Senin, 04 April 2016

Another My Article on Majalah Kartini



Saya percaya, apa yang telah terjadi dalam hidup kita sudah diatur oleh semesta. Kita hanya tinggal mengasah kepekaan kehadiran kekuatan Tuhan melalui hati dan pikiran kita. Kemarin entah tiba-tiba Saya ingin kerumah teman Saya, Mbak Yaya. I need a friend to talk. I have to decide something, but I dont want to push it. I want to have a strong reason to take it. Jadi Saya kerumah teman Saya itu supaya lebih rileks. Ibunya Mbak Yaya ini langganan Majalah Kartini. Saya ingat pernah mengirim tulisan kesana pada bulan November 2015 untuk rubrik Setetes Embun dan Cerpen. Kemungkinan terbit dibulan Februari. Disana Saya menyortir majalah terbitan bulan Februari. Tapi Saya tak menemukan tulisan Saya. Saya pasrah dan berpikir, "Oh, emang ga dimuat kali". Saya menghabiskan waktu seharian di rumah Mbak Yaya. Saat adzan Magrib, Saya ke kamar mandi. Ada satu majalah dengan cover Titi Kamal dan Asti (Ardina Wirasti). Saya ambil majalah itu dan Saya baca-baca. Hingga tiba di satu halaman, judulnya seperti tulisan Saya, lalu Saya lihat pojok kiri bawah halaman, tertera nama Saya disitu. Wow!! Mungkin kalau kemarin Saya ga kerumah Mbak Yaya atau mengambil majalah itu dari toilet, Saya ga akan tahu kalau tulisan Saya dimuat di Majalah Kartini. Dipagi hari sebelum kerumah Mbak Yaya, batin Saya berucap ," You sure will go there? Why dont just stay at home? But well.... Just enjoy the feeling. Go! Maybe you will get something. Everything happen for a reason".

Sebenarnya Saya sudah hampir tak memikirkan tulisan Saya akan terbit di Majalah Kartini atau tidak. Bahkan Saya sudah mempostingnya (versi original)  Di sini  pada tanggal 21 Februari 2016. Dan tulisan Saya itu terbit di Majalah Kartini edisi 04-18 Februari 2016. I'm so happy. Setelah  Magdalene.co kini giliran media yang lebih besar memuat tulisan Saya. It's like another cool portofolio 🙌 . And.... It feels really good I can write something inspiring and get publish for every women out there .I can not waiting for another opportunity.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar