Saturday, January 20, 2018

28 Life Lesson In 28 Years

28 Life Lesson in 28 years.

Sebelum bulan Januari habis, selamat tahun baru 2018 yaaa semuanyaa. Semoga segala harapan terkabul dan hidup menjadi lebih baik lagi. Saya ga sabar ingin cicilan segera lunas. Hahahaha!!

Diakhir Desember kemarin, pas lagi liburan, Saya pakai sisa waktu 2017 untuk merenung dan evaluasi apa-apa saja yang harus Saya perbaiki. Jadi di 2018, diusia Saya yang sudah 28 tahun, Saya ingin seolah-olah me-reset hidup Saya. Ga ada lagi mbatin "hidup gue gini-gini aja". Apa yang works and didn't works. 2017 adalah tahun Saya merangkak lagi setelah Saya terjun bebas di tahun 2016. Yes, it was exhausted. Saya ingin di 2018 Saya bisa berdiri tegak dengan sempurna.

Maka itu, kali ini Saya mau nulis 28 hal yang Saya pelajari selama Saya hidup 28 tahun. List ini juga menjadi daftar hal-hal yang patut Saya syukuri.


1. Bermimpilah. 
Agar kita bersemangat menjalani hidup.

2. Always positive thinking. 
Ingat, apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi.

3. Impossible is nothing. 

4. Act as a lady/Have a good manner.

5. Jangan terlalu banyak berharap pada orang lain. Orang itu bisa saja lupa atau berubah pikiran.

6. Be Open Minded.

7. Always Up to Date what happening on this planet.

8. Pelajari hal baru.

9. Have Goals and set a plan to achieve it.

10. Nikmati waktumu disaat senang atau sedih. 

11. Leave toxic people.

12. Mulailah investasi selagi muda.

13. Have a good networking with some powerful people.

14. Disiplin adalah kunci kesuksesan.

15. Rawat diri dan tempat tinggalmu.

16. Have a support system.

17. Cari pasangan yang bisa membuatmu lebih baik dan selalu mendukungmu.

18. Believe in magic.

19. Semua hal yang kita inginkan pasti akan terwujud diwaktu yang tepat.

20. Have a passion and be expert on it.

21. Read, read, read.

22. Bentuk Personal Branding.

23. Jangan pernah bersaing dengan perempuan lain, dalam hal apapun. Apalagi sampai rebutan cowok. Ga banget.

24. Know your value.

25. Selalu bersikap tulus ikhlas.

26. Your happiness is always priority

27. You get what you pay.

28. Less your expectation and just do the best.


Saya rasa usia 28 adalah usia yang sudah matang tahap pertama dalam hidup. Maka dari itu, kita sudah harus lebih serius lagi mengarahkan hidup kita sendiri. Karena diusia ini, cepat atau lambat kita akan membentuk keluarga sendiri, yang mengharuskan kita bertanggung jawab penuh. Jika selama ini kita hanya bertanggung jawab pada diri sendiri, disuatu hari nanti, akan ada pasangan dan anak-anak yang harus kita pikirkan. Sebaiknya perbaiki dulu apa yang harus diperbaiki.

Sharing yuk apa saja hal-hal yang kalian pelajari selama hidup ini?



note: Image made use Canva.com


Saturday, December 2, 2017

Things That Made Me Happy This November



November is my favorite month. Jaman dahulu kala dewa Zeus meminta diambilkan ember oleh salah satu dewinya yang bernama Novy. "Nov, ember...". Ga jelas juga buat apa. Mungkin saat itu istananya bocor dan budak-budak Zeus sedang cuti akhir tahun sehingga ga ada yang bisa dimintain tolong buat ambil ember.

Tahun ini Saya menginjak usia 28 tahun. There are sooo many lesson a year ago. Dan ditahun ini, hidup Saya sudah agak chill alias santai. Maksudnya jauh lebih asyik daripada tahun lalu. That's why I want to make a list things that make me happy this November.

