Kamis, 21 April 2016

Wanita Era Digital



Selamat Hari Kartini, para wanita Indonesia! Hari ini Jakarta diguyur hujan nonstop dari tengah malam. Seperti biasa saat minum kopi dipagi hari Saya baca beberapa artikel dan nonton sebuah video yang bagua banget dari  SKII . Tanpa ragu Saya share di facebook sebagai bentuk perayaan hari Kartini. Karena makna Hari Kartini bukan sekedar memakai kebaya, tapi tentang pemberdayaan perempuan. Sayang sekali diera digital ini masih banyak perempuan yang belum memiliki kesempatan memiliki kehidupan yang layak atau bahkan tidak memahami pentingnya pemberdayaan untuk dirinya sendiri.

Di Hari Kartini kali ini Saya mau membahas tentang wanita dan digital. Hadirnya digital sangat membantu dalam kegiatan kita sehari-hari. Di Indonesia wanita yang fasih digital belum terlalu banyak. Mereka hanya sekedar penikmat. Padahal jika digunakan dengan maksimal, manfaat digital akan lebih terasa. Beberapa tahun belakangan mulai bermunculan wanita-wanita social darling. Mereka terkenal melalui blog, instagram atau youtube. Seperti  Alodita yang terkenal dengan Lifestyle blog-nya , Diana Rikasari dengan fashion blog-nya atau Lizzie Parra yang memiliki 3 juta subscribers di youtube. Melalui social media, mereka menyebarkan energi positif dan pembelajaran baru. Mereka membuat konten bukan tanpa 'isi', tapi juga memikirkan unsur estetikanya sehingga orang tertarik mengikuti akun social media mereka. Para social media darling juga menggunakan social media sebagai personal brand sehingga mereka mendapat beberapa kesempatan untuk tampil sebagai pembicara atau disponsori sebuah produk. Tentunya dampak ini tak hanya berupa rupiah yang mengalir deras ke rekening mereka tapi mereka menginspirasi banyak perempuan diluar sana.

Era digital memudahkan kita untuk membentuk budaya baca dan tulis. Dengan membaca kita akan menambah pengetahuan dan dengan menulis kita membantu menyebarkan pengetahuan. Besar sekali manfaat digital. Tapi masih banyak yang belum menggunakannya dengan tepat. Sebuah akun social media adalah cerminan pemiliknya.

Sebagai perempuan masa kini, bijaklah memakai social media. Berikan inspirasi atau informasi yang berguna. Jangan menyebar isu hoax atau mengumbar masalah di social media. Di era digital ini kita diberi kemudahan untuk menyebarkan semangat pemberdayaan perempuan Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar