Kurang lebih sudah 1 tahun lebih Saya mewarnai rambut. Awalnya sempat terbesit dipikiran kalau perawatan rambut diwarnai pasti bikin repot. Apalagi rambut Saya hampir setiap hari kena catokan. Sudah diwarnai, kena panas setiap hari juga, khawatir rambut akan kering kerontang dan bercabang. Ternyata perawatannya ga seribet yang dibayangkan. Saya hanya mengganti jenis shampo yang khusus rambut diwarnai. Berikut produk-produk yang Saya pakai untuk merawat rambut diwarnai. Dijamin rambut ga akan rusak
Sunday, September 15, 2019
Produk Untuk Perawatan Rambut Diwarnai
Kurang lebih sudah 1 tahun lebih Saya mewarnai rambut. Awalnya sempat terbesit dipikiran kalau perawatan rambut diwarnai pasti bikin repot. Apalagi rambut Saya hampir setiap hari kena catokan. Sudah diwarnai, kena panas setiap hari juga, khawatir rambut akan kering kerontang dan bercabang. Ternyata perawatannya ga seribet yang dibayangkan. Saya hanya mengganti jenis shampo yang khusus rambut diwarnai. Berikut produk-produk yang Saya pakai untuk merawat rambut diwarnai. Dijamin rambut ga akan rusak
Sunday, March 3, 2019
Saturday, November 17, 2018
[Review] dan Haul Wardah Aloe Hydramild Face Wash
Kalau di postingan ini judulnya Haul dan Review, kali ini, dibalik. Kenapa dibalik? Karena sebenarnya cuma mau review si Wardah Aloe Hydramild face wash, tapi demi estetika gambar, si St.Ives ikutan difoto. Biar si Apricot ga ngiri sama si Lidah buaya, lebih efisien judulnya saja agak di modif dikit. Hehe
Saturday, September 29, 2018
[Haul] Dan Review Biokos 30's Vital Nutrition
Sebenarnya Saya kurang cocok bikin judul Haul, karena Saya jarang sekali belanja produk-produk baru. Karena Saya orangnya hemat alias medit. Kali ini bikin judul haul karena kebetulan lagi coba produk baru yang belum Saya coba sebelumnya. Produk-produk itu adalah skincare dari Biokos, face scrub Himalaya, kuteks Beauty Story, Cologne Belia dan Biore Pore pack.
Saturday, July 14, 2018
Mewarnai Rambut Di rumah Dengan Revlon Colorsilk 46
![]() |
Revlon Colorsilk 46 Medium Golden Chestnut Brown |
![]() |
Pertama kali rambut diwarnai tahun 2009 |
Dari pengalaman terdahulu, sebenarnya warna itu kurang cocok untuk kulit Saya. Wajah Saya jadi terlihat agak kusam. Kali ini Saya memutuskan mewarnai dengan shade lebih gelap untuk hasil yang natural. Karena Saya lagi suka banget sama tampilan Princess Meghan Markle, Saya ingin warna rambut Saya seperti foto dibawah ini. Walau diwarnai, masih terlihat sangat natural. Sungguh lah Meghan Markle junjungankuw. Sampai-sampai Saya jadi ikutan suka tampilan no makeup makeup gara-gara Incesss ini. Yang biasanya Saya menghindari lipstick nude, sekarang jadi suka lipstick nude.
![]() |
Meghan Markle |
Lalu Saya pergi ke Watson PIM 2. Disana Watsonnya besar dan cukup lengkap. Berharap Saya menemukan banyak option untuk beli cat rambut. Akhirnya pilihan Saya jatuh ke Revlon Colorsilk 46 Medium Golden Chestnut Brown. Tadinya mau beli yang warna coklat, tapi kata embak-embaknya, karena rambut Saya hitam banget, lebih baik beli yang warnanya terang. Kalau beli warna gelap, hasilnya ga kelihatan. Menurut Saya sih warna ini sudah cukup terang karena ada tulisan mediumnya. Kalau pilih yang light, takut hasilnya jadi kayak anak kecil kebanyakan main layangan.
Saya langsung eksekusi begitu sampai di rumah. Isi boxnya Revlon Colorsilk ada cream developer, cairan pewarna, after color conditioner, sarung tangan dan petunjuk pemakaian. Saya ga pakai sisir semir karena lupa beli. Akhirnya Saya aplikasikan dengan tangan saja. Sebelumnya, Saya oleskan wajah, kuping dan leher dengan krim, supaya jika ada cat yang mengenai kulit, lebih mudah untuk dibilas. Saya bagi rambut menjadi beberapa bagian agar aplikasinya merata. Saya mulai dari rambut bagian bawah belakang kepala. Setiap selesai satu bagian, Saya sisir dengan sisir biasa untuk meratakan cream-nya. Setelah semua bagian selesai, diamkan min. 25 menit. Karena hitungannya rambut Saya masih virgin, Saya diamkan sampai 1 jam. Setelah itu bilas dan tak lupa pakai after color conditioner.
Hasilnya tak terlihat signifikan, malah masih hitam. Moon maap saudara sekalian, Saya ga ada foto after-nya. Dibawah ini foto 2 hari setelah pewarnaan. Saya pikir ini gagal. Dan berencana cat ulang setelah 3 bulan nanti.
![]() |
2 hari setelah pewarnaan, outdoor |
Saya masih penasaran, kenapa rambut Saya masih terkihat hitam, ternyata menurut beberapa review, cat rambut rumahan memang tidak memberikan hasil langsung. Tapi baru akan terlihat setelah 1 minggu sampai 1 bulan. Jadi mari kita lihat progress-nya.

Oke, jadi ga gagal-gagal banget lah ya. Perlahan warnanya makin kelihatan. Memang sesuai klaim di box nya, "3D Color Technology For Natural Rich Color". Waktu di Watson pun Mbak-mbaknya bilang, biasanya warna akan terlihat dibawah cahaya, kalau didalam ruangan, ga akan terlalu kelihatan.
Benar saja, setelah 1 bulan, warna semakin terlihat. Walau jika diruangan dengan pencahayaan standard masih tidak terlalu kelihatan warna coklatnya.
![]() |
Revlon Colorsilk 46 Medium Golden Chestnut Brown |


Warna diluar ruangan dengan cahaya matahari

Baca juga : Perawatan Untuk Rambut Diwarnai
Sunday, November 12, 2017
[HAUL] Review Wardah Exclusive Liquid Foundation, Creme 21 dan Palm Olive
Biasanya kalau beuaty blogger kenamaan, bakal posting haul rutin setiap bulannya. Tapi Saya kan blogger yang orientasinya ga jelas, (sebenarnya malas aja sih), jadi boleh lah semua produk yang Saya beli dirangkum saja setelah beberapa bulan. Dan lagi pula Saya juga ga belanja beauty product banyak-banyak seperti kelen-kelen yang budget buat kecantikannya mungkin lebih besar dari Saya. *medit modeon*
1. Creme 21
Jadi beberapa bulan lalu Saya sempat bosan dengan natural beauty product. Saya lagi pengen sesuatu yang wangi. Sudah beberapa tahun ini Saya memakai EVOO atau VCO untuk skincare from head to toe. Saya sempat kembali ke krim kesayangan Saya dari kecil, Vaseline Petroleum Jelly. Setelah habisa sempat beli Viva skin food dan Nivea cream yang warna biru. Saya suka banget sama semua krim tersebut untuk hal melembabkan kulit. Tapi terlalu thick dan jadinya agak susah diblend. Akhirnya Saya ditawari Creme 21 oleh Mbak-mbak Century. Saya tanya, "Ini bisa buat muka dan badan kan?". Kata Mbaknya bisa. Kalau mau body lotionnya, juga ada. Tapi akhirnya Saya ambil Creme 21 ini.Pemakaian pertama, Saya langsung jatuh cinta. Pertama, karena teksturnya sedikit lebih cair dari Nivea jadi lebih gampang diblend. Kedua, wanginya enak banget dan lembut. Kalau kalian pernah coba produk The Body Shop yang almond, Creme 21 ini wanginya mirip (dan jelas jauh lebih murah ;D). Ketiga, kemampuan untuk melembabkannya juara, tanpa harus berasa berminyak. Ini pembelian Saya yang kedua. Kali ini Saya pakai sebelum memakai foundation. Dan Saya sudah kembali ke EVOO untuk skin care harian Saya. Creme 21 ini versatile deh. Waktu beberapa waktu lalu location hunting dengan filmmaker dari Korea, Saya juga bawa krim ini. Jauh lebih simple daripada bawa-bawa botol minyak dan aplikasinya juga gampang. Secara waktu kerja sama team Korea, mereka cepat gerak banget. Kalau Saya harus pakai body oil, yang ada bisa ditinggal rombongan.
![]() |
Teksture Creme 21 |
2. Wardah Exclusive Liquid Foundation
![]() |
Wardah Exclusive Liquid Foundation Natural |
Beli Wardah Exclusive Liquid Foundation 04 disini
3. Palm Olive Shower Gel
Saya lagi kerajingan sesuatu yang wangi. Mungkin karena belakangan Saya suka merasa agak stress dan tegang, Saya perlu sesuatu untuk membuat Saya merasa tenang dan relax. Sampai-sampai Saya stock beberapa dupa untuk Saya bakar saat stress melanda.Awalnya Saya pikir sabun Palm Olive ini cuma sekedar wangi. Ternyata Palm Olive ini juara banget untuk melembabkan kulit kering. Jadi dapat dua manfaat, wangi yang enak dan kulit yang lembut. Palm Olive wangi bisa tahan sekitar 2 jam-an dikulit setelah mandi dan yang paling seru, wangi sabun ini bisa merebak keseluruh ruangan. Lain kali Saya mau coba varian yang lain.
Beli Palm Olive Shower Gel disini
Ada produk rekomen ga dari kalian yang bisa aku coba? Share yuk!
Friday, April 14, 2017
[Review] Lipstick Matte Anastasia Beverly Hills Dolce
Teman Saya, Chevy, lagi ada di Indonesia bulan ini. Dia bawain Saya oleh-oleh diantaranya lipstick Anastasia Beverly Hills. Brand ini jarang ada di Indonesia, tahu gitu nitip banyak trus dijualin lagi ya. Hehehehe. Saya waktu itu memang request untuk warna nude. Karena Saya lagi bosan pakai lipstick dengan nuansa pink. Belakangan Saya memang lagi agak males dandan. Kadang cuma pake pelembab dan lipstick kalau mau keluar rumah. Saya juga lagi tergila-gila dengan no makeup make up. Pengen lebih natural aja sih.
Lipstick Anastasia Beverly Hills ini bentuknya lipcream dan ini pertama kalinya Saya pakai lipcream. Agak-agak katro sih. Soalnya kalau salah pulas, bibir malah kelihatan jontor banget. Jatuhnya jadi ga seksi kayak Kendal Jenner. Apalagi bibir Saya memang tebal. Akhirnya Saya belajar cara pakai lipcream supaya tangan lebih luwes saat memulasnya ke bibir. Jadi kuasnya Saya peperkan dulu di leher botolnya supaya lipstick yang terambil lebih sedikit, jadi lebih gampang dipulas dibibir. Lipcream Anastasia Beverly Hills lumayan cepat kering. Dan untungnya lipcream ini sekali pulas sudah langsung bisa menutup warna asli bibir. Jadi lipstick ini cocok buat orang yang bibirnya gelap seperti Saya.
Untuk warnanya gimana? Karena pigmented banget, lipstick Anastasia Beverly Hills ga akan nyampur warnanya dengan warna bibir. Dan untuk shade Dolce ini, warnanya lebih ke coral. Kalau kalian kulitnya putih, jatuhnya masih bisa nude. Tapi kalau di Saya yang berkulit olive, warnanya jadi agak pink walau masih natural jatuhnya. Ini perbandingannya dengan warna-warna lipstick Saya.
Tapi Saya sepertinya kurang cocok pakai lipstick matte seperti ini. Karena bibir Saya teksturnya banyak garis-garis halus. Jadi terkadang setelah beberapa jam lipsticknya seperti terlihat retak. Padahal Saya sudah pakai lipbalm. Dan karena matte, kalau mau touch up, harus dihapus sempurna dulu lipsticknya. Ga bisa langsung timpa. Anastasia Beverly Hills ga bikin bibir kering. Staying power nya lumayan tapi kalau makan makanan berminyak bisa langsung hilang. Harga lipstick Anastasia Beverly Hills ini $20.