1. Ketemu Teman-teman

Teman-teman Saya banyak yang sudah menikah, pindah keluar kota atau negeri atau sibuk masing-masing. Tapi hampir tiap weekend dibulan November ini, Saya bisa bertemu dan melepas kangen. Dari ngobrol-ngobrol di lesehan Blok M Square sampai menghabiskan waktu di cafe baru paling hits di Jakarta, Henshin.

2. So Many Opportunity Suddenly Come

Yep. I feel exciting and nervous at the same time. Dan juga sakit kepala. Yang mengejutkan kesempatan-kesempatan ini datang bersamaan di minggu ini. So I will be the part of collaboration film project with China, Thailand and Singapore. This is my dream. I really want to make a film for international market. I almost get it 2 years ago, tapi apa mau dikata, belum rezeki. So I am very grateful for all of this. I have been passed hard time last year. Tuhan memang Maha Baik.

3. Of Course, My Birthday!

At least Saya ga masuk club 27. I am alive!! 28 will be another story. I feel optimist this time. Wish all the best for everything. For my professional life, for my personal life, get a great earn. I want everything goes smoothly.


So, what things that made you happy last month?


Sunday, November 12, 2017

[HAUL] Review Wardah Exclusive Liquid Foundation, Creme 21 dan Palm Olive

wardahexclusiveliquidfoundation

Biasanya kalau beuaty blogger kenamaan, bakal posting haul rutin setiap bulannya. Tapi Saya kan blogger yang orientasinya ga jelas, (sebenarnya malas aja sih), jadi boleh lah semua produk yang Saya beli dirangkum saja setelah beberapa bulan. Dan lagi pula Saya juga ga belanja beauty product banyak-banyak seperti kelen-kelen yang budget buat kecantikannya mungkin lebih besar dari Saya. *medit modeon*

1. Creme 21

Jadi beberapa bulan lalu Saya sempat bosan dengan natural beauty product. Saya lagi pengen sesuatu yang wangi. Sudah beberapa tahun ini Saya memakai EVOO atau VCO untuk skincare from head to toe. Saya sempat kembali ke krim kesayangan Saya dari kecil, Vaseline Petroleum Jelly. Setelah habisa sempat beli Viva skin food dan Nivea cream yang warna biru. Saya suka banget sama semua krim tersebut untuk hal melembabkan kulit. Tapi terlalu thick dan jadinya agak susah diblend. Akhirnya Saya ditawari Creme 21 oleh Mbak-mbak Century. Saya tanya, "Ini bisa buat muka dan badan kan?". Kata Mbaknya bisa. Kalau mau body lotionnya, juga ada. Tapi akhirnya Saya ambil Creme 21 ini.

Pemakaian pertama, Saya langsung jatuh cinta. Pertama, karena teksturnya sedikit lebih cair dari Nivea jadi lebih gampang diblend. Kedua, wanginya enak banget dan lembut. Kalau kalian pernah coba produk The Body Shop yang almond, Creme 21 ini wanginya mirip (dan jelas jauh lebih murah ;D). Ketiga, kemampuan untuk melembabkannya juara, tanpa harus berasa berminyak. Ini pembelian Saya yang kedua. Kali ini Saya pakai sebelum memakai foundation. Dan Saya sudah kembali ke EVOO untuk skin care harian Saya. Creme 21 ini versatile deh. Waktu beberapa waktu lalu location hunting dengan filmmaker dari Korea, Saya juga bawa krim ini. Jauh lebih simple daripada bawa-bawa botol minyak dan aplikasinya juga gampang. Secara waktu kerja sama team Korea, mereka cepat gerak banget. Kalau Saya harus pakai body oil, yang ada bisa ditinggal rombongan.


