Manusia modern semakin hidup bagai robot yang minim emotional karena terlalu lama menyembunyikannya dengan berbagai alasan yang terjadi pada hidup. Sehingga sebuah connection menjadi sesuatu yang mahal.
Showing posts with label Self Improvement. Show all posts
Showing posts with label Self Improvement. Show all posts
Wednesday, June 18, 2025
Wednesday, March 12, 2025
Coffee Time Story #17 Pentingnya Menjadi Pribadi Yang Authentic
Lahir dan hidup di Indonesia, kita terbiasa dididik untuk selalu mendahulukan perasaan dan kepentingan orang lain. Akibatnya, banyak dari kita tumbuh menjadi pribadi yang nggak enakan. Kita sering merasa tidak memiliki kebebasan untuk berekspresi atau menyuarakan pendapat. Sejak kecil, kita dituntut untuk memenuhi ekspektasi banyak orang, menjadi anak yang patuh, murid yang baik, teman yang menyenangkan, atau pekerja yang tidak banyak menuntut.
Sunday, August 18, 2019
Etika Mengirim E-mail Saat Melamar Kerja Atau Ke Calon Klien
Suatu pagi Saya menerima e-mail di akun publik kantor dari orang yang bermaksud melamar kerja tapi bisa Saya bilang tidak paham etika. Karena e-mail tersebut tidak memiliki subject dan kalimat yang tertulis dalam body e-mail hanya "Cek attachment". Biasanya jika menerima e-mail seperti ini otomatis akan Saya delete. Kali ini Saya penasaran juga apa sih isinya dalam attachment itu. Ketika Saya buka dan baca, Saya nilai orang ini tidak punya nilai jual sama sekali didunia kerja. Etika tidak ada, kemampuan tidak spesial.
Saturday, August 3, 2019
5 Soft Skill Yang Harus Dimiliki Di Dunia Kerja
Beberapa waktu yang lalu kita semua dibuat jengkel oleh tulisan seorang anak muda yang baru lulus dari universitas negeri yang merasa bahwa dirinya tak layak digaji dibawah 8 juta rupiah. Sebenarnya wajar-wajar saja memasang sebuah harga untuk skill atau tenaga kita. Yang jadi permasalahan adalah anak muda itu masih 'hijau', belum tahu apa-apa soal dunia kerja. Dunia kerja itu jauh lebih kompleks dari teori dari sekolah atau buku manapun.
Monday, June 3, 2019
6 Manfaat Menjalani Kehidupan Personal dan Profesional Dengan Seimbang
Apakah Kamu seringkali merasa lelah saat bangun pagi padahal tidur sudah cukup? Rasa lelah itu adalah sinyal tubuh bahwa Kamu sedang stress. Stress bukan saja karena sedang menghadapi masalah. Stress bisa datang saat Kamu merasa.... Bosan. Ya, bosan melakukan rutinitas yang sama, bosan mendengar ocehan klien, dan bosan karena kurang inspirasi dalam menjalani hidup. Rasa bosan itu bisa muncul disebabkan Kamu tidak punya kehidupan dan karir yang seimbang. Setiap hari rutinitas Kamu hanya rumah dan kantor.
Saturday, February 16, 2019
Apa Foto Linkedin Kamu Sudah Benar?
Social media tak hanya sekedar untuk bersenang-senang. Ada pula yang menggunakan social media untuk mendapatkan pekerjaan atau jejaring baru. Yang paling familiar adalah Linkedin. Linkedin adalah social media yang ditunjukkan untuk para profesional. Umumnya Linkedin digunakan untuk mencari peluang kerja. Bisa juga digunakan untuk approach calon klien.
Tuesday, February 5, 2019
Sunday, January 13, 2019
Jadi Artis Ga Cukup Modal Cantik
"Mbak, anak Saya cantik. Kalau ada casting mau dong dikabari biar bisa jadi artis". Cukup banyak orang yang minta kesempatan casting. Berharap bisa jadi bintang besar, terkenal dan iming-iming menjadi kaya raya. Wajar saja manusia ingin hidupnya kebih baik dan punya mimpi. Sayapun pernah mencoba jadi artis dengan ikut casting-casting. Sampai suatu hari Saya sadar, bakat Saya ga cukup baik untuk jadi artis. Dan Saya cukup tahu diri karena wajah Saya tidak secantik Mikha Tambayong.
Saturday, December 29, 2018
Goal 2019: Tingkatkan Self Esteem
Tahun 2019 akan datang beberapa hari lagi. Biasanya menjelang tahun baru banyak yang menyusun resolusi. Bagaimana dengan resolusi Kamu di tahun 2018? Berapa banyak yang terealisasi? Coba kita breakdown pencapaian kita tahun 2018. Kalau belum banyak yang terealisasi, tak usah galau. Karena ada banyak hal yang memang diluar kendali kita. Tapi tak berarti kali ini malas bikin resolusi. Hmmm... Agaknya kalau Saya bilang resolusi, terlalu mainstream ya. Mungkin lebih tepat rencana tahun depan Saya sebut "Goal". Bedanya apa dengan resolusi? Goal terdengar lebih spesifik yang akan membuat kita lebih fokus untuk mencapainya.
Sunday, December 16, 2018
Penampilan Adalah Investasi
Jargon "Dont' judge A book By The Cover" rasanya tidak selalu benar. Pada kenyataannya, kita selalu menilai orang dari tampilannya. Apalagi di era digital saat ini, saat semua orang dengan mudah meng-upload foto ke social media tak lupa dengan hastag #OOTD. Penampilan bukan sekedar gaya hidup, namun sebuah kebutuhan.
