Tuesday, February 25, 2014

I Love Local Product

Kebetulan sekali Marina sedang mengadakan Blogger Competition dengan tema "Marina 24hours Beauty Challenge". Marina adalah salah satu produk lokal favorite Saya. Harganya memang murah, tetapi kualitas tidak kalah dengan produk import. Saya pun ingin ikut serta, tidak harus jadi pemenang. Jadi pemenang itu bonus. Tapi misi Saya disini adalah mengajak orang-orang khususnya kaum remaja putri pecinta produk Marina untuk lebih mendukung produk buatan dalam negeri. Banyak orang yang gengsi memakai produk dalam negeri karena harganya yang murah. Sehingga mungkin bagi sebagain orang berpikir produk ini hanya untuk Mbak-Mbak. Padahal seperti yang Saya bilang diatas, kualitasnya juga bagus, seperti Marina Natural ini.






Marina Natural mampu melembabkan kulit dan dan membuat kulit terasa halus. Ga ada cerita kulit kering bersisik. Setiap pagi Saya rutin memakai lotion ke seluruh tubuh. Karena kulit sehat adalah investasi kita kaum wanita. Maka harus rajin merawatnya dari sekarang. Variant Marina Natural favorit Saya itu rich moisturizing avocado & olive (botol hijau). Karena kulit Saya normal cenderung kering. Wanginya juga Saya suka, ga mencolok dan segar. Bikin semangat. Awalnya Saya tidak terlalu peduli dengan label "memberikan perlindungan 24jam" yang penting kulit Saya tidak kering. Hingga suatu hari Saya sadari saat hendak mandi malam, kulit dibagian punggung masih terasa lembab dan halus seperti pagi hari saat memakai Marina lotion. Wow ini produk bagus juga. Semakin suka sama Marina.





Ada beberapa kemasan mulai dari 100ml sampai paling jumbo 350ml. Pas banget yang 350ml untuk pemakaian satu bulan. Harganya tidak sampai 10ribu rupiah! Kalau hemat gini bisa cepat mandi uang :D. Teksturnya juga enak, creamy. Ini yang bisa kasih kamu kelembaban ekstra.

Saya pernah beli produk import yang harganya lumayan mahal untuk stock lotion Saya di kantor. Dengan maksud ya biar kalau orang kantor lihat, Saya ga dibilang norak-norak amat. Tapi lotion itu malah membuat kulit tangan Saya kering dan kaku. Tidak nyaman. Akhirnya Saya beli saja lotion Marina. Murah meriah dan bagus. Dan Saya pikir, untuk apa gengsi memakai produk murah kalau yang mahal belum tentu bagus? Lagipula jika bukan kita yang mendukung penggunaan produk dalam negeri, siapa lagi? Selama ini juga Saya selalu bilang "Cintai film buatan negeri sendiri, kita bikinnya susah". Tidak adil jika Saya hanya peduli di satu bidang saja. Maka itu perlahan Saya memakai produk dalam negeri dalam untuk pakaian, perawatan tubuh dan sebagainya. Tekad Saya adalah turut serta memajukan perekonomian bangsa.

Jadi ayo teman-teman jangan malas merawat kulit. Untuk mendapatkan kulit bagus tidak perlu mahal yang penting harus rutin. Dan cintailah produk dalam negeri, seperti Marina Natural lotion. Doakan Saya menang ya! Selain hadianya menarik karena butuh Macbook supaya bisa ngedit film, jika terpilih jadi Icon Beauty Blogger Marina Saya mau mengkampanyekan untuk mencintai produk buatan Indonesia dan tentu saja lotion favorit Saya, Marina  :)





Wednesday, February 19, 2014

Dragon Fruit




Setelah memperhatikan postingan tahun 2013 yang menurun drastis, maka hari ini mari dicoba mengaktifkan kembali permainan kata. Dimulai dengan postingan sederhana "Dragon Fruit" alias buah naga

Kemarin itu gue bawa buah naga merah dari kostan ke kantor dengan maksud nitip di kulkas kantor. Nasib tinggal di sepetak kamar jadi ga bisa punya kulkas :( Kebetulan gue lagi menerapkan makanan sehat dan simple. Nanti gue cerita disini. Jadi sudah hampir sebulan makan malam gue muesli, cereal, dicampur buah atau sayuran yang easy to cook. Karena bosan setiap gue pulang kerja warteg langganan makanannya selalu sudah habis.

Singkat cerita gue lagi pengen banget makan buah naga merah. Hari Minggu gue beli bareng Pak Yadi and Mbak Yaya. Begitu sampai kantor gue simpan buah naga gue dalam plastik plus makanan malam gue muesli plus strawberry. Saat makan siang tiba, gue mau potong buah naga gue. Tetapi begitu buka kulkas, BUAH NAGANYA HILANG!! Kebayang kan keselnya?? Lalu gue tanya ke OB dan OG. Ternyata kata Mbak Atun dibuang. DIBUANG, MAN!!

