Kamis, 29 Desember 2016

Cerita Awal Mula Magic Box - Jasa Titip



2016 ini tahun yang.... kurang meyenangkan untuk Saya. Well... Untuk banyak orang sih bukan Saya aja 😁. Tapi Saya tetap bersyukur, sepanjang tahun ini Saya sehat terus (paling sakit kepala yang sering kambuhan), banyak diberi keajaiban-keajaiban sama Tuhan, dipertemukan banyak orang baru yang memberi Saya pelajaran dan kesempatan dan rezeki yang masih ada walau ga sebanyak tahun lalu (jauh malah). Setidaknya kalau gagal ya coba lagi.  Dari tahun 2012 pernah jadi re-seller lalu dapat supplier fashion wanita, sampai terakhir beberapa waktu lalu sempat mau jualan quote card tapi ga jalan -__-. Gitu aja terus Alhamdulillah masih belum kapok selama masih diberi kesempatan hidup mah.

Seperti yang tiba-tiba Saya bikin Magic Box - Jasa Titip . Ide awalnya dari minggu lalu. Setiap tanggal 20-an Saya kaget kok tiba-tiba dikirimi tagihan kartu kredit. Padahal Saya setahun ini ga ada pemakaian kartu kredit (wong ga ada duit buat bayar 😁). Ternyata oh ternyata tagihan annual fee sebesar Rp 500.000,- untuk 2 kartu. Glek! Saya langsung telpon customer service bank kartu kredit Saya minta agar annual fee tahun ini dihilangkan. Tidak seperti biasanya, kali ini bank menolak permintaan Saya. Bisa dihapus tapi harus ada transaksi minimal 30% dari limit. Ya.... tahun-tahun sebelumnya permintaan Saya selalu dipenuhi karena masih ada transaksi walau demi dapat diskonan dan pembayaran selalu tepat waktu. Saya putar otak, gimana ceritanya belanjain 30% kartu kredit sedangkan Saya lagi ga mau beli apa-apa dan kemana-mana. I dont want to pay Rp 500.000,- for nothing. Gile lu, Ndro, lumayan buat makan hari-hari. Lalu muncul ide kenapa ga coba bikin Jasa Titip Beli? Yang penting kan uangnya cepat muter. Sebelum dibelikan, customer harus transfer dulu. Akhirnya Saya riset untuk beberapa hari. Setelah itu Saya lupakan sejenak karena harus fokus persiapan untuk produksi miniseries.

Karena setelah natal banyak yang udah pada liburan termasuk kru, project miniseries ini jadi tertunda. Trus ngapain dong? Liburan enggak, kerja enggak. Ah ya sudah Saya teruskan ide soal Jasa Titip Beli. Hari Selasa lalu Saya mantap mau jalanin ini. Nothing to lose ajah. Ada yang beli syukur, nggak juga yowis. Namanya juga iseng-iseng isi waktu buat ngisi dompet 😁.

Saya ngiterin mall-mall selama 2 hari. Saya fotoin barang-barang yang kemungkinan bisa dijual. Lalu Saya bikin akun instagram baru. Jadi deh Magic Box - Jasa Titip. Syukurnya dihari kedua sudah ada teman yang memakai jasa Saya. Karena customer perdana, Saya kasih discount jasa titip. Jadi Jasa Titip itu keuntungannya bukan dari harga barang, melainkan dari fee. Kan tidak semua orang punya waktu ke mall untuk belanja barang bagus. Memang niatnya Saya mau coba tawarkan ke teman-teman dulu. Namanya juga sambil ngisi waktu liburan sampai ada project lagi.

Kalo yang mau tahu detailnya, cek ke instagram Magic Box - Jasa Titip

Trus kok taglinennya ada online shop juga? Niatnya memang mau bikin online shop tapi khusus pakaian dalam. pernak-pernik lucu dan jilbab. Tapi saat ini Saya belum siap untuk nye-tok barang. Kalau ada pembeli pasti saja Saya baru jualan. Seperti kemarin beli grosiran jilbab karena teman nitip dan mau jual lagi ke luar negeri. Paling nanti mau partneran sama online shop lainnya. Kalau Magic Box Jastip khusus barang titipan yang target pasarnya menengah keatas, Online shop nanti target marketnya untuk menengah namun tetap jual barang yang berkualitas. Jadi kalau harga terlalu murah dan kualitas kurang bagus, Saya ga mau jual.

We'll see lah.... Ini baru coba-coba dan sekedar ngisi waktu aja. Kalau bulan depan ada project yang jalan, paling Saya delegasi ke teman yang bisa Saya percaya dan mau kerja aja.



