Monday, December 31, 2012

The End of 2012

Finally... Hari ini, hari terakhir di 2012. Besok kita akan memasuki tahun 2013. Dimana segala sesuatunya akan berjalan dan menemukan hal-hal baru lagi.

2012, Great enough for me. Walau di 3 bulan awal, gue benar-benar struggle. Alhamdulilah semua itu terlewati, sampai hari ini gue masih berdiri tegak.

Terima kasih 2012. Engaku hadirkan orang2 yang mewarnai hatiku, dan mengeliminasi orang-orang yang bertindak tidak selaras. Buat gue, tahun 2012 ini tahun seleksi, banyak sekali pelajaran yang gue dapat di tahun ini. Sebagai persiapan untuk menghadapi tahun-tahun berikutnya yang semakin dinamis dan penuh tantangan.

Harapan gue di 2013, semoga gue benar-benar bisa produksi film layar lebar dan go international. Semoga Tuhan datangkan teman hidup yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan gue. Yah... Miss him so much JEP.

Everyday is change. :) Everyday is challenge :)


Sent from Wondering Land

Thursday, December 6, 2012

Happy Birthday To Me!!









Yay!! Udah telat (BANGEETTT!!) sebenarnya. Tanggal 30 November kemarin gue ulang tahun. Time flies.... Perasaan kemarin baru 15tahun. Hahaha!!
Well, udah lama (BANGEEETTT!! Lagi) ga nulis blog. Lagi agak sibuk aja. Nulis sedikit. Lagi coba nulis cerita dengan judul "8 Weeks". Baru bikin sceneplot aja dulu. Fiuuh... Alhamdulilah ide2 muncul aja randomly. Trus ada juga nih tulisan gue Disini dan disini. Just for killing time aja sih...

So yeaah... Nothing special in my bday. Cuma dapat telpon kangen aja dari Beibeh. Sama makan malam di Marche with Emak Elsi. Lupa foto2 aja gitu. Hahahaha!

Gue harap diumur gue yang 23 ini hidup gue jadi lebih baik lagi. New life, new hope, new challenge. I want make some wonderfull moment. And thanks GOd. I AM STILL ALIVE!!

Oke, kapan2 update lagi. ciao!!


Wednesday, November 14, 2012

Philosophy of Human and Moon

People was born like a tiny crescent. Then expand and grow to adulthood and the perfect life. thereafter gradually declining ability, similar to the moon after the full moon. Until we were not seen again on the stage of the earth. Similar with the moon.


Suatu ketika manusia pernah tiada, lalu lahir kecil mungil bagaikan sabit. Lalu membesar dan membesar hingga dewasa dan sempurna umur. setelah itu menurun kemampuannya sedikit demi sedikit, serupa dengan bulan setelah purnama. Sampai akhirnya ia tidak terlihat lagi di pentas bumi. Serupa dengan perjalanan bulan

Tuesday, October 23, 2012

Mandiri kok Malah Bikin Repot

Kemarin itu ceritanya dapat kabar yang bikin heboh, ikut-ikutan panik dan kemringet. Adik perempuannya temannya teman hilang. Terakhir gadis berusia 20 tahun itu pamit keluar rumah dengan motornya. Tapi sampai keesokan harinya, Ciki ga juga pulang dan ga ada kabar. Yang pasti semua keluarganya panik. Dan sudah pasrah jika kemungkinan terburuk terjadi.

Lumayan ramai juga berita si Ciki hilang ini di twitter. Karena penasaran, Saya cek akun twitter yang bersangkutan. Dan Saya menemukan tweet terakhirnya "Take Off", dimana menurut Saya itu adalah semacam kode. Maksudnya take off dari rumah tapi ga tau kemana.

So, sang kakak yang sudah panik dan histeris mencari adiknya itu ke kampusnya, Rumah Sakit. Pilihan terakhir membuat laporan orang hilang di kantor polisi. Saya menyarankan, kembali ke cara tradisional, coba tanya 'orang pintar'. Dan cara itu juga dilakoni oleh Sang Kakak.

Malam harinya Saya dapat kabar, Ciki ternyata pergi atas kemauannya sendiri. Itu juga atas statment dari si 'orang pintar' kenalan Sang Kakak. Lalu Sang Kakak termenung, memang beberapa waktu yang lalu Ciki ini mengutarakan kalau dia ingin keluar rumah, ingin mandiri. Dan keluarganya pun mengecek isi kamarnya, banyak barang yang sudah ikut dibawa pergi. Lalu tak lama Ciki mengabari kakaknya kalau dia baik-baik saja disertai permohonan maaf karena sudah merepotkan semua orang. Dweeeeng!!