Gue: "Mbak, buah naga aku dimana?"
Mbak Atun : "Oh, itu punya Mbak? Tadi dibuang soalnya sudah busuk"
Gue: "Itu ga busuk Mbak, tapi kematengan jadi ada sedikit bonyok"

Emang sih harganya ga seberapa. Tapi bete doong lagi pengen makan itu, eh, dibuang pula. Mending kalo dimakan, masuk ke perut dan bermanfaat. Alhasil semalam gue beli lagi buah naga merah di Jason.

Tuesday, February 18, 2014

Intermezo

affection, board, broken
Broken Heart. from Pexels.com


Ini sekedar intermezo saja. Seorang teman Saya cerita, sebut saja namanya Jaka, 30th, Australian, Engineering. Oke, ga ada bule namanya Jaka, ini cuma istilah. Dia cerita tentang akhir cerita cinta dengan mantan pacarnya. Jadi Jaka bertemu dengan Rini (bukan nama sebenarnya) beberapa tahun yang lalu. Saat ini profesi Rini sebagai Ladies Company (Lc) di salah satu tempat karaoke di Jakarta. Singkat cerita, mereka memutuskan untuk berpacaran. Jaka meminta Rini untuk berhenti dari tempat dia bekerja saat itu jika ingin serius dengannya. Rini pun menurutinya. Sebagai gantinya Jaka mendaftarkan dan membiayai kuliah Rini. Tentu saja dengan uang jajan bulanan. Sampai Rini lulus lalu mendapatkan pekerjaan. Tetapi karena gaji fresh graduate tidak seberapa, Jaka tidak keberatan untuk mensupport Rini secara financial. 

Beberapa tahun mereka pacaran, tentu saja kehidupan Rini terlihat menyenangkan. Dia dan Jaka sudah traveling hampir separuh belahan dunia. Keduanya pun sudah kenal dengan keluarga pasangannya. Tetapi setelah berjalan beberapa tahun, Jaka malah memutuskan hubungan dengan Rini. Tentu saja Rini sangat sedih, kita yang membaca ini pasti juga ikut kesal. Maunya apa sih nih si Jaka?

Saya penasaran sekali. Saya tanya Jaka, "Apa ada orang ketiga?". Tidak. Jaka hanya mengaku bosan. Oke, ada yang tidak beres disini. Lalu Saya lontarkan pertanyaan lagi. "Kamu bosan karena dia terlalu nurut?". Bisa jadi, kata Jaka. "Wajar saja dia menurut sekali. Kamu sudah memberikan banyak hal seakan-akan dia cinta matimu", Saya menambahkan. Pokoknya Jaka ini tidak bisa memberikan alasan kenapa dia bosan dan mendepak Rini. 

Lalu Saya mengambil kesimpulan, sebagai eksekutif muda dengan karir bagus, Jaka butuh pedamping yang setara dalam pemikiran, bisa jadi Rini tidak bisa memberikan itu. Dan naluri laki-laki itu berburu. Jika kita hanya diam ditempat, tentu saja lama-lama dia jenuh. Kita terlalu fokus sama dia, dan melupakan kehidupan sendiri. Kita punya teman, punya mimpi. Ini yang sering terjadi. Satu lagi, Jaka terlalu pegang kontrol. Dia yang memberikan apa yang Rini butuhkan dan mau padahal mereka belum menikah. Memang punya pacar royal itu anugrah. Tapi kita harus menunjukan harga diri kita sebagai wanita. Dalam hubungan itu kedua belah pihak harus pegang kendali, bukan hanya satu pihak saja. Sering kali kita berpikir laki-laki itu brengsek, padahal mungkin saja kita sendiri yang lupa intropeksi diri. Ada sebab ada akibat.


Monday, February 17, 2014

Killers














Killers, film terbaru dari Timo dan Kimo (Mo Brothers) yang bulan January 2014 lalu tayang perdana di Sundance Film Festival. Gue pribadi nonton film ini sudah 2 kali. Pertama emang niat nonton, yang kedua semacam accident soalnya lagi bad mood, and i though i need to see blood. Ok, agak ngeri sih :D

Film Killers kolaborasi antara film maker Indonesia dan Jepang. Dari Indonesia sendiri ada beberapa company yang ikut bergabung. Jadi semacam proyek patungan. Hasilnya cukup memuaskan, walaupun gue lebih suka film Mo Brothers sebelumnya, Rumah Dara. Perbedaan karakter Nomura (Kazuki Kitamura) dan Bayu (Oka Antara) digambarkan sangat jelas disini. Nomura memang maniac, dia membunuh tanpa tujuan dan dengan cara yang tak biasa. Sedangkan Bayu, dia baru "belajar" membunuh, dia menggunakan senjata dan punya tujuan siapa yang mau dia bunuh. 

