Masih ingat slogan “Aku Cinta Produk Indonesia”? Slogan yang sangat populer di tahun 1998 saat negara Indonesia mengalami krisis moneter. Mari kita lihat keadaan sekarang ini. Semua orang bangga menunjukkan label produk import. Karena bagi mereka itu prestige, menunjukan kalau mereka mampu membeli produk import yang harganya bisa 2 kali lipat dari produk lokal. Brand-
brand luar pun semakin menjamur apalagi di kota besar.
Disini kita ambil 1 contoh yaitu produk fashion. Kenapa fashion? Karena sebagian orang membelanjakan uangnya untuk membeli pakaian terlebih pakaian merupakan kebutuhan premier. Masih banyak orang yang memandang dengan sebelah mata untuk produk-produk buatan dalam negeri. Sekarang mari kita kupas lebih dalam bagaimana perkembangan industri fashion dalam negeri ini.
Saat ini banyak sekali bermunculan designer-designer yang menelurkan brand lokal. Sebut saja Tikprive, Tulisan dan Up Shoes. Mereka menciptakan produk yang up to date dan mengerahkan semua sumber daya yang Indonesia miliki. Designer-designer ini turut andil dalam memajukan negara. Terlebih produk mereka memang sudah memiliki standard International.
Banyak sekali produk lokal yang diproduksi dengan baik, memiliki bahan material yang bagus dan umur ekonomis yang panjang. Contohnya Elizabeth dan Buccherri. Tapi sayang sekali masyarakat kita lebih suka dengan merk luar yang umur ekonomisnya lebih pendek. Dipakai 1 tahun sudah rusak.
Jika ditelusuri lagi ada banyak produk lokal yang dibuat untuk kebutuhan kita sehari-hari. Seperti produk perawatan tubuh dan make up. Kita punya Sari Ayu, Fanbo, Mustika Ratu dan sebagainya. Harga mereka 10x lebih murah daripada kosmetik import dengan kualitas yang sama.
Ini bukan hanya menjadi PR bagi pemerintah. Tapi juga kita semua. Ada beberapa sebab kenapa banyak orang lebih memilih produk import salah satunya yang paling sering ditemukan adalah soal design. Produk lokal kebanyakan membuat model yang lebih cocok untuk golongan usia diatas 35 tahun. Ini menjadi bahan evaluasi dan tantangan bagi produsen untuk terus meningkatkan kreatifitas dalam hal design agar target pasar mereka bisa lebih luas dan menjangkau konsumen muda. Jika para produsen sudah memiliki brand statement, mereka pun akan lebih siap bersanding dengan brand-brand luar. Dan juga kesempatan untuk dieksport pun akan lebih terbuka lebar. Ini sangat baik untuk meningkatkan pendapatan negara. Dengan begitu kita tidak akan tergantung dengan produk import. Jika kita bisa membuatnya didalam negeri, kenapa tidak? Jika pemerintah, pengusaha dan masyarakat konsisten untuk membangun industri dalam negeri, bukan hal yang mustahil jika dalam waktu 5 tahun mendatang kita akan melihat anak-anak muda begitu bangga menggunakan produk lokal.
Mungkin fashion terdengar sepele. Tapi jika urusan gaya hidup saja harus import bagaimana untuk kebutuhan hidup lainnya? Beberapa waktu lalu kita sempat import beras, gula, ikan, daging bahkan buah-buahan. Kondisi ini timbul bisa saja karena memang permintaan akan produk import bertambah. Lagi-lagi soal kualitas. Tugas pemerintah adalah menemukan solusi agar para petani dan nelayan dapat menghasilkan produk pangan yang berkualitas. Paling tidak kita dapat memenuhi kebutuhan sendiri dulu sebelum kita mengeksport. Negeri kita ini begitu luas. Iklim kita tidak ekstrim seperti negara-negara di Barat yang memungkinkan kita selalu memiliki sumber daya alam yang bagus.
Kita harus mendidik generasi saat ini untuk menjadi generasi yang mandiri. Semua ini akan berdampak bagi kekuatan negara Indonesia dimata dunia. Meningkatkan produksi dalam negeri akan meningkatkan laju perekonomian Indonesia.
