Selasa, 29 November 2016

#KapanMapan





Baru saja Saya buka twitter dan membaca ada sebuah kuis dari OJK gerakkan #AyoNabung. Kontra isu banget ya sama gerakkan rush money beberapa hari yang lalu. Tapi, sebelum ikut gerakkan rush money, pertanyaan Saya cuma satu. Emang situ punya duit berapa banyak sih di bank? Kok pede banget kalo ikutan rush money bakal bikin perekonomian dan perbankan kacau. 😋. Daripada ikutan rush money, mending ikut #AyoNabung biar mapan. Hahahaha.

*Disclaimer: postingan ini tidak diikutkan dalam partisipasi lomba OJK dan tidak mendapat imbalan apapun. Tulisan ini murni inisiatif dari penulis.


Kata kuis tersebut, "Menurutmu, kapan waktu yang tepat untuk investasi dan apa alasannya?"

So this is my answer based on my experience. Disini Saya membedakan menabung dan berinvestasi. Kalau menabung, bisa dimulai sejak usia sekolah. Kalau adik-adik yang uang jajannya bulanan, bisa sisihkan 10%. Tapi jika bicara investasi, biasanya ini bisa dilakukan saat kita sudah mulai bekerja. Karena pendapatan dan kesiapan mental juga lebih stabil (walau ada beberapa yang bekerja sebagai freelancer dan dapat bayaran per-project). Kapan mulainya? Dari 6 bulan - 1 tahun pertama kerja. Jadi namanya baru kerja, baru megang duit sendiri, ga ada salahnya kasih waktu untuk 'foya-foya'. Hitung-hitung sebagai reward atas hasil kuliah atau sekolah kamu. Tapi foya-foyanya jangan kelamaan.
 
Langkah pertama, bikin investasi dana darurat dulu. Saya bikin 1 rekening khusus yang akan auto debet setiap bulannya 10% dari gaji bulanan. Coba tanya bank masing-masing, ada yang menyediakan layanan ini? Dan biasanya ada jangka waktu minumum yaitu 2 tahun. Ambil saja platform yang paling pendek dulu. Beneran ga akan berasa. Tau-tau pas jatuh tempo, lumayan banget hasil tabungan kita selama 2 tahun itu.
 
Selanjutnya, uang itu mau dilanjutkan investasinya atau mau dipakai untuk apa harus jelas tujuannya. Mau buat DP kuliah lagi, liburan, atau ditabung lagi, bebas. Nah, karena sudah lebih mapan secara pendapatan karena usia kerja sudah masuk tahun ke 3, coba beranikan untuk investasi di Reksadana. Coba tanya bank lagi supaya lebih praktis, apakah mereka ada layanan tabungan reksadana. Kenapa reksadana? Karena modalnya tidak sebesar saham dan resikonya tidak sebesar saham. Return dari reksadana juga lumayan. Dan biasanya investasi reksadana dipakai untuk investasi jangka pendek-menengah. Jadi kalian harus punya tujuan jelas dulu uangnya mau dipakai untuk apa nantinya.

Sebenarnya produk investasi yang bisa kita coba untuk pemula itu ada Obligasi dan emas mulia. Tapi kedua produk ini modal awalnya cukup besar. Kalau punya uang lebih, bisa dicoba untuk investasi disini. Silahkan kalian pilih mana yang lebih cocok untuk kondisi keuangan kalian. Pokoknya penting untuk mengatur keuangan pribadi. Karena jangan sampai hidup kita malah menjadi beban untuk orang lain karena ga punya kemampuan mengelola uang sendiri. Jangan sampai diusia setengah abad nanti, hasil kerja keras kita malah tidak terlihat. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar