Sunday, May 6, 2018

Generasi Millenial Tak Punya Attitude ?

Photo by Helena Lopes from Pexels


Beberapa waktu lalu, ada salah satu friendlist di Linkedin yang mengeluh etika email / komunikasi anak-anak zaman now alias the Millenials. Tanpa menulis subject dan memperkenalkan diri terlebih dahulu, langsung bertanya dengan susunan kalimat yang amburadul. Ini bukan pertama kalinya Millenial di cap menyebalkan dan tak tahu aturan. Apakah generasi ini benar seperti itu?

Coba deh kalian ingat-ingat, pernahkan kakekmu menceritakan betapa menyebalkannya bapakmu dan dibilang tidak bisa diatur waktu jaman mudanya? Lalu pernahkan bapakmu bilang kalo anak sekarang itu tidak punya sopan santun? Kalimat saktinya yang juga sering muncul disinetron era Didi Petet "Dasar anak jaman sekarang!". Kalo ditelaah, ini adalah keadaan yang berulang disetiap zaman. Sangat mungkin jika kita sudah punya anak nanti, kita akan mengatakan hal yang sama. Sekarang aja sudah mulai menghardik adik-adik junior kita, "Huh! Dulu gue ga gitu deh!".

Jadi apakah ketidaksopanan itu sifat asli generasi? Jelas bukan! Itu karena salah didikan dan salah lingkungan. Kenapa? Di generasi kita pun ada kok tipe-tipe orang yang tidak tahu etika. Ketika mereka tidak mendapat didikkan yang bagus baik di sekolah terutama dari rumah, tentunya mereka tidak akan menjadi anggota generasi yang cemerlang. Ditambah jika mereka tak pandai memilih pergaulan, akan semakin tak punya arah. Orang yang memiliki pergaulan yang bagus pastinya tutur kata dan perilakunya juga baik.

Saya sendiri pernah punya pengalaman yang serupa dengan friendlist di Linkedin. Beberapa tahun lalu, kantor Saya pernah membuka kesempatan untuk penulis cerita FTV bisa mengirimkan idenya. Entah berapa puluh email yang langsung Saya hapus karena kelakuan ajaib mereka. Ada yang menulis tanpa subject dan perkenalan, ada yang malah menulis kalimat di subject, bukan di body email. Mereka memang amatir, karena yang namanya ide bukan sekedar 1 kalimat, tapi sudah harus berupa sinopsis. Dan sebagian besar bukanlah generasi millenial.

Jadi menurut Saya, sangat tidak bijak jika menyalahkan satu generasi karena etika mereka yang buruk. Yang benar adalah perbaiki pendidikannya. Pendidikan itu bukan hanya fokus pada nilai akademis. Pendidikan harus menyesuaikan perubahan zaman. Dan pendidikan harusnya menyiapkan generasi agar lebih terampil dimasa depan. Pendidikan masa kini harus sudah fokus mengajarkan soft skill, salah satu yang utama adalah skill komunikasi.



Saturday, April 28, 2018

Pentingnya Storytelling Skill

Photo by Tim Gouw from Pexels


Berawal dari tulisan Saya soal cara mengetahui ciri cowok yang pantang digeser kanan pada dating apps, lalu profile seperti apa yang akan membuatmu geser kanan, chatting dan ngajak ketemuan? Pasti bagaimana cara kalian berkomunikasi, kan? Karena apalah arti sayang-sayangan tanpa obrolan yang ga membosankan.

Atau kalau mau contoh lain, buat para Brand Manager, apa sih yang membuat mereka memutuskan memakai sebuah konsep yang ditawarkan? Pasti bagaimana konsep tersebut dapat bercerita tentang image brand yang dikelola. 

Dari kedua contoh diatas, salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seseorang adalah storytelling yang bagus. Karena storytelling adalah cara berkomunikasi.