Tuesday, November 20, 2018
Kenapa Self Care Itu Penting?
Wanita karir apalagi yang tinggal dan bekerja di kota besar, rentan sekali diserang stress. Stress datang dari berbagai masalah, bahkan dari hal kecil. Setiap berangkat dan pulang kantor desak-desakkan di kereta, klien kasih deadline mepet, e-mail dan chat datang bertubi-tubi saat banyak hal yang harus diurus, mungkin bagi yang sudah berkeluarga tiba-tiba anak sakit. Stress adalah hal yang tak bisa kita hindari selama kita hidup. Kabar buruknya, Jakarta adalah salah satu kota dengan tingkat stress yang tinggi. Kita yang budaya kerjanya bisa dibilang agak slow saja bisa terserang stress, tak heran banyak kasus karyawan di Jepang bunuh diri karena kelelahan bekerja.
Sunday, October 7, 2018
Crazy Rich Asian, Lebih Dari Sekedar Romcom
![]() |
Crazy Rich Asians, |
Awal mula tertarik nonton film Crazy Rich Asians karena pacar yang merekomendasikan. "You have to watch it! You absolutely gonna love it!". Awalnya tidak kepikiran akan nonton, karena Saya sendiri belum pernah baca bukunya. I know some people are crazy about it, tapi masih belum segitunya penasaran sampai pada akhirnya pacar begitu menggebu-gebu rela nonton 2 kali demi nemenin Saya nonton. Saya nonton show pertama dan studio hampir penuh. Sisanya, sold out! Apakah the real crazy rich asians bought the the tickets? Yang pasti, hype is REAL, pemirsa.
Sunday, June 3, 2018
6 Cara Agar THR Digunakan Dengan Maksimal
![]() |
Photo by Artem Bali from Pexels |
Minggu ini adalah minggu terakhir untuk karyawan kantoran untuk bekerja. Minggu ini juga yang ditunggu-tunggu semua orang akhirnya datang apalagi kalau bukan THR.
THR ini buat sebagian besar orang jelas menggembirakan. Tapi ga berlaku buat yang punya usaha, apalagi kalau karyawannya banyak. Jadi gimana, gaes? Masih punya cita-cita jadi entrepreneur kan? Hahahaha. Kalau Saya sih belum kuat. Biar bosque saja dulu yang menjalani.
Baca: Jadi Wirausaha Itu Tidak Mudah
Tradisi di bulan puasa dan hari raya selalu membuat pengeluaran jauh lebih besar dari bulan-bulan lainnya. Hal ini ga hanya berlaku untuk yang muslim. Non muslim pun merasakan dampaknya. Warung makan banyak yang tutup saat siang hari, menjelang lebaran dan sepanjang libur lebaran, bikin kita mau ga mau sering makan di restoran. Mungkin bagi kalian yang sehari-harinya terbiasa beli makan dari resto ga akan terlalu berasa ya. Jujur, Saya sih ga sanggup kalo keseringan makan pake menu resto. #kizmin. Belum lagi harus siapin dana buat mudik. Bisa-bisa THR yang dinanti-nanti cuma numpang lewat. Ya iya sih yang namanya pendapatan memang digunakan untuk membiayai kebutuhan. Nah, Saya mau kasih tips supaya THR mu penggunaannya lebih maksimal.
1. Bayar Hutang
Hidup dengan hutang ga ada enak-enaknya. Ngutang ke bank, bunganya aduh gile. Ngutang ke teman, lama balikin bikin malu hati. Berhutang itu ga semuanya buruk, kok. Karena ada orang yang terpaksa berhutang karena benar-benar butuh. I've been there. Haha. Nah kalo berhutang cuma buat memenuhi gengsi, itu namanya cari mati.Hal pertama yang harus dilakukan saat terima THR adalah, bayar hutang-hutang itu. Tahan segala shoplist. Selamatkan dulu harga diri. Ga ada kompromi.
Baca: 5 Tips Bebas Hutang
2. Ditabung atau Investasi
Kalo hidupmu diberkahi dengan tidak ada hutang apapun. Gunakan THR mu untuk menabung. 50% mungkin? Terdengar banyak. Tapi THR kan memang pemasukan tambahan. Ga ada ruginya sesekali menabung lebih banyak dari biasanya. Dirimu akan berterima kasih disuatu hari berkat tindakan ini.3. Siapkan Untuk Kebutuhan
Kebutuhan ya. Bukan keinginan. Kebutuhan setiap orang beda-beda. Kalo punya kampung, ya siapkan dana untuk mudik dari tiket sampai petty cash untuk jaga-jaga di kampung nanti buat bantu-bantu keluarga merayakan hari raya. Jika ada barang yang perlu diganti, segera beli baru, mumpung ada duitnya. Beli sepatu baru boleh ga? Boleh, kalo sepatumu memang udah harus diganti. Beli baju lebaran? Coba cek, baju lebaran tahun-tahun sebelumnya masih bisa dipakai kan? Lagipula harga baju muslim menjelang hari raya biasanya lebih mahal. Lebih baik kalo mau beli baju lebaran, belinya pas hari-hari biasa.4. Zakat Fitrah
Jangan sampai terlewat. Karena ini hukumnya wajib. Ada hak orang tak mampu direzekimu.5. Treat Yourself
Selama ini kita kerja keras bagai kuda, belum lagi tekanan dari atasan atau client yang sering bikin nangis, kita berhak kok untuk menikmati hasil dari jerih payah. Setelah memenuhi semua kewajiban dan kebutuhan, beri sedikit hadiah untuk diri sendiri. Gunakan sisa-sisa uang THR untuk hura-hura sedikit. Kalo sisanya masih banyak, bisa pergi liburan yang agak jauh. Biar nanti semangat lagi saat masuk kerja.Berapapun besar pendapatanmu jika di manage dengan benar akan memberikan dampak yang maksimal. Ini bukan soal uang cepat habis atau tidak, tapi menggunakannya dengan tepat. Kita kerja cari uang memang untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Monday, May 21, 2018
Meghan Markle Pemenang Hati Pangeran Harry, Cantik Saja Tidak Cukup
![]() |
Meghan Markel |
Weekend lalu hampir semua orang terutama kalian para wanita, merasakan begitu antusias menyaksikan momen bersejarah kerajaan Inggris, Royal Wedding. Saya pun akhirnya ikut-ikutan live streaming. Padahal sebelumnya sudah berencana ikut Yoga Gembira di Taman Suropati. Tapi berhubung hujan, ya sudah, sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi salah satu saksi sejarah Royal Wedding. Dan Saya tidak menyesal sama sekali. Hahaha.