Teksture Creme 21






2. Wardah Exclusive Liquid Foundation

Saya lagi bosan pakai BB cream. Saya lagi pengen pakai foundation. Tapi takut hasilnya lenong banget karena agak susah nyari warnanya untuk kulit Saya. Kalaupun ada harganya pasti muahal. Dan Saya suka dengan tampilan makeup yang dewy. Selama ini Saya cocok dengan BB cream dari Revlon. Selain hasilnya dewy, warnanya juga mengikuti warna asli kulit Saya. Saya gugling dari para beauty blogger dan vlogger kenamaan tentang foundation dengan hasil dewy dan banyak yang merekomendasikan Wardah Exclusive Liquid Foundation. Akhirnya Saya coba ke counter Wardah. Kebetulan Saya suka dengan lipstick mereka, jadi Saya mau coba produk lainnya. 

Saya pilih warna natural no. 4. Begitu coba testernya, warnanya berhasil nge-blend dengan baik dengan kulit Saya. Walau keterangan dibotolnya foundation ini menghasilkan tampilan dewy, Saya masih merasa perlu menambah sedikit foundation untuk membuatnya nge-blend lebih baik lagi dan terlihat lebih 'basah' lagi. Akhirnya karena Saya sudah punya Creme 21 sebagai krim kesayangan, Saya beli foundation Wardah ini.


Wardah Exclusive Liquid Foundation Natural
Masih terlihat natural kan?

Ini hasil akhirnya. Benar-benar sempurna. Hasilnya bagus banget. Aku syukaaa foundation ini!

Beli Wardah Exclusive Liquid Foundation 04 disini

3. Palm Olive Shower Gel

Saya lagi kerajingan sesuatu yang wangi. Mungkin karena belakangan Saya suka merasa agak stress dan tegang, Saya perlu sesuatu untuk membuat Saya merasa tenang dan relax. Sampai-sampai Saya stock beberapa dupa untuk Saya bakar saat stress melanda.
Awalnya Saya pikir sabun Palm Olive ini cuma sekedar wangi. Ternyata Palm Olive ini juara banget untuk melembabkan kulit kering. Jadi dapat dua manfaat, wangi yang enak dan kulit yang lembut. Palm Olive wangi bisa tahan sekitar 2 jam-an dikulit setelah mandi dan yang paling seru, wangi sabun ini bisa merebak keseluruh ruangan. Lain kali Saya mau coba varian yang lain.

Beli Palm Olive Shower Gel disini

Ada produk rekomen ga dari kalian yang bisa aku coba? Share yuk!


Sunday, November 5, 2017

Budaya Patriarki Merugikan Wanita




Mengejutkan! Tak lama setelah Saya menulis pengalaman street harassment, ada beberapa teman Saya yang menceritakan pengalaman serupa. Sekali lagi, sexual harassament dialami oleh sebagian besar wanita di planet ini. Dan biasanya yang melakukan adalah lelaki yang kadar kecerdasannya dibawah rata-rata . Teman-teman Saya ini awalnya memilih diam. Mereka bingung kemana harus mengadu, karena pada akhirnya perempuan yang disalahkan. Ketika Saya memilih untuk speak up dan menceritakan secara gamblang, mereka seakan punya teman senasib. Selama ini korban sexual harassment lebih meilih diam.

Saya akan sharing sedikit pengalaman teman Saya. Sebut saja mrs. A dan ms. B.

"Sabar-sabar aja, Jeung, tinggal di Indonesia mah", kata mrs. A mengawali percakapan Kami. Mrs. A ini sudah pindah ke Australia ikut suaminya yang asli Perth.

"Gue waktu ke kantor polisi minta surat SKCK aja masih digodain polisi. 'Neng, mau kemana? Pake celana ketat banget'."
Padahal ya Mrs. A ini emang bentuk badannya semok. Jadi dia mau dipakein baju kurung pun, tonjolan-tonjolan ditubuhnya akan masih terlihat jelas. Kenapa ya masih banyak orang yang menyalahkan pakaian? Kenapa mereka ga paham karena ya emang bentuk tubuh kita yang begitu.

