Selasa, 08 Desember 2015

5 Tips Bebas Hutang


Sebentar lagi akhir tahun. Biasanya para pekerja kantoran akan menerima bonus tahunan dan pengumuman kenaikan gaji. Seneng doong... Pasti udah bikin anggaran pengen ini pengen itu. Pengen cepat-cepat upgrade gaya hidup. Trus trus trus tanpa sadar, “Eh, kok, duitnya kemana ya?”. Jeng jeng! Banyak dari kita yang mengalami hal serupa kan... Udah ngaku aja...

Atau... Tiba-tiba bingung. “Kayaknya udah cukup lama kerja tapi belum punya aset bahkan investasi di rekening tabungan”. Coba cek lagi. Apa setiap tahun setelah kenaikan gaji diikuti pula ada cicilan baru? Nah itu penyakitnya.

Hutang konsumtif itu sangat ampuh untuk memiskinkan kita. Saya ingin menceritakan pengalaman Saya terjerat hutang kartu kredit. Hutang Saya waktu itu tidak besar. Hanya 2 juta sekian. Tapi karena saat itu 6 bulan tak ada pemasukan, Saya tak sanggup bayar. Sampai Saya didatangi pihak bank (untuk bukan debt collector). Dia tanya kenapa belum bayar. Ya Saya jelaskan saja keadaan yang sebenarnya. Untungnya Mas-mas dari Bank itu berbaik hati. Ya iyalah cuma 2 juta, yang hutangnya lebih dari 20 juta jauh lebih banyak. Setelah dapat kerja, Saya bayar hutang Saya plus bunganya yang aduhai besarnya bikin kepala sakit dan mbatin, “Bunganya bisa beli sepasang anting emas”. Saya yang punya hutang cuma 2 juta saja bingung apa kabar yang hutangnya puluhan juta ya? Hiii serem ngebayanginnya. Kalau hutangnya berupa pembelian aset aktif yang nilainya terus bertambah tiap tahun seperti kredit rumah, itu sah-sah saja. Tapi kalau cuma untuk beli gadget dan tas, aduh...

Sekarang bagaimana agar kita bisa terbebas dari hutang dan memperkaya diri. Berikut tips-tipsnya:

1.      Hidup Sesuai Dengan Pendapatan

Punya gaji 5 juta, tapi nekat kredit mobil yang cicilan sebulannya 4 juta. Atas nama biar kesohor. Emangnya kamu ga perlu makan? Oh, mungkin saat lapar karena jatah makan di press habis bisa berkurang saat nyetir mobil kreditan itu yaa. Trus belum minum-minum cantik bayarnya pake kartu kredit. Nah, sudah kelihatan kan kalau gaya hidup kamu melebihi pendapatanmu.

2.       Mulailah Menabung Berapapun Pendapatanmu

Sisihkan paling tidak 10% dari gaji kamu. Pokoknya harus. Buat rekening khusus. Setelah lebih kurang 1 tahun, coba cek saldo, dan pasti kamu akan merasa lebih aman karena ada uang stand by. Saya bisa menabung sepertiga dari gaji Saya. Dan memang jadi merasa lebih nyaman dan aman karena ga ada ketakutan kalau-kalau ada pengeluaran darurat.

3.      Lunasi Hutang

Apapun jenis hutangnya, hutang kartu kredit, hutang ke teman, hutang ke tetangga, pokoknya harus dibayar dulu. Usahakan saat fase bayar hutang ini tetap menabung walau sedikit. Setelah hutang normal, jangan tunda lagi langsung mulai menabung.

4.      Jika Ingin Sesuatu, Cek Dulu Saldo Tabungan

Ini trik pribadi Saya. Saya selalu menambahkan 1 nol untuk saldo tabungan untuk sesuatu yang Saya inginkan. Misalnya Saya mau tas harga 1 juta, berarti Saya boleh beli tas itu jika saldo tabungan Saya ada 10 juta. Jadi kan mesti sabar banget tuh. Bukannya punya uang 1,5 juta trus beli tas 1 juta, ya kapan punya duitnya kalau gitu.

5.      Putar Uang Yang Ada Dengan Investasi

Banyak pebisnis yang melakukan ini. Makanya uangnya terus bertambah. Ya uang kita mugkin ga sebanyak mereka. Tapi cara ini bisa kita tiru untuk menyiapkan kebutuhan... 10 tahun kedepan mungkin saat kewajiban sudah mulai banyak. Tapi sebelum memulai investasi, harap dicatat, jangan pernah utak-atik dana darurat. Dana untuk kebutuhan darurat dan Dana untuk investasi harus dibedakan. Saya sih ngaturnya gitu.

Itulah 5 tips simple dari Saya. Saya mau hidup Saya tenang tanpa hutang dan punya uang. Karena resiko pekerjaan Saya di industri kreatif cukup tinggi, bisa saja tiba-tiba Saya ga ada pemasukan, makanya harus pintar-pintar kelola uang. Saya memilih hidup sederhana dan hemat dengan kemampuan financial Saya daripada harus merepotkan orang dan diri sendiri dikemudian hari. Masih bisalah ngeteh-ngeteh cantik di Plaza Senayan sambil ngecengin bule-bule kece dan klimis. Tapi ya ga tiap minggu juga. Di kostan pun Saya mencuci baju sendiri tanpa jasa laundry kiloan. Selisihnya jauh sekali. Beli sabun cuci 20 ribu bisa untuk 2 bulan. Kalau laundry mungkin satu bulan bisa 200 ribu.

Jadilah konsumen yang cerdas. Beli barang memang karena butuh bukan karena mau. Jangan terlena dengan diskon. Walau diskon tapi sebenarnya ga perlu-perlu amat namanya pemborosan juga kan.

Beri hadiah untuk diri sendiri saat sudah melakukan sesuatu dengan baik dan sesuai target. Karena walau bagaimanapun, kita berhak menikmati hasil kerja keras kita. Dan siapkan budget untuk ini agar tidak kebablasan.

Kondisi keuangan kamu memperlihatkan apakah kamu bisa bertanggung jawab atas diri kamu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar