Tuesday, November 10, 2015

Fenomena Hipster


Belakangan banyak ditemui sekumpulan anak-anak muda yang ga terlalu muda-muda amat bergaya futuristik. Gaya andalan mereka adalah wool coat. Walau di Jakarta suhunya bisa 40 derajat tapi mereka terlihat nyaman mengenakan pakaian berbahan tebal. Mereka mengaku anak indie banget dan suka segala sesuatu yang vintage. Mereka itu yang biasa disebut Hipster.

Hipster adalah gaya hidup anti mainstream. Mereka menganggap diri mereka unik dan beda dari yang lain. Sebenarnya kaum hipster sudah ada sejak lama yaitu 1940.


Gue sangat tergelitik untuk membuat tulisan tentang fenomena hipster ini. Karena gue menganggap mereka itu... ajaib. Tapi ada beberapa hal yang bikin gue kadang-kadang kesel sama anak-anak hipster itu. Gue ga mau hanya menulis dari sudut pandang gue sendiri. Ya sebenarnya biar seru aja sih, gue perlu pendapat orang lain juga soal anak-anak hipster. Disini gue mencoba membuat beberapa pertanyaan tentang definisi hipster ke 2 teman gue. Dan kedua teman gue itu diinisialkan JP dan TW. Dan juga gue sendiri yang akan memberikan pendapat gue tentang fenomena hipster ini.

1. Menurut lo, Hipster itu apa sih?
TW : Kekinian, ikut arus, gak kayak ikan salmon yang ngelawan arus, suka kebawa gara-gara musik yang sama or biar dipikir cool... Masuk ke lingkungan daripada loner


JP : Hipster? Hmm.. People who likes to be center of the world. The one who likes uncommon outfit and lifestyle. They claim themselves as a pioneer, as a trigger, not as a poser. Hipster nowadays is ain’t hipster anymore. They tend to hangout in Starbuck, using Apple products, wearing pastel coloured outfits, and talk about Yoga, coffee, good books and stuff. And most of them looks kinda the same

Ikut Arus dan terlihat sama? Tapi mereka meng-claim diri mereka berbeda. Apa karena saat ini sudah banyak Hipster jadi Hipster sudah menjadi sesuatu yang mainstream?
TW & JP : Exactly!

TW : Saking banyaknya jadi sudah biasa

JP : Maknanya udah ngabur

2. Hipster itu kebanyakan diusia 25 tahun keatas. Usia dimana seharusnya sudah bisa bersikap lebih dewasa secara gesture dan cara pikir, tahu tujuan hidupnya mau kemana. Tapi mereka terlihat seperti masih senang main-main. Gimana menurut lo?
TW: Mereka pikir dengan gaya dan profesi bisa saling angkat. Mungkin saja mereka punya link yang oke. Tapi pada akhirnya orang carinya skill sama attitude. Bukan lo temenan sama siapa atau gaya lo mau gimana.

JP: Yup. Karena dibawah 25 tahun masih peralihan teenager. Mereka mungkin Cuma nge-twist sesuatu yang formal aja jadi terkesan lebih chic dan casual. Balik lagi ke retrofuturistik-post-apocalyptic gitu. But well, no one wants to wear that wools stuff while having activities without AC. LOL.

Mostly mereka masih bergantung sama orang tuanya. Gaji mereka paling berapa sih. Kalo gue lihat teman-teman hipster gue kayaknya gitu. Bener ga sih? Atau Cuma asumsi gue aja?
JP: Ga terlalu paham sih. Kalopun benar mereka ga akan ngaku juga. But I am pretty sure that they supposedly got the money to style up.


3. Mereka suka banget ya diskusi-diskusi heboh gitu. Seperti menciptakan sesuatu yang besar.
JP: Ya... gue pernah nguping. Mereka itu ngomongin vegan, animal rights, good books to read, good coffeeshop, earth friendly fashion, surfing, gitu-gitu deh.

Gue: Misi sosial juga. Sering banget tuh mereka bikin. Gue pernah diajak juga ikutan tapi gue ga punya waktu. Trus ada satu orang yang kayak langsung menatap aneh gitu. Sebenarnya sih bagus mereka punya pikiran gitu. Tapi kan I have to work ada bill yang harus gue bayar....

JP: Ga misi sosial aja. Pokoknya mereka berusaha diskusi tentang hal-hal yang ga umum dibicarakan. That is what made them bunch of hipsters.


4. Sebenarnya keberadaan kaum hipster ini penting ga sih untuk perekonomian terutama ekonomi kreatif?
JP: Penting dong. Mereka ini termasuk dari salah satu tipe audiens juga. Dan ga sedikit dari industri kreatif yang ngonsepin ide mereka based on these hipsters.

