Kamis, 26 Januari 2012

Cyber Friend

Say thanks to internet. Say thanks to blackberry. Say thanks to Facebook. Say thanks to Twitter. Say thanks to Google. Dan semua perangkat online lainnya. Yang membuka jendela dunia hanya dengan sentuhan jari jemari.

Pengetahuan apapun tersedia dari internet. Diskusi pun bisa melalui internet. Lebih gokil lagi, cari jodoh juga bisa lewat internet.

Berbagai macam website pertemanan pun muncul. Mulai dari Friendster, Facebook sampai yang hip saat ini, Twitter. Cyber Friend. Hubungan pertemanan melalui dunia maya. Menurut Saya hal ini tidak selamanya buruk. Untuk apa diciptakan internet dengan segala kemudahan dan kecanggihannya bila tidak juga membuat kita tambah pintar, termasuk pintar mencari teman. Dan tentu saja bukan sekedar mencari teman untuk bermesraan. Hahaha! Cetek sekali pemikiran itu.

Pertemanan disini adalah pertemanan dengan minat yang sama, dengan dunia profesional yang sesuai dengan pekerjaan kita.
Aku pun beberapa kali kenal dengan orang-orang profesional dibidangnya, bahkan menjadi teman akrab, berawal dari cyber friend ini. Dari jaman Friendster, Facebook, dan Twitter. Lets say. You named it, i know it J. Tapi paling enak sih menjalin Cyber Friend berasal dari twitter.

Acara kopi darat pun terkadang tidak direncanakan. Biasanya tak sengaja ketemu disuatu kesempatan. Biasanya setelah kopi darat, hubungan pertemanan ini semakin intens dan akan berlanjut dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Sering kali sih kita mengadakan diskusi melalui Twitter. Biasanya ada topik yang asyik untuk dibahas. Setiap opini kita, terkadang di-Retweet oleh cyber friend kita. Dari situ biasanya akan menarik perhatian orang lain, dan orang tersebut akan mem-follow kita. Jika kita tertarik pun, kita bisa follow balik. Ya seperti itulah kira-kira.

Tapi bukan berarti menjaring cyber friend itu sembarangan mem-follow up orang ya. Aku biasanya atas rekomendasi teman dunia nyata. Seperti yang aku katakan diatas, itu tergantung pada bidang profesional apa dan minat kita apa. Seperti dunia nyata, Cyber Friend ini akan membentuk lingkarang pertemanan. Hahaha! Ternyata dengan internet, tetap merasa dunia ini tidak selebar daun pisang ya. Si A kenal Si B. Si B kenal Si C. Si C kenal dengan Si A. Begitulah seterusnya.

Semoga pertemanan ini bisa menghasilkan sesuatu yang spektakuler. Dan aku selalu siap untuk kopi darat dengan teman-teman cyber friend yang belum pernah bertemu didunia nyata.


Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 20 Januari 2012

The Art of Getting By...




Satu lagi film rekomendasi gue, yang juga masuk Sundance International Film Festival 2011 "The Art is Getting By...". Pemeran utamanya Freddie Highmore dan Emma Roberts. Ini adalah film pertama Gavin Wiesen. Genrenya Drama Romantis.

Film ini menceritakan seorang remaja bernama George (Freddie Highmore)yang sedang mencari jati diri dengan seni sebagai medianya. Dia seperti anti sosial. Tidak punya teman, belajar semaunya. Karena dia memiliki pandangan tersendiri tentang hidup, yang berbeda dengan anak-anak seusianya. Dia tidak menyukai ayah tirinya, yang ternyata adalah seorang pengangguran dan meninggalkan banyak hutang. Isi hatinya dituangkan dengan menggambar karikatur.

Suatu saat, dia jatuh cinta dengan teman sekolahnya, Sally (Emma Roberts). Mulailah dia bergaul. Hingga suatu waktu George bertemu dengan Dustin (Michael Angarano), sesama pelukis.

Seiring berjalannya waktu, dia harus memilih, dia harus mengerjakan semua tugas sekolah yang terbengkalai atau dia tidak lulus High School. Disatu sisi dia sedang gundah, karena ternyata Sally berpacaran dengan Dustin. Tapi, akhirnya karena ingin membahagiakan ibunya, dia mengerjakan semua tugas.