Dari segi penyutradaraan, terlihat jelas ada perbedaan antara setting di Jepang dan Indonesia, Setting di Jepang sangat khas film Jepang pada umumnya. Tapi kedua ciri khas ini dipadukan dengan apik. Keren. 
Akting Kazuki dan Oka bagus sekali. 

Sepertinya Mo Brother suka sekali kata "Bagaimana rasanya (membunuh)? Enak kan?". Dialog ini juga muncul di film Rumah Dara. 
Killers ini lebih menjual action. Walau actionnya ga banyak juga. Tapi mungkin karena ceritanya tentang mafia di Jakarta. Cara membunuhnya lebih ngilu padahal ga banjir darah kayak Rumah Dara. 

Wednesday, January 15, 2014

Hujan Tidak Pernah Salah




Konon katanya mendekati imlek, curah hujan sedang tinggi-tingginya. Tapi yang pasti musim penghujan di Indonesia memang datang dibulan Oktober-April. Seperti sore ini. Jakarta hujan lebat sejak 4jam yang lalu. Banjir dibeberapa titik sejak 2 hari yang lalu belum juga surut sudah ditambah hujan lebat. Belum lagi jalanan akan 3x lipat macet. Berhubung saat ini era-nya social media, pasti kita akan membaca beberapa orang yang menggerutu tentang hujan. 


Well, sebenarnya hujan itu air yang turun dari langit yang segera memenuhi sumber air untuk kehidupan dibumi. Lantas kenapa orang menyalahkan hujan? Hujan itu rezeki. 


Tetapi memang dasar ada beberapa orang yang suka mengeluh. Panas dia mengeluh, hujan pun dia mengeluh. Maunya apa sih? *jambak rambutnya*

Panas itu juga rezeki. Tanpa matahari kita bisa apa? Cucian ga kering-kering *tersosialita*, tanaman butuh matahari untuk fotosintesis, dan lain sebagainya.


Bisakah kita tidak mengeluh terhadap cuaca? Biarkan alam menjalankan tugasnya. Syukuri, nikmati dan resapi karunia dari Tuhan ini. Seharusnya kita bisa lebih peka terhadap alam. Menjaganya untuk tetap lestari. Alam dan manusia harus selaras. Bumi ini sudah tua, bencana ada di segala penjuru permukaan bumi ini. Seharusnya dizaman canggih ini, kita sudah bisa meminimalisir segala kemungkinan bencana. Bencana memang tidak bisa dihindari. Tapi kita bisa mengusahakan agar dampaknya tidak parah. Coba sekali-kali bicaralah kepada alam. Nikmati setiap hembusan angin, resapi suara-suara dedaunan.



Tuesday, January 14, 2014

The Kite Runner







The Kite Runner is really touchy movie. I suggest you to prepare a pack of tissue for watch this movie beside the popcorn and coke. The Kite Runner is a honest movie, with sumptuous cinematography by Roberto Schaefer. And i really love acting of Ahmad Khan Mahmoodzada as Hassan. He's a good young Afghanistan actor. What a fit casting for Hassan character with his mien will make us apprehensive.

In this movie, we will know that Afghanistan was a peaceful and beauty country. Kids play kite, people socializing. But that just become a history since war Russia in 1979 they were come to Afghanistan, and got worst after Taliban rule the roost until today.The visual effect of the kite tournament will make us to flash back too our childhood that was happy and free.

Setting movement from 1979 to 2000 that very drastic, from happiness to situation tense, properly executed. The Kite Runner will mix our emotion. Hassan really heartfelt become a best friend for Amir. He will do anything for save Amir, although he bore poignant. Very different with Amir, he is come from wealth family but such a loser. 

The Kite Runner is a movie that adapted from a Khaled Hesseini's novel. David Benioff write the screenplay very good from the novel. Amir and Hassan are best friend. Hassan is Amir's family servant's son. They are always play together. Until Amir realize that he doesnt have brave for help Hassan when he bullied by a faggot teenager. Amir do anything for make Hassan and family out from his house. And since the war, Amir and his dad move to America and they are start new life there.


The Kite Runner

Director: Marc Forster
Writer : David Benioff (screenplay), Khaled Hosseini (Novel)
Cast : Zekeria Ebrahimi (Amir), Ahmad Khan Mahmoodzada (Hassan)


Saturday, January 11, 2014

Studio Ghibli Addict



I really infatuate with all of anime from Studio Ghibli. All of them very beautiful. If Hollywood have Disney, Japan have Studio Ghibli. The movies always got award. You can find the info Studio Ghibli & Hayao Miyazaki movies at imdb.com

Unfortunately, Hayao Miyazaki retired this year after release The Wind Rises.
Studio Ghibli's movies always have very beautiful picture, your eyes will be sparkling. And the stories also very good and sweet. So, my obsession right now is collect the dvd from Studio Ghibli.