TW: Penting kalo banyak kerja, bukan banyak gaya.

Gue: Ya... Ada pengaruh juga ya sebenarnya. Sekali waktu gue pernah datang ke Localfest. Banyak banget stand fashion yang gayanya kekinian lah. Gue melihatnya ya mereka berani untuk buka usaha. Tapi apa usahanya itu bisa kasih profit? Atau cuma musiman aja?


5. Terakhir nih. Pesan untuk para hipster.
JP: Hipsters, please don’t be an ass. Please don’t judge us by the way we wear, by the way we talk, and by the way we hanging out. We are just like you. So stop comparing yourself with us.

TW: Loyal pada profesi bukan sama perusahaan dan lingkungan bergaul.


Itulah beberapa percakapan singkat yang membahas Hipster. Jadi kesimpulannya adalah banyak orang yang tidak nyaman dengan para hipster karena attitude dan sikap jugdemental. Sebenarnya tidak ada masalah untuk memberi label diri seorang hipster. Hipster ini adalah kumpulan orang-orang kreatif. Mereka mampu membawa ide segar. Gue akui itu karena gue bekerja di industri kreatif. Tapi yang bikin gue ga nyaman, mereka kadang sok tahu seakan mereka expert. Gue lihat mereka belum bisa mengolah ide-ide mereka kedalam kenyataan yang sesungguhnya. Mereka masih terlalu cepat berubah-ubah.

Dan saat ini banyak sekali komunitas-komunitas mulai dari komunitas kopi, komunitas film, komunitas pengajar relawan apapun itu, hal itu terbentuk dari para Hipster. Sangat bagus sekali sebenarnya. Mereka mengerjakan sesuatu yang untuk kita yang sebagian orang profesional tak punya waktu untuk melakukan itu.

Sebaiknya memang orang-orang Hipster dan Non Hipster bisa berdampingan. Tanpa ada unsur judgemental. Kita punya karakter yang berbeda. Kita punya sudut pandang yang berbeda. Bukannya kalau semua sama, tak ada lagi keberagaman? Kita harus mampu meredam ego untuk menunjukan siapa identitas kita.

"Orang-orang disekeliling kita cukup berpengaruh besar untuk siapa membentuk diri kita"


Sunday, November 8, 2015

Tentang Disiplin

Say tiba-tiba teringat seorang kenalan Saya yang saat ini tak lagi berkomunikasi. Ya, ada sesuatu yang membuatnya marah dan tak lagi mau mengenal Saya. Penyebabnya sepele. Karena Saya selalu menolak ajakkannya untuk nongkrong. Dia selalu mengajak diwaktu yang tak masuk akal dan mendadak. Pokoknya orang ini memang tak tahu waktu. Saya selalu menyusun waktu Saya. Saya orang yang disiplin. Lalu teman Saya itu bilang Saya "Your life is so boring".


Saya sadar terkadang hidup Saya memang membosankan. Tapi kali ini Saya kasih pengecualian. My life actually so colorful. Saya tidak bisa terima kalau disiplin itu dibilang membosankan.


Discipline = Boring


Sekali lagi, Saya sama sekali tidak setuju jika sikap disiplin dianggap membosankan.


Setiap orang memiliki waktu yang sama dalam 1 hari. Orang-orang yang disiplin adalah orang yang memanfaatkan dan memaksimalkan waktu dengan sebaik-baiknya. Mereka membuat jadwal. Dengan begitu apa yang menjadi target mereka sebagian besar akan tercapai.


Apa jadinya jika kita disiplin? Akan banyak sekali kekacauan. Disiplin berarti kontrol diri. Disiplin bisa digunakan dalam banyak hal. Bagaimana disiplin mengatur keuangan, bagaimana disiplin berlalu lintas, bagaimana disiplin bekerja sehingga deadline tak lagi menakutkan?


Jika kita lihat orang-orang besar dan sukses, mereka bisa seperti itu karena sikap disiplin. Kalau saja mereka tidak disiplin, apa bedanya mereka dengan segolongan orang yang hidupnya biasa-biasa saja tanpa ada hal berarti yang bisa dibanggakan?


Jadi kata-kata terakhir yang Saya katakan keorang itu adalah " You are not discipline. You will not going to anywhere".




