Selasa, 24 Januari 2017

Tetap Produktif Walau Kerja Di Rumah


Jaman sekarang kita bisa kerja dimana saja dan kapan saja. Ga terbatas harus jadi orang kantoran. Profesi freelancer sekarang juga semakin banyak. Walau masih banyak orang yang menyeritkan dahi saat mendengar kata freelancer. Hahahahaha. Saya sudah setahun belakangan juga banyak kerja dari rumah. To be honest, it is not my style. Saya lebih suka jadi orang kantoran yang setiap hari harus datang ke kantor. Tapi belum ada yang hire buat in-house lagi, ya sudahlah sementara jadi freelancer.

Enak ga sih kerja di rumah? Yah... enak ga enak. Enaknya ga perlu buru-buru di pagi hari kecuali ada meeting pagi. Ga enaknya disangka pengangguran sama Ibu Kost. Well,,, namanya freelancer kalo lagi ga ada project ya nganggur juga sih. Haha. Oh satu lagi. Pendapatan ga pasti. Yeaah... Saya tipe orang yang lebih suka sama gaji bulanan sih.

Jadi gimana caranya supaya tetap nyaman kerja di rumah? Saya pribadi punya beberapa rules.

1. Ga akan buka laptop atau kerja sebelum mandi
Yess, walau kerja di rumah bukan berarti ga rapi saat bekerja. Saya harus mandi dan wangi dulu sebelum buka laptop. Ini juga bikin Saya lebih fokus dan semangat saat sedang mengerjakan sesuatu.

2. Waktu bekerja seperti orang kantoran
Maksudnya Saya ga akan mulai kerja kalau belum jam 9. Trus sebelum itu ngapain dong? Ya ngerjain kerjaan lain seperti beres-beres, olahraga atau ngaji 😁. Dan Saya juga akan berhenti kerja jika sudah pukul 6 sore. Seriously, I need chill time, Cyin. Jadi Saya tetap mengutamakan keseimbangan waktu walau kerja di rumah. Tapi biasanya Saya kerja cuma 3jam-an.

3. Punya meja/spot kerja
Beneran deh walau bisa ngetik-ngetik laptop di kasur, ngetik di meja akan bikin kita lebih fokus kerja. Suasana ruangan juga sangat penting. Makanya usahakan ruangan kerja selalu bersih, wangi dan artistik. Biar berasa punya ruangan ala-ala blogger luar negeri 😁

4. Atur waktu dengan baik
Ada saatnya di satu minggu jadwal meeting padat. Nah disini lagi-lagi kita harus atur waktu. Saya dalam sehari hanya mau punya 2 meeting. Dan tidak semua ajakan Saya penuhi karena Saya harus punya prioritas siapa dulu yang harus ditemui. Untungnya Saya belum pernah mengalami deadline yang benar-benar mepet. Karena prinsip Saya ga mau diperbudak sama pekerjaan. Walaupun perlu kerjaan juga sih.  Saya harus tahu batasan maksimal kerja Saya agar tetap waras.

5. Pantang bekerja saat weekend
Weekend adalah waktu Saya untuk refresh otak. Saya juga perlu inspirasi atau gali ilmu baru. Kalaupun harus kerja atau buka laptop, itu hanya maksimal 3 jam di 1 hari dari 2 hari weekend. Jadi hari libur lainnya ya ga ada acara buka laptop.


Jadi freelancer bukan berarti bisa kerja semau-maunya. Tetap harus disiplin dalam pembagian waktu. Karena kalau ga bisa mengatur waktu dengan baik, efeknya akan buruk untuk diri kita sendiri. "Aduh Saya ga bisa kayak gitu. Numpuk banget nih kerjaan". Itu tandanya perlu bantuan, boleh lah Saya ini dioper-oper project-an. Hahaha ujungnya ngiklan 😁





Jumat, 20 Januari 2017

Parenting Lesson From Dear Zindagi



Saya baru saja nonton film India Dear Zindagi (Dear Life). Film ini bercerita tentang seorang Cameraman wanita bernama Kaira. Karakter Kaira ini sempurna. Cantik, muda, punya karir yang cemerlang, dikelilingi pria-pria keren. Typical cool girl. Tapi dibalik kesempurnaan itu, dia menyimpan luka yang dia pendam sejak kecil.