Royal Wedding kali ini bukan sekedar bersejarah untuk kehidupan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Tapi juga sejarah untuk citra kerajaan Inggris. Untuk pertama kalinya anggota kerajaan menikahi seseorang diluar daerah kekuasaannya, dari Amerika pula. Tak hanya itu, Meghan adalah mix blood Afro-Amerika dan pernah menikah sebelumnya. Betul-betuk profile yang fantastis. Meghan is a real just an ordinary girl.
Meghan dan Harry dipertemukan oleh seorang mak comblang dan mengaturnya untuk kencan buta. Keduanya suprised dan kencan tersebut berakhir indah sampai mengantarkan mereka ke pernikahan. Lalu, seperti biasa, Saya tak bisa membendung hasrat untuk menuliskan sebuah pelajaran berharga untuk para perempuan lajang diluar sana berdasarkan kisah cinta yang seperti dinegeri dongeng. Tentunya setelah menyaksikan Royal Wedding kalian jadi berandai-andai untuk memiliki kisah cinta serupa kan? Ngaku aja deh. Manusiawi kok. Saya aja pengen. Haha.
Meghan memang dikenal sebagai aktris sukses di Hollywood. Dia adalah salah satu pemain di TV Series "Suits". Meghan berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, tidak seperti Kate Middleton yang memang keluarganya punya bisnis. Ayah Meghan chief lighting alias kang lampu, kalo di film-film, posisinya dibawah DOP / cameraman. Ibunya pekerja sosial dan guru yoga. Mantan suaminya adalah salah satu produser di Hollywood sana.
Meghan bisa meraih sukses berkat hasil jerih payahnya sendiri. Tidak hanya berlakon didepan kamera, Meghan juga aktif untuk kegiatan sosial dan charity. Bahkan dia adalah duta UN Women Empowerment. Meghan tidak hanya cantik, tapi juga berkarakter. Faktor inilah yang membuat lelaki high profile seperti Pangeran Harry jatuh hati. Menjadi pendamping lelaki hebat, tidak cukup bermodalkan wajah cantik dan terkenal. Karena jika hanya kecantikan yang dilihat, tentunya masih banyak wanita yang jauh lebih cantik dan seksi. Contoh lain bisa kita lihat pasangan Clooney. Sebagai aktor papan atas, bukan hal sulit untuk George Clooney menaklukkan wanita cantik. George Clooney memilih Amal karena wanita ini hebat, bukan sekedar cantik.
![]() |
Clooney |
Meghan tahu apa yang dia inginkan dan dia akan bekerja untuk mendapatkannya. Dia fokus mengejar mimpinya untuk aktris sukses. Daripada dia duduk manis sambil sibuk pupuran bedak dan foto selfie menunggu Pangerannya datang, dia lebih memilih untuk tetap aktif dan memberikan kontribusi nyata untuk sosial. Wanita kuat dan bersemangat menjalani hidup akan jauh lebih menarik daripada wanita yang pribadinya lemah. Coba saja lihat disekeliling kita, berapa banyak wanita yang berani dan percaya diri membuat hidupnya berwarna? Banyak dari kaum kita yang memilih diam dan memiliki banyak alasan untuk tidak bergerak. Merasa kurang cantik, merasa kere dan merasa merasa buruk lainnya. Kalau kalian masih bersikap dangkal seperti itu, jangan harap hidup kalian akan berubah menjadi lebih baik.
Sesaat sebelum pernikahannya dimulai, banyak drama muncul dari keluarga Meghan. Keluarga yang seharusnya menjadi orang pertama yang mendukung, tapi mereka justru berusaha untuk menjatuhkannya. Jika Meghan adalah orang yang lemah, dia akan membiarkan orang-orang itu terus merusak hidupnya. Meghan dengan berani mengambil tindakan tegas dan dia hanya mengajak ibunya untuk hadir dihari pentingnya. Bahkan pihak kerajaan pun membelanya. Kerjaan bisa saja dengan mudah membatalkan pernikahan, tapi karena mereka tahu siapa yang benar dan yang salah. Sayapun ikut gregetan dengan sikap keluarga Meghan. Kasus ini pun biasa terjadi di Indonesia, suka ga rela kalau ada saudara yang hidupnya lebih enak. Makanya tak heran banyak perempuan yang dijadikan komoditas agar mereka bisa numpang hidup
![]() |
Harry & Meghan |
Foto diatas seolah berkata, "Biar Abang yang dampingin Eneng walau badai menerjang". Tsaaaah. Memang sudah digariskan, perempuan kuat akan disatukan oleh pria kuat juga.