Sent from Yahoo Mail on Android


Monday, October 26, 2015

Jalur Rempah

Jalur Rempah ditemukan oleh para pelaut Eropa. Mereka berlayar jauh ke arah timur. Awalnya perjalanan ini dimulai saat mereka percaya bahwa bumi itu lurus. Dan ternyata apa yang mereka yakini itu salah. Mereka sepakat bahwa bumi itu bulat. Dalam perjalanan itulah mereka berakhir di Kepulauan Indonesia. Dan mereka menemukan harta karun ditimur bumi. Yaitu rempah-rempah.


Sejak saat itu mereka menjadi pedagang rempah-rempah. Karena rempah-rempah pula setengah dari benua Eropa menjadi bangsa yang maju. Kemegahan kerajaan-kerajaan di Eropa diperoleh berkat rempah-rempah. Mengapa rempah-rempah sangat mahal? Karena rempah-rempah memiliki berjuta khasiat untuk kesehatan.


Lalu muncul pemikiran bagaimana untuk menyembunyikan peta harta karun ini? Mereka membuat Jalur Sutera. Tak seperti Jalur Rempah yang dilalui melalui laut, Jalur Sutera merupakan jalur darat dan berakhir di dataran Cina. Disana terkenal sutera dan keramik sebagai komoditi. Padahal rempah-rempah lebih mahal dari sutera dan keramik. Hingga sampai saat ini kita lebih mengenal Jalur Sutera daripada Jalur Rempah.


Weekend lalu Saya berkunjung ke pameran Jalur Rempah di Museum Gajah bersama Mbak Ella. Saya takjub dengan pameran ini. Sangat bagus dan artistik. Disana kita mendapat pengetahuan lebih dari apa yang kita dapat dari pelajaran sejarah saat sekolah dulu. Hari itu kita langsung di guide oleh Mas Gerry, salah satu kreator pameran ini. Kita diajak ke Time Capsule . Pertama-tama kita disuguhi sebuah video berdurasi 3 menit tentang sejarah rempah-rempah di Indonesia. Ruangan pertama ini disponsori oleh Layaria. Setelah itu kita masuk ke Ruang Kerajaan. Pertama kali kita dikenalkan oleh pohon barus. Atau yang kita kenal kamper. Barus adalah nama tempat di Sumatra Utara. Pohon Barus banyak tumbuh disana. Zaman dulu Barus banyak dicari oleh orang Mesir untuk membuat mumi. Barus harganya sangat mahal. Karena butuh waktu 60 tahun untuk pohon barus menghasilkan barus dan maksimal hanya 2-3kilo. Dan sekali ditebang, pohon barus tak bisa tumbuh lagi. Dan tak semua pohon barus bisa menghasilkan barus. Jadi barus yang selama ini kita pakai hanyalah dari minyak tanah.


Lalu kita akan memasuki Ruang Sriwijaya. Di ruang ini tak banyak yang bisa diceritakan. Karena kurangnya bukti-bukti sejarah. Hilangnya Kerajaan Sriwijaya pun tak jelas karena apa.




Bergeser sedikit kita akan masuk ke Ruang Majapahit. Majapahit merupakan kerajaan yang sangat maju. Dimasa itulah pertama kali dibuat sistem perbankan. Saat itu masyarakat menggunakan celengan babi (Piggy Bank) untuk menabung. Dan karena sistem perbankan tersebut, Majapahit mampu membuat Real Estate.




Kita bergerak lagi ke Ruang Kerajaan Sunda. Dimasa ini adalah masa-masa kejayaan perdagangan. Kerajaan Sunda pertama kali dibuat sistem Supermarket. Dimana setiap pembeli mengambil sendiri barang-barang yang akan dibeli lalu membayarnya di kasir. Supermarket berbeda dengan pasar. Di pasar interaksi antara penjual dan pembeli dilakukan secara langsung. Saya juga melihat mahkota dan keris raja-raja. Ternyata jika dilihat dari batu permata dan designnya, mahkota raja-raja di Indonesia sama seperti mahkota raja-raja di Eropa.


Setelah itu kita diajak memasuki Ruang Hitam. Kenapa disebut Ruang Hitam? Karena dimasa itu terjadilah penjajahan bangsa Eropa terhadap Indonesia. Mereka tak lagi berdagang, tapi juga mengeksploitasi sumber daya Indonesia. Mereka ingin menguasai Indonesia. Di Ruang Hitam kita juga disuguhi footage-footage dimasa penjajahan.


Tibalah di Ruang Harapan. Ruang Harapan ini berwarna putih. Ruang ini menunjukan harapan-harapan Bangsa Indonesia setelah kemerdekaan dikumandangkan.



