Showing posts with label Relationship. Show all posts
Showing posts with label Relationship. Show all posts

Saturday, August 10, 2019

5 Hal Yang Membuat Wanita Pintar Ilfil

5halyangmembuatwanitapintarilfil

Saya tersenyum sedikit kecut saat membaca sebuah artikel yang berjudul 8 Little Mistake That Make Men Lose Interest . Saya membenarkan poin-poin tersebut, tapi Saya juga merasa posisi wanita seakan menghamba untuk mendapatkan cinta. Kenyataanya banyak juga para pria yang ingin membaca tips bagaimana untuk memenangkan hati wanita. Mungkin karena pria selalu diharuskan menjadi sosok yang kuat, maka agak jarang tips-tips relationship yang diperuntukkan untuk pria.

Friday, September 14, 2018

Mana Yang Harus Didahulukan, Pasangan Atau Karir

pasanganataumimpi
Photo by bruce mars from Pexels


Sebulan terakhir ini, Saya sedang mengerjakan project kantor untuk distribusi film import dari Thailand berjudul "7 Days". Film ini sudah rilis hari Rabu lalu, 12 September 2018 di bioskop Indonesia. Yah, walaupun judulnya 7 Days, tapi project ini cukup bikin hidup Saya tambah intense selama 30 days. Rasanya tuh kepengen ambil liburan 2 minggu, tapi Saya tau diri, pertama tanggal gajian masih lama dan dollar lagi mahal. Kedua, film rilis bukan berarti pekerjaannya selesai. Tetap harus check promo berjalan dan dag dig dug saban pihak bioskop e-mail laporan penonton. Lelah akutu, Kak....

Saat file film 7 Days diterima dikantor, langsung nonton rame-rame dulu di private theater kantor Kami. Jujur ya, saat nonton film ini, teringat kisah hidup (caileee) beberapa tahun yang lalu. 2 karakter utama di film ini, Tan dan Meen, adalah pasangan yang sama-sama punya passion. Tan (Kan Kanthatavorn) adalah chef terkenal yang sangat kreatif menciptakan menu. Meen (Mew Nittha) adalah food critic yang dijuluki lidah emas, hanya mencicipnya sekali, dia bisa tau bagaimana makanan itu diolah dan darimana bahan-bahannya. Sebenarnya Meen adalah seorang chef juga, tapi karena pernah dikritik habis-habisan, dia bantik setir jadi food critic. Dalam hubungan mereka, Meen ingin hubungan yang lebih settle sedangkan Tan masih berambisi mengembangkan karirnya. Sampai suatu hari mereka bertengkar.

7days
Tan dan Meen di film 7 Days



Konflik Meen dan Tan ini sangat familiar dengan apa yang pernah kita hadapi. Dimana kita harus memilih, pasangan atau karir.

Pasangan dan karir adalah 2 hal yang tak dapat dipisahkan dari hidup kita. Tanpa karir, kita tak akan bisa memenuhi kebutuhan hidup ataupun passion. Tanpa pasangan, kita tak akan bisa bersandar, walau sekedar a shoulder to cry on. Ehe :D.

2 hal ini adalah bahan bakar. Lalu, apakah keduanya bisa jalan beringingan? Jelas bisa. Asal mau ada effort lebih. Ada 2 hal utama yang perlu dilakukan:


Yang paling penting adalah KOMUNIKASI. Iya, ini harga mati. Ada baiknya sebelum memulai hubungan, kedua belah pihak harus tahu apa yang diinginkan pasangannya. Konflik muncul dan akan mencapai puncaknya saat salah satu pihak dianggap tak diacuhkan. Menjalin hubungan itu ibarat investasi waktu. Hidup itu terlalu singkat jika hanya untuk dihabiskan merasakan hal yang menyesakkan hati. Bicara dari hati-ke hati. Jika pasangan maunya kamu biasa-biasa saja agar ada waktu lebih banyak untuk dia, sedangkan kamu tidak bisa memenuhi ekspetasi itu, lama-lama akan menjadi toxic dalam hubungan. Lebih baik sakit diawal daripada memendam emosi atau hasrat yang perlahan akan menghancurkan diri kita sendiri.

Kalau dalam relationship Saya, pada waktu Kami lebih muda dulu, Kami sama-sama keras kepala dan masih sangat berambisi untuk punya karir bagus. Tidak ada solusi selain memutuskan hubungan. Terlebih saat itu dia di Amerika, Saya di Jakarta. Pada saat itu, Kami punya prinsip, merusak mimpi berarti merusak hidup. Iya, sekeras itu.

Hal kedua yang penting setelah komunikasi adalah, support. Keputusan untuk memilih pasangan tetap ada ditangan kita sendiri. Pasangan yang baik adalah pasangan yang supportif. Diluar sana kita sudah dihadapkan pada kerasnya kenyataan untuk menjalani passion. Jika dia tak supportif bisa dibayangkan lelahnya akan seperti apa. Contoh, saat deadline atau menghadapi klien demanding, tiba-tiba pasangan kamu komplain karena kurang waktu. Akhirnya dengan pasangan timbul pertengkaran, saat bekerja pun jadi kurang maksimal karena adanya gesekan dengan persoalan pribadi yang pastinya akan membuat pikiran bercabang.

Dalam hidup sangat penting untuk bekerja dengan passion. Tanpa itu, kita hanya bagaikan robot. Pergi pulang kerja menunggu gaji. Betapa membosankannya. Orang yang punya passion akan jauh lebih berwarna hidupnya, jadi jauh-jauh deh dicap orang yang membosankan.

Ada 2 hal penting yang jangan sampai salah pilih, yaitu pasangan dan pekerjaan. Dimana sebagian besar hidup kita akan dihabiskan untuk 2 hal tersebut


Monday, May 21, 2018

Meghan Markle Pemenang Hati Pangeran Harry, Cantik Saja Tidak Cukup

Meghan Markel

Weekend lalu hampir semua orang terutama kalian para wanita, merasakan begitu antusias menyaksikan momen bersejarah kerajaan Inggris, Royal Wedding. Saya pun akhirnya ikut-ikutan live streaming. Padahal sebelumnya sudah berencana ikut Yoga Gembira di Taman Suropati. Tapi berhubung hujan, ya sudah, sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi salah satu saksi sejarah Royal Wedding. Dan Saya tidak menyesal sama sekali. Hahaha.

Royal Wedding kali ini bukan sekedar bersejarah untuk kehidupan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Tapi juga sejarah untuk citra kerajaan Inggris. Untuk pertama kalinya anggota kerajaan menikahi seseorang diluar daerah kekuasaannya, dari Amerika pula. Tak hanya itu, Meghan adalah mix blood Afro-Amerika dan pernah menikah sebelumnya. Betul-betuk profile yang fantastis. Meghan is a real just an ordinary girl.

Meghan dan Harry dipertemukan oleh seorang mak comblang dan mengaturnya untuk kencan buta. Keduanya suprised dan kencan tersebut berakhir indah sampai mengantarkan mereka ke pernikahan. Lalu, seperti biasa, Saya tak bisa membendung hasrat untuk menuliskan sebuah pelajaran berharga untuk para perempuan lajang diluar sana berdasarkan kisah cinta yang seperti dinegeri dongeng. Tentunya setelah menyaksikan Royal Wedding kalian jadi berandai-andai untuk memiliki kisah cinta serupa kan? Ngaku aja deh. Manusiawi kok. Saya aja pengen. Haha.

Meghan memang dikenal sebagai aktris sukses di Hollywood. Dia adalah salah satu pemain di TV Series "Suits". Meghan berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, tidak seperti Kate Middleton yang memang keluarganya punya bisnis. Ayah Meghan chief lighting alias kang lampu, kalo di film-film, posisinya dibawah DOP / cameraman. Ibunya pekerja sosial dan guru yoga. Mantan suaminya adalah salah satu produser di Hollywood sana.

Meghan bisa meraih sukses berkat hasil jerih payahnya sendiri. Tidak hanya berlakon didepan kamera, Meghan juga aktif untuk kegiatan sosial dan charity. Bahkan dia adalah duta UN Women Empowerment. Meghan tidak hanya cantik, tapi juga berkarakter. Faktor inilah yang membuat lelaki high profile seperti Pangeran Harry jatuh hati. Menjadi pendamping lelaki hebat, tidak cukup bermodalkan wajah cantik dan terkenal. Karena jika hanya kecantikan yang dilihat, tentunya masih banyak wanita yang jauh lebih cantik dan seksi. Contoh lain bisa kita lihat pasangan Clooney. Sebagai aktor papan atas, bukan hal sulit untuk George Clooney menaklukkan wanita cantik. George Clooney memilih Amal karena wanita ini hebat, bukan sekedar cantik.

Clooney


Meghan tahu apa yang dia inginkan dan dia akan bekerja untuk mendapatkannya. Dia fokus mengejar mimpinya untuk aktris sukses. Daripada dia duduk manis sambil sibuk pupuran bedak dan foto selfie menunggu Pangerannya datang, dia lebih memilih untuk tetap aktif dan memberikan kontribusi nyata untuk sosial. Wanita kuat dan bersemangat menjalani hidup akan jauh lebih menarik daripada wanita yang pribadinya lemah. Coba saja lihat disekeliling kita, berapa banyak wanita yang berani dan percaya diri membuat hidupnya berwarna? Banyak dari kaum kita yang memilih diam dan memiliki banyak alasan untuk tidak bergerak. Merasa kurang cantik, merasa kere dan merasa merasa buruk lainnya. Kalau kalian masih bersikap dangkal seperti itu, jangan harap hidup kalian akan berubah menjadi lebih baik.