Maaf, menurut Saya ini adalah tindakan bodoh. Apalagi usia dia sudah memasuki tahap dewasa, 20 tahun. Bukan lagi remaja usia 15 tahun. Ya mungkin pihak keluarga melarang dia keluar dari rumah karena dia belum menyelesaikan kuliahnya. Maksdunya apa ingin hidup mandiri? Apa dia mau kost? Dan mungkin pihak keluarga juga harus memberikan penjelasan yang masuk akal, kenapa dia belum boleh keluar dari rumah. Ya Saya tidak tahu pasti ya... Tapi anak ini menempuh cara yang salah.

Di jaman sekarang sering sekali kita dengar berita orang hilang, akhirnya jadi mayat. Atau diperkosa. Wajar saja keluarganya panik.

Mau mandiri itu ada waktunya. Harus sabar. Tunjukan terlebih dahulu dengan sikap. Dulu Saya juga agak susah untuk nge-kost setelah mendapat kerja. Tapi saat itu keadaan memang sedang tidak kondusif lalu Saya utarakan maksud saya kepada Om tertua Saya. Dan mereka mengizinkan. Mereka memberi izin juga dengan alasan, karena Saya sudah mampu mencari uang sendiri.

So, please... Semasih kamu punya keluarga lengkap dan peduli dengan kamu, jangan sok-sokan mau mandiri tapi caranya norak. Dibuat khawatir itu ga enak. Dan berpikir lah jangka panjang. Komunikasi adalah kuncinya.

Have a bless Tuesday :)


Sent from BlackBerry® on 3

Sunday, October 14, 2012

Cita-Citaku Setinggi Tanah

Sekarang ini semenjak muncul social media yang bernama. Twitter, apapun yang di tweet tampak menarik. Tak terkecuali untuk film rekomendasi. Istilahnya Buzzer. Tapi, Saya punya cara pandang tersendiri. Belakangan, apa yang disebut di Twitter bagus, begitu Saya tonton filmnya, hati Saya cuma berkata "Hah? Ini yang dibilang okeh banget?!". Akhirnya Saya hanya percaya melalui apa yang Saya lihat di trailer. Jadi, seberapa banyakpun orang bilang film A bagus, tapi jika di trailer Saya kurang sreg, Saya ga tergiur untuk nonton. Ya walau pada akhirnya nonton juga sih :D

Cita-citaku Setinggi Tanah. Film pertama dari Euegen Panji, yang lebih dikenal sebagai sutradara video clip di era 90-an, sama seperti Rizal Mantovani. Begitu Saya lihat trailernya, Saya jatuh cinta. Apa yang membuat Saya jatuh cinta? Dialognya yang begitu mengena. Akhirnya kemarin Saya menonton film ini di Blok M Square. Disana tanpa sengaja bertemu dengan Pak Yan Wijaya, wartawan film senior. Setelah berbincang-bincang sepatah dua patah, Saya pun masuk ke studio.

Cita-Citaku Setinggi Tanah bercerita tentang Agus (M Shihab Imam Mutaqqin) seorang anak dari keluarga sederhana di daerah Muntilan. Bapaknya bekerja di pabrik tahu, dan Ibunya seorang ibu rumah tangga yang pandai memasak tahu bacem. Saking enaknya, setiap hari masak tahu bacem. Saat gurunya Agus memberikan tugas untuk membuat karangan tentang cita-cita, Agus ditertwakan teman-temannya. Karena cita-cita Agus adalah kepengen makan di restoran Padang. Jauh berbeda dengan teman-temannya, Mey (Sri) yang bercita-cita jadi artis, Jono yang ingin jadi tentara dan Puji yang ingin selalu membahagiakan orang lain. Agus berusaha keras agar cita-citanya bisa diwujudkan.

