Monday, March 11, 2024

Coffee Time Story #15 Coldplay Concert Is More Than Just A Concert



Sudah lewat sebulan setelah saya akhirnya bisa mewujudkan salah satu bucket list saya, yaitu nonton konser Coldplay. Tapi rasanya masih seperti dalam mimpi. Antara percaya ga percaya kalau saya akhirnya bisa menyaksikan langsung konser yang spectacular tersebut. Tentunya semua ini terjadi berkat izin Tuhan. Omong-omong tentang ijin Tuhan, ini benar-benar kejadian. Perjalanan nonton konser kali ini akan menjadi salah satu pengalaman spiritual saya yang akan terus diingat.


Saat pengumuman resmi bahwa Coldplay akan manggung di Jakarta, saya langsung antusias. Tepat di hari war ticket, nasib baik belum berpihak pada saya. Beberapa teman beruntung berhasil dapat tiket. Saya pasrah saja, oh ya mungkin belum rejeki. Mungkin nanti disuruh  nonton di Eropa, itu juga kalo om-om Coldplay masih prima dan... sayanya juga masih prima 😆. Iseng saya cari info ke Jepang. Tapi kayaknya lebih ga mungkin karena seperti pakai sistem undian dan pertimbangan akan kurang heboh, maklum, di Jepang sana kan orang-orangnya sangat disiplin, beda dengan orang Indonesia yang heboh. Hahaha.

Dan... ternyata... Coldplay juga akan manggung di Singapore dan Bangkok! Tidak perlu banyak pertimbangan, di hari H ticket war, saya langsung masuk ke situs penjualan tiket Singapore. Ada rasa deg-deggan karena ternyata masuk antriannya juga challenging 😅. Saya iseng buka Thailand, ternyata lebih sepi, tau-tau sat set sudah pilih kursi. Saya asal klik, pokoknya duduk di kursi depan. Ga mau festival karena ga pede dengan stamina kaki. Hahahaha. And..... there you go. Saya berhasil dapat tiket di Bangkok. Di waktu yang sama, antrian Singapore saya berhasil masuk. Saya langsung telpon teman saya, Bu Producer Novi Hanabi kalo saya baru saja beli tiket di Bangkok. Dia sudah ditahap pilih kursi di Singapore. Akhirnya dia dan suaminya juga ikut beli tiket konser di Bangkok. Kami akan berangkat bareng.

Gak pake lama, saya langsung beli tiket pesawat Jakarta-Bangkok. Sat set bayar. Untung saja kami memilih Bangkok, karena dihari yang sama setelah war ticket selesai, harga tiket pesawat ke Singapore sudah 6jt PP! Dan itu jamnya juga ajaib. Rasanya ga sabar mau move forward ke 6 bulan kedepan.

Selama 6 bulan itu, cukup banyak kejadian yang menguras pikiran, energy dan uang. Saya mengajukan resign di kantor terakhir karena saya ingin berkembang lebih jauh lagi. Keputusan yang agak nekat, tapi tetap harus saya ambil demi kebaikan semua pihak. Selama 6 bulan itu saya mengerjakan beberapa project dan tetap berusaha untuk kembali mendapatkan penghasilan yang jauh lebih stabil. Tapi sepertinya rejeki belum berpihak pada saya. Untungnya saya masih punya online shop untuk menopang hidup. Disitu sayapun meragukan apa iya saya akan benar-benar nonton Coldplay atau akan cancel? Memang tiket pesawat dan tiket konser sudah dibeli semua, kalau pun batal, semua akan hangus sia-sia. Saya dalam hati masih yakin akan pergi. Pasti ada alasan kenapa saya ga dapet tiket di Jakarta dan Singapore dan malah ke Bangkok. Entah kenapa menjelang tanggal keberangkatan, tiba-tiba saya dapat project yang bayarannya bisa buat uang pegangan ke Bangkok. Saya makin yakin kalau perjalanan saya ini sudah diizinkan Tuhan.