Saya suka sih sama lipstick ini. Walau warnanya ga beda jauh sama lipstick-lipstick Saya yang lain. Saya sebenarnya pengen lipstick yang agak berwarna coklat dengan sedikit pink. Saya pernah coba Wardah Lipcream no. 11 dan cocok warnanya dengan kulit Saya. Warna nude tapi ga bikin kelihatan kayak lagi sakit. Mungkin lain waktu Saya mau beli Wardah lipcream no. 11
Monday, December 12, 2016
[Review] Makarizo Fibertheraphy Shampoo & Vienna Body Scrub
Belakangan ini Saya lagi kurang merawat diri. Saya yang biasanya rajin bikin shampoo dari baking soda, tiba-tiba bosan saja. Lagi pengen yang praktis. Tapi rasa-rasanya Saya jadi agak ga tega kasih rambut dan kulit kepala Saya shampo-shampo komersial yang pasti sekarang banyak bahan kimianya. Mau beli yang organic, agak mahal. Soalnya lagi ngirit dulu nih 😂. Ya at least Saya mau beli shampo yang masih ada kandungan bahan alaminya. Akhirnya Saya iseng ke Ranch Market Dharmawangsa. Karena biasanya supermarket high class gini yang menjual produk-produk organic. Sempat mau ambil Petal Fresh, Organic care atau Ogx. Ketiga produk import tersebut diklaim bebas sls dan dibuat dari bahan alami. Tapi,,,, harganya.... Nggak dulu. Sebenarnya ga terlalu mahal sih, sekitar Rp 120.000,- untuk ukuran 300 - 400 ml.
Akhirnya pandangan Saya tertuju ke shampoo Makarizo Fibertheraphy. Ada beberapa varian. Tapi Saya pilih yang melon and aloe vera for hair fall ini. Harganya Rp 37.000,- untuk 330ml. Shampo ini memang mengandung SLS. Tapi kandungan bahan alami juga lumayan banyak, seperti ekstrak lidah buaya, beberapa seed oil, rice bran oil dan ekstrak melon. Saya suka wanginya yang segar, tapi tidak tahan lama dirambut. Selain itu walau mengandung SLS, busa shampo ini sedikit. Namun mampu membersihan minyak dengan sempurna. Karena setiap seminggu sekali Saya melakukan deep conditioning dengan EVOO.
Saya tidak terlalu merasakan hasil istimewa. Selain rambut yang jatuhnya agak bagus. Ga terlalu turun gitu. Karena Saya sudah terbiasa dengan produk yang busanya sedikit, Saya sih suka-suka aja.
Selesai milih shampoo, Saya pengen cari body scrub yang mengandung bahan alami. Di Ranch Market itu pilihannya ga sebanyak body scrub yang ada di Hypermart atau Carefure. Akhirnya Saya pilih Vienna Body Scrub yang harganya Rp 22.000,- untuk 250gram. Katanya sih scrub ini mengandung lumpur Laut Mati. Tapi Saya sih kurang yakin yah. Hehehehe... Mungkin dimasukkan bahan-bahan yang kandungan manfaatnya serupa dengan lumpur Laut Mati.
Kandungan alaminya antara lain bubuk biji apricot dan bubuk kulit kacang kenari. Butiran scrub Vienna ini pas tidak terlalu kasar atau halus. Dan yang paling Saya suka, wax nya sedikit jadi gampang dibaur ke kulit. Daki juga cepat terangkat tanpa harus menggosok terlalu lama. Kelamaan gosok-gosok dikamar mandi mah ga asyik, dingin dan bikin kisut. Hahaha. Wanginya juga seperti scrub mahal. Segar tapi ga terlalu fruity. Saya sih ngerasanya lipatan-lipatan kulit jadi lebih bersih dan cerah. Kalau efek putih, wah, itu bukan tujuan Saya beli scrub ini sih. Scrub itu fungsinya membantu merontokkan sel kulit mati.
Memang pampering body itu bikin mood meningkat drastis. Jadi merasa bersih dan segar. Ah,,, semoga Saya ga keterusan malas merawat diri. Kelihatan banget dekilnya kalo kurang perawatan. Apalagi pola makan Saya juga lagi kurang bagus. Olahraga juga lagi kurang. Makanya sekarang Saya suka paksakan untuk jogging disekitaran Dharmawangsa. Karena banyak pohon pasti kualitas udaranya juga bagus.
Thursday, September 8, 2016
Krim Untuk Kulit Sehat
Sekali-kali pasang foto selfie untuk gambar pembuka. Sekalian mau pamer kulit sehat. Hehehe.... Itu Saya hanya pakai lipstick, tanpa bb cream atau bedak. Saya jarang upload foto selfie ke social media karena Saya lebih suka pamer soal buah pikiran Saya. Sekalinya upload foto selfie, banyak yang tanya ke Saya tentang perawatan untuk kulit karena menurut teman-teman kulit Saya terlihat sehat. Mereka selalu mengira Saya ikut perawatan ke derma atau pakai krim mahal. Ampun, Cyiiin.... Entahlah Saya masih merasa Sayang sediain budget untuk ke derma karena.... Mahal. Hahahaha!!! Dan Saya merasa belum perlu juga. Tapi kulit Saya ini bukan hasil perawatan instant. My mom did it. Yess.... Sudah dibiasakan dari kecil untuk pakai pelembab, minum air putih yang cukup dan perhatikan pola makan. Dan untungnya Saya tipe orang yang sangat memperhatikan penampilan. Jadi setiap harinya Saya selalu menyempatkan diri untuk perawatan.
Saya orangnya simple. Dan sebisa mungkin selalu beli produk yang bisa dipakai from head to toe. Memang beberapa tahun ini untuk pelembab kulit, Saya lebih suka pakai body oil. Tapi kan ga semua orang suka pake body oil dan ga mungkin juga kalo traveling bawa-bawa body oil karena takut tumpah-tumpah. Saya mau review 2 krim perawatan kulit favorit Saya.
Saya pertama kali coba Viva Skin Food waktu SMP. Jadi dulu waktu masa penjajahan ikut Mak tiri, telapak kaki Saya jelek banget gara-gara kebanyakan mengerjakan pekerjaan rumah tapi ga dirawat kulitnya. Diam-diam Saya beli ini dan rutin setiap malam dipakaikan ke telapak kaki. Dalam seminggu kulit kaki Saya langsung sembuh bahkan kutu air ga terasa gatal. Baru sadar ternyata penyebab kutu air karena keringnya kulit kaki sehingga jamur betah nempel.
Lalu Saya coba pakai ke wajah. Wajah Saya jadi halus banget. Makanya setelah dewasa, Saya juga selalu sedia ini. Karena agak susah beli petroleum jelly, Saya harus nitip teman yang diluar negeri atau beli kalau lagi di Changi. Hahaha. Viva Skin Food gampang banget dicari dari Indomaret sampai Hypermart. Tekstur Viva skin food juga lebih 'ramah'. Kalau sedang cuaca panas banget, Saya pakai Viva Skin Food. Soalnya kalau pakai body oil berasa sumuk.
Invest on Healthy Skin
Tips tambahan. Kalau mau pakai pelembab, lebih enak dipakai setelah mandi tanpa handukan dulu. Karena bikin krim atau body oil gampang dibaurkan dan pemakaian juga lebih irit. Perawatan kulit tidak harus mahal. Yang penting konsisten. Lebih baik rawat dulu kulit sebelum menutupnya dengan makeup yang super tebal dan membuatmu terlihat seperti drag queen. Memiliki kulit sehat juga bisa meningkatkan percaya diri. Perempuan akan terlihat lebih menarik jika memiliki kulit yang sehat. Jangan terlalu terobsesi dengan kulit putih. Kulit gelap pun jika dirawat akan terlihat glowing dan cantik. Sebelum terlambat, rawat kulit sejak usia muda.