Film ini merupakan film bagus dan mendidik tanpa terkesan 'Sok Film Berat'. Alurnya ringan sekali, dialog yang JLEB! apalagi diucapkan oleh anak-anak, membuat kita seperti tertampar. Lupakan tekhnik. Lupakan kualitas acting anak-ana itu (yg saya kasih nilai 8 cuma i Agus. Lainnya 7). Kali ini,kesederhanaan cerita yang dikemas dengan apik, menutup kekurangan secara teknis. Cita-Citaku Setinggi Tanah mengajarkan kesederhanaan tanpa menampilkan kemiskinan dan kesedihan seperti film anak-anak lainnya. Hidup Agus bahagia. Walau keluarga sederhana, dia punya sepeda yang bagus, berpakaian dengan layak.Wah, pokoknya bagus sekali. Begitu realistis.

Sebagai film pertamanya, Eugen Panji berhasil menciptakan karya yang bisa disebut fantastis. Tanpa harus mendayu-dayu dan sedih mengharu biru. Soundtrack yang diciptakan Endah & Rhesa membuat film ini tambah hidup. Sekedar informasi, Cita-Citaku Setinggi Tanah pertama kali tayang di Kidfest 4 Mei 2011. Dan seluruh penjualn tiket film ini akan disumbangkan ke Yayasan Kanker Anak Indonesia. Ow ya, CCST ada English Subtitle lho! (Happy me!) jadi eike bisa ajak bebeb :D.

"Cita-cita itu gak cuma untuk ditulis. Tapi diwujudkan"

"Rezeki itu gak pernah hilang, begitu waktunya sudah tepat, dia pasti akan datang kembali"

"Sekolah jaman sekarang itu semuanya pakai uang, Bapak dulu sekolah cuma pakai otak"

"Buat apa jika cita-cita sudah tercapai, tetapi tidak bisa menikmati bersama orang-orang tersayang"

Saturday, September 22, 2012

Happy Birthday 21!

Kemarin malam keluarga besar 21 cineplex merayakan hut-nya yang ke 25.

25 tahun 21 menjadi tempat hiburan bagi penikmat film. Saya bangga sekali pernah menjadi (dan akan terus dihati) bagian keluarga besar 21 untuk kurun waktu 4 tahun. Di jalan Wahid Hasyim no. 96 menjadi satu tempat terindah dalam hidup Saya. Tempat terenak untuk bekerja. Saat Saya memutuskan untuk resign, sungguh hati Saya sangat berat. But, life has been change. Untuk berkembang dan mencari pengalaman hidup lainnya.

Walau jujur saja Saya bisa bekerja disana sebagai finance untuk film nasional tak lepas dari nama besar paman Saya. Karena beliau, papa dan Saya bisa menjadi keluarga besar 21. Batu loncatan yang bagus untuk karir Saya kedepannya, menjadi bagian dari industri perfilm-an Indonesia.
Dan, ingin sekali Saya ikut merayakan pesta semalam bersama teman-teman 21 lainnya.

Walau 21 cineplex sering dihujat juga karena dianggap tidak adil, tapi Saya yakin dan tahu, para pimpinan memilih yang terbaik untuk semuanya. Kalo dianggap merugikan, mungkin orang itu saja yang tidak paham regulasi perfilm-an :D.

Terus berjaya 21cineplex. Terus meramaikan industri perfilm-an tanah air :)


Sent from BlackBerry® on 3

Monday, August 27, 2012

Merindukan Hujan

Hujan, bumiku panas sekali belakangan ini. Tapi kamu tak kunjung datang. Barang mampir sekejap untuk melepas dahaga tanah yang mulai kehausan.

Hujan, apa kamu sedang ngambek karena kehadiranmu selalu dikeluhkan? Becek, banjir. Jangan lah kau dengarkan mereka, Hujan. Panas pun mereka mengeluh. Tak pernah benar. Hati mereka yang tidak bersyukur.

Hujan, aku rindu kehadiranmu, yang meninggalkan aroma khas, kesejukan terkadang pelangi dilangit. Tak perlu kau sungkan, jika kau datang aku sudah siapkan sepatu karet agar sepatuku tak cepat rusak karena harus berjalan dijalan yang basah.

Bukan berarti aku benci matahari. Dia berjasa besar membantu para tukang cuci untuk mengeringkan cucian. Dia sangat berjasa dikehidupan muka bumi. Daun-daun dapat berfotosintesis. Memberikan kehangatan. Walau dia terkadang seperti marah, menciptakan udara yang kering.

Hujan atau terik.
Aku suka keduanya.
Kami membutuhkan keduanya.
Tapi kali ini, mampirlah barang sebentar hujan. Aku sudah siapkan selendang, dan susu panas untuk menghangatkan tubuhku jika kamu datang


Sent from BlackBerry® on 3