Rabu, 21 Desember 2016

Prasangka



Siang ini Saya meeting dengan seorang teman. Dari ngobrol serius sampai membahas beberapa aktor Indonesia yang gay. Teman Saya ini berkomentar "Emangnya di dunia ini kekurangan perempuan cakep apa? Mereka mah mau cewek yang mana juga tinggal milih". Saya hanya tersenyum. Memikirkan jawaban yang enak.

"Itu emang dari sananya lagi, Mas".
"Bukan karena pergaulan atau patah hati?".
"Nggak lah. Mungkin kita kurang peka aja baca bahasa tubuh dan perilaku keseharian orang-orang sekitar kita".
Teman Saya mencoba memahami sambil menerawang.
"Mungkin Tuhan menciptakan gay juga untuk ujian di keluarganya. Apakah mereka bisa bersabar dan menerima takdir Tuhan? Apakah mereka tetap bisa berlaku baik dan adil?", Saya menimpali.

****

Manusia begitu lihai berprasangka. Menilai orang hanya sebatas kulitnya. 

Jangan pernah merasa jijik sama gay. Bisa jadi dia satu-satunya orang yang mau membantumu dengan suka rela saat kamu benar-benar butuh bantuan.

Jangan pernah menganggap wanita tuna susila adalah wanita hina. Belum tentu jika kita jadi dia akan kuat menanggung beban hidupnya.

Jangan pernah menganggap orang yang berbeda keyakinan adalah orang yang berdosa. Bisa jadi justru dia imannya kepada Tuhan jauh lebih kuat.

Sekarang ini marak sekali hakim dadakan yang hobinya memojokkan sana sini seakan dirinya bebas dari dosa. Biasanya orang yang ketakwaannya tinggi, dia akan berhati-hati sekali memberi penilaian kepada orang lain. Tutur katanya juga pasti santun, bukan penuh amarah dan kebencian. Orang yang bertakwa lebih suka meningkatkan ibadah untuk dirinya sendiri bukannya sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Karena yang akan dihitung oleh Tuhan adalah amalan pribadi, bukan sekelompok.

Jangan sampai belajar agama justru membuat pikiran menjadi kerdil. Belajar agama harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata agar tercipta kedamaian. Tak perlu memaksa keyakinan diri kepada orang lain. Setiap orang punya pemikirannya sendiri. 

Kunci menjalani hidup ini agar dekat dengan Tuhan adalah pasrah, ikhlas dan sabar. Ada blog bagus yang memberikan pelajaran 3 hal tersebut. Coba klik www.innuri.blogspot.com . Saya menemukan blog ini secara tidak sengaja beberapa bulan yang lalu saat Saya sedang butuh sandaran untuk menenangkan hati Saya. 

Mari mulai dari sekarang untuk mereset hati agar tidak terjerumus ke prasangka-prasangka aneh hasil pikiran kita sendiri. Sertakan Tuhan dalam setiap hembusan nafas.


Selasa, 20 Desember 2016

Cerita Uang Rp 10.000,-



Ini kejadian minggu lalu. Sehari sebelumnya teman dari tempat kost Ampera menelpon Saya karena ada temannya yang mau bikin film dan perlu dibantu. Selepas Magrib orang itu nelpon Saya dan kita ngobrol cukup lama sampai pada akhirnya kita sepakat untuk meeting besok siang. Saya meng-iyakan dan excited. Tapi permasalahnnya, Saya hanya punya uang Rp 10.000,-. Ada beberapa lembar uang 2000-an. Ok. Paling tidak Saya masih ada ongkos. Saya membatin, "Tuhan, cukupkan rezeki Saya. Saya mau meeting besok. Lancarkan urusan Saya". 

Paginya Saya agak deg-deggan. Kalau tidak datang, Saya melewatkan kesempatan. Ya sudah bismillah saja. Toh tidak ada kabar bahwa meeting dibatalkan dari dia, artinya meeting tetap harus dilakukan hari itu juga. Saya pergi ke tempat meeting dengan kopaja yang ongkosnya hanya Rp 4.000,-.  

Sampai sana Kami makan siang dulu sebelum menyambung obrolan lebih jauh. Dan.... Meeting berlangsung sangat panjang selesai jam 4 sore. Itu pun masih berlanjut untuk bertemu teman Saya lainnya yang mau Saya ajak untuk kerjaan ini. Semua makanan dan minuman Saya dibayarin. Tak lama teman Saya dari Kadin mengajak untuk nonton screening film di TIM undangan dari Duta Besar Georgia. Saya sempat menolak karena takut meeting lanjutan ini akan berlangsung lama. Tapi dia tetap memaksa.