Tapi tetap saja, masih ada sedikit ketakutan. Sampai akhirnya saya sudah duduk dikursi pesawat, saya mendarat dengan selamat di Don Mueang airport tanpa masalah apapun. Cuaca cerah, ga kena macet, di imigrasi ga ditanyain cuma scan muka dan jari. That was very smooth

Sampai akhirnya, saya duduk di kursi S1F Rajamangala Stadion menunggu Coldplay yang akan manggung kurang dari 30 menit lagi. Saya sempat nangis sedikit, terharu, setelah 6 bulan menunggu, naik ojek menerjang macetnya Bangkok, finally I am here



Ada kejadian lucu, wrist band concert sempat patah 1 karena saya tarik ke lubang yang paling kecil. Untungnya dibolehin minta gelang baru 😆. Bisa dilihat kalau gelangnya emang kebesaran.


Akhirnya konser dimulai. Saya ga ingat lagu apa yang pertama kali dinyanyikan. Tapi begitu lagu "Paradise" dimainkan, saya lagi-lagi menangis haru. Lagunya jadi bagus banget didengar di konser! Ga ada apa-apanya deh dibandingin dengar pake headphone mahalmu itu.


"When she was just a girl, she expected the world
But it flew away from her reach
So she ran away in her sleep and dreamed of
Para-para-paradise, para-para-paradise, para-para-paradise
Every time she closed her eyes"


Flashback beberapa jam sebelum konser, saat kami bersiap-siap, Komeng, suaminya Novi cerita, kalau dulu dia kepengen banget bisa nonton konser Coldplay. Dulu dia selalu nontonin konser Coldplay di youtube. Jika ada uang lebih, dia beli official merchandise Coldplay. Akhirnya malam ini, manifestation-nya akan menjadi kenyataan. Saat saya duduk di kursi stadion, saya ingat cerita ini. Saya begitu terharu. Disebelah kiri saya, seorang perempuan cantik juga datang sendiri. Kami sempat cerita-cerita sedikit. Saya lupa dia darimana. Dia cerita kalau ayahnya yang pertama kali memperkenalkan Coldplay saat dia beranjak remaja dulu. Ayahnya meninggal karena covid. Dia bilang kalau saja ayahnya masih ada, dia akan ajak ayahnya nonton Coldplay. Saya memperhatikan 60.000 orang di Stadion Rajamangala, tentunya mereka juga punya ceritanya masing-masing sebagai alasan kita semua berkumpul di satu tempat yang sama. 


Saya memang suka Coldplay sejak dulu. Jujur, lagu-lagu mereka belakangan ini kurang pas untuk kuping saya. Tapi rasanya sangat wajar jika mereka berusaha untuk penetrasi ke market baru agar bisa sustain. Sepanjang konser, hampir tidak ada cela dari penampilan mereka. Memang beberapa kali terlihat kalau mereka seperti lelah sekali, terutama Chris Martin yang beberapa part suaranya terdengar agak serak. Hal ini sangat sangat dimaklumi karena usia mereka yang juga tak lagi muda, pastinya akan berpengaruh ke stamina. Ditambah mereka telah mengadakan puluhan show besar sebelumnya. Dan juga traveling berpindah negara akan sangat menguras energi. But still.... this is the best concert in the planet. Saya mau nonton konser mereka karena memang ingin mendapatkan show experience dan itu berhasil dipenuhi. Beribu-ribu terima kasih kepada seluruh pihak dan kru yang mewujudkan mimpi ratusan ribu orang.



Buat saya, konser Coldplay is more than a concert. Tapi tentang cerita-cerita puluhan ribu orang yang mungkin tidak terdengar. Dimana kami semua saling membantu walau tak saling kenal. Coldplay's concert is a magical.We become one with their harmonious of sphere. Thank you for existing, Coldplay. And I will see you again somewhere. I manifest it and I claim it. 

Last but the least, If you just have any life circumstance, just remember itChris Martin's Quote

Music Of The Spheres World Tour, Coldplay, Bangkok 2024.


No comments:

Post a Comment