"Trus ya, kalo perempuan Indonesia pacaran atau kawin sama bule, pasti deh kita dibilang muka babu makanya laku sama bule"
Saya sampai saat ini masih mengalami dicemooh orang karena pacar Saya orang kaukasian. Dari dibilang kayak perek sampai dibilang...muka kampung. Saya kasih alasan sedikit ya kenapa Saya lebih memilih pacaran sama bule. Pertama, ya emang dapetnya dia dan kita sama-sama suka. Kedua, beneran deh, menjalani hubungan dengan pria yang open minded lebih enak daripada dengan pria yang penganut budaya patriarki garis keras. Ketiga, kulit Saya coklat dan badan Saya kurus. Bukan selera cowok Indonesia banget lah yang lebih suka perempuan kulit putih dan badan bohay. Ya sebagai orang waras jelas Saya lebih memilih pria yang mengagumi Saya dooong...
Jadi  kesimpulan Saya, orang-orang yang mencemooh orang Indonesia yang punya pasangan dari bangsa lain, ya karena mereka ngiri aja karena kalah keren atau ngiri pengen punya pasangan kayak pasangan kita tapi ga kesampaian. Hahaha.


Beralih ke cerita Ms. B. Dia hampir diserang sama cowok yang sempat dekat, bahkan cowok ini berani masuk ke kontrakannya Ms. B, yang sialnya saat itu Ms. B lupa kunci pintu. Mereka berdua ribut, Ms. B mengancam akan lapor polisi jika dia berani masuk kerumah tanpa izin. Tahu apa yang dijawab pria itu? Dia bilang karena Ms. B yang memberi dia kesempatan untuk berbuat itu. WTF!
Saya penasaran tanya bagaimana ketemunya dan siapa namanya. Pria ini sama-sama pekerja kreatif tepatnya fotografer freelance yang sialnya dia adalah salah satu follower Saya di twitter. Ms. B cerita awal pertemuan mereka berasal dari dating apps.

Dalam cerita diatas, apakah Ms. B salah? Tidak. Memang kalo cari pasangan dari dating apps kenapa? Cowok itu aja yang niatnya ga bener. Sebagian besar orang kita beranggapan cewek yang punya profile di dating apps adalah cewek rantangan. Mrs. A cerita salah satu teman dia bilang, "Kalo ketemuan sama cowok lokal mah pada belagu. Bayarin makan kagak tapi minta ML".

Contoh diatas diakibatkan budaya patriarki yang sudah mendarah daging. Para penganut ini beranggapan perempuan itu haram menolak keinginan laki-laki walaupun si perempuan tak suka akan tindakan itu. Lantas para pria minder itu men-cap perempuan yang berani bersuara adalah perempuan sombong. Lalu muncul lah sumpah serapah terhadap perempuan.

Bagi para penganut patriarki, perempuan itu hanya dapur dan kasur. Mereka juga menganggap perempuan yang memiliki karir adalah perempuan sombong yang tidak akan menghargai suami. Kenapa ya mereka tidak berpikir untuk berusaha lebih keras jika takut egonya dilangkahi perempuan? Kenapa mereka sibuk menyalahkan kemampuan perempuan daripada mencari cara bagaimana agar Kami, perempuan yang mereka anggap sombong bisa menghargai mereka? Dalam banyak kasus, jelas perempuan kuat ini jadi tidak menghargai mereka karena akhirnya mereka hanya numpang hidup dari kerja keras perempuan.

Budaya patriarki di Indonesia memang sudah mengkhawatirkan. Sialnya mereka beranggapan itu adalah ajaran agama dan norma,  dan mereka berlindung dibalik itu. Padahal sih memang mental dia aja yang jongkok. Saya pribadi sebagai perempuan, tidak meminta posisi perempuan lebih tinggi dari pria. Kami punya suara seperti kalian para pria. Kami ingin dihormati sebagaimana pria juga ingin dihormati. Saya bersyukur pria di lingkungan Saya adalah pria-pria cerdas yang tidak memandang sebelah mata terhadap perempuan. Dan Saya berterima kasih kepada kalian, para pria open minded yang berhasil memutuskan mata rantai budaya patriarki. Karena kami, pria dan perempuan punya tanggung jawab bersama, yaitu menciptkan generasi selanjutnya yang lebih baik lagi dimasa depan.