Ada satu sosok penting di Royal Wedding, yaitu Doria Ragland, ibu kandung dari Meghan. Beliau adalah wanita single parent hebat. Bisa dilihat dari air mukanya. Doria terharu dan bangga akan putrinya. Doria yang hanya orang biasa derajatnya ikut naik berkat Meghan. Sukses tidaknya seorang anak adalah hasil dari didikan ibu. Pangeran Harry pun kagum kepada Doria.
![]() |
Doria Ragland |
Banyak yang bilang kalau Meghan menang banyak karena menikahi Harry. In my opinion, her luck is based on her hard work and she is deserve it. Meghan pun sudah bisa hidup dengan layak tanpa Harry. Meghan rela meninggalkan karirnya untuk fokus mengikuti protokol istana.
Lalu beredar pula foto Meghan saat berusia 15 tahun sedang berpose depan Buckingham. Memang ya, takdir orang tak ada yang tahu. Makanya supaya rejeki bagus, banyak-banyak berpikir positif.
Kalau kalian punya mimpi dapat pasangan seperti Pangeran Harry, yang mau menerima kita seutuhnya, mulai sekarang ubah deh dirimu menjadi lebih pribadi yang kuat dan berkarakter. Secantik apapun kamu tapi selalu ratu drama, ga akan ada cowok yang sanggup bertahan lama. Kamu harus mampu bersikap tegas dan punya prinsip. Dengan sendirinya kalau kamu jadi pribadi yang berkarakter, orang lain akan mikir ribuan kali untuk memperlakukanmu dengan tak pantas. Show them that you are have standards.
Tuesday, May 15, 2018
Perempuan Muda Pemberani Bernama Neerja
![]() |
Neerja Bhanot |
Minggu lalu merupakan minggu yang berat untuk bangsa Indonesia. Awal minggu diawali dengan rusuhnya penjara teroris di Mako Brimob yang menewaskan 5 orang polisi. Pertengahan minggu tiba-tiba saja Merapi 'batuk'. Lalu akhir minggu ditutup dengan 5 bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dalam kurun waktu 24 jam.
Karena teror bom dikhawatirkan meluas, Jakarta pun Siaga 1. Dalam kurun waktu itu pula terjadi penangkapan terduga teroris. Ada 1 hal yang membuat hati Kami menjerit. Para teroris sudah memasang wanita dan anak-anak sebagai garda depan. Hal ini ditandai dengan ditangkapnya 2 wanita muda belia berusia awal 20-an yang berencana melakukan penusukkan kepada anggota polisi dan anak-anak yang diajak melakukan aksi bom bunuh diri. Wanita dan anak-anak yang seharusnya menjadi bibit unggul dimasa depan justru dirusak oleh kelompok radikal. Kami pun bertanya-tanya, kenapa hal ini bisa terjadi?
Remaja adalah usia pencarian jati diri. Mungkin mereka kekurangan akses untuk menciptakan jati diri yang berkualitas karena latar belakang keluarga yang kurang mampu mendidik mereka dengan baik. Remaja-remaja labil ini yang dijadikan sasaran empuk untuk di doktrin paham radikal. Paham radikal ini bukan baru tumbuh beberapa tahun ini, tapi sejak 20 tahun lalu. Bahkan di era 80-an sudah ada kelompok radikal namun belum menampakkan diri.
Sayapun teringat sebuah film India berjudul Neerja. Film ini menceritakan tentang kisah heroik seorang pramugari asal India bernama Neerja yang berupaya menyelamatkan 300 lebih penumpang pesawat Pan Am yang dibajak oleh teroris. Ini adalah kisah nyata yang terjadi pada tahun 1986.
Seharusnya wanita-wanita muda ini menjadi seperti Neerja. Walaupun dia wanita dan masih berusia 23 tahun, dia berhasil mengubah ketakutannya menjadi keberanian demi melindungi penumpang dan para kru pesawat lainnya. Nilai esensi ini yang Saya lihat masih kurang banyak dimiliki wanita muda Indonesia. Kalau saja mereka memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang besar seperti Neerja, kecil kemungkinan mereka dengan mudah menyerap doktrin yang menyesatkan. Mereka justru akan fokus ke hal-hal yang besar dan positif.
![]() |
Poster Neerja |
Neerja pun punya masa kelam. Dia bercerai dengan mantan suaminya yang abusive dan memilih pulang ke rumah orang tua. Sejak itu dia melanjutkan hidupnya dengan bekerja sebagai pramugari. Masa kelam Neerja tidak mengubah dia menjadi orang yang kelam pula.
Masa lalu kita pun tidak boleh menghambat kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Lakukan ini untuk diri sendiri dulu. Karena jangan harap akan menjadi manfaat untuk orang banyak sebelum kita kuat berdiri diatas kaki sendiri.
Perempuan muda Indonesia seharusnya mampu menjadi pribadi yang cemerlang. Usia 20-an harus digunakan untuk pengembangan diri. Arahkan hidup kita mau menjadi seperti apa di 5 tahun kedepan. Berkarya dan bekerja lah dengan baik. Hidup ini adalah tentang memberikan kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Jadikan waktumu produktif karena ini adalah masa emas kita.
