Thursday, October 27, 2011

The Perfect House

Akhirnyaa... Film yang di produseri my beiby Vera Lasut tayang juga di Indonesia setelah jalan2 diberbagai festival International.

Btw, even I had read the script, gue tetap penasaran sama hasil visualisasi The Perfect House. Film ini ditulis sama Koh Alim dan Affandi Rachaman sebagai sutradaranya.

Menurut gue film ini ada sedikit perpaduan antara Rumah Dara dan Pintu Terlarang. Sesuai namanya, film ini Perfect. Gambar oke, akting casts juga sangat oke. Alurnya pelan2 tapi menggigit. Mungkin Anda tidak akan menyangka akhir ending film ini walaupun di 30 menit awal Anda sudah bisa menebak, siapa yang 'sakit'. Film suspense ini tidak seperti Rumah Dara yang setiap menitnya bikin kita teriak. Seperti yang Saya bilang, pelan tapi menggigit.

Sangat layak ditonton, sekalian dukung terus perfilman Indonesia.


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Monday, October 10, 2011

Intermezo in The Afternoon

Siang ini gue lagi di Amadeus Setiabudi Building. Makan siang sembari nunggu meeting sama Sound Enginering dari Mypost, Yogi. Disini... Semua orang meeting. Bapak-bapak semua. Oke...

Didepan gue sekarang ini ada cowok seumuran 38-an gitu atau 40 awal mungkin. Keren. Pake kacamata. Gue rasa dia lagi semacam interview. Atau I don't know what kind of bussiness. Yg pasti saat ini sudah 2 wanita bergantian datang menemui dia. Dweeeeng!!!! Iya emang gue iseng banget :D :D

Yg menarik perhatian gue adalah, saat ini kan lagi musim yang namanya selingkuh. Oke. Gue bukan suudzon sama cowok ini. I don't fucking care because I don't know him :) tapi.... Perilakunya itu. Cowok mana kita tau yaa... Sebelum dia ketemu sama kita ditempat itu, sebelumnya dia ketemu siapa lagi? Hihihihi!!! Iseng banget kan gue!


Jadi, pas cewek pertama pergi, dia menyuruh waitrees membereskan sisa-sisa pertemuannya dengan wanita sebelumnya. Lalu sekitar 30 menit kemudian, datang lah wanita ke-2. Yaa... Eeaaa!!! Eeeaa!!!

So you, galz!! Be careful :D :P




Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Saturday, September 24, 2011

Tuesday, August 9, 2011

Socmed Bukti Eksistensi

Di era yang serba digital, munculnya berbagai alat komunikasi mobile dengan fasilitas akses internet dengan mudah seperti blackberry, tablet, laptop dsb selain memudahkan komunikasi juga bisa dijadikan ajang eksistensi diri. Siapa sih saat ini yang ga punya Facebook? Atau yang lebih hits lagi Twitter. Kebanyakan orang menggunakan social network atau bahasa bekennya Social Media disingkat jadi Socmed, sebagai tempat untuk mengungkapkan perasaan. Kesal, sedih atau galau.


Apa kaitannya Socmed dengan eksistensi diri? Oke mari kita bedah. Dari sebuah account social network yang kita miliki akan terlihat siapa aja sih networking kita? Selain teman-teman lama, dengan siapa sih kita berinteraksi.

Tentu saja seorang "Miss Persahabatan" tidak masuk kategori eksis karena semua orang mau kenal mau nggak dijadikan teman. Sehingga kita tidak bisa membedakan mana yang benar2 teman atau hanya asal "add". Kecuali kalau Anda artis yang punya banyak fans, itu masih wajar. Dan pastinya artis itu juga punya private account yang temannya benar-benar dia kenal.

Oke lanjut. Yang paling mudah untuk melihat karakter kita dan tingkat intelejensi kita ya dari microblogging bernama Twitter. Banyak orang yang memiliki account twitter dengan motivasi memberi hiburan semata dengan men-tweet hal-hal lucu. Yang pasti twitter inilah pembuka jendela dunia. Lebih cepat berita yang kita dapat dibandingkan jika kita membukanya pada web news.