Sesaat sebelum pernikahannya dimulai, banyak drama muncul dari keluarga Meghan. Keluarga yang seharusnya menjadi orang pertama yang mendukung, tapi mereka justru berusaha untuk menjatuhkannya. Jika Meghan adalah orang yang lemah, dia akan membiarkan orang-orang itu terus merusak hidupnya. Meghan dengan berani mengambil tindakan tegas dan dia hanya mengajak ibunya untuk hadir dihari pentingnya. Bahkan pihak kerajaan pun membelanya. Kerjaan bisa saja dengan mudah membatalkan pernikahan, tapi karena mereka tahu siapa yang benar dan yang salah. Sayapun ikut gregetan dengan sikap keluarga Meghan. Kasus ini pun biasa terjadi di Indonesia, suka ga rela kalau ada saudara yang hidupnya lebih enak. Makanya tak heran banyak perempuan yang dijadikan komoditas agar mereka bisa numpang hidup

Harry & Meghan


Foto diatas seolah berkata, "Biar Abang yang dampingin Eneng walau badai menerjang". Tsaaaah. Memang sudah digariskan, perempuan kuat akan disatukan oleh pria kuat juga.

Ada satu sosok penting di Royal Wedding, yaitu Doria Ragland, ibu kandung dari Meghan. Beliau adalah wanita single parent hebat. Bisa dilihat dari air mukanya. Doria terharu dan bangga akan putrinya. Doria yang hanya orang biasa derajatnya ikut naik berkat Meghan. Sukses tidaknya seorang anak adalah hasil dari didikan ibu. Pangeran Harry pun kagum kepada Doria.

Doria Ragland

Banyak yang bilang kalau Meghan menang banyak karena menikahi Harry. In my opinion, her luck is based on her hard work and she is deserve it. Meghan pun sudah bisa hidup dengan layak tanpa Harry. Meghan rela meninggalkan karirnya untuk fokus mengikuti protokol istana.

Lalu beredar pula foto Meghan saat berusia 15 tahun sedang berpose depan Buckingham. Memang ya, takdir orang tak ada yang tahu. Makanya supaya rejeki bagus, banyak-banyak berpikir positif.



Kalau kalian punya mimpi dapat pasangan seperti Pangeran Harry, yang mau menerima kita seutuhnya, mulai sekarang ubah deh dirimu menjadi lebih pribadi yang kuat dan berkarakter. Secantik apapun kamu tapi selalu ratu drama, ga akan ada cowok yang sanggup bertahan lama. Kamu harus mampu bersikap tegas dan punya prinsip. Dengan sendirinya kalau kamu jadi pribadi yang berkarakter, orang lain akan mikir ribuan kali untuk memperlakukanmu dengan tak pantas. Show them that you are have standards.




Saturday, March 31, 2018

3 Pertanyaan Soal Bule Yang Bikin Penasaran

face, facial hair, fine-looking
Cowok Bule. Photo from Pexels.com

Apakah Kamu bercita-cita punya pacar atau suami bule? Kalau Iya, sebelum khayalan kamu terbang terlalu tinggi, baca dulu yuk tulisan ku tentang cowok bule supaya kalian dapat bule yang baik. Tulisan ini aku buat berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-temanku yang punya pasangan bule.

Minggu lalu ada film Indonesia yang judulya Kenapa Harus Bule karya Andri Cung. Inspirasi Andri membuat film ini adalah untuk mengeksplor alasana kenapa sih cewek-cewek Indonesia tergila-gila banget sama bule? Akhir 2015 di Cava Kemang, pertama kali Saya dengar konsep ini. Waktu itu Saya dan Andri lagi membicarakan project film dan dia cerita kalo mau bikin film tentang fenomena ini. Sebagai cewek yang memang suka dan disukai cowok bule, reaksi Saya waktu itu malu-malu kucing dan juga ga sabar nunggu film ini jadi.

Poster Kenapa Harus Bule. Photo from pexels.com


Waktu nonton film ini, ada beberapa part yang mebuat Saya seperti melihat diri sendiri. Pipin, karakter utama di film ini memang berpenampilan unik. Kulitnya sawo matang dan suka dandanan warna neon (tapi Saya ga akan pernah mau pake eyeshadow neon kayak Pipin sih :D). Pokoknya persis cewek yang suka gelendotan sama bule tua gitu. Yang membedakan Pipin dengan ciwik-ciwik bling-bling klop klop itu adalah Pipin punya kualitas lebih. Latar belakang keluarganya mendukung Pipin untuk jadi wanita mandiri dan punya prinsip. Mamanya adalah role model Pipin dalam mencari pasangan hidup.