Saya sampai ke tempat meeting lanjutan di Hotel F1 Cikini. Pembahasan semakin dalam dan seru. Wah.... Saya ga bisa ikutan nonton nih. Teman Saya itu terus whatsapp, sampai pada akhirnya di menit terakhir Saya meng-iyakan undangan nonton film dan segera berpamitan dengan 2 orang teman Saya yang masih seru meetinv. Soalnya kalau mau diladeni, sampai tengah malam ga akan beres. 

Saya jalan kaki 2 menit dari F1 ke TIM. Sampai sana film segera dimulai, Saya langsung diajak masuk oleh teman Saya. Sialnya beberapa menit setelah film dimulai, Saya ingat uang Saya cuma Rp 10.000,-. Acara ini pasti akan selesai larut malam dan mau ga mau pulang harus pakai taksi. Waduh.....

Selesai nonton ada acara ramah tamah. Lengkap dengan makanan dan wine. Malam ini soal perut Saya selamat. Hahaha!! Saya dikenalkan ke semua orang-orang oleh teman Saya ini, termasuk Mr and Mrs. Ambassador. Kami semua asyik bercengkrama. Sampai akhirnya acara selesai, teman Saya berbisik "I will take you home". Alhamdulilaaaah.... Kekhawatiran Saya sirna semua.

Kita sempat ngobrol-ngobrol di Senopati sebentar sebelum Saya diantar pulang. Sampai kostan Saya langsung sujud syukur. "Terima kasih Tuhan engkau telah mempermudah urusanku dan mencukupkan rezekinya hari ini". Sepanjang malam Saya terus bersyukur. Bukan hanya soal uang Rp 10.000,-, tapi Saya juga dipertemukan oleh orang-orang hebat lainnya dihari itu yang mungkin akan memberikan banyak kesempatan untuk profesional Saya. :)


Natural Cleanser



Bukan.... Saya bukan mau masak atau bikin kue. Ga punya dapur soalnya.😁. Judul tulisannya saja Natural Cleanser. Tapi kok fotonya sitrun dan baking soda? Iya... Kedua bahan untuk kue-kuehan ini juga bisa sebagai bahan pembersih rumah yang lebih ramah lingkungan.

Saya itu ga bisa kena pembersih rumah kecuali sabun cuci. Yang lainnya sukses bikin kulit Saya gatal-gatal dan panas. Dan biasanya bau bahan pembersih rumah itu bikin pusing dan jauh dari wangi segar. Sedangkan sitrun dan baking soda baunya lebih netral. Makanya Saya selalu sedia 2 bahan ini dirumah. Memang apa saja sih fungsinya?

Citroen Zoor
Sitrun biasa dipakai untuk membuat buah-buahan lebih tahan lama dan tidak terlalu lembek. Jadi kalau mau bikin sop buah, bisa ditambahkan sitrun ini. Kegunaan sitrun selain untuk makanan juga  bisa dipakai untuk memutihkan pakaian putih dan menghilangkan noda pada pakaian tanpa membuat warna luntur. Pemakaiannya cukup satu sendok makan dicampur detergen secukupnya dan tambahkan air secukupnya lalu rendam kurang lebih 30 menit. Hati-hati jangan terlalu banyak karena bisa membuat pakaian gampang sobek. Saya biasa pakai ini untuk mencuci handuk, mukena, selimut dan sprei berwarna terang dan coat.

Baking Soda
Saya sempat No Poo alias keramas tanpa shampoo. Tapi sekarang lagi malas. Nah, Baking Soda ini Saya pakai untuk membuat shampoo alami. Bisa dibaca disini untuk tutorialnya. Selain itu baking soda juga bisa untuk membantu mengurangi warna kusam pada gigi. Caranya tempelkan sikat gigi pada baking soda, lalu gosok gigi seperti biasa.

Beralih untuk penggunaan pembersih rumah. Saya membersihkan kloset dengan cara mencampurkan sitrun, baking soda dan detergen. Biarkan kurang lebih 10-20 menit sambil membersihkan bagian toilet lainnya. Setelah itu sikat kloset lalu siram. Hasilnya sangat memuaskan. Kloset kelihatan kinclong tanpa bahan kimia yang bikin kulit gatal. Saya kan setiap hari pasti minum kopi. Gelas kopi dan sendok suka meninggalkan noda  kopi yang tidak bisa hilang dengan pencucian biasa. Padahal sudah Saya gosok-gosok. Nah, baking soda ini bisa bikin gelas bersih lagi. Cukup taburkan sedikit baking soda, biarkan 10 menit lalu cuci seperti biasa. Jadi kalau ada yang berkunjung, ga malu kalau ngasih minum gara-gara gelas dekil.