Saturday, August 6, 2016
Pale Pink Lipstick Hack
Rezeki itu bentuknya banyak banget. Salah satunya dikasih lipstick sama sahabat Saya, Chevy, yang lagi pulang ke Jakarta. Sahabat Saya ini sekarang tinggal di Los Angles karena ingin mengembangkan karir dan ikut suaminya di Amerika sana. Hari Kamis lalu kita makan siang di Remboelan PIM Street Gallery. Senang banget bisa kumpul-kumpul sambil kangen-kangenan. Kita sempat-sempatin ketemuan sebelum kita sibuk sama kerjaan yang sudah menanti dibulan ini. Nah Chevy kasih Saya oleh-oleh lipstick Make Up For Ever Rouge Artist Intense #51. Emang Chevy tuh seneng banget kasih Saya lipstick. Dia seperti supplier lipstick Saya. Langsung kepikiran untuk Saya review sekalian. Lumayan buat nambah-nambahin bahan postingan blog, kaan... Hihihi.
Pas coba MUFE Rouge Artist Intense #51 ini, Saya agak kecewa sama warnanya yang ga cocok untuk Saya. Karena kulit Saya yang berwarna olive dan bibir Saya yang gelap, ga cocok kalau pakai lipstick pale pink gini. Tapi masa lipsticknya mau dibuang atau dikasih orang? Sayang banget. Lagipula dari kecil Saya dibiasakan jangan buang-buang pemberian dari orang. Sebisa mungkin akan tetap Saya pakai karena Saya ingin menghormati dan berterima kasih pada pemberinya.
Tuh, kan. Saya kayak abis ciuman sama tembok. Jatuhnya jadi cenderung putih di bibir Saya. Saya aja serem ngeliatnya. Mungkin kalau untuk pemotretan atau pesta kostum, lipstick ini bisa dipakai. Memang sih MUFE Rouge Artist Intense #51 ini kurang cocok dipakai untuk warna kulit orang Indonesia. Lalu Saya bereksperimen dengan beberapa warna lipstick yang Saya punya. Yaiyalah! Boong banget hari gini cuma punya 1 lipstick :P. Pertama, Saya coba campurkan dengan lipstick Wardah Golden Coral. Hasilnya dibawah ini:
Saya suka sama hasilnya. Memang warnanya tetap nude. Tapi sedikit lebih pink. Dan cukup cocok untuk kulit Saya. Sebenarnya Saya kurang suka lipstick warna nude karena kelihatan kurang fresh. Makanya Saya suka gemas lihat lipsticknya Jlo yang hampir selalu pucat.
Eksperimen kedua, Saya coba campur MUFE ini dengan MAC Cremesheen Brave Red.
Hasilnya jadseperti ini:
Warnanya ga beda jauh sama warna asli Wardah Golden Coral, warna yang biasa Saya pakai untuk sehari-hari. Nothing special sih.
Jadi dari kedua eksperimen, favorite Saya adalah eksperimen dengan Wardah Golden Coral. Karena Saya sekali-kali ingin mencoba lipstick nude. Biar ga terlalu monoton saja karena Saya selalu memakai lipstick berwarna pink hangat. Yay! Jadi punya lipstick shade baru deh :))
Menurut Saya jika ingin memakai lipstick berwarna nude, baiknya dikombinasikan dengan riasan mata yang tegas. Bisa dengan permainan eyeliner atau riasan smokey eyes. Jadi wajah terlihat lebih hidup dan segar. Make Up For Ever Rouge Artist Intense ini warnanya memang sangat intense. Teksturnya creamy. Daya tahannya cukup lama dan tidak membuat bibir kering. Wanginya mengingatkan Saya pada lipstick jaman emak kita dulu. Rouge Artist Intense #51 ini juga bisa dipakai untuk melembutkan warna lipstick yang berani. Mungkin untuk yang berkulit cerah atau gelap, akan cocok memakai lipstick ini tanpa campuran warna apapun. Dan untuk yang kulitnya berwarna Olive, bisa dicampur dengan warna-warna coral.
Tuesday, July 12, 2016
Keramas Pakai Sabun Dove Batangan
Selamat Idul Fitri. Mohon nafkah lahir batin. #eh
Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin. Minggu ini sepertinya masih banyak yang belum mulai aktif kerja. Apalagi yang kerja di industri kreatif, minggu depan baru aktif. Enak sih libur panjang, lebih enak kalo punya budget cukup buat liburan. Hehehe....
Kali ini Saya mau review Dove Beauty Bar a.k.a Dove sabun batangan. (Bytheway, sabun bukan sih?). Judulnya sensasional banget ya sama kayak judul artikel-artikel dotcom. Gapapa, biar banyak yang penasaran trus nge-klik. Lumayan buat naikin traffic reader. :P. Saya sudah mengenal dan pernah mencoba Dove Beauty Bar sejak pertama kali keluar waktu Saya masih SMP sekitar tahun 2000-an awal. Pada waktu itu Dove meng-klaim mengandung 1/4 moisturizer dan diperkenalkan sebagai sabun muka. Dan memang setelah pemakaian pertama kulit wajah terasa sangat halus. Fast forward kita ke tahun 2016...
Belakangan cuaca Jakarta lagi panas pengap. Saya jadi males pakai EVOO untuk perawatan tubuh sehari-hari. Rasanya sumuk gitu. Panas-panas pakai minyak. Bawaannya gerah dan lengket seharian. Hasilnya kulit Saya jadi kering dan ga enak. Saya memikirkan solusinya adalah ganti sabun mandi yang mampu melembabkan kulit dengan sangat baik. Tapi sabun-sabun seperti itu biasanya harganya lumayan mahal. Sedangkan tahun ini Saya lagi pengiritan. Nah, teringatlah dengan Dove Beauty Bar ini. Tanpa pikir lama-lama, Saya langsung meluncur ke supermarket dan beli 1 seharga +/- Rp 7.000,- . Setelah pemakaian pertama, kulit Saya belum terlalu lembab tapi merasa lebih baik dari sebelumnya. Sensasinya ga seperti pertama kali coba Dove jaman dulu. Karena mengandung banyak moisturizer, Dove Beauty Bar ini busanya sangat lembut dan tidak meninggalkan kesan kesat dikulit setelah mandi. Makanya tidak membuat kulit kering. Setelah beberapa hari pemakaian, kulit Saya sudah kembali sehat. Yay!