Sebenarnya di pameran Jalur Rempah ada beberapa Talkshow yang menarik. Tapi Saya tak bisa mengikuti talkshow karena sudah punya rencana lain. Dari kunjungan ini sekali lagi kita disadarkan, betapa kaya dan hebatnya Indonesia sehingga semua orang ingin memilikinya. Ada satu hal lagi yang membuat Saya tercengan. Ternyata bahan baku dasar minuman Cola itu berasal dari kulit biji pala. Dan Pala ini tumbuh di Indonesia. Bisa dibayangkan jika kita berhenti menanam pala. Tugas kita ini adalah melestarikan segala sumber daya yang sudah kita miliki. Jika tanah kita bisa memakmurkan bangsa lain, mengapa kita belum bisa memakmurkan bangsa sendiri?

Tuesday, September 29, 2015

The Real Relationship



Pagi ini Saya membaca blog seorang teman yang baru saja kehilangan anak pertamanya. Anaknya yang berusia 7 hari meninggal karena gagal jantung.


Teman Saya ini sebenarnya bukan teman akrab. Dulu kita hanya pernah kerja bareng dalam sebuah project video clip. Dia adalah gambaran perempuan fearless. Agak tomboy dan artsy. Saya mengagumi kepintarannya. Selain kecantikannya yang alami. Dimata Saya, hidup dia sangat sempurna. Keluarga yang terpandang, pendidikan bagus, pintar, cantik dan karir yang cukup bagus.


Hingga suatu hari Saya melihat di Facebook nya berita duka cita. Anak pertamanya meninggal. Saya terdiam.


Tiba-tiba dia menghubungi Saya, untuk menemaninya santai di kedai kopi. Saya bukan tipe yang mendramatisir keadaan. Saya peluk dia lalu ngobrol tentang banyak hal. Tiba-tiba dia terdiam. Saya mencoba memposisikan diri sebagai dia. Pasti hal itu tidak mudah. Apalagi untuk seseorang yang mempunyai kehidupan sempurna seperti dia. Ini pasti pukulan besar. Tapi dia bukan tipe orang manja. Dia hadapi kenyataan itu. Dia terlihat sangat tegar. Saya ajak dia ke tempat Saya. Supaya dia bisa relax sedikit. Disanalah dia menangis memeluk Saya.


"Saya pikir hidup Saya akan selalu sempurna", isaknya. Saya peluk dia.

Akhirnya suaminya datang menjemput. Itu adalah kali pertama Saya bertemu dengan suaminya. Saya menilai mereka berdua sangat tegar. Sangat berbeda dengan gambaran anak-anak muda masa kini. Saya berbisik " You have the greatest husband in the world. You are not alone. You have a wonderful family and friends."


Saat itu Saya langsung berpikir. Inilah relationship yang sesungguhnya. Relationship is a journey. Its not only the sweet things. 

Selama ini kita sudah terdoktrin dengan dongeng-dongeng bahwa seharusnya pernikahan atau hubungan selalu indah. Tapi sebuah hubungan yang sesungguhnya bukanlah seperti itu. Tapi saling menguatkan. Mengarungi setiap detik kehidupan.

Jangan selalu menuntut minta dibahagiakan hanya karena kamu merasa kekurangan persediaan kasih sayang. Happiness will get to you when you are feel complete.


And you. Be strong :) 

Sent from Yahoo Mail on Android


Monday, September 28, 2015

Bigger Spirit

I'm not say my life is perfect
No. It is not
I do say i love imperfection of my life
My life is like a roller coaster
Upside down
But it creates who am I today

People judge me
Judge my background
Judge what i'm doing
And I dont care at all about that
Once again
I dont fucking care what people though about me.
But i only have one question
Are they have a bigger spirit than mine?

I dont want to take any shit
If they do it, I will let them to play with themselves shit.

I only can say y'all much better than me
If you have a bigger spirit than mine

Thursday, August 27, 2015

Respect


Kemarin Saya nonton Kick Andy edisi Manusia Transgender di Youtube. Bintang tamunya ada Joy (transgender perempuan menjadi laki-laki), Dena Rachman (transgender laki-laki menjadi perempuan) dan Sam Brodie (terlahir laki-laki, pernah menjadi perempuan lalu sekarang kembali menjadi laki-laki. Semua bintang tamu ini memiliki pengalaman-pengalaman yang unik. Tapi yang paling Saya suka adalah kisah dari Sam Brodie.