Saturday, January 3, 2015
Cintai Produk Lokal
Sunday, December 14, 2014
Kreatifitas Tak Terbatas Pada Keadaan Yang Terbatas
![]() |
| Poster film 7/24 |
| Poster film The Sun, The Moon and The Hurricane |
Wednesday, September 10, 2014
Go Green Real Action

Alam memberikan berjuta kekayaan untuk kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun sayang sekali manusia banyak yang tidak berterima kasih kepada alam. Seiring bertambahnya populasi alam semakin rusak. Memang sudah menjadi hukum alam. Lantas, apa kita diam saja? Sudah sepatutnya kita berterima kasih kepada alam yang telah memberi kita kehidupan. Jangan menambah kerusakan alam. Sebisa mungkin kita menjalani hidup ramah lingkungan.
Tulisan ini Saya buat karena terinspirasi dari Nadia Hutagalung. Dia menjalani hidup Go Green. Rumahnya di Bali dibangun dengan prinsip ramah lingkungan. Dia tidak memasang AC. Katanya, “AC selain pemicu pemanasan global juga membuat kulit kering. Jadi kalau panas ya buka jendela dan pasang kipas angin saja”. Selain itu dihalaman rumahnya juga ditanami bahan pangan. Mulai dari bumbu, buah dan sayuran. Menyenangkan sekali ya. Nadia selain cantik juga down to earth. Dia tidak memposting barang-barang mewah, tidak melulu posting foto selfie nya tapi dia menggunakan social media untuk menginspirasi orang banyak. Jika shopping dia memilih model yang everlasting jadi membuatnya tak melulu belanja menghabiskan uang. Benar-benar menginspirasi kita untuk hidup sederhana dan ramah lingkungan ya.
Sejak tahun 2005 saat isu global warming sudah mulai disosialisasikan diberbagai media, Saya perlahan juga mencoba untuk hidup go green. Walau tak seratus persen back to nature tapi paling tidak tindakan Saya tidak menambah kerusakan alam yang sudah dilakukan milyaran manusia dibumi ini. Apa saja itu?
1. Say no to plastic bag
Saya punya beberapa tas kain yang bisa menampung belanjaan. Saat belanja bulanan Saya menolak tas plastik dan menyuruh kasir untuk langsung memasukan belanjaan Saya ke tas kain yang sudah Saya bawa. Memang terkadang Saya lupa membawa tas kain jika belanja tanpa rencana. Sebagai penghapus doa, plastik itu Saya simpan untuk menampung sampah dirumah.
2. Mematikan semua listrik di kamar saat hendak pergi
Saya pakai saklar pararel. Jika mau pergi , Saya tinggal cabut kabel dari colokannya dan tak lupa mematikan lampu.
3. Mencuci tanpa pengering
Kebetulan karena tinggal sendiri Saya mencuci sendiri pakaian Saya dengan tangan. Kalau anak kost lainnya lebih suka laundry kiloan, Saya lebih suka manual. Selain lebih ramah lingkungan juga lebih hemat. Selain itu menghindari drama baju hilang ditempat laundry. Saya hanya laundry selimut karena besar dan tebl harus dicuci dengan penanganan khusus.
4. No AC or Heater
Ya, saat orang-orang mengejar gengsi dengan pasang AC dikamarnya, Saya lebih suka pakai kipas angin. Kebetulan sirkulasi udara dan pencahayaan kamar Saya sangat bagus. Ini juga menjadi pertimbangan Saya untuk mencari tempat kos. Jika membangun rumah nanti, Saya akan bikin langit-langitnya tinggi supaya rumah menjadi sejuk. Dan akan menanam banyak pohon. Saya juga tidak menggunakan dispenser. Jadi Saya beli alat khusus untuk air minum tanpa harus dimasak. Saya minum dari air sumur tempat tinggal Saya. Jika ingin minum yang panas, Saya punya ketel listrik. Saya memang tidak dibiasakan minum-minuman dingin dari kecil. Jika menggunakan dispener, berapa banyak karbon yang dilepaskan dan berapa besar energi listrik yang terus terpakai tanpa henti. Walau demikian memiliki kulkas adalah hal yang wajar. Karena sangat berguna untuk menyimpan sayur dan buah agar lebih tahan lama. Saya juga tidak memiliki water heater. Memang mandi dengan air panas itu enak sekali. Tapi coba pikir lagi. Kita ini tinggal dinegara tropis, tak perlu-perlu amat mandi dengan air panas.