Sunday, October 15, 2017

Pengalaman Street Harassment

Street Harassment Di Jakarta

Saya mau menceritakan pengalaman pelecehan atau bahasa bulenya Street Harassment yang baru saja Saya alami tadi malam. Ini bukan pertama kalinya Saya mengalami kejadian yang dilakukan orang-orang dangkal, tapi sangat sering. Dan kejadian ini pasti dialami oleh banyak wanita lain. Saya tidak pernah tinggal diam, tapi pelaku pasti akan Saya tegur. Saking seringnya mengalami street harassment, Saya sampai hapal gerak-gerik orang yang kira-kira bakal godain, sebelum mereka melancarkan aksinya, Saya liatin dari atas sampai bawah, biasanya mereka akan jiper sendiri.

Semalam sekitar jam 18:30 Saya sedang jalan kaki habis beli makanan. Tiba-tiba mobil Vios lama warna hitam (Saya hapal nomor polisinya, nomor gank terkenal ituh :P) berjalan mendekati Saya sampai Saya hampir masuk selokan (jalanannya sempit banget, cuma buat 1 mobil tapinya 2 arah. Maksa emang :D). 2 orang pria didalamnya, sekitar umur late 20's atau early 30's. Mereka membuka kaca mobil dan bilang, "Ikut yuk. Masuk kedalam". Saya cuekin. Eh, dia katain Saya "Huuh, LONTE!!". Saya jelas ga terima. Saya pukul mobilnya pakai sikut. Mereka ga terima. Disinilah drama dimulai.

Saya pancing mereka ke tempat terang dan ada banyak orang lagi pada nonton bola di pos. Eh, bener aja mereka berhenti dan keluar dari mobil.

Pengemudi: "Elo kok gebrak mobil gue?!! HARGA DIRI gue lo remehin, bangsat!"
Saya: "Elo yang ga sopan godain perempuan dijalan, Bangsat!!"

Tanpa sadar jalanan sekitar udah macet saat kita lagi asik adu bacot. Ya iyalah jalanan kecil gitu, mereka malah berhenti seenaknya.

Terdengar dari mobil Rush, Ibu-ibu berkerudung sama suaminya, "Eh, ini mobilnya ngalangin!", tapi ga digubris sama si pengemudi Vios.

Lalu teman si pengemudi dengan perawakan agak gemuk memakai kemeja putih dan celana hitam, balik ke mobil dan Saya lihat dia memakai KALUNG LENCANA POLISI sodara-sodara!!. Asli lawak banget. Dia lalu nyamperin Saya.

Saya: "Apa lo pake-pake beginian. Ga takut gue! Lanjut aja ke Polres kalo mau!" (Tempat kejadian deket banget sama Polres JakSel btw). Pantes ga lo godain perempuan dijalanan! Pelecehan itu namanya!".

Si polisi abal-abal jadi jiper juga gue teriakin gitu. Apalagi kondisi jalanan makin rame dari kedua arah. Kita makin asik adu bacot dan gue sambil nunjuk-nunjuk muka mereka dan teriak KALIAN PELECEHAN.

Akhirnya mereka balik ke mobil, si pengemudi masih teriak. "GA CANTIK AJA BELAGU!". Saya masih sempat balikin "Kalo gue ga cantik, ngapain lo godain, tolol!".

Drama selesai. Tak lupa dia bunyiin klakson yang suaranya tulit tulit mirip mobil polisi.