Nah, kembali ke topik awal, Kenapa sih suka sama cowok bule?


Saya terkadang masih mengalami dicemooh orang karena pacar Saya bule. Dari dibilang kayak perek sampai dibilang...muka kampung. Saya kasih alasan sedikit ya kenapa Saya lebih memilih pacaran sama bule. Pertama, ya emang dapetnya dia dan kita sama-sama suka. Kedua, beneran deh, menjalani hubungan dengan pria yang open minded lebih enak daripada dengan pria yang penganut budaya patriarki garis keras. Ketiga, kulit Saya coklat dan badan Saya kurus. Bukan selera cowok Indonesia banget lah yang lebih suka perempuan kulit putih dan badan bohay. Ya sebagai orang waras jelas Saya lebih memilih pria yang mengagumi Saya dooong...
Lagipula bukan obsesi Saya pula punya pasanagan bule supaya bisa punya anak lucu yang jualable jadi artis disini. Kalo dibilang pacaran sama bule biar bisa menaikkan derajat sosial, itu salah banget sih. Banyak kok cowok lokal yang jauh lebih tajir.

Lalu Apakah semua cowok bule romantis dan baik?


Jelas tidak. Banyak juga bule yang manipulatif. Tidak semua cowok bule menjanjikan fairy tale. Ibaratnya ada perjanjian tidak tertulis "Aku akan setia kepadamu sampai imigrasi memisahkan". Dan sialnya, di Indonesia banyak tipe bule begini. Sikap orang kita yang masih menganggap bule lebih hebat, dimanfaatkan oleh bule-bule oportunis ini. Bukan maksud merendahkan, tapi memang banyak cewek yang terlalu mudah jatuh hati dengan cowok bule yang bikin si bule jadi less effort. Si bule ga perlu ngapa-ngapain ceweknya dijamin udah ga mau lepas. Mungkin berharap diboyong ke negaranya, bisa punya anak cakep dan punya barang bagus. Saking terlenanya banyak yang akhirnya pihak perempuan yang dirugikan.


Kenapa sih kok banyak bule yang suka cewek dandan heboh?


Itu sih masalah selera ya. Kalo Saya sendiri dan teman-teman Saya, ga ada yang dandanannya terlihat seperti itu. Mungkin juga menurut bule dandanan bling bling klop klop gitu bukan norak, tapi percaya diri. Balik lagi keselera. Saya sih cari pacar walau bule tetap harus tahu bibit bebet bobot. Kalo bulenya punya kerjaan bener dan bagus, benar-benar nyari partner bukan cuma teman bobo, mereka ga akan milih cewek yang penampilannya kayak badut.



Jadi intinya Bule atau Lokal itu hanya warna kulit. Yang harus dipilih untuk menjadi pasangan kita adalah kepribadiannya. Tidak semua bule itu romantis dan banyak uang, tak sedikit yang brengsek dan kere. Dan tidak semua cowok lokal itu ga berkualitas, tergantung dari didikan rumah dan intelektualnya. Dari itu, sebelum mengharapkan dapat pasangan yang berkualitas, lebih baik perbaiki dulu kualitas diri kita sendiri. Punya prinsip itu penting.

Kalo kalian punya pertanyaan atau bertukar cerita, silahkan tulis di comment ya.


Saturday, March 10, 2018

Profile Cowok Yang Wajib Dihindari Di Aplikasi Kencan

Tips cari cowok di aplikasi kencan
Photo from Pexels.com


10 tahun yang lalu mencari pacar atau jodoh lewat online, masih dianggap tabu. Karena banyak yang berpikir cara ini tidak bisa mengenal karakter asli orang tersebut. Ditambah banyaknya korban penipuan akibat terlalu terlena menjalin cinta secara daring. Jika bercerita bahwa kita bertemu dengan si pacar dari chat room atau online, siap-siap ditertawakan. Tak jarang banyak yang memilih untuk menutupinya. Paling banter dijawab, "Temennya si Fulan".

Saat ini semua orang sepertinya super sibuk, bisa nonton dibioskop aja udah syukur boro-boro untuk cari pacar, aplikasi kencan justru sangat membantu untuk mencari kekasih hati. Tinggal geser kanan geser kiri, cocok ajak chatting, tak cocok delete. Dan sudah banyak yang tak lagi canggung ketika , ditanya, "Ketemu dimana?" dijawab dengan lantang "Tinder!".