5. Bepergian dengan angkutan umum
Sebenarnya ini karena Saya belum ada kendaraan pribadi. Lagipula dengan menggunakan angkutan umum kita turut mengurangi kepadatan jalanan. Saya pergi dengan taksi jika memang diperlukan. Saya berpikir bagaimana nanti jika Saya sudah memiliki kendaraan pribadi? Saya simpulkan, kendaraan pribadi hanya boleh dipakai jika memang diperlukan saja. Harapan Saya semoga sistem transportasi massal di Indonesia bisa jauh lebih baik sehingga kita tak selalu bergantung pada kendaraan pribadi.
Kira-kira itu yang sudah Saya lakukan untuk mengurangi kerusakan alam. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dan Saya bisa benar-benar membangun rumah ramah lingkungan. Saat ini Saya berpikir untuk mengganti semua bahan perawatan tubuh dengan menggunakan bahan-bahan alami. Saya merasa cocok dengan Extra Virgin Olive Oil. Evoo ini Saya pakai untuk krim malam dan dioleskan ke bagian tubuh yang kasar. Jadi setelah stock lotion, krim wajah dan kondisioner Saya habis, Saya mau beralih ke all in natural moisturizer, yaitu Evoo. Terima kasih Nadia Hutagalung yang menginspirasi Saya untuk menjalani gaya hidup ramah lingkungan J
Sunday, August 31, 2014
Dedikasi
![]() |
| Dedication. photo: Pexels.com |
Ada hal yang Saya sesali saat menjalani pekerjaan selama ini. Saya merasa kurang berdedikasi. Oke, Saya datang tepat waktu. Dalam satu Tahun paling hanya 2 hari izin, bahkan pernah selalu masuk kantor. Saya tidak menipu tempat Saya bekerja. Semuanya memang tidak ada masalah.
Wednesday, July 23, 2014
Wardah Exclusive Lipstick



Berhubung lagi campaign gerakan cinta produk Indonesia, kali ini Saya mau review sedikit lipstick Wardah.
Lipstick favorite Saya adalah Sari Ayu Geulis 3. Karena warnanya pas banget untuk kulit Saya yang tingkat gelap terangnya nanggung :D. Selain itu harganya juga sangat bersahabat. Sekitar Rp 35.000,-. Tapi beberapa waktu yang lalu Saya kesulitan mendapatkan si Geulis ini. Sudah ke Pasaraya Blok M dan Sarinah tapi nihil karena stock sedang habis.
Akhirnya Saya lihat-lihat lipstick koleksi Wardah. Wah.. Ternyata warnyanya lucu-lucu. Saya coba dibibir, warnanya mampu menutupi lapisan bibir dengan sempurna. Akhirya pilihan Saya jatuh ke Exclusive Lipstick warna Golden Coral. Harganya bersahabat, Saya lupa harga persisnya yang pasti dibawah Rp 50.000,-.
Foto paling atas, lipstick yang rata itu Sari Ayu Geulis 3. Yang baru tentu saja Wardah Exclusive Lipstick Golden Coral. Sama persis kan warnanya.
Foto Saya dengan baju pink, Saya pakai Wardah. Foto dibawahnya Saya pakai Sari Ayu.
Wardah ini enak banget. Selain warnanya awet, dibibir juga lembut. Pernah coba tanpa pakai lipbalm dulu, bibir tetap lembab. Recommended banget Wardah ini. Produk Indonesia dengan harga murah dan kualitas bagus.
Monday, July 14, 2014
Pemilu 2014
![]() |
| Sumber foto: Liputan6.com |
Sepertinya pemilu 2014 ini lebih meriah daripada pemilu-pemilu sebelumnya. Mungkin karena pengaruh menjamurnya pengguna social media juga, sehingga menjadikan ini sebagai salah satu cara promosi para calon presiden. Tambah seru lagi, Capres tahun ini hanya 2 kandidat. Prabowo dan Jokowi. Seakan-akan soal pilihan ganda, hanya 1 jawaban yang benar, yang 1 lagi salah.
