Saturday, September 29, 2018

[Haul] Dan Review Biokos 30's Vital Nutrition

bikos30'svitalnutrition


Sebenarnya Saya kurang cocok bikin judul Haul, karena Saya jarang sekali belanja produk-produk baru. Karena Saya orangnya hemat alias medit. Kali ini bikin judul haul karena kebetulan lagi coba produk baru yang belum Saya coba sebelumnya. Produk-produk itu adalah skincare dari Biokos, face scrub Himalaya, kuteks Beauty Story, Cologne Belia dan Biore Pore pack.

Kulit Saya sedang mengalami kekeringan karena cuaca panas, yang kurang bisa diatasi oleh VCO. Ditambah komedo disekitar hidung dan pori-pori tampak agak besar. Untuk masalah komedo, sebenarnya Saya sudah rutin melakukan exfoliating 2 kali seminggu dengan face scrub. Terakhir kali sebelum beli Himalaya, Saya pakai Wardah Peeling. Wardah peeling ini menurut Saya kurang oke untuk mengangkat komedo. Setelah habis, Saya beli Himalaya Neem Scrub. Sebelumnya Saya ingin beli face scrub favorite wanita planet bumi, St. Ives. Tapi waktu Saya ke Watson, barangnya sedang kosong.


1. Himalaya Neem Scrub

Himalaya Neem scrub ini sebenarnya untuk kulit normal berminyak. Sedangkan kulit Saya normal kering. Saya ga lihat-lihat lagi karena Saya pikir Himalaya hanya ada 1 varian. Ditambah puyeng lihat banyak kemasan antara face scrub dan fash wash yang sangat sulit dibedakan


Tekstur Himalaya Face Scrub
Himalaya ini mengandung Neem yang berkhasiat meredakan jerawat (padahal Saya ga punya jerawat). Untuk butiran scrubnya, itu berasal dari kulit apricot, mirip scrub St. Ives. Himalaya Neem Scrub ada butiran hijaunya. Kurang tahu itu kulit apricot atau neem. Untuk kemampuan membersihkan komedo, produk ini masih kurang. Dan Saya kurang cocok karena sempat terasa agak perih.

Harga : RP 25.000,- sampai RP 28.000,- / 50ml
Repurchase: No. Pengen coba Ristra aja

2. Biokos 30'S Vital Nutrition Nutri Toner

Saya itu belum pernah melakukan perawatan skin care lengkap karena merasa tak punya masalah kulit yang berarti. Dari zaman SMA, pelembab Saya hanya pakai Pon'd. Sejak 2015, Saya beralih menggunakan minyak natural, EVOO atau VCO. Sampai akhirnya belakangan menyadari kondisi kulit tidak seprima dulu karena faktor usia, stress dan polusi. Sehari-hari Saya hanya pakai Creme 21 saat sebelum mengaplikasikan foundation. Malamnya Saya pakai VCO.


Sayapun mulai cari informasi produk skin care apa yang harus Saya pakai. Ternyata toner itu cukup penting. Saya tidak pernah pakai toner sepanjang hidup Saya. Untuk membersihkan make up. Saya hanya pakai Pond's Shake and Clean yang Saya pakai sejak usia 14 tahun dan tidak pernah ganti sampai sekarang. Saya masih ingat dulu Saya terpesona sama wajahnya Sigi Wimala saat jadi model Pond's, bareng dengan Samuel Rizal yang pada waktu itu adalah hot rising star. 

Tadinya Saya mau beli Ristra. Tapi lagi-lagi Saya tidak menemukannya. Dan Saya sedang ga ada waktu untuk ke Ristra PIM 2. Daritadi ngomingin Ristra terus gara-gara Racun Warna Warni. Sungguhlah blog itu berhasil meracuni banyak kaum hawa untuk jajan produk perlenjehan. Akhirnya Saya masuk ke counter Martha Tilaar. Ada 1 jam Saya ngobrol-ngobrol sama Mbaknya. Nyobain produknya satu-satu. Saya sempat tanya soal kondisi kulit Saya, dia bilang bintik sekitar hidung itu adalah komedo. Jadi yang harus dilakukan adalah membersihkan komedo, meringkas pori-pori karena pori-pori besar akan memicu komedo. Lalu pilihan Saya jatuh kepada Biokos. 

Toner Biokos Vital Nutrition ini mengandung lidah buaya yang berfungsi untuk melembabkan. Dan varian Vital Nutrition ini bisa untuk mencegah penuaan dini yang sering dialami orang berusia 30-an. Saya suka sekali toner ini setelah 1 bulan pemakaian. Saya pakai setiap sebelum pakai pelembab.