Saya perhatikan rata-rata orang pencapaian hidupnya bagus, pasti latar belakang keluarganya harmonis. Mereka tumbuh dari orang tua yang selalu men-support apapun pilihan anaknya. Bukan orang tua yang memaksakan kehendaknya. Pelajaran yang relate dengan kehidupan nyata dari film Dear Zindagi adalah seringkali orang tua lupa untuk memahami perasaan anak. Orang tua seringkali lupa melibatkan anak dalam setiap pengambilan keputusan. Jargon orang tua selalu benar dan merasa tahu yang terbaik untuk anaknya berlaku pula di India sana. Mungkin banyak dari kita yang mengalaminya, termasuk Saya sendiri. Saya bukan datang dari keluarga yang sempurna. Dampaknya terasa sekali saat memasuki usia dewasa.

Lalu bagaimana jika kita mengalami apa yang dialami Kiara? Berdamai dengan masa lalu. Tak perlu naif untuk berusaha memaafkan. Cara yang terbaik adalah menerimanya bahwa itu bagian dari hidup kita. Luka itu memang tidak akan bisa hilang. Tapi jangan biarkan luka itu terus mengatur perasaan dan pikiran sepanjang hidup.

Sekarang tugas kita agar menghasilkan generasi yang lebih tangguh adalah berkomitmen bahwa kita akan berusaha menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita. Berikan support agar anak bisa fokus menggapai tujuan hidupnya. Berikan pendidikan akal dan hati agar tak hanya cerdas akademik tapi juga emosionalnya. Jangan pernah mengeluh menjadi orang tua. Karena seorang anak tak pernah minta dilahirkan. Dan ketika 2 orang dewasa sudah memutuskan untuk memiliki anak, maka dia harus bertanggung jawab penuh. Menjadi orang tua bukanlah sebuah pekerjaan, dimana jika kita lelah atau bosan kita bisa meninggalkan pekerjaan itu.

Orang tua dan anak adalah manusia. Tak ada yang lebih tinggi atau rendah. Tugas sebuah keluarga adalah mencipatakan kedamaian di dalam rumah. Biasakan ada percakapan antara orang tua dan anak agar bisa saling memahami satu sama lain. Orang tua dan anak harus saling menerima ketidak sempurnaan. Saya memang belum menjadi orang tua. Tapi tulisan ini adalah perspektif Saya sebagai seorang anak.



Rabu, 18 Januari 2017

My Life Full Of Experiment



How' s your 2017 so far? Mine is there are some new challenge a head. Kali ini Saya mau cerita personal yang akan menjadi acuan Saya untuk menjalani 2017 dengan lebih baik dari sebelumnya.

Dari judulnya mungkin terdengar agak bodoh ya. Hidup kok coba-coba. But anyway, kalo kita ga coba kita ga akan tahu dan hidup kita akan mentok disitu aja. Memang ada beberapa orang yang memilih untuk 'santai'. Tapi tidak dengan Saya. Sejak 2011 Saya memutuskan resign dari 21 Cineplex headoffice, disitu percobaan hidup Saya dimulai. Saya ga tau pasti plan Saya apa (which is it very bad example). Pokoknya Saya mencoba cari kerja lewat upaya Saya sendiri. Saya bisa masuk headoffice bioskop terbesar karena latar belakang keluarga Saya. I leave my comfort zone dengan hidup yang stabil (cenderung stagnan) untuk berenang bebas di Samudra Kehidupan.

Saya punya harapan pokoknya begitu lepas dari perusahaan besar, hidup Saya harus jauh lebih baik. Kenyataannya, sangat jauh dari itu. Oke, Saya belum mendapatkannya. A lot of pain, tears and sweat. Di hari-hari berat Saya sepanjang 2016, Saya menyadari semua ini adalah proses perjalanan menuju apa yang Saya inginkan. Saya coba menjalaninya walau 'berdarah-darah'.