Tugas kita semua saat ini adalah menjaga dan mendidik wanita dan generasi penerus agak tidak terhasut oleh hal-hal buruk. Jadikan media sosial kita menjadi sarana untuk membangkitkan hal positif. Saya rasa disaat seperti ini akan sangat tepat untuk diadakan nonton bareng film Neerja agar para wanita muda dapat memetik pelajaran, semangat dan keberanian dari film ini.
Saturday, April 28, 2018
Pentingnya Storytelling Skill
![]() |
Photo by Tim Gouw from Pexels |
Berawal dari tulisan Saya soal cara mengetahui ciri cowok yang pantang digeser kanan pada dating apps, lalu profile seperti apa yang akan membuatmu geser kanan, chatting dan ngajak ketemuan? Pasti bagaimana cara kalian berkomunikasi, kan? Karena apalah arti sayang-sayangan tanpa obrolan yang ga membosankan.
Atau kalau mau contoh lain, buat para Brand Manager, apa sih yang membuat mereka memutuskan memakai sebuah konsep yang ditawarkan? Pasti bagaimana konsep tersebut dapat bercerita tentang image brand yang dikelola.
Dari kedua contoh diatas, salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seseorang adalah storytelling yang bagus. Karena storytelling adalah cara berkomunikasi.
![]() |
Storytelling |
Kemampuan bercerita dijaman digital ini sangat diperlukan dalam marketing. Cerita menjadi strategi marketing yang paling halus dan ampuh untuk menarik pasar. Cerita juga menjadi PR tools untuk personal branding para public figure. Contohnya, kenapa kita suka sama Steve Jobs, Jack Ma, atau Merry Riana? Karena mereka punya cerita yang bisa diceritakan oleh public, dimana cerita itu sangat relate dengan kehidupan orang banyak yang berhasil membuat mereka termotivasi.
Sayangnya, storytelling skill ini masih belum banyak dimiliki anak muda Indonesia. Masih banyak orang tidak percaya diri, gemetaran jika harus presentasi atau berbicara didepan umum. Apa sebabnya? Faktor utama adalah karena didikan rumah. Indonesia masih sangat kental menjalankan norma. Di dalam rumah, Orang tua adalah pemimpin tertinggi. Kemampuan kita berargumen seringkali terbentur dengan norma ini.
"Pokoknya anak harus ikut kata orang tua".
"Orang tua tau yang terbaik untuk anaknya".
"Tau apa kamu? Masih kecil kamu, ga paham apa-apa".
Kata-kata diatas tentu tak asing kita dengar, kan? Akibatnya setelah dewasa hanya bisa menjadi pribadi pasif, manut menuruti pendapat banyak orang walau tak sejalan dengan pemikirannya. Boro-boro mengutarakan pendapat, baru memulai saja sudah dibilang tak tau sopan santun. Ketiadaan kesempatan mengutarakan argumentasi dan pendapat berakibat dimasa depan anak tak memiliki kemampuan untuk mempertahankan gagasannya. Hubungan anak dan orang tua juga turut andil dalam hal ini. Anak yang terbiasa bercerita tentang apa yang dialaminya kepada orang tua, pasti juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sedari dini anak akan terbiasa dengan komunikasi dua arah.
Faktor lainnya adalah kurangnya eksplorasi. Hidup itu tak melulu soal kerja, sekolah dan rumah. Dengan mengekplor banyak hal pastinya akan menambah kreatifitas, pengalaman dan pergaulan. Orang yang rajin berekplorasi cenderung lebih percaya diri, dimana rasa percaya diri ini diperlukan untuk menyampaikan sebuah cerita.
Bagaimana caranya mengasah storytelling skill? Pertama, terus berlatih. Sebelum presentasi, latihan berbicara didepan cermin dan perhatikan susunan kalimat. Kedua, kuasai topik yang ingin diceritakan. Ketiga, banyak baca. Terakhir, percaya diri. Ucapankan atau tulis saja apa yang kalian ingin utarakan.
Banyak manfaat yang didapat jika kita mampu bercerita dengan baik. Secara profesional tentunya dapat meningkatkan jenjang karir karena kemampuan berpendapat dan komunikasi yang baik dan secara personal tentunya akan membuat orang lain senang berinteraksi dengan kita.
Orang-orang sukses pada umumnya adalah pencerita yang baik. Jadi tak ada salahnya untuk terus membangun dan memperbaiki kemampuan storytelling kita.
Sunday, November 5, 2017
Budaya Patriarki Merugikan Wanita
Mengejutkan! Tak lama setelah Saya menulis pengalaman street harassment, ada beberapa teman Saya yang menceritakan pengalaman serupa. Sekali lagi, sexual harassament dialami oleh sebagian besar wanita di planet ini. Dan biasanya yang melakukan adalah lelaki yang kadar kecerdasannya dibawah rata-rata . Teman-teman Saya ini awalnya memilih diam. Mereka bingung kemana harus mengadu, karena pada akhirnya perempuan yang disalahkan. Ketika Saya memilih untuk speak up dan menceritakan secara gamblang, mereka seakan punya teman senasib. Selama ini korban sexual harassment lebih meilih diam.
Saya akan sharing sedikit pengalaman teman Saya. Sebut saja mrs. A dan ms. B.
"Sabar-sabar aja, Jeung, tinggal di Indonesia mah", kata mrs. A mengawali percakapan Kami. Mrs. A ini sudah pindah ke Australia ikut suaminya yang asli Perth.
"Gue waktu ke kantor polisi minta surat SKCK aja masih digodain polisi. 'Neng, mau kemana? Pake celana ketat banget'."
Padahal ya Mrs. A ini emang bentuk badannya semok. Jadi dia mau dipakein baju kurung pun, tonjolan-tonjolan ditubuhnya akan masih terlihat jelas. Kenapa ya masih banyak orang yang menyalahkan pakaian? Kenapa mereka ga paham karena ya emang bentuk tubuh kita yang begitu.
"Trus ya, kalo perempuan Indonesia pacaran atau kawin sama bule, pasti deh kita dibilang muka babu makanya laku sama bule"
Saya sampai saat ini masih mengalami dicemooh orang karena pacar Saya orang kaukasian. Dari dibilang kayak perek sampai dibilang...muka kampung. Saya kasih alasan sedikit ya kenapa Saya lebih memilih pacaran sama bule. Pertama, ya emang dapetnya dia dan kita sama-sama suka. Kedua, beneran deh, menjalani hubungan dengan pria yang open minded lebih enak daripada dengan pria yang penganut budaya patriarki garis keras. Ketiga, kulit Saya coklat dan badan Saya kurus. Bukan selera cowok Indonesia banget lah yang lebih suka perempuan kulit putih dan badan bohay. Ya sebagai orang waras jelas Saya lebih memilih pria yang mengagumi Saya dooong...
Jadi kesimpulan Saya, orang-orang yang mencemooh orang Indonesia yang punya pasangan dari bangsa lain, ya karena mereka ngiri aja karena kalah keren atau ngiri pengen punya pasangan kayak pasangan kita tapi ga kesampaian. Hahaha.
Beralih ke cerita Ms. B. Dia hampir diserang sama cowok yang sempat dekat, bahkan cowok ini berani masuk ke kontrakannya Ms. B, yang sialnya saat itu Ms. B lupa kunci pintu. Mereka berdua ribut, Ms. B mengancam akan lapor polisi jika dia berani masuk kerumah tanpa izin. Tahu apa yang dijawab pria itu? Dia bilang karena Ms. B yang memberi dia kesempatan untuk berbuat itu. WTF!
Saya penasaran tanya bagaimana ketemunya dan siapa namanya. Pria ini sama-sama pekerja kreatif tepatnya fotografer freelance yang sialnya dia adalah salah satu follower Saya di twitter. Ms. B cerita awal pertemuan mereka berasal dari dating apps.
Dalam cerita diatas, apakah Ms. B salah? Tidak. Memang kalo cari pasangan dari dating apps kenapa? Cowok itu aja yang niatnya ga bener. Sebagian besar orang kita beranggapan cewek yang punya profile di dating apps adalah cewek rantangan. Mrs. A cerita salah satu teman dia bilang, "Kalo ketemuan sama cowok lokal mah pada belagu. Bayarin makan kagak tapi minta ML".
Contoh diatas diakibatkan budaya patriarki yang sudah mendarah daging. Para penganut ini beranggapan perempuan itu haram menolak keinginan laki-laki walaupun si perempuan tak suka akan tindakan itu. Lantas para pria minder itu men-cap perempuan yang berani bersuara adalah perempuan sombong. Lalu muncul lah sumpah serapah terhadap perempuan.
Bagi para penganut patriarki, perempuan itu hanya dapur dan kasur. Mereka juga menganggap perempuan yang memiliki karir adalah perempuan sombong yang tidak akan menghargai suami. Kenapa ya mereka tidak berpikir untuk berusaha lebih keras jika takut egonya dilangkahi perempuan? Kenapa mereka sibuk menyalahkan kemampuan perempuan daripada mencari cara bagaimana agar Kami, perempuan yang mereka anggap sombong bisa menghargai mereka? Dalam banyak kasus, jelas perempuan kuat ini jadi tidak menghargai mereka karena akhirnya mereka hanya numpang hidup dari kerja keras perempuan.
Budaya patriarki di Indonesia memang sudah mengkhawatirkan. Sialnya mereka beranggapan itu adalah ajaran agama dan norma, dan mereka berlindung dibalik itu. Padahal sih memang mental dia aja yang jongkok. Saya pribadi sebagai perempuan, tidak meminta posisi perempuan lebih tinggi dari pria. Kami punya suara seperti kalian para pria. Kami ingin dihormati sebagaimana pria juga ingin dihormati. Saya bersyukur pria di lingkungan Saya adalah pria-pria cerdas yang tidak memandang sebelah mata terhadap perempuan. Dan Saya berterima kasih kepada kalian, para pria open minded yang berhasil memutuskan mata rantai budaya patriarki. Karena kami, pria dan perempuan punya tanggung jawab bersama, yaitu menciptkan generasi selanjutnya yang lebih baik lagi dimasa depan.