Storytelling


Kemampuan bercerita dijaman digital ini sangat diperlukan dalam marketing. Cerita menjadi strategi marketing yang paling halus dan ampuh untuk menarik pasar. Cerita juga menjadi PR tools untuk personal branding para public figure. Contohnya, kenapa kita suka sama Steve Jobs, Jack Ma, atau Merry Riana? Karena mereka punya cerita yang bisa diceritakan oleh public, dimana cerita itu sangat relate dengan kehidupan orang banyak yang berhasil membuat mereka termotivasi.

Sayangnya, storytelling skill ini masih belum banyak dimiliki anak muda Indonesia. Masih banyak orang tidak percaya diri, gemetaran jika harus presentasi atau berbicara didepan umum. Apa sebabnya? Faktor utama adalah karena didikan rumah. Indonesia masih sangat kental menjalankan norma. Di dalam rumah, Orang tua adalah pemimpin tertinggi. Kemampuan kita berargumen seringkali terbentur dengan norma ini.

"Pokoknya anak harus ikut kata orang tua".

"Orang tua tau yang terbaik untuk anaknya".

"Tau apa kamu? Masih kecil kamu, ga paham apa-apa".

Kata-kata diatas tentu tak asing kita dengar, kan? Akibatnya setelah dewasa hanya bisa menjadi pribadi pasif, manut menuruti pendapat banyak orang walau tak sejalan dengan pemikirannya. Boro-boro mengutarakan pendapat, baru memulai saja sudah dibilang tak tau sopan santun. Ketiadaan kesempatan mengutarakan argumentasi dan pendapat berakibat dimasa depan anak tak memiliki kemampuan untuk mempertahankan gagasannya. Hubungan anak dan orang tua juga turut andil dalam hal ini. Anak yang terbiasa bercerita tentang apa yang dialaminya kepada orang tua, pasti juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sedari dini anak akan terbiasa dengan komunikasi dua arah.

Faktor lainnya adalah kurangnya eksplorasi. Hidup itu tak melulu soal kerja, sekolah dan rumah. Dengan mengekplor banyak hal pastinya akan menambah kreatifitas, pengalaman dan pergaulan. Orang yang rajin berekplorasi cenderung lebih percaya diri, dimana rasa percaya diri ini diperlukan untuk menyampaikan sebuah cerita. 

Bagaimana caranya mengasah storytelling skill? Pertama, terus berlatih. Sebelum presentasi, latihan berbicara didepan cermin dan perhatikan susunan kalimat. Kedua, kuasai topik yang ingin diceritakan. Ketiga, banyak baca. Terakhir, percaya diri. Ucapankan atau tulis saja apa yang kalian ingin utarakan. 

Banyak manfaat yang didapat jika kita mampu bercerita dengan baik. Secara profesional tentunya dapat meningkatkan jenjang karir karena kemampuan berpendapat dan komunikasi yang baik dan secara personal tentunya akan membuat orang lain senang berinteraksi dengan kita. 

Orang-orang sukses pada umumnya adalah pencerita yang baik. Jadi tak ada salahnya untuk terus membangun dan memperbaiki kemampuan storytelling kita. 


Monday, April 23, 2018

Blogger Is A Real Job

Blogging. Photo from Pixabay


Buat Saya blogging itu sebagai cara untuk mengisi waktu luang dan menuliskan apa yang Saya pikirkan dan ingin menyampaikannya kepada khalayak. Ada pepatah dari Pramoedya, penulis legendaris Indonesia, "Setinggi dan sepandai apapun seseorang, jika ia tidak menulis maka akan hilang ditelan zaman". Memang dari zaman sekolah, Saya suka menulis. Awalnya suka nulis cerpen atau fiksi. Tapi beberapa tahun belakangan ini, imaginasi Saya tidak sebagus dulu, ga tau kenapa. Makanya lebih banyak menulis berupa opini. Kalian juga bisa membaca beberapa karya Saya yang dimuat dimedia di section "Portofolio".

Di era digital, cari nafkah bisa dari mana saja dan semakin banyak source nya. Salah satunya adalah menjadi blogger. Saat ini nge-blog bukan hanya sekedar nulis kegiatan sehari-hari atau curhatan, tapi bisa berupa review atau tulisan berbayar. Dan... Cukup banyak blogger yang sukses menjadikan nge-blog sebagai pekerjaan utamanya contohnya Alodita dan Racun Warna Warni. Yes, It is a real job.