Dari kejadian ini, Saya sih gemas aja sama mereka. Sok jago, merasa punya backingan tapi sebenarnya bukan siapa-siapa. Saya yakin banget kalung lencana polisi itu palsu, karena Saya pernah lihat di online shop yang menjualnya. Lalu plat mobil mereka yang nomor gank terkenal itu, Saya yakin mereka bukan anggota resmi. Saya kenal beberapa orang yang tergabung di gank itu dan mereka ga ada yang sok jago gitu dijalan. Dan ga pake Vios jadoel juga. Hahaha! Oh, satu lagi. Mobil mereka pakai klakson patroli. Biar bisa menghindari macet dan gaya-gayaan mungkin. Setahu Saya ini ada aturannya http://multimedianews.polri.go.id/content/humas/id/LaluLintas/polisi-gandeng-tni-dan-dishub-untuk-tindak-penyalahgunaan-rotato.html

Entahnya. Suka heran sama orang yang pengen banget 'dianggap'. Saking ga pedenya kurasa. Teman Saya anak jendral, tapi ga ada tuh dia yang sok-sok pasang plat TNI atau mobilnya dipasangin sirine. Kalem-kalem aja. Tetangga Saya polisi, gayanya santai saja dan sangat sopan.Ga pernah pamer-pamer lencana.

Saya pikir, kejadian ini harus Saya share karena banyak perempuan yang mengalami street harassment tapi ga berani melawan. Terlebih hukum kita masih blur soal ini. Syukurnya sudah banyak lembaga yang peduli tentang street harassment salah satunya Hollaback Jakarta. Seperti kejadian ini, Saya tidak merasa salah. Mereka yang goda Saya, wajar kalau Saya merasa ga suka. Tapi kenapa galakan mereka. Jangan sampe deh kita salah milih laki untuk pasangan kita model begitu. Mereka sih pecundang dan ga menghargai perempuan banget. Bukan siapa-siapa aja belagu dengan modal lencana polisi. Dikira semua perempuan bakal klepek-klepek kali sama mereka. Jangan-jangan kambing dilipstickin aja bakal dikira naksir mereka juga. But I'm thankful dikasih lihat kejadian ini, buat pelajaran juga buat Saya. Mungkin lain kali Saya juga harus kontrol emosi.

So, please ladies. Speak up. Perempuan itu bukan objek.

Saturday, May 27, 2017

[Freebies] Wardah Intense Matte Lipstick & Lightening Foam

 I love May 2017 so far. Banyak banget hal-hal seru dan manis dibulan ini. I'm so grateful. Terima kasih Tuhan atas segalanya. Bulan ini lagi sibuk banget, meeting hampir setiap hari dan mesti curi-curi waktu untuk fokus duduk depan laptop dan mikir. Kantor Saya sedang fokus untuk membuat digital content. Saat ini kita masih pitching kesana kemari.

Akhir April lalu Saya diundang ke Resonation 2017, women conference pertama di Indonesia dengan menghadirkan Sophia Amoruso sebagai keynote speakersnya. Karena Saya undangan platinum, mereka kasih Saya goodie bag. Diantaranya yang bikin Saya sumringah, Saya dapat lipstick nya Wardah. Walau lagi ngincer yang warnanya nude kecoklatan, Saya cukup senang kok dapet yang warna Retro Red. Selain lipstick, Saya juga dapat sabun muka dari Wardah. Wah... Lumayan yaa... Ada bahan buat nge-review di blog. Hehehe.

1. Wardah Intense Matte Lipstick Retro Red

Untuk lipstick hari-hari, Saya memang sudah lama pakai lipsticknya Wardah. Karena koleksi warnanya yang cocok dengan skin tone dan harganya yang murah dengan kualitas yang bagus. Saya setiap hari pakai matte lipstick Wardah no. 16, Summer Pink. Nah, bedanya matte lipstick dengan yang Saya punya dan yang baru ini apa? Kalau matte lipstick Wardah, teksturnya ga 100% matte, tapi lebih ke creamy. Sedangkan Intense Matte ini totally matte.

Wardah Intense Matte ini kemasannya bulat kecil. Mengingatkan Saya sama lipstick Mirabella. Sayang sekali bentuknya kurang kokoh, bahkan lipstick Saya sudah patah bagian atasnya. Tekstur lipstick ini lembut saat dipulas dibibir. Walau totally matte, lipstick ini ga bikin bibir Saya retak-retak setelah pemakain beberapa jam, tidak seperti saat Saya pakai lipstick lipcream dari Anastasia Beverly Hills. Memang sepertinya Saya kurang cocok pake lipcream. Retro Red ini shade nya cocok banget di skintone Saya. Merahnya ada hint kecoklatan. Dan si Retro Red ini jadi lipstick kesayangan Saya sekarang, apalagi kalau mau keluar rumah sebentar dan lagi males dandan, udah bisa bikin muka kelihatan fresh. Kebetulan Saya udah bosan dengan lipstick merah Saya yang MAC Cremesheen Brave Red. Untuk lipstick merah, Saya lebih cocok pakai yang matte dibanding yang creamy karena bibir Saya sudah tebal.





2. Wardah Lightening Creamy Foam

 

Ini adalah pertama kalinya Saya coba produk Wardah selain make up. Dan... Lagi-lagi Saya jatuh cinta. Sabun muka Wardah ini lembut banget di muka, ga seperti sabun lainnya yang bikin kulit terasa kayak ketarik setelah cuci muka. Selain itu, kemampuan membersihkannya hebat banget. Saya coba untuk cuci muka dengan wajah full make up, setelah itu Saya coba bersihkan dengan Pond's shake and clear, sama sekali ga ada sisa make up. Tapi sabun ini ga bisa membersihkan makeup yang waterproof seperti maskara. Lumayan banget buat ngirit kapas dan cleanser. Hehehehe. 

Tekstur sabun dan busanya lembut creamy gitu dan wanginya lembut menenangkan. Bikin betah sambil mijit-mijit muka. Jempol banget deh untuk Wardah.


Kalau kalian, apa produk favorit dari Wardah? Share yuk disini :)

Monday, May 22, 2017

Tukang Ngitung


Sepertinya kutukan Saya itu ada 2. Pertama, susah gemuk (I dont know I should be grateful or...) Kedua, kerjaannya ngitung terus.

Saya memang lulusan SMK jurusan akuntansi. Dimana dulu selama 3 tahun kerjaannya ngitung terus 5 hari dalam 6 hari sekolah. Bahkan kalkulator kebanggaan Saya masih ada dan berfungsi sangat baik sampai sekarang.

I was very excellent at math. Di ijasah nilai matematika selalu 9,75. Almost perfect. I love math. Suka bingung kok banyak orang yang matematikannya jeblok. Apa susahnya sih matematika daripada nebak isi hati gebetan *lha.

Sekarang setelah kerja hampir sepuluh tahun, kerjaannya pasti ngitung. Dulu waktu pertama kerja memang di bagian finance. Sekarang, Saya harus bikin budget buat quotation dan produksi film.

I feel exhausted. Saya ngitung angka-angka yang bukan duit Saya dan.... Ngawang. I mean, duitnya ga akan masuk ke kantong Saya juga (kecuali fee). I do this almost every single day. To be honest, I feel not that good in numbers. Matematika kan beda cerita dan itu sekolah pula. Kalo salah ya dampaknya ga ada apa-apa. Coba sekarang, bisa die.

Well, I paid for this skill. Emang bukan yang terbaik, tp paling tidak banyak orang yang artinya percaya sama Saya uangnya untuk Saya mainin. And I should be grateful for this. Dan Saya rasa ini emang takdir Saya. Walau kerjaannya di industri kreatif, tetap saja Saya harus ngitung.

Moga-moga suatu hari nanti ada yang ngitungin uang Saya deh. 😁