Sam Brodie terlahir sebagai anak laki-laki dengan nama Samuel. Lalu saat dia remaja, tragedi menimpanya dan dia dipisahkan dari keluarganya menjadi anak negara. Saat itu dia tinggal di Skotlandia. Sampai suatu hari dia lari dari shelter dan menjadi orang jalanan. Bahkan untuk makan saja dia sangat susah sekali. Sampai dia hanya mengambil sambal tomat lalu dihisap-hisap dengan jarinya. Miris sekali. Hingga suatu hari dia melamar pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga. Dia saat itu sudah berpenampilan menyerupai perempuan. Saat majikannya bertanya, "Siapa nama kamu?" lalu tercetuslah nama "Samantha Brodie". Dia bekerja sebagai baby sister. Sampai suatu hari nasib mengubah hidupnya. Dia menjadi seorang model. Sejak saat itu hidupnya bergelimang harga. Tapi dia tak juga merasa bahagia. Sampai pada akhirnya dia kembali menjadi laki-laki dan pulang ke Indonesia.


Saya melihat hidup Sam Brodie ini sangat berat. Dan Saya juga melihat beratnya hidup 2 bintang tamu lainnya, yaitu Dena Rachman dan Joy. Bisa dibayangkan bagaimana pergulatan batin mereka. Tapi ketiga orang ini tak akan menjadi orang hebat jika jalan hidup mereka mulus-mulus saja. Dan pikiran positif lah yang membuat mereka bertiga menjadi orang hebat.


Jika kita gali lagi kehidupan masa lalu orang-orang hebat, jalan hidup mereka memang selalu melewati rintangan besar. Disitulah Tuhan memberikan contoh pelajaran. Bagaimana kuasa Tuhan mengubah hidup mereka dari orang yang hina menjadi orang yang dihormati.




Sudah selayaknya kita respect sama orang lain. Karena kita tak pernah tahu pengalaman hidup apa yg sudah dia lewati. Terkadang Saya berpikir, orang yang terlalu mudah men-judge, mungkin dia belum pernah merasakan dirinya dititik yang paling bawah. Dan orang yang menindas orang lain adalah orang yang lemah. Karena dia tak mampu melawan pikiran negatif yg masuk kedalam dirinya.


Saya juga kadang merasa sedih saat ada orang yang memperlakukan Saya dengan tak etis. Andai dia tahu apa yang sudah Saya lewati dalam hidup Saya. Tapi tak mungkin hal itu Saya ceritakan. Tapi biarlah kuasa Tuhan yang membalas semuanya. Yang bisa Saya lakukan hanya menikmati proses. Dan Saya sangat percaya, apa yang terjadi pada hidup kita pasti Tuhan punya maksud agar kita belajar menjadi manusia yang lebih baik.

Monday, August 24, 2015

Inside Out





Inside Out. Film karya Pete DocterRonaldo Del Carmen bentuknya memang film kartun. Film kartun identik untuk ditonton anak-anak. Tapi sebenarnya Inside Out ini terlalu berat untuk ditonton anak-anak. Untungnya secara visual film ini tetap bisa dinikmati anak-anak. Anak menonton, bapak atau ibunya merenung. Kira-kira seperti itulah bayangan Saya. 


Inside Out ini film tentang 5 emosi yang dimiliki manusia. Joy, Sadness, Disgust, Angry dan Fear. Secara visual, film ini menggambarkan isi otak manusia dan sistem kerja otak manusia. Dibuat dengan imajinasi yang wow. Kali ini Saya tidak menulis review film ini. Tapi akan sedikit berfilosofi.


Emosi dominan dalam diri manusia adalah Joy dan Sadness. Seiring berjalannya waktu saat manusia tumbuh semakin besar dan banyak peristiwa yang dialaminya akan membentuk karakter emosional orang tersebut. Tapi dalam hidup kita hanya tahu bahagia dan sedih. Kita selalu berusaha untuk bahagia. Selalu berusaha untuk menyebar kebahagiaan. Manusia takut untuk merasakan takut, sedih, marah dan muak. Jika keempat emosional itu muncul, maka emosi bahagia akan secara refleks melawan itu semua. Kesedihan adalah emosional yang akan paling sering dihindari. Karena jika kesedihan datang, maka marah, muak dan takut akan bekerja bersama-sama untuk memperburuk pikiran. Kesedihan memang menyebalkan. 


Tapi kesedihan mempunyai andil sendiri dalam mengatur emosi manusia. Kesedihan akan menyeimbangkan emosi kita yang secara otomatis akan merangsang emosi kesenang untuk bekerja. Tanpa kesedihan maka tak akan ada perkembangan-perkembangan yang akan membentuk karakter manusia. Kira-kira itulah point of view Saya tentang film Inside Out.


Jadi tak perlu kita takut untuk merasa sedih, marah, muak dan takut. Itulah yang akan membuat kita tetap waras menjalani hidup. Nikmati saja perasaan itu. Toh Tuhan sudah menciptakan 5 emosional itu untuk manusia.