"Ah blogger kan kerjanya cuma nulis-nulis doang". No, honey. Coba baca tulisan Saya Tentang Content Creator. Sebelum kita menuliskan opini atau review di blog, we spend some times to read, to research, or to try. Dan kadang kala segala kesimpulan yang akan menjadi postingan baru bisa dibuat paling tidak 3 hari setelah kita memutuskan mau menulis apa. Kenapa? Karena blogger yang baik, akan memberikan informasi yang akurat. Followers atau pembaca blog Kami adalah tanggung jawab Kami. Masa kita mau kasih info asal-asalan. Kami ini content creator, bukan penyebar hoax.

Karena blog masa kini beda dengan blog 10 tahun yang lalu, blog yang punya foto atau gambar tentu akan lebih menarik. Dan percayalah, it really take times. Ga bisa asal foto tanpa memikirkan estetika. Ada juga yang rajin sampai bikin design karena foto aja ga cukup. Apalagi sekarang sosial media semakin interaktif. Kita juga jadi harus memikirkan berbagai format image yang bagus untuk di share di Instagram, Instagram Stories, Facebook, Twitter dan Pinterest. Bahkan ada pula blogger yang harus meng-hire fotografer, belum lagi membeli peralatan foto yang harganya tidak murah.

Konten bagus apalah guna kalau ga rajin-rajin promo. Set time untuk mempromosikan postingan lama juga perlu waktu. Ini adalah cara agar traffic blog kita stabil. Traffic adalah hal yang penting untuk laporan ke klien atau sekedar pasang Adsense.

Dari penjelasan diatas, tahukan kenapa wajar banget kalo para blogger mematok harga untuk tulisan berbayar. Namun yang paling penting, tujuan blogging itu bukan untuk jadi kaya atau terkenal. Saya yakin blogger-blogger nge-top masa kini ga pernah memikirkan kalo blogging jadi penghasilan utama mereka. Awalnya mereka hanya ingin menulis apa yang mereka mau tulis,

Lalu beberapa akhir ini Saya kok kangen banget blog sebelum masuk 2014, dimana isinya organic semua. Cuma kumpulan curhat-curhat remeh. Salah satu favorite Saya dulu blognya Woro Pradono, sayang, Mbaknya ga nge-blog lagi karena drama haters. I was really enjoy read it, selain melihat stylenya Mbak Woro yang chick banget. Ibaratnya Mbak Woro itu punya hidup impian wanita muda Jakarta lah. Anyway, zaman kan terus berjalan dan berubah ya. Saya sih belum kepikiran jadi fulltime blogger. Karena Saya masih suka nulis yang remeh temeh disini. Karena receh is #lyfe. Haha.



Sunday, April 8, 2018

Cara Meningkatkan Traffic Blog Untuk Menambah Pendapatan Adsense

Blogging



Blogging buat Saya adalah cara untuk mengasah kreatifitas dan melatih kemampuan menulis dimana kedua skill ini sangat diperlukan di pekerjaan Saya. Setiap weekend atau jika ada waktu luang, Saya usahakan untuk menyempatkan menulis di blog.

Sayapun tertarik untuk memakai fitur Google Adsense. Google adsense adalah fitur dari google yang bisa dipakai di produk Google seperti Blogspot dan Youtube dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan dari iklan yang muncul di konten pemilik account.

Saya daftarkan blog ini di Adsense. Perlu diingat, kita harus menunggu approval dari google untuk bisa memakai fitur ini. Blog ini baru dapat approval setelah 2 hari pendaftaran. Syarat penting untuk memakai fitur Adsense adalah usia blog harus lebih dari 6 bulan dan kontennya harus berkualitas. Wajar saja jika google menerapkan syarat ini. Karena ibarat klien, mereka mau iklan mereka dijamin dapat viewers.