So what you gonna do in 2017? Well, honestly, I dont know exactly what I'm doing. I mean, I have plans, now I get some partner for collaboration, but I dont know this is will be success or not. Fokus Saya saat ini hanya menjalankan kesempatan yang ada di depan mata. Yah.... Namanya juga percobaan. Saya percaya setiap tindakan sekecil apapun pasti akan berdampak untuk kedepannya. And... Here I am. Entah ini percobaan yang keberapa kali, Saya mulai dari apa yang ada dulu. Dari investor yang ada walau ga banyak yang bisa dikasih, dari teman-teman seperjuangan yang ada, dari sisa-sisa uang dan tenaga yang ada. Mungkin teman bahkan keluarga Saya akan mengeritkan dahi atas percobaan ini. Mau ga mau Saya harus coba. Lebih baik bokek tapi ada usaha dari pada bokek tapi diam aja. 

Beberapa hari yang lalu Saya sempat merasa ini tanggung jawab yang terlalu besar untuk Saya. Tapi setelah Saya telaah lagi, I'm blessed. Tidak banyak orang diusia Saya yang ga punya ijazah dan gelar bisa mendapat tantangan seperti itu. Dan apa yang Saya alami dan pelajari sepanjang 2016, mungkin untuk menjalankan tantangan baru ini. 
Saya harus mencari client untuk investor Saya supaya ada yang bisa kita kerjakan. Sekarang apa bedanya dengan upaya Saya mendapatkan investor untuk konsep film layar lebar? Cuma beda produk kok.

Saya melakukan ini bukan untuk adu keren. Tapi untuk bertahan hidup. Saya mau setiap orang yang berkolaborasi dan membantu Saya bisa punya kehidupan yang layak supaya bisa membantu orang lain lebih banyak lagi. Hati Saya sedih kalau melihat orang yang hidupnya kurang beruntung. Terakhir Saya lihat bapak tua di bus, pakaian dia sudah tak layak pakai, jahit sana sini dan dia masih mau bekerja sekedar untuk makan. Saya mau apa yang Saya lakukan bisa berdampak besar untuk sesama.


I faced so many rejection. Dari mulai kerjaan karena ga punya ijazah sampai urusan personal karena dianggap kurang keren. Ga mudah. Tapi coba kita lihat sama-sama, Steve Jobs, JK Rowling, Jewel, Stallone, mereka pernah ada dititik terbawah. Dan lihat mereka sekarang. Tidak semua orang bisa mendapat kejayaan karena tidak semua orang kuat mengalami hari-hari yang pahit. 

2017 ini masih cukup panjang. Saya coba jalani semuanya sebaik mungkin, untuk hasil Saya serahkan pada semesta. A new journey just begin.


Minggu, 01 Januari 2017

2017



How's your 2016, fellas? Mine was challenging... But at the end I'm Survived, Bitches (entah kenapa pengen print ini di kaos 😁). Tahun yang ajaib. Tahun penyaringan. Tahun dimana Tuhan ngasih tahu siapa saja orang-orang yang tulus, siapa saja yang bagus bungkusannya saja. Tahun yang penuh cobaan dan berkah. Ya... Cobaan itu berkah. Karena Tuhan sedang mengajarkan kita untuk selalu hanya berharap kepadanya. Bukan sama teman, saudara, pacar whoever.

So i want to say thank you so much for everyone who sent by God to help and give me (a lot) support. Saya ini bukan apa-apa dan tak mampu berbuat apa-apa tanpa Tuhan. Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik atas kebaikan dan ketulusan kalian.

Malam tadi Saya berdoa, untuk diberi yang terbaik dan kekuatan untuk mengarungi hari-hari 2017. Saya pasrahkan semuanya pada Tuhan. Dan.... Saya merasa sangat optimis tahun ini akan jauh lebih baik. Semua ini adalah proses. Kita hidup di dunia ini sebagai lahan ibadah. Seperti bekerja dengan jujur, saling membantu, saling mendoakan, dan berusaha untuk memberikan yang terbaik. Semoga di tahun ini bisa lebih menjaga hati dari bisikan-bisikan negative yang kadang sangat halus.

Let's spread positive vibe this year and ahead!! Happy New Year 2017!!