Masuk bulan puasa kemarin, udara Jakarta agak sejuk karena intesitas hujan yang cukup sering. Akhirnya Saya kembali melakukan perawatan dengan Evoo from head to toe. Hasilnya bisa ditebak.
Perawatan tubuh adalah salah satu cara untuk membuat suasana hati jadi bagus. Bikin kita merasa cantik dan terawat. Percobaan Saya dengan Dove Beauty Bar juga Saya lakukan untuk keramas. Serius? Keramas pake sabun batangan? YES!! Sejak 2015, Saya sudah tidak menggunakan shampoo lagi untuk keramas dan menggantinya dengan Baking Soda. Suatu hari Saya kehabisan baking soda. Sedangkan rambut sudah telanjur pakai Evoo. Akhirnya Saya nekat keramas pakai Dove Beauty Bar. Awalnya sedikit ragu. Tapi kan Dove ini bisa untuk muka juga, pasti bisa buat rambut lah. (Hahaha ilmu sotoy). Cara pemakaiannya Saya usapkan Dove langsung ke rambut lalu keramas seperti biasa. Dan.... Voila!! Hasilnya Saya suka sekali. Walau Dove menghasilkan sedikit busa, tapi tidak membuat tekstur rambut Saya selicin kalau keramas dengan shampo. Dove juga mampu membersihkan Evoo di rambut Saya walau hanya 1 kali keramas. Kulit kepala juga tidak terasa gatal walau belum keramas 2 hari, tidak seperti kalau keramas dengan shampo. Ini hasilnya setelah 2 hari keramas:
Kenapa ga keramas pakai shampo Dove aja? Pertama, Saya ga suka wanginya yang terlalu menyengat dan ga fresh. Kedua, rambut Saya ga cocok pakai shampo Dove.
Apakah Dove body shower juga memiliki hasil yang bagus untuk kulit? Ga tau, belum pernah coba.
Tapi Dove Beauty Bar sudah cukup untuk Saya sebagai produk perawatan all in one. Karena Saya ga suka pakai banyak produk untuk perawatan. Untuk muka, badan dan rambut satu batang itu, apa ga takut terkontaminasi kuman? Aduh.... Saya orangnya ga seribet itu. Lagipula kuman ada dimana-mana, kok. Takut amat sih sama kuman. Paling Saya simpan di wadah khusus aja. Dan kalau untuk traveling, Dove Beauty Bar ini sangat praktis. Saya juga mau coba bikin versi cairnya. Biar lebih praktis lagi. Nanti lain waktu Saya post lagi untuk DIY Dove Shower Cream. :)
Friday, May 6, 2016
[Freebies] from Sociolla
Akhirnya Saya memutuskan untuk review produk-produk yang Saya terima dari Sociolla. Saya dapat beberapa produk dari Sociolla karena menjadi salah satu pemenang kontes foto dengan tema "Wanita Inspiratif" yang diadakan oleh Majalah Kartini. Saya memilih Anggun C Sasmi karena perjalanan karirnya menginspirasi Saya untuk menjadi filmmaker international. Selain itu Saya juga suka style nya Anggun yang simple dan elegan. Sebenarnya Saya dapat barang-barang ini sejak Maret. Tapi baru Saya review sekarang karena Saya mau coba semuanya dulu. Apa saja yang Saya dapat?
1. Bioderma Sensibio Water Cleanser
Ini produk pembersih wajah yang lagi hits banget dikalangan beauty blogger. Bioderma ini sebenarnya cocok untuk kulit sensitif karena tanpa alkohol. Bioderma sensibio mampu membersihkan makeup dengan mudah dan cepat. Tapi produk ini tidak bisa menghapus makeup waterproof karena kandungannya tidak mengandung minyak dan alkohol. Saya suka air ajaib ini karena membuat kulit terasa lembab setelah memakai produk ini. Tapi produk ini kurang bisa memberikan efek segar diwajah. Mungkin karena Saya terbiasa memakai Pond's shake and clear yang memang mengandung sedikit alkohol untuk membuat wajah terasa segar.
2. Nicole by OPI
Saya sempat sumringah begitu membuka bungkusan Sociolla dan menemukan kutek ini. Kapan lagi dapat kutek mahal secara gratis? Hehehe. OPI terkenal sebagai salah satu brand highend untuk nailpolish. Nicole ini semacam young sisternya dari OPI. Saya dapat warna yang Ink A Dink A Pink. Centil banget ya warnanya... Saya suka 😊. Nicole ini kuasnya enak banget. Cukup satu kali pulas warnanya sudah keluar. Itu yang difoto Saya pakai 2 kali pulas. Daya tahan Nicole bisa lebih dari 1 minggu. Padahal kegiatan tangan Saya cukup bar-bar lho, misalnya nyikat kamar mandi, ngepel dan nyuci baju. Tapi si Nicole ini ga kelupas-kelupas. Sayang saat dihapus bikin kuku kuning. But I love the color. Bikin gemas dan lumayan untuk mood booster 😀
3. Itsy Nail Wraps
Sekarang kan lagi in banget yanv namanya nail art. Tapi kalau pasang nail art di salon harganya lumayan yaaa... Saya sebagai cewek yang not too fashionable bakal mikir berkali-kalo untuk nail art di salon. Itsy nail wraps ini bisa jadi solusi kalau kamu ga punya budget buat nail art atau cuma pengen yang praktis aja. Ini pertama kalinya Saya pakai nail wraps. Saya dapat yang model Friday to 13th. Kuku Saya jadi gemesin kalau pas ngetik-ngetik di handphone 😁. Kalau dikemasannya tertulis Itsy nail wraps ini bisa tahan sampai 14 hari. Tapi karena kegiatan Saya lumayan bar-bar, Itsy hanya bertahan sekitar 5 hari. Memang tidak sampai ngelotok banyak atau terlepas, paling hanya diujung-ujung kuku. Kalau mau awet mungkin bisa dipoles nail coat setelah pemakaian nail wraps. Nail wraps ini mudah dilepas kok, karena pada dasarnya inikan stiker jadi ga perlu remover.
4. RTSY Eyelash
Ini juga pertama kalinya Saya pakai bulu mata palsu. Saya dapat RTSY Summer Breeze. RTSY ini lembut dan tidak terasa berat saat dipakai. Dan konon kalau baca review di blognya para beauty blogger, RTSY ini bisa dipakai ulang sampai 15x bahkan bisa dicuci. Selama ini Saya berpikir yang namanya bulu mata palsu cuma sekali pakai saja. Efek bulu mata palsu ini sukses bikin tampilan mata Saya lebih pop-up. Difoto yang sebelah kanan, itu Saya baru bangun tidur ga pake apa-apa langsung coba pakai RTSY Summer Breeze dan pakai lipstick. Keren ya 😁. Sedangkan foto sebelahnya itu pakai makeup full tanpa bulu mata palsu pas mau ke awarding night Piala Maya 2015. Jadi bulu mata palsu ini jadi option Saya kalau lagi malas dandan. Saat memakai bulu mata palsu dari RTSY ini ga perlu pakai maskara lagi.