Memang Saya tidak pernah berharap banyak pada penghasilan Adsense karena pengunjung blog Saya masih sepi jika dibandingkan dengan blog-blog yang lain. Tapi Saya penasaran pasti ada cara untuk meningkatkan pendapatan Adsense, yang pasti pengunjung blog harus banyak.

Konten + Digital Ads = Traffic


Traffic = Pendapatan Adsense


Akhirnya Saya melakukan eksperimen digital ads dengan memakai fitur Facebook Ads dan Instagram Ads. In my opinion, this is a real game. We pay for digital service/ads to get money from digital ads. Karena Saya orangnya rada pelit, untuk percobaan kali ini Saya memasang budget minimal alias hanya Rp 10.000,- untuk 1 hari.

Bagaimana sih untuk memakai fitur facebook / instagram ads?

Kalian harus punya facebook page yang nantinya akan terkoneksi dengan akun Instagram kalian. Jadi account Instagram kalian tidak boleh di private. Saya sendiri sudah punya Facebook Page. Jika akun instagram kalian terkoneksi otomatis dengan Facebook Page, maka akun Instagram kalian jadi akun business. Dimana dengan akun business ini, kita bisa melihat grafik metric konten kita, berapa banyak reach, impression dan engagement.

Karena waktu percobaan Saya berdekatan dengan Hari Film Nasional, maka Saya memilih blog post How To Make Your First Short Film. Saya post link tersebut di Facebook Page Post, setelah itu Saya klik promote. Saya terapkan spesifikasi agar lebih optimize. Target Saya adalah meningkatkan traffic web, untuk domisili Indonesia, dengan gender pria dan wanita berusia 18-35 tahun. Saya tambahkan pula interest film dan short film. Spesifikasi ini harus disesuaikan dengan target kontennya.

Perlu diingat, Facebook Ads maupun Instagram Ads memerlukan waktu untuk approval sebelum iklan kalian berjalan. Berdasarkan percobaan ini, setting waktu campaign minimal 24 jam setelah kalian membuat campaign. Lebih enak jika kalian membuat campaign dengan memakai komputer, karena fitur pengaturan ini hanya bisa dilihat jika diakses dengan komputer. Menu ads manager ada di laman facebook kalian sebelah kiri bawah. Hal ini juga berlaku jika kalian promote postingan Instagram kalian, karena Instagram adalah bagian dari Facebook. Campaign Saya approve 3 jam setelah campaign dibuat. Lama cepatnya approval tergantung dari sistemnya facebook sendiri yang tidak bisa kita kontrol.

Hasil dari campaign percobaan Saya selama 1 hari dengan budget Rp 10.000,-









Kesimpulan:

1. Untuk eksperimen ini, Facebook ads lebih efektif untuk meningkatkan traffic blog/web. Dilihat dari jumlah link click, di Instagram hanya ada 2. Jika untuk mendapatkan reach dan engagement dengan konten berupa gambar, Instagram ads jauh lebih efektif.  

2. Untuk meningkatkan traffic blog yang akhirnya meningkatkan pendapatan adsense, balik lagi ke jenis konten yang dipromosikan. Untuk eksperimen ini, mungkin yang tertarik dengan film, targetnya memang tidak banyak. 

3. Adsense memang bukan sumber pendapatan para blogger. Sponsored Post masih menjadi sumber pendapatan terbesar para blogger. Tapi cara dari tulisan ini boleh saja dicoba. 


 Meningkatkan Traffic blog


Digital ads ini tidak hanya bisa diaplikasikan untuk meningkatkan traffic blog. Bagi kalian yang memiliki online shop, tentu bisa mencoba digital ads ini. Pastikan targetmu spesifik agar hasilnya lebih maksimal. Selamat bereksperimen!


Saturday, March 31, 2018

3 Pertanyaan Soal Bule Yang Bikin Penasaran

face, facial hair, fine-looking
Cowok Bule. Photo from Pexels.com

Apakah Kamu bercita-cita punya pacar atau suami bule? Kalau Iya, sebelum khayalan kamu terbang terlalu tinggi, baca dulu yuk tulisan ku tentang cowok bule supaya kalian dapat bule yang baik. Tulisan ini aku buat berdasarkan pengalaman pribadi dan teman-temanku yang punya pasangan bule.