Gue suka film ini karena memaknai hidup dengan cara yang berbeda, dikaitkan dengan seni. Untuk ukuran film festival, film ini termasuk film ringan. Dan kata-kata narasinya yang bagus.


"We live and die alone. And everything else is just ilusion"

Rabu, 18 Januari 2012

Topeng

"Tapi buka dulu topeng mu. Buka dulu topeng mu. Biar kulihat wajahmu" ~ by Peterpan-Topeng


Suka atau tidak, setuju atau tidak. Setiap orang, pasti memakai topeng. Ada yang memakainya sepanjang waktu, ada juga yang memakainya pada saat-saat tertentu. Topeng. Identik dengan kepalsuan. Munafik hiperbolnya. Karena, memang topeng diciptakan untuk menutupi keadaan yang sebenarnya.

Si kere memakai topeng supaya terlihat mewah saat kumpul dengan teman-temannya dengan menenteng tas branded tapi KW

Sang Ayah memakai topeng, berusaha tersenyum saat sang anak menyambutnya pulang kerja. Padahal sang Ayah baru saja kehilangan pekerjaannya.

Koruptor, memakai topeng, untuk membentengi dirinya dari hukuman yang akan dia terima. Pura-pura sakit.

Aku. Memakai topeng. Untuk menutupi kebodohanku dengan lebih banyak mendengarkan. Memakai topeng untuk menutupi hati yang terkadang sedang teriris. Dan memakai saat bertemu seseorang yang tak kusukai perangainya, agar tetap bisa tersenyum manis.


Topeng. Dia akan selalu berguna.

Cukup beranikah kita menghadapi hidup ini tanpa topeng?


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Senin, 16 Januari 2012

Carnage




Film Carnage ini di Sutradarai ole Roman Polanski. Dimainkan oleh Kate Winslet (Nancy), Jodie Foster (Penelope), Jhon C. Reilly (Longstreet), dan Christoph Waltz (Cowan). Film ini berdurasi sekitar 80 menit. Menceritakan tentang pertemuan 2 orang tua untuk menyelesaikan masalah karena anak mereka bertengkar. Film yang sangat unik. Hanya mengambik satu set, yaitu dirumah keluarga Longstreet. Film bergenre drama comedi ini sangat bermain dalam dialog. Acting para pemainnya pun memainkan berbagai emosi. Sangat keren. Memang pada pertengahan film, sempat menjemukan. Tapi endingnya sangat tidak mengecewakan.

Carnage juga masuk ke festival Sundance dan Toronto.

Its call smart film comedi! Cool!

Jumat, 13 Januari 2012

RIP Valia Rahma

Innalilahi... Telah berpulang kerumah Tuhan, aktris, model dan presenter muda Indonesia, Valia Rahma diusia 26 tahun. Sore ini saat saya sedang cek "Recent Update" teman Saya, Harris Nizam menulis status "RIP Valia Rahma". Langsung Saya tanya, apa benar Valia meninggal? Ya iyalah!! Valia meninggal karena kecelakaan di Bali, sebelumnya sempat koma selama 8 hari.


Belakangan ini, orang2 sekitar kita satu per-satu sudah berpulang lebih dulu. Umur, tidak ada yang tahu. Caranya juga tidak ada yang tahu. Kita tinggal tunggu giliran. Sudahkah kita mempersiapkan diri jika tiba-tiba kita dipanggil oleh-Nya?

Jujur saja, Saya takut akan kematian. Saya takut jika Saya meninggal kecelakaan atau dibunuh. Saya mau kalo saya mati, mati dengan tenang. Dan tentu saja, Saya merasa dosa-dosa Saya masih menggunung. Jika Saya mati, pasti akan merasakan siksa kubur :( :( . AAAhhh!! Sudahlah...

Saya takut jika saat Saya sudah waktunya pergi nanti, Saya tidak bisa melihat teman-teman keseluruhan sebelum Saya menghembuskan napas terakhir. Saya takut, mereka belum memaafkan Saya jika Saya pernah melukai hati mereka.

Saya takut kematian. Karena itu artinya kita tidak akan pernah berjumpa lagi dengan orang tsb didunia ini. Semua kenangan akan selalu terbayang. Ditinggal mati itu tidak enak.

Kematian itu pasti. Tidak ada yang bisa mencuranginya. Semoga kita mati dengan khusul khatimah. Amin!