Rabu, 21 Desember 2016

Prasangka



Siang ini Saya meeting dengan seorang teman. Dari ngobrol serius sampai membahas beberapa aktor Indonesia yang gay. Teman Saya ini berkomentar "Emangnya di dunia ini kekurangan perempuan cakep apa? Mereka mah mau cewek yang mana juga tinggal milih". Saya hanya tersenyum. Memikirkan jawaban yang enak.

"Itu emang dari sananya lagi, Mas".
"Bukan karena pergaulan atau patah hati?".
"Nggak lah. Mungkin kita kurang peka aja baca bahasa tubuh dan perilaku keseharian orang-orang sekitar kita".
Teman Saya mencoba memahami sambil menerawang.
"Mungkin Tuhan menciptakan gay juga untuk ujian di keluarganya. Apakah mereka bisa bersabar dan menerima takdir Tuhan? Apakah mereka tetap bisa berlaku baik dan adil?", Saya menimpali.

****

Manusia begitu lihai berprasangka. Menilai orang hanya sebatas kulitnya. 

Jangan pernah merasa jijik sama gay. Bisa jadi dia satu-satunya orang yang mau membantumu dengan suka rela saat kamu benar-benar butuh bantuan.

Jangan pernah menganggap wanita tuna susila adalah wanita hina. Belum tentu jika kita jadi dia akan kuat menanggung beban hidupnya.

Jangan pernah menganggap orang yang berbeda keyakinan adalah orang yang berdosa. Bisa jadi justru dia imannya kepada Tuhan jauh lebih kuat.

Sekarang ini marak sekali hakim dadakan yang hobinya memojokkan sana sini seakan dirinya bebas dari dosa. Biasanya orang yang ketakwaannya tinggi, dia akan berhati-hati sekali memberi penilaian kepada orang lain. Tutur katanya juga pasti santun, bukan penuh amarah dan kebencian. Orang yang bertakwa lebih suka meningkatkan ibadah untuk dirinya sendiri bukannya sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Karena yang akan dihitung oleh Tuhan adalah amalan pribadi, bukan sekelompok.

Jangan sampai belajar agama justru membuat pikiran menjadi kerdil. Belajar agama harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata agar tercipta kedamaian. Tak perlu memaksa keyakinan diri kepada orang lain. Setiap orang punya pemikirannya sendiri. 

Kunci menjalani hidup ini agar dekat dengan Tuhan adalah pasrah, ikhlas dan sabar. Ada blog bagus yang memberikan pelajaran 3 hal tersebut. Coba klik www.innuri.blogspot.com . Saya menemukan blog ini secara tidak sengaja beberapa bulan yang lalu saat Saya sedang butuh sandaran untuk menenangkan hati Saya. 

Mari mulai dari sekarang untuk mereset hati agar tidak terjerumus ke prasangka-prasangka aneh hasil pikiran kita sendiri. Sertakan Tuhan dalam setiap hembusan nafas.


2 komentar:

  1. Aku setuju sama tulisan kamu, intinya don't judge people by their cover easily. Mau seburuk apapun orng tersebut kita sebenernya jg ga punya hak untuk nge judge hidup mereka karena mereka yg jalanin.
    Thanks for sharing :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus sering-sering mengolah rasa dan pikiran. :)

      Hapus