Minggu lalu ada film Indonesia yang judulya Kenapa Harus Bule karya Andri Cung. Inspirasi Andri membuat film ini adalah untuk mengeksplor alasana kenapa sih cewek-cewek Indonesia tergila-gila banget sama bule? Akhir 2015 di Cava Kemang, pertama kali Saya dengar konsep ini. Waktu itu Saya dan Andri lagi membicarakan project film dan dia cerita kalo mau bikin film tentang fenomena ini. Sebagai cewek yang memang suka dan disukai cowok bule, reaksi Saya waktu itu malu-malu kucing dan juga ga sabar nunggu film ini jadi.

Poster Kenapa Harus Bule. Photo from pexels.com


Waktu nonton film ini, ada beberapa part yang mebuat Saya seperti melihat diri sendiri. Pipin, karakter utama di film ini memang berpenampilan unik. Kulitnya sawo matang dan suka dandanan warna neon (tapi Saya ga akan pernah mau pake eyeshadow neon kayak Pipin sih :D). Pokoknya persis cewek yang suka gelendotan sama bule tua gitu. Yang membedakan Pipin dengan ciwik-ciwik bling-bling klop klop itu adalah Pipin punya kualitas lebih. Latar belakang keluarganya mendukung Pipin untuk jadi wanita mandiri dan punya prinsip. Mamanya adalah role model Pipin dalam mencari pasangan hidup.

Nah, kembali ke topik awal, Kenapa sih suka sama cowok bule?


Saya terkadang masih mengalami dicemooh orang karena pacar Saya bule. Dari dibilang kayak perek sampai dibilang...muka kampung. Saya kasih alasan sedikit ya kenapa Saya lebih memilih pacaran sama bule. Pertama, ya emang dapetnya dia dan kita sama-sama suka. Kedua, beneran deh, menjalani hubungan dengan pria yang open minded lebih enak daripada dengan pria yang penganut budaya patriarki garis keras. Ketiga, kulit Saya coklat dan badan Saya kurus. Bukan selera cowok Indonesia banget lah yang lebih suka perempuan kulit putih dan badan bohay. Ya sebagai orang waras jelas Saya lebih memilih pria yang mengagumi Saya dooong...
Lagipula bukan obsesi Saya pula punya pasanagan bule supaya bisa punya anak lucu yang jualable jadi artis disini. Kalo dibilang pacaran sama bule biar bisa menaikkan derajat sosial, itu salah banget sih. Banyak kok cowok lokal yang jauh lebih tajir.

Lalu Apakah semua cowok bule romantis dan baik?


Jelas tidak. Banyak juga bule yang manipulatif. Tidak semua cowok bule menjanjikan fairy tale. Ibaratnya ada perjanjian tidak tertulis "Aku akan setia kepadamu sampai imigrasi memisahkan". Dan sialnya, di Indonesia banyak tipe bule begini. Sikap orang kita yang masih menganggap bule lebih hebat, dimanfaatkan oleh bule-bule oportunis ini. Bukan maksud merendahkan, tapi memang banyak cewek yang terlalu mudah jatuh hati dengan cowok bule yang bikin si bule jadi less effort. Si bule ga perlu ngapa-ngapain ceweknya dijamin udah ga mau lepas. Mungkin berharap diboyong ke negaranya, bisa punya anak cakep dan punya barang bagus. Saking terlenanya banyak yang akhirnya pihak perempuan yang dirugikan.


Kenapa sih kok banyak bule yang suka cewek dandan heboh?


Itu sih masalah selera ya. Kalo Saya sendiri dan teman-teman Saya, ga ada yang dandanannya terlihat seperti itu. Mungkin juga menurut bule dandanan bling bling klop klop gitu bukan norak, tapi percaya diri. Balik lagi keselera. Saya sih cari pacar walau bule tetap harus tahu bibit bebet bobot. Kalo bulenya punya kerjaan bener dan bagus, benar-benar nyari partner bukan cuma teman bobo, mereka ga akan milih cewek yang penampilannya kayak badut.