Pemilu 2014 ini pertama kali Saya ikut nyoblos. Seharusnya ditahun 2009 lalu Saya sudah bisa ikut nyoblos tapi Saya memilih Golput. Begitu juga pemilu legislatis April 2014 lalu, Saya memilih golput.
Saya hampir tidak pernah memposting di social media tentang pemilihan Capres kali ini. Semua orang begitu ramai, tak jarang menjatuhkan kandidat Capres lainnya. Kenapa Saya memilih diam? Saya sudah punya pilihan. Dan Saya memilih Jokowi. Saya mempunyai alasan sendiri kenapa memilih Jokowi, karena Saya pikir Indonesia perlu dipimpin oleh orang baru. Prabowo memang sudah berpengalaman di dunia politik. Tapi Saya tidak mau ikut-ikutan para pendukung lainnya yang begitu fanatik pada para kandidat Capres.
Saya tidak mau terlalu mengelu-elukan Jokowi walaupun Saya memilih beliau. Karena Saya tidak mau kecewa nantinya jika ternyata Jokowi tidak sesuai dengan harapan Saya lalu Saya berbalik menghujat beliau. Cukup pengalaman pemilu tahun 2009 lalu, dimana semua rakyat begitu besar mendukung SBY. Ternyata beliau tidak seperti yang kita harapkan pada waktu itu, lalu rakyat menghujat beliau.
Jokowi memiliki program-program yang bagus. Dan dimata masyarakat dia begitu sempurna. Tapi bagi Saya tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang pasti bisa melakukan suatu kekhilafan sebaik apapun orang itu.
Saya juga tidak pernah menjelek-jelekan Prabowo. Walaupun mungkin dia memiliki sejarah yang kelam. Tapi tak adil rasanya jika kita menghakimi beliau tanpa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Dan bukan berarti jika masa lalu Prabowo kelam, dia tidak memiliki sisi baik.
Masyarakat berasumsi jika Prabowo menang, maka era Orde Baru akan terulang. Apa benar? Menurut Saya intelektualitas masyarakat Indonesia saat ini sudah lebih baik daripada masa itu. Jika Prabowo berbuat demikian, tak mungkin rakyat akan diam, justru dia yang harus takut dengan rakyat. Jadi ketakutan masyarakat jika Prabowo menang maka Orde Baru akan terulang, itu bukan suatu alasan yang kuat menurut Saya.
Sebagai masyarakat yang bermatabat, janganlah kita berlebihan dalam mengagumi seseorang. Dukunglah sewajarnya. Dan siapapun yang menjadi presiden Indonesia selajutnya nanti, Saya hanya bisa ikut membantu memantau jalannya pemerintahan dengan berkontribusi sesuai dengan kemampuan yang Saya miliki. Siapapun presidennya, Saya terima. Siapapun presidennya, Semoga dia bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik.
-Salam Damai-
Sunday, July 13, 2014
New Hollywood Darling
Pertama kali Saya melihat akting aktris Australia ini di film Sleeping Beauty (2011). Dia sangat berani di film ini. Emily tampil tanpa busana sehelai benang pun. Kulit pucat menjadi ciri khasnya. Mengingatkan kita pada Mia Wasikowska. Lalu dia muncul pada film Summer In February (2013). Mungkin film komersil terbesarnya adalah Pompei. Sayang filmnya tidak laris.
2. Katie Chang
Shailene sedang berkibar karirnya. Pertama kali Saya lihat acting dia dalam film The Spectacular Now film indie karya James Ponsoldt. Lalu tak lama dia muncul di Divergent sebagai pemeran utama. Ditahun ini dia juga mendapatkan peran utama di film The Fault In Our Stars. Wajah yang cantik, akting memukau (dan agent yang pandai menjual) benar-benar perpaduan sempurna. Saya rasa dia yang karirnya paling cepat menanjak dibanding 3 aktris lainnya yang Saya sebut diatas.






