Sabtu, 14 Mei 2011

There's a Woman Behind a Great Man

Pasti pernah dengar pepatah itu kan? Dibalik para pria yang hebat, pasti ada wanita hebat pula. Bagaimana lelaki itu, tergantung siapa dan bagaimana wanita yang dibelakangnya. Maka dari tiu, wanita bisa saja menjadi perusak atau bahkan menjadi pembawa kesuksesan. Menjadi wanita harus hati-hati dalam bertindak agar tidak dianggap sebagai penyebab kegagalan seorang pria.

Terkadang Saya suka heran, mengapa wanita itu terlalu banyak menuntut dari pria, bukannya menjadi teman diskusi yang baik atau penyemangatnya. Dan kalau sudah ketiban apes, lelakinya lagi yang dipersalahkan. Padahal, wanita itu juga salah satu factor penyebab kegagalan.


Sebagai contoh saja, tau kan ibu kost Saya terdahulu yang seperti Mak Lampir? Suaminya tak lain dan tak bukan adalah salah satu karyawan dikantor tempt Saya bekerja. Dia sebagai kurir. Orangnya sangat jujur dan baik. Dia selalu membantu teman-temannya dan tak masalah juga membantu secara materi. Memang dia bukan orang yang kebanyakan duit juga. Pokoknya orang ini baik dan tidak perhitunganlah, sangat berbeda dengan istrinya.


Hingga pada suatu waktu, dia terkena kasus. Kasarnya dia maling lah. Pihak kantor sebenarnya sudah memaafkan dia, karena pertimbangan dia jujur selama bekerja 10tahun lebih ini. Tapi dia sudah kudung malu untuk kembali bekerja dikantor. Nilai uang yang dicuripun tidak besar bagi perusahaan tempat kami bekerja. Alasan dia adalah, dia kekurangan karena harus menghidupi keluarganya. Padahal kalau dipikir, masih kurang apa? Dia juga punya kost-kostan 4 pintu yang tarif kamarnya 400 ribu per bulan.


So,,,, Akhirnya Saya membuat konsklusi dan sekaligus sebagai bahan pembelajaran Saya. Mungkin dia seperti itu karena tuntutan dari sang istri juga. Yang selalu merasa kekurangan, tidak mau bersyukur atas rezeki yang mereka terima. Saya iba sekali kepada teman Saya ini. Dia selalu dimarahi oleh istrinya. Terkadang mereka suka cek-cok dalam waktu yang lama, bisa dari sore sampai besok paginya istrinya ngomel-ngomel nonstop. Pulang kerja bukannya dibuatkan minum, malah diajak ribut. Belum lagi kedua anaknya yang maaf, memang agak kurang ajar karena lagi-lagi sang istri yang salah mendidik anak-anak mereka.


Maka dari itu, jagalah perilaku kalian para wanita terhadap pasangan kalian. Dia memang tidak sesempurna malaikat, tapi tugas kita adalah memberi motivasi agar bisa meraih sukses. Jadilah wanita yang berguna :)