Saya suka sensasi sejuknya dan tidak perih dimata. Karena Saya usapkan juga ke kelopak mata. Kulit Saya terlihat agak glowing setelah pakai toner ini. Glowing yang terlihat sehat, bukannya glowing yang extra glowing kayak kalau pakai produk Korea. 

Harga : Rp 51.000,- / 150ml
Repurchase : YASS!!

3. Biokos 30's Vital Nutrition Daily Moisturizer

Pelembab adalah produk yang paling penting untuk perawatan kulit. Belilah pelembab yang bagus sebagai investasi kesehatan kulit. Saya langsung jatuh hati saat mencoba pelembab Biokos ini. Teksturnya agak cair, mudah menyerap tapi tak terasa kering setelahnya. Sebenarnya Saya lebih dulu jatuh cinta pada pelembab ini sehingga memutuskan sekalian beli tonernya Biokos.

biokosvitalnutritionmoisturizer
Biokos Vital Nutrition Moisturizer


Biokos moisturizer ini Saya pakai juga sebagai krim malam. Saya sangat suka hasilnya, kulit Saya terlihat lembab dan sehat. 



Harga : Rp 40.000,- / 35ml
Repurchase : YASS!!

4. Biore Pore Pack

Karena face scrub Saya kurang bisa membersihkan komedo, karena gemas, untuk pertama kalinya Saya pakai Biore Pore Pack. Produk ini mengandung charcoal. Biore Pore Pack cukup kuat menarik komedo. 

Harga : Rp 12.000,- / 1 pack 4 lembar
Repurchase : kalau komedo lagi panen aja.

5. Belia Cologne

Saya beli ini karena ingin nostalgia zaman SD dulu pake Belia. Zaman Saya mulai baca majalah Gadis, saat Astrid Tiar baru hits, MTV sedang berjaya dan radio SK masih mengudara. Zaman dulu Belia wanginya khas anak gaul Jakarta yang baru gede. Zaman Saya SMA, wanginya rada ga enak. Sekarang kayaknya udah mulai mendingan. Saya pake wewangian mini market ini kalo lagi dirumah, mau tidur atau pas turun dari Ojek buat menghilangkan bau knalpot.

astridtiaruntukbelia
Cleanser 2 in 1 Belia

Saya cari foto kemasan Belia splash cologne jadul tapi ga ketemu. Ketemunya malah foto diatas. Lumayan lah buat nostalgia. Dari foto itu kelihatan banget, Belia itu kemasannya ceria khas anak abg. Saya kalau ga salah belum pernah pake, kan waktu SD belum kena make up. Tapi sepertinya produk ini kurang laris. 

Harga: Rp 15.000 - Rp 17.000
Repurchase : Boleh juga



 6. Kuteks Beauty Story

Gara-gara Meghan Markle, Saya jadi pecinta nude. Jadi kepengen juga pakai kuteks yang nude. Ketemu kuteks murah meriah ini di toko kosmetik Ambassador lantai dasar. Iseng pas lewat, ada kuteks banyak banget dan ada warna nude. Kutek ini teksturnya agak cair dan lama keringnya. Trus bau alkoholnya kenceng banget.

Harga : Rp 15.000,- / 15ml
Repurchase : NO. Mending beli Catrice

7. SariAyu Masker Ketan Hitam


sariayumaskerketanhitam
Sari Ayu Masker


 Ada 1 produk lagi yang ga terfoto. Masker Sariayu ini sebenarnya sudah lama Saya cari. Jujur saja, Saya juga ga pernah maskeran. Ternyata masker itu penting jika sehari-hari kita pakai make up. Masker berfungsi menenangkan kulit. Karena concern Saya meringkas pori, masker Ketan Hitam ini cocok untuk Saya. Saya pakai setiap Minggu sekalian saat masker rambut. Wanginya segar walau hanya dicampur air putih. Soal keampuhan meringkas pori, saat ini belum signifikan. 1 bungkus ini bisa untuk 3x pemakaian

Harga : Rp 10.700,-
Repurchase: Iya.


Yang paling favorite tentu saja Biokos. Tapi belum banyak review Biokos, mungkin tenggelam sama produk Korea dan import yang sering di rekomen para beauty enthusiast. Coba dong teman-teman sharing soal per-skin care-an berikut produk favoritnya.