Baking soda banyak banget fungsinya. Kadang suka Saya pakai untuk mencuci pakaian kalau ga ada sitrun. Karena baking soda lebih mudah dicari dibanding sitrun.

Untuk bersih-bersih rumah ga harus beli berbagai macam jenis. Sitrun dan baking soda adalah pembersih all in one, ramah lingkungan dan hemat. Less is more. Kalau kamu, apa pembersih alami favoritnya? Share yuk 😊


Senin, 12 Desember 2016

[Filmmaking] Beda Konsep, Beda Tantangan



Bekerja di industri film, kita dituntut untuk terus belajar hal baru. Industri film tidak semewah yang banyak orang pikirkan. Industri ini dinamis. Maka para pekerjanya juga harus dinamis. Disini kita tidak peduli apa latar belakang kamu, selama kamu bisa membuat kita nyaman bekerja sebagai team, dengan tangan terbuka kita akan menerima kamu. Beda konsep, beda pula penanganannya. Beda ritme kerjanya. Tapi yang pasti kita bersama-sama untuk menghasilkan karya yang bagus.

Saya mau sedikit cerita tentang pengalaman Saya. Saya bukan pekerja film yang namanya terdengar dimana-mana. Saya juga hitungannya masih anak baru. Dari tahun ketahun Saya mendapat tantangan untuk mengurus sebuah konsep dari awal sampai siap tonton. By the way, film disini definisinya lebih luas ya, yakni gambar bergerak. Bukan hanya yang ada di layar lebar. Tapi bisa berupa video klip, TV Commersial atau yang lagi hits saat ini, webseries.

Pertama kali terjun sebagai orang produksi alias kru, Saya masuk ke iklan. Iklan ini pekerjaannya paling enak. Fee paling besar karena dihitung harian, kerjanya juga paling cuma 2 hari. Yah persiapan sekitar 2 minggu, lalu setelah syuting ada proses pasca produksi kira-kira 2 minggu sampai 1 bulan. Hampir tidak ada kesulitan yang berarti kecuali berhadapan dengan agency dan client yang kadang banyak minta dijajanin 😋

Untuk video klip. Waktu kerja sebentar sekitar 1 - 2 hari. Tapi fee kecil. Karena saat ini rata-rata produksi 1 video klip sekitar 35 juta - 50 juta. Itu dari pra produksi sampai pasca produksi.

Untuk film pendek. Kurang lebih sama seperti iklan tapi biaya produksinya tidak sebesar iklan. Biaya pembuatan 1 film pendek sekitar 20 juta - 150 juta. Tentu disesuaikan dengan konsep ceritanya. Enaknya bikin film pendek, kita bisa mengasah skill kita yang mungkin tidak bisa diaplikasikan saat kita bekerja dengan client.

Sinetron atau TV Series atau Komedi Situasi. Siapa sih yang ga tau dan suka sinetron? Walau dari jaman nonton Lika Liku Laki Laki sampai Serigala Ganteng, ga sedikit orang yang mencibir sinetron. Ritme kerja sinetron memang cepat karena dihitung per hari per episode. Walau fee untuk kru bisa dibilang kecil, tapi kalau dikali 200 episode, banyak juga kan? Bisa dibilang, kerja jadi kru sinetron ibarat investasi jangka panjang. Walau fisik diforsir abis-abisan.

FTV. Ritme kerja cepat, biasanya untuk 1 judul maksimal dikerjakan dalam waktu 3 hari. Bayaran murah, karena dihitung per judul. Saat ini budget produksi untuk FTV adalah 90 juta. *glekkk mureeee.

Film. Ini ritmenya lumayan asyik, tergantung dapet produser dan sutradaranya juga sih. Untuk bayaran kru ya lumayan lah. Syuting days nya rata-rata 2 minggu. Yang lama itu dipersiapannya, bisa 3 bulanan. 

Webseries. Kurang lebih sama seperti iklan karena sekarang brand sudah mulai melirik webseries dibanding TVC. Budget untuk webseries bisa dibilang kecil, tapi dihitung per episode. Ngerjain project webseries ritmenya masih enak lah dibanding kerja untuk FTV atau series.