Aplikasi kencan pun semakin banyak. Ada Tinder, Plenty Of Fish, Ok Cupid bahkan dari lokal ada Setipe. Dibalik banyak cerita kekecewaan karena bertemu pasangan lewat aplikasi, tak sedikit pula yang akhirnya menikah. Namun motif menjadi member di aplikasi online tak hanya untuk mencari pacar atau pasangan hidup. Banyak juga yang sekedar mencari seseorang yang bisa diajak bobo gratis. Maka dari itu, supaya hati kalian ga kecewa-kecewa amat, Saya kasih petunjuk ciri-ciri cowok yang wajib dihindari dari profile mereka di aplikasi kencan

1. Foto Selfie

Secara psikologis, orang yang terlalu gemar selfie adalah orang yang egois dan narsis, walau sebenarnya ga cakep. Ini juga menunjukkan kalo dia seakan tak punya teman yang bisa dimintai tolong untuk fotoin dia. Pilih cowok yang pasang foto dengan background jelas. Ingat. No Selfie profile.

2.Bio: "For Fun Only"

Kalo kamu sama-sama sekedar cari fun, silahkan. Tapi hal ini ga berlaku kalo kamu niat cari untuk exclusive relationship. "For fun only" adalah indikator kalo dia cuma mau have sex tanpa komitmen apapun. Btw, banyak juga lho yang nulis bio ga cukup 'menjual' dan bikin males, seperti "I'm a simple guy" atau "Ask me anything". Mungkin kalian perlu jasa copywriter.

3. Tipe Manipulatif

Motifnya sama, pengen ngajak bobo doang. Tapi dia pengen memperlihatkan dengan cara yang sedikit berkelas biar sifat bajingannya ga terlalu ketara banget. Cirinya adalah dia pasti akan bilang "Saya mencari wanita yang cerdas dan baik hati", tapi setelah itu dia akan cerita kalo cewek-cewek yang pernah ditemuinya adalah orang yang menyebalkan. Jangan terkecoh dengan ceritanya, karena misi utamanya adalah ajak kamu ena-ena gratis. Ya, dia akan bilang betapa beruntungnya dia bisa dapetin perempuan pintar dan cantik seperti kamu, dan tangannya sambil melucuti g-stringmu. Coba aja kalo kamu terlena, dijamin dia akan menghilang seperti diumpetin genderuwo setelah ena-ena sama kamu.

4. Job: Entrepreneur

Dude, really? Jangan terkecoh dengan label entrepreneur adalah bos dengan duit banyak. Padahal dia cuma dagang MLM. Lebih ngeri sih padahal dia pengangguran trus ngaku-ngaku lagi bikin start-up.

5. Ga Pasang Foto Mukanya sendiri

Boy, ngana mau sok misterius atau goblok ya? Gimana kita bisa tertarik kalo kita ga tau muke lu kek mana?

6. Foto Rame-rame

Elu yang mana, Nyet?

Nah, itu beberapa tips menyortir profile cowok sebelum Kamu swipe right. Tapi tahapan itu belum cukup. karena bagi penjahat kelamin yang ekspertisnya sudah 1 tingkat lebih tinggi, mereka akan dengan sabar melempar umpan sejauh mana mereka bisa menyelesaikan misi. Ketika kalian sudah cocok, ngobrol seru dan tukaran kontak, jangan terlalu girang dulu. Ini ciri tambahan kalo dia cuma mau main-main sama Kamu.

7. Dia Minta Kamu Kirim Foto Sebanyak-banyaknya

Foto di profile Kamu itu sudah cukup. Untuk apa dia minta foto-fotomu? Untuk dia bandingkan dulu dengan beberapa cewek di galerynya? Atau jangan-jangan dia akan memandangi fotomu sambil tangan satunya sibuk dibalik celana.

8. Bertemu Last Minute

Cowok yang serius, pasti akan membuat rencana untuk bertemu. Apalagi untuk seseorang yang dianggap special. Kalo dia ngajak ketemu 1 jam sebelumnya, jangan ladenin dia. Artinya Kamu adalah cadangannya ketika mainan lainnya sedang ga available. Lagipula Kamu ga mau kan alismu jadi ga simetris gara-gara terburu-buru buat ketemuan dia.

9. Tinggal Sama Siapa?

Nah, ini adalah pertanyaan template penjahat kelamin. Kalo Kamu jawab "Tinggal sendiri" apalagi di apartement, di otak dia udah kepikiran bisa ena-ena gratis ditempatmu, jadi ga perlu keluar duit buat buka kamar hotel. Yang model gini mending langsung delete aja. Udah penjahat kelamin, kere pula *tepok jidat*


Semoga tips-tips ini bisa jadi referensi kalian untuk cari pasangan di aplikasi kencan. Buat kalian para cowok-cowok, boleh dong sharing tips-tipsnya :)




Sunday, February 18, 2018

Mencintai Dengan Naif

Poster Cutie and The Boxer

Menikahi seseorang tidak cukup hanya dengan alasan dia keren atau memiliki minat yang sama. Itulah point of view Saya setelah menonton film dokumenter yang berjudul Cutie and The Boxer. Dimana ada korelasi kisah romansa yang dialami tokoh dalam film ini dengan kisah romansa Generasi Y.