Jadi intinya Bule atau Lokal itu hanya warna kulit. Yang harus dipilih untuk menjadi pasangan kita adalah kepribadiannya. Tidak semua bule itu romantis dan banyak uang, tak sedikit yang brengsek dan kere. Dan tidak semua cowok lokal itu ga berkualitas, tergantung dari didikan rumah dan intelektualnya. Dari itu, sebelum mengharapkan dapat pasangan yang berkualitas, lebih baik perbaiki dulu kualitas diri kita sendiri. Punya prinsip itu penting.

Kalo kalian punya pertanyaan atau bertukar cerita, silahkan tulis di comment ya.


Sunday, March 25, 2018

[Freebies] Download Instagram Story Template

Instagram Story Template free download


Sekitar satu bulan belakangan ini, Instagram story template lagi nge-hype banget. Itu lho... Dan ini seru banget, baik untuk kesenangan sendiri kalo lagi mager maupun sebagai cara promosi baru. Questioner ini berawal dari postingan instagram story yang dibuat oleh blogger asal Melbourne bernama Angle. Hasil kreatifitas cewek cantik ini langsung viral dan followers dia meningkat drastis dari 25k jadi 200k.

Banyak business profile yang ikut-ikutan bikin template untuk instagram story, termasuk Studio Antelope production house-nya Jason Iskandar. Saya ga mau kalah dong.... Hehehe. Kebetulan Saya lumayan senang bikin-bikin beginian.

In my opinion, hype ini memacu sangat memacu kreatifitas. Lumayan buat olahraga otak dan mengisi waktu luang.

Kalian bisa ikutan hype ini dengan download template bikinan Saya. Di Pinterest pastinya lebih gampang kalau ada update, jadi Saya ga perlu edit-edit lagi post ini.


Instagram story template versi Hari Film Nasional

Instagram Story Template Book Edition

Instagram Story Template Relationship Edition




Jangan lupa follow instagram Saya, yah! :)


Saturday, March 10, 2018

Profile Cowok Yang Wajib Dihindari Di Aplikasi Kencan

Tips cari cowok di aplikasi kencan
Photo from Pexels.com


10 tahun yang lalu mencari pacar atau jodoh lewat online, masih dianggap tabu. Karena banyak yang berpikir cara ini tidak bisa mengenal karakter asli orang tersebut. Ditambah banyaknya korban penipuan akibat terlalu terlena menjalin cinta secara daring. Jika bercerita bahwa kita bertemu dengan si pacar dari chat room atau online, siap-siap ditertawakan. Tak jarang banyak yang memilih untuk menutupinya. Paling banter dijawab, "Temennya si Fulan".

Saat ini semua orang sepertinya super sibuk, bisa nonton dibioskop aja udah syukur boro-boro untuk cari pacar, aplikasi kencan justru sangat membantu untuk mencari kekasih hati. Tinggal geser kanan geser kiri, cocok ajak chatting, tak cocok delete. Dan sudah banyak yang tak lagi canggung ketika , ditanya, "Ketemu dimana?" dijawab dengan lantang "Tinder!".

Aplikasi kencan pun semakin banyak. Ada Tinder, Plenty Of Fish, Ok Cupid bahkan dari lokal ada Setipe. Dibalik banyak cerita kekecewaan karena bertemu pasangan lewat aplikasi, tak sedikit pula yang akhirnya menikah. Namun motif menjadi member di aplikasi online tak hanya untuk mencari pacar atau pasangan hidup. Banyak juga yang sekedar mencari seseorang yang bisa diajak bobo gratis. Maka dari itu, supaya hati kalian ga kecewa-kecewa amat, Saya kasih petunjuk ciri-ciri cowok yang wajib dihindari dari profile mereka di aplikasi kencan

1. Foto Selfie

Secara psikologis, orang yang terlalu gemar selfie adalah orang yang egois dan narsis, walau sebenarnya ga cakep. Ini juga menunjukkan kalo dia seakan tak punya teman yang bisa dimintai tolong untuk fotoin dia. Pilih cowok yang pasang foto dengan background jelas. Ingat. No Selfie profile.