Tahun ini Saya dapat kesempatan menjajal di webseries. Agak kagok juga. Biasa bikin budget untuk iklan, sekarang mesti adaptasi dengan budget, kru, dan peralatan yang lebih kecil.
Lalu yang mau jalan (mudah-mudahan ON) adalah untuk mini series. Ini kali pertamanya Saya tahu kerja bikin konten untuk stasiun TV. Cukup menantang, karena budget yang minimalis, tapi treatment seperti film. Ibaratnya Saya biasa bikin anggaran 2 M untuk dihabiskan 1 hari untuk TVC, kali ini dengan dana yang sama disiapkan untuk 1 bulan. Bahkan untuk film dengan 2 M hanya untuk 2 minggu.

But I love challenge. Karena bikin kita tambah mahir dari hari-kehari. Jadi kalau kalian mau terjun di industri film, harus siap dengan pekerjaan yang sangat dinamis, yang mungkin tidak akan didapatkan kalau kamu bekerja kantoran.




[Review] Makarizo Fibertheraphy Shampoo & Vienna Body Scrub


Belakangan ini Saya lagi kurang merawat diri. Saya yang biasanya rajin bikin shampoo dari baking soda, tiba-tiba bosan saja. Lagi pengen yang praktis. Tapi rasa-rasanya Saya jadi agak ga tega kasih rambut dan kulit kepala Saya shampo-shampo komersial yang pasti sekarang banyak bahan kimianya. Mau beli yang organic, agak mahal. Soalnya lagi ngirit dulu nih 😂. Ya at least Saya mau beli shampo yang masih ada kandungan bahan alaminya. Akhirnya Saya iseng ke Ranch Market Dharmawangsa. Karena biasanya supermarket high class gini yang menjual produk-produk organic. Sempat mau ambil Petal Fresh, Organic care atau Ogx. Ketiga produk import tersebut diklaim bebas sls dan dibuat dari bahan alami. Tapi,,,, harganya.... Nggak dulu. Sebenarnya ga terlalu mahal sih, sekitar Rp 120.000,- untuk ukuran 300 - 400 ml.

Akhirnya pandangan Saya tertuju ke shampoo Makarizo Fibertheraphy. Ada beberapa varian. Tapi Saya pilih yang melon and aloe vera for hair fall ini. Harganya Rp 37.000,- untuk 330ml. Shampo ini memang mengandung SLS. Tapi kandungan bahan alami juga lumayan banyak, seperti ekstrak lidah buaya, beberapa seed oil, rice bran oil dan ekstrak melon. Saya suka wanginya yang segar, tapi tidak tahan lama dirambut. Selain itu walau mengandung SLS, busa shampo ini sedikit. Namun mampu membersihan minyak dengan sempurna. Karena setiap seminggu sekali Saya melakukan deep conditioning dengan EVOO.
Saya tidak terlalu merasakan hasil istimewa. Selain rambut yang jatuhnya agak bagus. Ga terlalu turun gitu. Karena Saya sudah terbiasa dengan produk yang busanya sedikit, Saya sih suka-suka aja.




Selesai milih shampoo, Saya pengen cari body scrub yang mengandung bahan alami. Di Ranch Market itu pilihannya ga sebanyak body scrub yang ada di Hypermart atau Carefure. Akhirnya Saya pilih Vienna Body Scrub yang harganya Rp 22.000,- untuk 250gram. Katanya sih scrub ini mengandung lumpur Laut Mati. Tapi Saya sih kurang yakin yah. Hehehehe... Mungkin dimasukkan bahan-bahan yang kandungan manfaatnya serupa dengan lumpur Laut Mati.



Kandungan alaminya antara lain bubuk biji apricot dan bubuk kulit kacang kenari. Butiran scrub Vienna ini pas tidak terlalu kasar atau halus. Dan yang paling Saya suka, wax nya sedikit jadi gampang dibaur ke kulit. Daki juga cepat terangkat tanpa harus menggosok terlalu lama. Kelamaan gosok-gosok dikamar mandi mah ga asyik, dingin dan bikin kisut. Hahaha. Wanginya juga seperti scrub mahal. Segar tapi ga terlalu fruity. Saya sih ngerasanya lipatan-lipatan kulit jadi lebih bersih dan cerah. Kalau efek putih, wah, itu bukan tujuan Saya beli scrub ini sih. Scrub itu fungsinya membantu merontokkan sel kulit mati.

Memang pampering body itu bikin mood meningkat drastis. Jadi merasa bersih dan segar. Ah,,, semoga Saya ga keterusan malas merawat diri. Kelihatan banget dekilnya kalo kurang perawatan. Apalagi pola makan Saya juga lagi kurang bagus. Olahraga juga lagi kurang. Makanya sekarang Saya suka paksakan untuk jogging disekitaran Dharmawangsa. Karena banyak pohon pasti kualitas udaranya juga bagus.