(Spoiler alert)
Film ini menampilkan kehidupan pernikahan sepasang suami istri berasal dari Jepang yang berprofesi sebagai seniman dan hidup di New York. Mereka adalah Ushio Shinohara (Bullie) dan Noriko (Cutie). Saat film ini dibuat, Ushio telah berusia 80 tahun dan Noriko berusia 60 tahun. Mereka telah menikah selama 40 tahun. Noriko pertama kali menginjakkan kaki di New York saat berusia 19 tahun. Dia adalah art student. Bertemulah dia dengan Ushio yang saat itu berusia 40 tahun. Ushio sudah memiliki reputasi di New York sebagai salah satu seniman jenius. Tak butuh waktu lama mereka jatuh cinta dan akhirnya menikah. Saat itu Noriko sedang 6 bulan mengandung anak pertama mereka. Orang tua Noriko yang mengetahui pernikahan mereka, menghentikan support financialnya. Sejak itu perjuangan hidup Ushio dan Nuriko dimulai. Mereka kesulitan menjual karya-karya mereka.

Kehidupan Ushio yang tidak stabil terlihat saat pertama kali bertemu dengan Noriko. Namun Noriko pada saat itu masih terlalu muda untuk berpikir jauh kedepan. Noriko mencintai Ushio dengan naive. Dipenghujung usianya, mereka masih harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan hidup mereka. Noriko selain masih aktif melukis, dia juga membuat karikatur semi-autobiografi yang menceritakan kehidupan pernikahannya. Karakter dirinya diberi nama Cutie dan Ushio bernama Bullie. 

Noriko dalam hati kecilnya mungkin menyesali keputusannya menikahi pria yang tidak stabil secara keuangan. She always struggle since that day. Tapi dia mengakui, dari situlah inspirasinya berdatangan. Dan dia memilih untuk mencintai Ushio dengan tulus dan menerima takdirnya. 

Sedangkan Ushio pria yang memiliki prinsip "Live For The Moment". Segala publikasi tentang dirinya sebagai salah satu seniman terbaik di New York, berbanding terbalik dengan apa yang dia miliki secara materi. Dia sangat mencintai Noriko dan walau hidup dalam kesulitan, dia selalu ingin memberikan yang terbaik dan bertanggung jawab  untuk keluarganya. Hal ini terlihat saat dia bersikeras untuk mencoba peruntungan dengan menjual karyanya ke Jepang saat mereka harus membayar sewa rumah tinggalnya. 

Dalam suatu wawancara, Ushio sedikit mengeluh karena sebenarnya film Cutie And The Boxer ini lebih banyak bercerita tentang istrinya, bukan tentang karya Ushiro. Egonya sebagai seorang seniman yang genius terusik. Bagaimanapun, kita memang harus mengangkat topi untuk Noriko karena memilih tetap menghabiskan hidup dengan Ushio. Tidak mudah menjadi Noriko, bahkan saat berkaryapun terkadang suaminya sedikit mengintimidasi. 

Nilai positifnya, mereka sangat produktif untuk berkarya bahkan sampai usia lanjut. Mereka mampu berusaha bahagia disegala keterbatasan. Hitam putih adalah kehidupan pernikahan mereka dan warna-warni adalah karya mereka. Kehidupan pernikahan memang tidak selamanya bahagia. Bahkan pasangan yang secara materi stabil juga mempunyai permasalahan lain. 

Mencintai dengan naif ini banyak terjadi di sekitar kita terutama di Generasi Y. Mereka terlena dengan slogan mencintai dengan tulus. Ada yang kuat menjalaninya, banyak pula yang memilih balik kanan. Tidak ada yang salah dengan pilihan itu dan apapun pilihannya pasti ada konsukensinya. Memilih pasangan hidup memang harus bijak, teliti, penuh pertimbangan dan butuh keberanian atas segala resiko. Saran ini Saya dapatkan dari teman-teman yang sudah menikah. Love is not enough. 

Ada 1 tugas penting untuk kita saat mengarungi kehidupan berumah tangga, yaitu membesarkan generasi selanjutnya yang brilliant dan lebih baik lagi. Mencintailah dengan logika. Karena kondisi keluarga yang stabil akan menghasilkan anak-anak emas.

Cutie and The Boxer adalah bukan sebuah film dokumenter tentang 2 seniman, tapi film tentang kehidupan pernikahan.






Tuesday, September 29, 2015

The Real Relationship



Pagi ini Saya membaca blog seorang teman yang baru saja kehilangan anak pertamanya. Anaknya yang berusia 7 hari meninggal karena gagal jantung.