Tuesday, March 14, 2017
Supaya Gebetan Ga Lepas, ini 5 Tips PDKT Paling Ampuh
PDKT itu adalah masa-masa mengenal lebih jauh orang yang kita taksir sebelum berlanjut ketahap berikutnya. Banyak yang bilang PDKT lebih seru daripada pacarannya sendiri. Mmm... Gimana ya, Mungkin saat PDKT kita lagi ada di fase berambisi menaklukkan hatinya. Pokoknya semua terpusat ke gebetan. Sampe lupa kalau kita punya kehidupan yang tetap harus dijalani. PDKT bisa bikin kita terlihat seperti orang paling bahagia sedunia. Handphone ga lepas dari tangan. Deg-deggan saat bales chat dari si dia. Atau... Malah stalking semua social media dia. Sampe stalking mantan pacarnya siapa aja trus membandingkannya dengan diri kita sendiri. Bener apa bener? 😋
Kalo buat Saya pribadi yang agak picky milih pasangan, PDKT itu ibarat masa-masa probation saat baru masuk kerja. Kalau sudah lewat masa probation, baru bisa putuskan dia cocok dijadikan pacar atau nggak. Nyari pasangan itu sama seperti nyari pekerjaan. Yang pasti chemistry nya harus dapet dulu. Karena urusan perasaan dan pencernaan harus selaras demi kedamaian pikiran.
"Saya udah PDKT setahun tapi ga jadian juga. Gimana ya?"
Kalo sampe setahun sih namanya bukan PDKT, tapi digantungin. Hahaha *pukpuk*. Daripada digantungin ga jelas atau PDKT nya berubah jadi Pernah Dekat Kemudian Terlupakan, coba tips-tips ampuh dibawah ini:
1. Jadi Diri Sendiri
Karakter manusia ini bermacam-macam. Hari gini pasti deh rajin stalking dia dan nyari tau dia suka tipe yang kayak gimana. Kalo kamu tipe yang sederhana, ga perlu maksa jadi kayak Syahrini atau Zayn Malik. Bukannya keren malah kayak alay. Kamu ga perlu berubah untuk menyesuaikan dengan si dia. Karena kamu bukan power ranger. Dia harus mengenal karakter asli kamu supaya saat pacaran nanti dia ga berpikir, "Waktu dulu begitu kok sekarang begini?". Dengan jadi diri sendiri kamu juga jadi lebih terlihat seseorang yang punya prinsip.
2. Conversation Is The Key
Fisik menarik memang selalu berhasil membuat semua orang menoleh. Kalau cakep tapi boring, percuma saja. Pasangan kan bukan hanya untuk dipandangi, tapi diajak ngobrol. Untuk membiarkan api cinta tetap membara, isi otak kamu jangan itu-itu saja. Banyak baca dan bergaul yang benar supaya makin pintar. Kamu ga perlu jadi pakar, at least kamu tahu apa yang sedang terjadi didunia ini. Jadi kamu selalu punya bahan obrolan.
3. Bikin Penasaran
Percayalah trik tarik ulur akan tetap berhasil karena pada kodratnya manusia suka tantangan. Kesalahan yang sering orang yang lagi PDKT lakukan adalah menjadi Please Man. "Aku pengen jadi orang nomor satu buat dia kapanpun". Sikap kayak gini malah bikin kesan kamu ga punya kesibukkan lain selain mikirin dia. Coba deh jangan selalu mengiyakan ajakkan kencan atau membalas pesan si dia secepat kekuatan cahaya Ultraman. Psst... Cara ini berlaku untuk setiap fase hubungan 😁
4. Tahan Diri Untuk Pamer Di Social Media
Kalian kan belum resmi pacaran. Ngapain juga kasih tau keseluruh dunia kalo dia idamanmu. Perhatikan lagi poin nomor 3. Ga perlu juga posting kode-kode supaya diperhatiin. Kalian bukan lumba-lumba yang berkomunikasi dengan kirim kode.
5. Tetap Tampil Menarik dan Bersih
Please jangan bikin gebetanmu risih saat jalan bareng karena penampilanmu yang terlalu sembrono. Pakai baju ga matching atau ke mall pake sendal tidur hotel, sumpah itu ga banget. Bagaimana dia bisa menghargai kamu kelak kalau kamu ga menghargai diri sendiri. Cantik dan ganteng memang relatif, tapi menarik itu mutlak. Pernah lihat kan orang yang biasa saja tapi selalu dikagumi orang-orang?
Nah, kalo kamu mau belajar lebih banyak lagi, coba deh nonton webseries PDKT yang akan tayang perdana tanggal 14 Maret 2017 di channel Youtube Alfamart atau Nation Pictures. Kamu juga bisa tau gimana para jomblo-jomblo ini mencari cinta. Webseries PDKT akan tayang setiap hari Selasa selama 4 minggu berturut-turut.
Jadi menurutmu PDKT itu apa sih?
Wednesday, December 21, 2016
Prasangka
Siang ini Saya meeting dengan seorang teman. Dari ngobrol serius sampai membahas beberapa aktor Indonesia yang gay. Teman Saya ini berkomentar "Emangnya di dunia ini kekurangan perempuan cakep apa? Mereka mah mau cewek yang mana juga tinggal milih". Saya hanya tersenyum. Memikirkan jawaban yang enak.
"Itu emang dari sananya lagi, Mas".
"Bukan karena pergaulan atau patah hati?".
"Nggak lah. Mungkin kita kurang peka aja baca bahasa tubuh dan perilaku keseharian orang-orang sekitar kita".
Teman Saya mencoba memahami sambil menerawang.
"Mungkin Tuhan menciptakan gay juga untuk ujian di keluarganya. Apakah mereka bisa bersabar dan menerima takdir Tuhan? Apakah mereka tetap bisa berlaku baik dan adil?", Saya menimpali.
****
Manusia begitu lihai berprasangka. Menilai orang hanya sebatas kulitnya.
Jangan pernah merasa jijik sama gay. Bisa jadi dia satu-satunya orang yang mau membantumu dengan suka rela saat kamu benar-benar butuh bantuan.
Jangan pernah menganggap wanita tuna susila adalah wanita hina. Belum tentu jika kita jadi dia akan kuat menanggung beban hidupnya.
Jangan pernah menganggap orang yang berbeda keyakinan adalah orang yang berdosa. Bisa jadi justru dia imannya kepada Tuhan jauh lebih kuat.
Sekarang ini marak sekali hakim dadakan yang hobinya memojokkan sana sini seakan dirinya bebas dari dosa. Biasanya orang yang ketakwaannya tinggi, dia akan berhati-hati sekali memberi penilaian kepada orang lain. Tutur katanya juga pasti santun, bukan penuh amarah dan kebencian. Orang yang bertakwa lebih suka meningkatkan ibadah untuk dirinya sendiri bukannya sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Karena yang akan dihitung oleh Tuhan adalah amalan pribadi, bukan sekelompok.
Jangan sampai belajar agama justru membuat pikiran menjadi kerdil. Belajar agama harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata agar tercipta kedamaian. Tak perlu memaksa keyakinan diri kepada orang lain. Setiap orang punya pemikirannya sendiri.
Kunci menjalani hidup ini agar dekat dengan Tuhan adalah pasrah, ikhlas dan sabar. Ada blog bagus yang memberikan pelajaran 3 hal tersebut. Coba klik www.innuri.blogspot.com . Saya menemukan blog ini secara tidak sengaja beberapa bulan yang lalu saat Saya sedang butuh sandaran untuk menenangkan hati Saya.
Mari mulai dari sekarang untuk mereset hati agar tidak terjerumus ke prasangka-prasangka aneh hasil pikiran kita sendiri. Sertakan Tuhan dalam setiap hembusan nafas.
Tuesday, November 29, 2016
#KapanMapan
Baru saja Saya buka twitter dan membaca ada sebuah kuis dari OJK gerakkan #AyoNabung. Kontra isu banget ya sama gerakkan rush money beberapa hari yang lalu. Tapi, sebelum ikut gerakkan rush money, pertanyaan Saya cuma satu. Emang situ punya duit berapa banyak sih di bank? Kok pede banget kalo ikutan rush money bakal bikin perekonomian dan perbankan kacau. 😋. Daripada ikutan rush money, mending ikut #AyoNabung biar mapan. Hahahaha.
*Disclaimer: postingan ini tidak diikutkan dalam partisipasi lomba OJK dan tidak mendapat imbalan apapun. Tulisan ini murni inisiatif dari penulis.
Kata kuis tersebut, "Menurutmu, kapan waktu yang tepat untuk investasi dan apa alasannya?"
So this is my answer based on my experience. Disini Saya membedakan menabung dan berinvestasi. Kalau menabung, bisa dimulai sejak usia sekolah. Kalau adik-adik yang uang jajannya bulanan, bisa sisihkan 10%. Tapi jika bicara investasi, biasanya ini bisa dilakukan saat kita sudah mulai bekerja. Karena pendapatan dan kesiapan mental juga lebih stabil (walau ada beberapa yang bekerja sebagai freelancer dan dapat bayaran per-project). Kapan mulainya? Dari 6 bulan - 1 tahun pertama kerja. Jadi namanya baru kerja, baru megang duit sendiri, ga ada salahnya kasih waktu untuk 'foya-foya'. Hitung-hitung sebagai reward atas hasil kuliah atau sekolah kamu. Tapi foya-foyanya jangan kelamaan.
Langkah pertama, bikin investasi dana darurat dulu. Saya bikin 1 rekening khusus yang akan auto debet setiap bulannya 10% dari gaji bulanan. Coba tanya bank masing-masing, ada yang menyediakan layanan ini? Dan biasanya ada jangka waktu minumum yaitu 2 tahun. Ambil saja platform yang paling pendek dulu. Beneran ga akan berasa. Tau-tau pas jatuh tempo, lumayan banget hasil tabungan kita selama 2 tahun itu.
Selanjutnya, uang itu mau dilanjutkan investasinya atau mau dipakai untuk apa harus jelas tujuannya. Mau buat DP kuliah lagi, liburan, atau ditabung lagi, bebas. Nah, karena sudah lebih mapan secara pendapatan karena usia kerja sudah masuk tahun ke 3, coba beranikan untuk investasi di Reksadana. Coba tanya bank lagi supaya lebih praktis, apakah mereka ada layanan tabungan reksadana. Kenapa reksadana? Karena modalnya tidak sebesar saham dan resikonya tidak sebesar saham. Return dari reksadana juga lumayan. Dan biasanya investasi reksadana dipakai untuk investasi jangka pendek-menengah. Jadi kalian harus punya tujuan jelas dulu uangnya mau dipakai untuk apa nantinya.
Sebenarnya produk investasi yang bisa kita coba untuk pemula itu ada Obligasi dan emas mulia. Tapi kedua produk ini modal awalnya cukup besar. Kalau punya uang lebih, bisa dicoba untuk investasi disini. Silahkan kalian pilih mana yang lebih cocok untuk kondisi keuangan kalian. Pokoknya penting untuk mengatur keuangan pribadi. Karena jangan sampai hidup kita malah menjadi beban untuk orang lain karena ga punya kemampuan mengelola uang sendiri. Jangan sampai diusia setengah abad nanti, hasil kerja keras kita malah tidak terlihat.
Subscribe to:
Posts (Atom)