5. Voucher dari Sociolla
Karena dapat voucher yang lumayan banyak, Saya mau coba belanja ah di Sociolla .
Produk-produk yang Saya review diatas bisa kalian beli di website Sociolla . Sociolla adalah salah satu online shop khusus beauty product yang lagi happening. Kalian juga bisa dapat surprise freebies dari Sociolla dengan menjadi member. Untuk lebih lanjut soal paket-paketnya silahkan lihat di website Sociolla.
Tuesday, May 3, 2016
My Fragrance Journey
Buat Saya, wangi itu suatu keharusan. Selain untuk mendongkrak rasa percaya diri, badan wangi juga bikin suasana hati jadi happy. Bahkan kalau dirumah atau mau tidur, Saya selalu pakai wewangian. Kali ini Saya mau cerita tentang perjalanan wewangian yang Saya pakai.
Dari kecil Mama selalu memakaikan Saya cologne saat mau jalan ke sekolah. Kebiasaan ini berlanjut waktu Saya tinggal dirumah nenek, setelah Mama meninggal. Apalagi dulu umur-umur 9 tahunan kan sudah mulai puber dan centil yaa... Saya masih ingat dulu cologne favorite Saya itu She yang warna pink dan Belia yang warna hijau. Sekarang kayaknya udah ga ada deh. Nah, waktu SMA, jaman juga sudah berubah, Saya sudah mulai pakai parfum. Gaya banget ya masih SMA aja pakai parfum 😝. Perkenalan Saya dengan parfum ini karena dapat hadiah dari Om. Waktu itu dikasih 2 parfum. Yang 1 Saya lupa brand nya tapi wanginya feminin, yang satu lagi Benetton Hot. Beberapa teman yang biasa satu angkot atau teman sekolah suka ada yang nanya, pake minyak wangi apa sih kok wanginya beda. Nah setelah habis (dan ga dapet supply lagi dari Om) Saya mulai menyisihkan uang jajan buat beli parfum sendiri. Sejak itu sampai sekarang, inilah perjalanan wewangian Saya
1. The Body Shop
My favorite ever is Vanilla. TBS punya wangi vanilla yang khas. Sampai sekarang Saya ga menemukan wangi vanilla yang seenak TBS era sebelum Saya lulus SMA (Saya lulus tahun 2007). Tapi sayang tiba-tiba Vanilla ini discontinue. Memang sekarang TBS juga ada yang vanilla, tapi tetap beda sama yang jaman dulu. Pagi pecinta TBS sejak jaman baheula pasti ngerti deh. Untungnya Saya masih menyimpan botol bekasnya sampai hari ini dan masih suka Saya cium-cium 😀. Lalu Saya coba TBS yang Moonflower (ini juga udah DC). Wangi khas sekali. Jaman dulu harga body mist ini Rp 89.000,-. Pernah coba juga yang eau de toilette warna-warni yang bisa dicampur-campur itu. Ini Saya suka banget. Wah pokoknya waktu jaman SMA, TBS jadi my signature fragrance. Tapi sampai Saya kerja juga masih pake TBS body mist kok. Sampai akhirnya bosan. 😀
2. The Bath and Body Works, Pleasure
Ini cuma selingan aja kalo lagi bosan sama TBS. Pleasure itu punya varian yang enak-enak. Wanginya khas banget, segar dan manis. Cocok banget buat ABG. Saya ga tau sekarang masih ada atau nggak. Waktu dulu harganya Rp 150.000,- untuk 250ml. Saya suka Pleasure karena walaupun body mist, wanginya awet banget. Dulu juga sempat hits. Bahkan ponakan-ponakan Saya dulu juga pake ini buat daily fragrance mereka.
3. Friends
Yup, minyak wangi ini memang keluaran TV Series yang melejit diera 90-an. Boxnya foto para pemainnya. So far ini adalah parfum favorit Saya setelah Angle. Harganya memang jauh dibawah Angle, tapi wanginya elegan. Pas untuk usia pekerja seperti Saya. Dulu Saya beli pas lagi discount di Java Dept. Store (seberang Sarinah). Harganya Rp 150.000,- untuk 50ml. Harga Aslinya dulu Rp 400.000,-. Wanginya awet banget seharian. Sayang sekarang udah DC 😢.
4. Angle
Ini parfum favorit Saya karena wanginya classic dan elegant. Tapi harganya lumanyun lah untuk Saya. Terakhir cek sudah 2 juta. Dulu waktu masa jaya Saya beli masih 1,5jt. Next time kalau ada rezeki Saya mau beli lagi 😁.
5. Victoria's Secret
Saya sempat coba beli yang varian Such a Flirt dan Tease Me. Waktu itu belinya karena sayang aja pake Friends yang wanginya elegan untuk dipakai hari-hari. Such a flirt wanginya segar dan manis karena perpaduan starfruit dan white orchid. Kalau Tease Me lebih mature sedikit. Tapi tiba-tiba sempat bosan juga karena merasa perlu wewangian yang bentuknya parfum dan yang wanginya elegan. Ya masak udah 25 tahun wanginya sama kayak anak sekolah 😁. Akhirnya Saya balik ke Friends.
6. Let's Love by Benetton
Parfum ini yang sedang Saya pakai sehari-hari. Karena Friends udah DC, akhirnya beli ini. Wanginya lembut, segar dan sedikit manis tapi ga seperti wangi parfum buat ABG. Masih pas lah kalau mau cari parfum yang wanginya dewasa. Ini Saya beli pas discount di C&F, harganya Rp 160.000,-. Harga aslinya hampir Rp 300.000,- kalau ga salah.
Saya sih pengennya bisa menemukan parfum lain yang wanginya lebih elegan. Tapi jika budget belum memungkinkan ya masih bisa pakai Let's Love Benetton sih 😁. Whistlist dan the most favorite Saya tetap Angle. Pengen beli juga Chanel no. 5 dan Cartier. Nah kalau buat dirumah, Saya biasa beli yang di supermarket aja yang murah meriah. Favorit Saya itu Playboy dan Champage.
Saya ga suka beli parfum yang abal-abal gitu karena waktu itu pernah coba dan gatal-gatal. Lagipula wanginya jadi aneh. Dan saran Saya daripada beli palsu, mending beli di dept. Store seperti Matahari yang harganya ga terlalu mahal. Atau bisa beli pas discount, here a tip kalau kalian tinggal di Jakarta, coba ke Sarinah atau Java. Disana banyak parfum diskon.