Teman Saya ini sebenarnya bukan teman akrab. Dulu kita hanya pernah kerja bareng dalam sebuah project video clip. Dia adalah gambaran perempuan fearless. Agak tomboy dan artsy. Saya mengagumi kepintarannya. Selain kecantikannya yang alami. Dimata Saya, hidup dia sangat sempurna. Keluarga yang terpandang, pendidikan bagus, pintar, cantik dan karir yang cukup bagus.


Hingga suatu hari Saya melihat di Facebook nya berita duka cita. Anak pertamanya meninggal. Saya terdiam.


Tiba-tiba dia menghubungi Saya, untuk menemaninya santai di kedai kopi. Saya bukan tipe yang mendramatisir keadaan. Saya peluk dia lalu ngobrol tentang banyak hal. Tiba-tiba dia terdiam. Saya mencoba memposisikan diri sebagai dia. Pasti hal itu tidak mudah. Apalagi untuk seseorang yang mempunyai kehidupan sempurna seperti dia. Ini pasti pukulan besar. Tapi dia bukan tipe orang manja. Dia hadapi kenyataan itu. Dia terlihat sangat tegar. Saya ajak dia ke tempat Saya. Supaya dia bisa relax sedikit. Disanalah dia menangis memeluk Saya.


"Saya pikir hidup Saya akan selalu sempurna", isaknya. Saya peluk dia.

Akhirnya suaminya datang menjemput. Itu adalah kali pertama Saya bertemu dengan suaminya. Saya menilai mereka berdua sangat tegar. Sangat berbeda dengan gambaran anak-anak muda masa kini. Saya berbisik " You have the greatest husband in the world. You are not alone. You have a wonderful family and friends."


Saat itu Saya langsung berpikir. Inilah relationship yang sesungguhnya. Relationship is a journey. Its not only the sweet things. 

Selama ini kita sudah terdoktrin dengan dongeng-dongeng bahwa seharusnya pernikahan atau hubungan selalu indah. Tapi sebuah hubungan yang sesungguhnya bukanlah seperti itu. Tapi saling menguatkan. Mengarungi setiap detik kehidupan.

Jangan selalu menuntut minta dibahagiakan hanya karena kamu merasa kekurangan persediaan kasih sayang. Happiness will get to you when you are feel complete.


And you. Be strong :) 

Sent from Yahoo Mail on Android


Tuesday, February 18, 2014

Intermezo

affection, board, broken
Broken Heart. from Pexels.com


Ini sekedar intermezo saja. Seorang teman Saya cerita, sebut saja namanya Jaka, 30th, Australian, Engineering. Oke, ga ada bule namanya Jaka, ini cuma istilah. Dia cerita tentang akhir cerita cinta dengan mantan pacarnya. Jadi Jaka bertemu dengan Rini (bukan nama sebenarnya) beberapa tahun yang lalu. Saat ini profesi Rini sebagai Ladies Company (Lc) di salah satu tempat karaoke di Jakarta. Singkat cerita, mereka memutuskan untuk berpacaran. Jaka meminta Rini untuk berhenti dari tempat dia bekerja saat itu jika ingin serius dengannya. Rini pun menurutinya. Sebagai gantinya Jaka mendaftarkan dan membiayai kuliah Rini. Tentu saja dengan uang jajan bulanan. Sampai Rini lulus lalu mendapatkan pekerjaan. Tetapi karena gaji fresh graduate tidak seberapa, Jaka tidak keberatan untuk mensupport Rini secara financial. 

Beberapa tahun mereka pacaran, tentu saja kehidupan Rini terlihat menyenangkan. Dia dan Jaka sudah traveling hampir separuh belahan dunia. Keduanya pun sudah kenal dengan keluarga pasangannya. Tetapi setelah berjalan beberapa tahun, Jaka malah memutuskan hubungan dengan Rini. Tentu saja Rini sangat sedih, kita yang membaca ini pasti juga ikut kesal. Maunya apa sih nih si Jaka?

Saya penasaran sekali. Saya tanya Jaka, "Apa ada orang ketiga?". Tidak. Jaka hanya mengaku bosan. Oke, ada yang tidak beres disini. Lalu Saya lontarkan pertanyaan lagi. "Kamu bosan karena dia terlalu nurut?". Bisa jadi, kata Jaka. "Wajar saja dia menurut sekali. Kamu sudah memberikan banyak hal seakan-akan dia cinta matimu", Saya menambahkan. Pokoknya Jaka ini tidak bisa memberikan alasan kenapa dia bosan dan mendepak Rini. 