2.Bio: "For Fun Only"

Kalo kamu sama-sama sekedar cari fun, silahkan. Tapi hal ini ga berlaku kalo kamu niat cari untuk exclusive relationship. "For fun only" adalah indikator kalo dia cuma mau have sex tanpa komitmen apapun. Btw, banyak juga lho yang nulis bio ga cukup 'menjual' dan bikin males, seperti "I'm a simple guy" atau "Ask me anything". Mungkin kalian perlu jasa copywriter.

3. Tipe Manipulatif

Motifnya sama, pengen ngajak bobo doang. Tapi dia pengen memperlihatkan dengan cara yang sedikit berkelas biar sifat bajingannya ga terlalu ketara banget. Cirinya adalah dia pasti akan bilang "Saya mencari wanita yang cerdas dan baik hati", tapi setelah itu dia akan cerita kalo cewek-cewek yang pernah ditemuinya adalah orang yang menyebalkan. Jangan terkecoh dengan ceritanya, karena misi utamanya adalah ajak kamu ena-ena gratis. Ya, dia akan bilang betapa beruntungnya dia bisa dapetin perempuan pintar dan cantik seperti kamu, dan tangannya sambil melucuti g-stringmu. Coba aja kalo kamu terlena, dijamin dia akan menghilang seperti diumpetin genderuwo setelah ena-ena sama kamu.

4. Job: Entrepreneur

Dude, really? Jangan terkecoh dengan label entrepreneur adalah bos dengan duit banyak. Padahal dia cuma dagang MLM. Lebih ngeri sih padahal dia pengangguran trus ngaku-ngaku lagi bikin start-up.

5. Ga Pasang Foto Mukanya sendiri

Boy, ngana mau sok misterius atau goblok ya? Gimana kita bisa tertarik kalo kita ga tau muke lu kek mana?

6. Foto Rame-rame

Elu yang mana, Nyet?

Nah, itu beberapa tips menyortir profile cowok sebelum Kamu swipe right. Tapi tahapan itu belum cukup. karena bagi penjahat kelamin yang ekspertisnya sudah 1 tingkat lebih tinggi, mereka akan dengan sabar melempar umpan sejauh mana mereka bisa menyelesaikan misi. Ketika kalian sudah cocok, ngobrol seru dan tukaran kontak, jangan terlalu girang dulu. Ini ciri tambahan kalo dia cuma mau main-main sama Kamu.

7. Dia Minta Kamu Kirim Foto Sebanyak-banyaknya

Foto di profile Kamu itu sudah cukup. Untuk apa dia minta foto-fotomu? Untuk dia bandingkan dulu dengan beberapa cewek di galerynya? Atau jangan-jangan dia akan memandangi fotomu sambil tangan satunya sibuk dibalik celana.

8. Bertemu Last Minute

Cowok yang serius, pasti akan membuat rencana untuk bertemu. Apalagi untuk seseorang yang dianggap special. Kalo dia ngajak ketemu 1 jam sebelumnya, jangan ladenin dia. Artinya Kamu adalah cadangannya ketika mainan lainnya sedang ga available. Lagipula Kamu ga mau kan alismu jadi ga simetris gara-gara terburu-buru buat ketemuan dia.

9. Tinggal Sama Siapa?

Nah, ini adalah pertanyaan template penjahat kelamin. Kalo Kamu jawab "Tinggal sendiri" apalagi di apartement, di otak dia udah kepikiran bisa ena-ena gratis ditempatmu, jadi ga perlu keluar duit buat buka kamar hotel. Yang model gini mending langsung delete aja. Udah penjahat kelamin, kere pula *tepok jidat*


Semoga tips-tips ini bisa jadi referensi kalian untuk cari pasangan di aplikasi kencan. Buat kalian para cowok-cowok, boleh dong sharing tips-tipsnya :)