilah drama dimulai.

Saya pancing mereka ke tempat terang dan ada banyak orang lagi pada nonton bola di pos. Eh, bener aja mereka berhenti dan keluar dari mobil.

Pengemudi: "Elo kok gebrak mobil gue?!! HARGA DIRI gue lo remehin, bangsat!"
Saya: "Elo yang ga sopan godain perempuan dijalan, Bangsat!!"

Tanpa sadar jalanan sekitar udah macet saat kita lagi asik adu bacot. Ya iyalah jalanan kecil gitu, mereka malah berhenti seenaknya.

Terdengar dari mobil Rush, Ibu-ibu berkerudung sama suaminya, "Eh, ini mobilnya ngalangin!", tapi ga digubris sama si pengemudi Vios.

Lalu teman si pengemudi dengan perawakan agak gemuk memakai kemeja putih dan celana hitam, balik ke mobil dan Saya lihat dia memakai KALUNG LENCANA POLISI sodara-sodara!!. Asli lawak banget. Dia lalu nyamperin Saya.

Saya: "Apa lo pake-pake beginian. Ga takut gue! Lanjut aja ke Polres kalo mau!" (Tempat kejadian deket banget sama Polres JakSel btw). Pantes ga lo godain perempuan dijalanan! Pelecehan itu namanya!".

Si polisi abal-abal jadi jiper juga gue teriakin gitu. Apalagi kondisi jalanan makin rame dari kedua arah. Kita makin asik adu bacot dan gue sambil nunjuk-nunjuk muka mereka dan teriak KALIAN PELECEHAN.

Akhirnya mereka balik ke mobil, si pengemudi masih teriak. "GA CANTIK AJA BELAGU!". Saya masih sempat balikin "Kalo gue ga cantik, ngapain lo godain, tolol!".

Drama selesai. Tak lupa dia bunyiin klakson yang suaranya tulit tulit mirip mobil polisi.


Dari kejadian ini, Saya sih gemas aja sama mereka. Sok jago, merasa punya backingan tapi sebenarnya bukan siapa-siapa. Saya yakin banget kalung lencana polisi itu palsu, karena Saya pernah lihat di online shop yang menjualnya. Lalu plat mobil mereka yang nomor gank terkenal itu, Saya yakin mereka bukan anggota resmi. Saya kenal beberapa orang yang tergabung di gank itu dan mereka ga ada yang sok jago gitu dijalan. Dan ga pake Vios jadoel juga. Hahaha! Oh, satu lagi. Mobil mereka pakai klakson patroli. Biar bisa menghindari macet dan gaya-gayaan mungkin. Setahu Saya ini ada aturannya http://multimedianews.polri.go.id/content/humas/id/LaluLintas/polisi-gandeng-tni-dan-dishub-untuk-tindak-penyalahgunaan-rotato.html

Entahnya. Suka heran sama orang yang pengen banget 'dianggap'. Saking ga pedenya kurasa. Teman Saya anak jendral, tapi ga ada tuh dia yang sok-sok pasang plat TNI atau mobilnya dipasangin sirine. Kalem-kalem aja. Tetangga Saya polisi, gayanya santai saja dan sangat sopan.Ga pernah pamer-pamer lencana.

Saya pikir, kejadian ini harus Saya share karena banyak perempuan yang mengalami street harassment tapi ga berani melawan. Terlebih hukum kita masih blur soal ini. Syukurnya sudah banyak lembaga yang peduli tentang street harassment salah satunya Hollaback Jakarta. Seperti kejadian ini, Saya tidak merasa salah. Mereka yang goda Saya, wajar kalau Saya merasa ga suka. Tapi kenapa galakan mereka. Jangan sampe deh kita salah milih laki untuk pasangan kita model begitu. Mereka sih pecundang dan ga menghargai perempuan banget. Bukan siapa-siapa aja belagu dengan modal lencana polisi. Dikira semua perempuan bakal klepek-klepek kali sama mereka. Jangan-jangan kambing dilipstickin aja bakal dikira naksir mereka juga. But I'm thankful dikasih lihat kejadian ini, buat pelajaran juga buat Saya. Mungkin lain kali Saya juga harus kontrol emosi.

So, please ladies. Speak up. Perempuan itu bukan objek.