Lalu Saya mengambil kesimpulan, sebagai eksekutif muda dengan karir bagus, Jaka butuh pedamping yang setara dalam pemikiran, bisa jadi Rini tidak bisa memberikan itu. Dan naluri laki-laki itu berburu. Jika kita hanya diam ditempat, tentu saja lama-lama dia jenuh. Kita terlalu fokus sama dia, dan melupakan kehidupan sendiri. Kita punya teman, punya mimpi. Ini yang sering terjadi. Satu lagi, Jaka terlalu pegang kontrol. Dia yang memberikan apa yang Rini butuhkan dan mau padahal mereka belum menikah. Memang punya pacar royal itu anugrah. Tapi kita harus menunjukan harga diri kita sebagai wanita. Dalam hubungan itu kedua belah pihak harus pegang kendali, bukan hanya satu pihak saja. Sering kali kita berpikir laki-laki itu brengsek, padahal mungkin saja kita sendiri yang lupa intropeksi diri. Ada sebab ada akibat.


Tuesday, June 25, 2013

Dia Player Atau Kamu Saja Yang Ge-er

Couple. Photo from pexels.com


Saya tidak mengarah hanya ke satu genre, laki-laki atau perempuan. Karena para 'pemain' tidak hanya identik dengan laki-laki. Perempuan juga banyak yang suka 'bermain'. Seorang teman di twitter berkata, Kenapa sih harus ada Player? Trus kenapa harus bangga? Bangga ya menyakiti hati orang?

So, ini jawabannya.

Sebelum berpikir buruk tentang para player, coba telusuri dulu apa penyebabnya. Mungkin dia pernah merasa sakit hati dulunya. Tapi ini menurut opini pribadi Saya. Belum tentu orang itu memang berhati kejam karena mencampakkan hati wanita atau pria yang mencintainya. Dia hanya belum menemukan orang yang tepat untuk menemaninya. Begitu dia menemukan orang tersebut, dia akan berhenti dengan sendirinya. Jadi gonta-ganti pacar itu cuma cara untuk menemukan pasangan yang tepat, tapi orang kebanyakan berpikir negative.

Sekarang coba Saya tanya balik? Berapa persen orang yang pacaran dan benar-benar bahagia? Apa kamu bahagia jika pacar kamu terlalu kontrol hidup kamu? Sedangkan belum ada ikatan resmi, tidak membiayai hidup kamu juga? Cinta? Yakin???
Muncul keraguan. Jika berani ya mudah saja untuk memutuskan dan mencari pacar baru. Mencintai juga harus pakai logika kan? Itu caranya, terutama perempuan supaya lebih dihargai. Jangan cuma nurut aja setiap perkataan pacar. Emang kalo kita nurut sama pacar, dia udah pasti ga akan berpaling ke lain hati? Belum tentu lagi. Yes, dear, I'm telling you the truth.


Dan... Banyak teman Saya (23-24 tahun) mereka tergolong masih muda, Tetapi sudah ngebet mau nikah. Ini dia ngebet pengen nikah apa karena benar-benar sudah siap atau cuma karena kesepian ya? Kalo dia merasa incomplete dengan being single, saat dia punya suami, tetap aja merasa kesepian. Jadi, berdamai dengan diri sendiri dulu aja. Segala keinginan pasti akan datang diwaktu yang tepat.

Marry because you are and your spouse want to and ready. Don't do it if you're just feel lonely.

Untuk para perempuan, Don't be insecure. Be a woman who has standards and keep on moving to get what you want. So, man will respect to you.


Sunday, June 23, 2013

Ketika Tidak Ada Yang Sempurna

from Pexels.com


Satu lagi seorang teman dekat yang harus berpisah dengan istrinya. Tak lain dan tak bukan karena masalah prinsip. Padahal mereka sudah belasan tahun bersama. Siapa dan apa sih sebenarnya prinsip itu? Selalu saja dia disalahkan saat ada perpisahan.

Mungkin dulu atau saat ini, banyak orang yang berpikir mereka mencari yang sempurna. Tapi kenyataannya yang sempurna itu tidak pernah ada, kalaupun ada susah dan jarang sekali mendapatkannya. Manusia mempunyai hati dan pikiran. Kenapa banyak orang tidak menggunakannya dengan bijak?

Ada yang bilang, perempuan itu harus nurut sama laki. Tapi pada kenyataannya laki-laki menginginkan sikap yang tegas dari seorang wanita, karena dibilang tak berprinsip jika selalu menuruti kata laki-laki. Serba salah bukan?

Ada yang bilang, perempuan itu harus mandiri, pada pada kenyataannya banyak pria yang merasa diabaikan karena wanita tak butuh pria. Salah lagi...

Jadi apa sih maunya?

Saya pikir, karena kebiasaan masyarakat disini itu yang care tapi beda tipis sama kepo, jadi kita terkadang ikut terombang-ambing karena mencoba mengikuti saran mereka yang belum tentu memberikan saran yang bijaksana.

Jadi gimana? Take a look again. Yang sempurna itu tidak ada, kenapa kita tidak berbesar hari menerima ketidak sempurnaan. Sempurna yang dimaksud disini adalah secara emotional dan sikap. Tidak ada orang yang benar-benar baik.