Friday, September 14, 2018

Mana Yang Harus Didahulukan, Pasangan Atau Karir

pasanganataumimpi
Photo by bruce mars from Pexels


Sebulan terakhir ini, Saya sedang mengerjakan project kantor untuk distribusi film import dari Thailand berjudul "7 Days". Film ini sudah rilis hari Rabu lalu, 12 September 2018 di bioskop Indonesia. Yah, walaupun judulnya 7 Days, tapi project ini cukup bikin hidup Saya tambah intense selama 30 days. Rasanya tuh kepengen ambil liburan 2 minggu, tapi Saya tau diri, pertama tanggal gajian masih lama dan dollar lagi mahal. Kedua, film rilis bukan berarti pekerjaannya selesai. Tetap harus check promo berjalan dan dag dig dug saban pihak bioskop e-mail laporan penonton. Lelah akutu, Kak....

Saat file film 7 Days diterima dikantor, langsung nonton rame-rame dulu di private theater kantor Kami. Jujur ya, saat nonton film ini, teringat kisah hidup (caileee) beberapa tahun yang lalu. 2 karakter utama di film ini, Tan dan Meen, adalah pasangan yang sama-sama punya passion. Tan (Kan Kanthatavorn) adalah chef terkenal yang sangat kreatif menciptakan menu. Meen (Mew Nittha) adalah food critic yang dijuluki lidah emas, hanya mencicipnya sekali, dia bisa tau bagaimana makanan itu diolah dan darimana bahan-bahannya. Sebenarnya Meen adalah seorang chef juga, tapi karena pernah dikritik habis-habisan, dia bantik setir jadi food critic. Dalam hubungan mereka, Meen ingin hubungan yang lebih settle sedangkan Tan masih berambisi mengembangkan karirnya. Sampai suatu hari mereka bertengkar.

7days
Tan dan Meen di film 7 Days



Konflik Meen dan Tan ini sangat familiar dengan apa yang pernah kita hadapi. Dimana kita harus memilih, pasangan atau karir.

Pasangan dan karir adalah 2 hal yang tak dapat dipisahkan dari hidup kita. Tanpa karir, kita tak akan bisa memenuhi kebutuhan hidup ataupun passion. Tanpa pasangan, kita tak akan bisa bersandar, walau sekedar a shoulder to cry on. Ehe :D.

2 hal ini adalah bahan bakar. Lalu, apakah keduanya bisa jalan beringingan? Jelas bisa. Asal mau ada effort lebih. Ada 2 hal utama yang perlu dilakukan:


Yang paling penting adalah KOMUNIKASI. Iya, ini harga mati. Ada baiknya sebelum memulai hubungan, kedua belah pihak harus tahu apa yang diinginkan pasangannya. Konflik muncul dan akan mencapai puncaknya saat salah satu pihak dianggap tak diacuhkan. Menjalin hubungan itu ibarat investasi waktu. Hidup itu terlalu singkat jika hanya untuk dihabiskan merasakan hal yang menyesakkan hati. Bicara dari hati-ke hati. Jika pasangan maunya kamu biasa-biasa saja agar ada waktu lebih banyak untuk dia, sedangkan kamu tidak bisa memenuhi ekspetasi itu, lama-lama akan menjadi toxic dalam hubungan. Lebih baik sakit diawal daripada memendam emosi atau hasrat yang perlahan akan menghancurkan diri kita sendiri.

Kalau dalam relationship Saya, pada waktu Kami lebih muda dulu, Kami sama-sama keras kepala dan masih sangat berambisi untuk punya karir bagus. Tidak ada solusi selain memutuskan hubungan. Terlebih saat itu dia di Amerika, Saya di Jakarta. Pada saat itu, Kami punya prinsip, merusak mimpi berarti merusak hidup. Iya, sekeras itu.

Hal kedua yang penting setelah komunikasi adalah, support. Keputusan untuk memilih pasangan tetap ada ditangan kita sendiri. Pasangan yang baik adalah pasangan yang supportif. Diluar sana kita sudah dihadapkan pada kerasnya kenyataan untuk menjalani passion. Jika dia tak supportif bisa dibayangkan lelahnya akan seperti apa. Contoh, saat deadline atau menghadapi klien demanding, tiba-tiba pasangan kamu komplain karena kurang waktu. Akhirnya dengan pasangan timbul pertengkaran, saat bekerja pun jadi kurang maksimal karena adanya gesekan dengan persoalan pribadi yang pastinya akan membuat pikiran bercabang.

Dalam hidup sangat penting untuk bekerja dengan passion. Tanpa itu, kita hanya bagaikan robot. Pergi pulang kerja menunggu gaji. Betapa membosankannya. Orang yang punya passion akan jauh lebih berwarna hidupnya, jadi jauh-jauh deh dicap orang yang membosankan.

Ada 2 hal penting yang jangan sampai salah pilih, yaitu pasangan dan pekerjaan. Dimana sebagian besar hidup kita akan dihabiskan untuk 2 hal tersebut