Saturday, March 26, 2016
My Favorite Drugstore Makeup
Saya pertama kali punya makeup set lengkap itu waktu umur 18 tahun. Karena waktu itu Saya sudah mulai kerja dan Saya punya prinsip kalo harus berpenampilan menarik termasuk pakai makeup. Bagaimanapun penampilan adalah first impression. Terlebih Saya kerja di industri entertaintment yang sangat memungkinkan Saya bertemu orang-orang showbiz. Dari dulu sampai sekarang makeup Saya selalu simple. Mungkin memang pengaruh muka juga ya yang ga bisa didandanin macam-macam. Kebanyakan makeup dikit jadi aneh kelihatannya. Makanya muka Saya kalau dandan atau ga dandan ya cuma beda tipis. Hehe.
Yang paling utama untuk mendapatkan hasil makeup yang bagus adalah kulit yang sehat. Thanks for my momma yang dari kecil selalu balurin petroleoum jelly dari muka sampe badan. Saya ga pernah punya masalah kulit. Paling jerawat, itu pun jarang-jarang dan munculnya cuma satu-satu gitu.
Saya belajar dari majalah, foundation adalah must have item agar tampilan makeup tahan lama. Dulu sempat pakai suatu brand tapi bikin muka putih banget kalo difoto. Malesin ga sih... Nah, setelah cari tahu, ternyata ada yang namanya tint foundation. Dia ini akan mengikuti warna kulit kita. Dapatlah Revlon. Pertama kali coba dulu yang Beyond Natural yang sayang sudah DC. Akhirnya dikasih tahu kalau BB Cream Revlon Photoready ini bisa dipakai sebagai pengganti Revlon Beyond Natural. Saya pakai yang warna Light Medium. BB cream ini nge-blend banget sama warna kulit. Dan sukses bikin makeup tahan sampai malam.
Untuk bedak biar warnanya lebih nge-blend dan sempurna looksnya, Saya pilih loose powder Revlon yang Translucent. Warnanya sangat natural. Pokoknya ga perlu takut muka belepotan kalo lagi difoto.
Blush on Revlon yang Saya pakai saat ini adalah yang Naturally Glamorous warna Flestone. Sebelumnya Saya pakai Revlon Powder Blush yang Smoky Rose, tapi lagi-lagi sudah DC. Flestone ini warnanya pink sedikit orange. Saya sih suka karena bikin warna kulit Saya terlihat eksotis.
Fungsi makeup bagi Saya adalah untuk menonjolkan kelebihan wajah ,bukan merubah looks wajah. Makanya Saya suka sebel kalo ada kang makeup yang bikin dandanan 'manglingi'. Saya ga mau membohongi diri sendiri dan orang lain dengan makeup. Jadi rajin-rajin rawat kesehatan kulit dengan perawatan yang tepat dan juga kasih asupan makanan yang sehat.
Friday, March 25, 2016
Eyeliner My Darling
Saya menemukan eyeliner merk My Darling ini secara ga sengaja. Eyeliner ini sebenarnya udah Saya beli dan pakai sejak 8 bulan yang lalu. Ceritanya waktu itu pulang kerja dan lagi ngerasa bete aja. Biasanya kalo lagi bete, dilampiaskan untuk mempercantik diri, entah ke salon atau beli baju. Haha, daripada misuh-misuh disocmed kaaan. Tiba-tiba kepikiran pengen beli eyeliner cair karena eyeliner pensil yang Saya pake ga bisa untuk ngebentuk winged eyeliner. Saya gugling lah eyeliner local brand yang murah dan banyak beauty blogger yang merekomendasikan My Darling eyeliner. Menurut para beauty blogger, My Darling bisa dibeli di toko komestik yang biasa jualan dipinggir-pinggir koridor mall gitu atau di toko pernak-pernik. Dan Sayapun beli My Darling ditoko pernak-pernik. Harganya cuma Rp 22.000,-. Ga pake mikir langsung bungkus.
Keesokan paginya saat dandan mau kerja, langsung Saya pake si My Darling ini. Dan Saya amaze sama hasilnya. So bold and matte! Ga kalah sama eyeliner Lancome. Kuas My Darling ini lemas dan runcing, jadi bisa bikin garis tipis atau tebal. Seharian mood Saya jadi bagus banget gara-gara punya eyeliner baru yang bikin mata jadi pop-up 😁.
Namun sayang, eyeliner My Darling ga waterproof. Walau ga waterproof, eyeliner ini ga akan bikin mata kamu jadi kayak mata rakun. Paling ngeletek-ngeletek dikit gitu sih. Kecuali kalo kamu kucek-kucek mata atau nangis kejer, ya Bhay! deh. Jadi kalo pake eyeliner ini, kamu harus bawa terus didalam tas buat touch up, jaga-jaga kalo eyelinernya mulai ngeletek. My Darling bisa awet seharian, ya dengan catatan kamu ga kucek-kucek mata ya 😁.
Yang bikin sebel, saat narik kuas eyeliner ini harus pelan-pelan supaya cairannya ga ikut keluar-keluar. Karena bentuk wadahnya menyempit dibagian leher. Kan sayang jadi kebuang.
I think i need to improve my skill for draw eyeliner. Dari foto itu keliatan kan masih berantakan. Hehe.
Thursday, March 24, 2016
Eyeshadow LT Pro by La Tulipe
Bulan ini tuh sebenarnya Saya dapat banyak beauty product gratisan dari brand-brand yang tergolong high end. Tapi setelah Saya coba, ternyata Saya ga suka produknya. Daripada Saya menjatuhkan dengan review jelek, lebih baik ga usah direview sama sekali. Sama kayak kalo Saya nonton film. Kalo Saya ga suka filmnya, yo mangut mangut aja sama filmmakernya 😁. Kalo filmnya bagus, Saya bakal bantu promoin atas inisiatif sendiri.
Diblog ini sepertinya banyak yang baca review Saya soal lipstick Wardah. Ternyata review kosmetik sangat dicari ya sekarang ini. So, kali ini Saya mau review eyeshadow yang Saya pakai sehari-hari. Kulit Saya itu warnanya nanggung, ga gelap ga terang. Makanya pakai eyeshadow cuma masuk warna yang bernuansa coklat atau warm color. Paling kalo mau agak girlie, bisa pakai eyeshadow warna ungu kecoklatan. Ya gitu dah muka Saya agak susah dibikin macem-macem.
