Wednesday, April 20, 2022

Coffee Time Story #13 Thoughts That You Will Agree As You Get Older


 

Saat tulisan ini dibuat, saya belum tidur selama 2 malam. Another season of anxiety and insomnia. My mind just can't stop thinking this or that, could be necessary or not. Somehow, saya justru merefleksikan banyak hal. Hal-hal yang pernah saya alami. Hal-hal yang seiring berjalannya waktu akan berubah. Menyenangkan atau tidak but c'est la vie

Sunday, July 4, 2021

Coffee Time Story #12 Friend With Benefit

 


Istilah Friend With Benefit sebenarnya bukan hal yang baru. 1 dekade sebelumnya kita biasa menyebutnya dengan Teman Tapi Mesra atau Hubungan Tanpa Status. Para pelakunya pun dari dulu juga sudah ada. Namun saat ini lebih sering terdengar karena hadirnya social media dan orang-orang yang lebih muda dari kita lebih gamblang membicarakan atau menceritakan pengalaman mereka dibanding 10 tahun yang lalu.

Monday, March 22, 2021

The Price That I have To Pay


 

You might will not believe it. I just had a miserable week. Malam itu, tepat sehari sebelum syuting untuk video iklan ramadhan, I tried to take own my life. Sampai sekarang saya juga ga percaya saya bisa seperti itu. Sudah 1 minggu saya sulit tidur, hanya tidur 1 atau 2 jam. Lalu bangun karena saya harus bekerja. Sampai akhirnya malam itu, badan saya sudah mulai kejang karena stress. Saya hanya ingin tidur dan istrirahat. Entah ada pikiran apa, saya akhirnya ambil sisa obat tidur saya yang tersisa 3 tablet dan saya telan semua dengan harapan saya akan mati saat itu.

Thursday, February 18, 2021

Coffee Time Story #11 I Want My Life Back

 


Saya sedang melalui hari-hari yang cukup sulit untuk hati dan pikiran. Beberapa bulan sejak terapi pertama, kesehatan mentalnya Saya masih belum pulih. Belakangan justru Saya merasakan berada dikebingungan, apa yang sebenarnya terjadi pada diri Saya.

Sunday, September 13, 2020

Coffee Time Story #10 Dealing With Anxiety

MentalHealth

Sejak bulan Juli Saya mengalami insomnia. Dalam satu minggu ada hari-hari dimana Saya kurang tidur. Mungkin karena kelamaan main handphone saat mau tidur, maka sekarang setiap jam 9 atau 10 malam, Saya mematikan handphone. Cara ini cukup berhasil tapi tak lama. Memasuki bulan Agustus, insomnia Saya lebih parah. Saya baru bisa tertidur menjelang subuh. Dan intensitasnya lebih sering, hampir setiap hari. Hingga puncaknya, Saya sampai tidak bisa tidur sama sekali. Keadaan ini sangat mengganggu dan mengurangi konsentrasi Saya saat bekerja disiang hari. Saya pun mulai khawatir akan kesehatan fisik Saya jika dibiarkan.

Sunday, May 31, 2020

Coffee Time Story #9 Catatan Akhir Mei, Bersiap Untuk Back To Normal



Bulan Mei ini hari-hari Saya sangat produktif. Tentunya selain tetap bekerja dengan metode WFH, Saya punya kesibukan lain, yaitu menggalang donasi untuk pekerja film dan seni yang kemudian gerakan tersebut diberi nama Kawan Sinema. Saya dibantu teman-teman dari Infoscreening dan beberapa teman dari industri film lainnya berhasil mengumpulkan dana Rp 3.408.250,- yang kemudian dibagikan kepada 26 orang pekerja film dan seni.


Sunday, May 10, 2020

Coffee Time Story #8 Generous People In My Life

generouspeopleinmylife

Beberapa waktu ini Saya sedang menggalang donasi untuk teman-teman pekerja seni dan film. Gerakan tersebut Saya beri nama #KawanSinema. Yang kemudian Saya mengajak teman-teman dari Infoscreening untuk membantu Saya. Bedasarkan press release yang Saya tulis, gerakan ini terbentuk karena melihat peluang maraknya live streaming lewat media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk mengajak para penonton untuk berdonasi. Namun, ada alasan personal kenapa Saya menginisiasi gerakan ini.

Saya pernah beberapa kali berada di titik terendah dalam hidup Saya karena.... kebodohan dan kecerobohan Saya. Saya pernah merasakan tidak bisa beli makan bahkan diusir dari tempat kost Saya. Saat Saya terpuruk, Saya banyak dibantu oleh teman-teman dan kerabat. Tak sungkan mereka membantu Saya bahkan dalam nominal yang cukup besar. Tak hanya berupa uang, namun juga bantuan dalam bentuk lainnya. Bantuan dari mereka adalah tulus, agar Saya bisa melanjutkan hidup. Keadaan Saya yang sangat buruk waktu itu mungkin memang sudah direncanakan oleh semesta, bahwa beberapa tahun kedepan, justru Saya yang diberi kekuatan untuk membantu teman-teman yang sedang kesulitan. Maka dari itu saat kondisi Saya yang bisa dibilang cukup baik saat ini, Saya ingin membalas apa yang sudah Saya terima, yaitu membantu orang lain. Saya berterima kasih kepada orang-orang yang telah membantu Saya dulu.


Jika kalian saat ini berada dititik terendah, percayalah, kalian tidak sendiri. Orang lain pun mungkin pernah merasakannya. Dititik ini mungkin kita bisa lebih merendahkan diri, menurunkan ego. Bahwasanya kita saling membutuhkan satu sama lain.

Tetap semangat. Sehat-sehat selalu.




Jika kalian sedang berada dititik terendah karena pademi ini, percayalah, orang lain pun pernah merasakan tidak enaknya keadaan itu.