Lt pro adalah brand lokal. Dan Saya suka banget sama eyeshadow ini. Sebelumnya Saya pakai eyeshadow Caring yang paletnya ada 3 warna, gold, coklat tua dan orange. Tapi Saya jarang pakai yang orange. Kan Sayang. Jadi begitu warna gold habis, Saya mau beli eyeshadow yang refillan aja. Dan jatuh cintalah pada LT Pro eyeshadow ini. Eyeshadow LT Pro yang Saya pakai itu warna gold dan coklat tua. Yang warna gold sifatnya shimmery. Sedangkan yang coklat warnanya matte. Saya memang lebih masuk pakai warna yang shimmery. Dikulit Saya terlihat lebih hidup. Warna gold Saya baurkan diseluruh kelopak mata dan coklat tua Saya baurkan disudut luar mata agar memberikan efek bayangan yang bagus. Tapi kadang-kadang Saya campur aja gold dan coklat dengan kuas baru diaplikasikan ke mata. LT Pro ini warnanya sangat pigmented dan gampang dibaur. Bahkan eyeshadow brand high end yang Saya punya saja kalah bagus dengan LT Pro.
Warna goldnya medok ga? Nggak sama sekali sih dikulit Saya. Ketebalan warna bisa disesuaikan kok. Kadang kalo lagi pengen make up no makeup looks, Saya pakai warna gold ini tipis-tipis aja. Entahlah warna gold ini favorite Saya buat eyeshadow.
LT Pro punya 2 macam eyeshadow, yaitu shimmery dan matte. Harga kemasan refill eyeshadow LT Pro kalo ga salah Rp 45.000,- untuk satu warna. Murah kan? Udahlah Saya mah emang cocoknya sama make up lokal yang murah tapi kualitasnya ga kalah sama make up luar 😁. Jadi next time kalo mau kasih Saya gratisan, mending kasih make up lokal. Turut mensupport produk anak bangsa juga bukan....(ciee anak bangsa)
Tuesday, March 15, 2016
Wardah Matte Lipstick
Ternyata postingan review Wardah Exclusive Lipstick viewersnya lumayan juga di blog ini. Mungkin ini karena fashion and beauty industry lagi menggeliat pesat. Terbukti dari beberapa beauty blogger yang terlihat semakin makmur *uhuk. Tinggal tunggu aja nih ada yang mau bikin film about fashion and beauty. Treatmentnya ala-ala film Sofia Coppola, warni warni seperti Marie Antoinette dan fashionable ala The Bling Ring (Hai, ini kode lho 😝). Kan kalo yang bertema hijab udah banyak banget yaa tahun lalu.
Ok kembali ke lipstick. Saya kan kalau beli sesuatu pasti nunggu habis dulu. Nah, waktu lipstick Wardah Exclusive Golden Coral Saya sudah mulai rata dan kalau mau pakai harus pake kuas, Saya segera ke konter Wardah. Kali ini pengen nyoba lipstick matte karena lagi hits. Tapi ga mau yang bikin bibir kering kayak merk 3 huruf itu. Sempat bingung karena you know kan lipstick Wardah itu warnanya lucu-lucu banget dan hampir semuanya cocok di skin tone Saya. Saya tanya sama Mbak-Mbak Wardah, warna yang mirip Golden Coral yang mana? Akhirnya dikasih Wardah Matte Lipstick Summer Pink.
Tapi si Summer pink ini warnanya lebih muda dari Golden Coral. Kalau Saya pakai jadi terlalu soft. Tapi Saya suka, tapi Saya bingung. Gimana dong? Emang sih si Mbak-Mbak Wardah ini bilang kalo Matte collection lebih bagus kalo dicampur sama warna lain. Saya coba timpa Summer Pink ini dengan Golden coral yang Saya bawa. Dan hasilnya emang lebih oke kalo dicampur! Akhirnya Saya beli deh si Summer Pink ini seharga < Rp 40.000,- (lupa harga persisnya).
Wardah Matte Summer Pink ini walau jenisnya matte, tapi masih ada rasa moist gitu dibibir. Jadi enak, bibir ga kayak kanebo kering. Dan ternyata makin kesini Saya makin suka Summer Pink ini dipakai tanpa campuran warna lain.
Hasilnya ya lembut banget buat hari-hari. Kalo buat acara malam, kadang Saya suka campur sama MAC yang Cremesheen Lickable (fuschia pink) atau yang Cremesheen Brave Red. Yesss lipstick maratus rebu dicampur sama lipstick mapuluh rebu :)))).
Wardah Matte lipstick ini lumayan awet, walau habis makan, masih ada sisa warna yang nempel dan ga perlu buru-buru touch up. Okelah untuk lipstick seharga dibawah 50 ribu.
Btw, Wardah ni royal banget lho kalo kasih sponsor. Coba lihat, film apa yang ga ada sponsor Wardahnya? Mungkin sesuai prinsipnya yang muslimah kali yaa, jadi harus saling tolong menolong. 😁. Makanya Wardah juga kelihatannya jadi lebih pesat perkembangan usahanya.
Semoga kalau pihak Wardah baca review ini, mereka mau kasih Saya kontrak sponsor buat 3 film (ini serius do'a lho 😝).
Wednesday, July 23, 2014
Wardah Exclusive Lipstick
Berhubung lagi campaign gerakan cinta produk Indonesia, kali ini Saya mau review sedikit lipstick Wardah.
Lipstick favorite Saya adalah Sari Ayu Geulis 3. Karena warnanya pas banget untuk kulit Saya yang tingkat gelap terangnya nanggung :D. Selain itu harganya juga sangat bersahabat. Sekitar Rp 35.000,-. Tapi beberapa waktu yang lalu Saya kesulitan mendapatkan si Geulis ini. Sudah ke Pasaraya Blok M dan Sarinah tapi nihil karena stock sedang habis.
Akhirnya Saya lihat-lihat lipstick koleksi Wardah. Wah.. Ternyata warnyanya lucu-lucu. Saya coba dibibir, warnanya mampu menutupi lapisan bibir dengan sempurna. Akhirya pilihan Saya jatuh ke Exclusive Lipstick warna Golden Coral. Harganya bersahabat, Saya lupa harga persisnya yang pasti dibawah Rp 50.000,-.
Foto paling atas, lipstick yang rata itu Sari Ayu Geulis 3. Yang baru tentu saja Wardah Exclusive Lipstick Golden Coral. Sama persis kan warnanya.
Foto Saya dengan baju pink, Saya pakai Wardah. Foto dibawahnya Saya pakai Sari Ayu.
Wardah ini enak banget. Selain warnanya awet, dibibir juga lembut. Pernah coba tanpa pakai lipbalm dulu, bibir tetap lembab. Recommended banget Wardah ini. Produk Indonesia dengan harga murah dan kualitas bagus.