Saya pribadi, suka mau tau juga, dia tuh networknya siapa saja sih? Apalagi kalau ada yang mengaku Management artis, atau Artis, pasti saya akan lihat siapa saja sih temannya di account Facebooknya. Kalau didaftar temannya itu ga ada orang yang memang kita kategorikan eksis pada bidangnya, its Big Zero! Sorry to say.
Ya memang tidak bisa dijadikan patokan. Bisa jadi orang hebat atau eksis yang dia kenal itu tidak punya account social network. Ow ya, paling tidak jumlah teman ikut berpengaruh lho kalo dia artis. Saya pernah liat, account management artis kok teman-temannya sedikit sekali. Hanya sekitar 150 orang. Bagaimana bisa dia tidak memanfaatkan socmed itu sebagai sarana promo? Jadi harusnya management artis itu me-maintance accountnya supaya bisa lebih eksis lagi. Untuk apa dia punya account socmed? Sedangkan sudah banyak product yang memanfaatkan socmed dan meng-hire para buzzer (sebutan orang yang dibayar untuk promosi pada socmed) untuk promosi.

Ayo kawan, perluaslah networking mu di dunia nyata.


Sunday, July 31, 2011

Alana's Story

Pertama-tama, gue mau mengucapkan terima kasih kepada Jack Dorsey karena telah meniciptakan sebuah situs microbloging bernama "Twitter". Yang artinya berkicau, kalo bahasa premannya Ngebacot. Tapi paling tidak gue mendapatkan manfaat dengan memiliki akun twitter. Itu sih sebenarnya tergantung siapa yang lo follow yaa.... Heheheeh....

Jadi ceritanya kemarin itu gue dapet link dari akunnya temen SD gue tentang sebuah cerita yang judulnya "Loe, Gue, End!" dengan tokoh sentralnya bernama Alana. Konon katanya ini kisah nyata, menurut si Mbak Zara Zettira Zr, penulis terkenal yang mendapatkan email-email itu dari si Alana (Bukan nama sebenarnya. Udah diedit sama Mbak Triple Z). Jadi si Alana ini termasuk golongan socialite di Jakarta. Dese anak seorang dokter bedah yang tob markotob. Yang langganannya artis-artis dan istri-istri pejabat gitu. Ya pokoknya si Alana ini anak orang kaya lah. Tapi dia ga pernah tau siapa ibunya. Oke... itu dramanya.


So Far, gue udah baca sampai part 24 dan ga tau akan tamat berapa bagian lagi. Kalo memang benar ini adalah kisah nyata, gue setuju dengan pendapat Mbak Zara Zettira, kalau gaya penulisannya liar. Mungkin itu hanya bentuk eksperesi aja. Tapi gue akui i've addicted with this story!

Kalo penasaran, coba klik


zarazettirazr.blogspot.com



.


Wednesday, July 27, 2011

Payung Merah Screening

This evening, Emil invited me to see screening short movie "Payung Merah" at The Edge, Kemang. I'm so excited. Its not because with who i'm hang out, but what i will see. The winner of Screen Singapore Asian Film Award 2011 for Short Movie Category. This event held by Nylon Magazine. The writer is Emil's friend, Andri Cung. Anyway, all the people who attend this event are Emil's friend. Also the director, Edward Gunawan.

This event showed 3 short movie. Borrowed Time, Payung Merah and Broken Vase. The central character played by Atiqah Hasiholan. Yes, for all movies. Total duration about 25 minutes.

"Borrowed Time" is about a husband who waiting his wife to wake up from her long sleep for 5 years. He patiently to care of her. Her has a nurse. And you know what, the nurse and her husband have a scandal.

"Payung Merah". This story based on a true story. Its about a taxi driver who take home a girl to this girl house. And at the end, we know, that girl is a ghost.Her daddy pay for taxi argo. Every years, she always "go home" by taxi. She had been died 5 years ago





The Last movie is "Broken Vase". Its about trans gender. Atiqah as Susan. She used to a male with "Alex" for the name. Susan come to Paul's house, his ex. In the house, there're Paul girl friend, she held a garage sale. Susan acting like a buyer. And then, she tell that she used to Paul's lover when she were a man "Alex". Paul's girlfriend sent her an email, to make Susan come and pick up her stuff. Because Paul girlfriend will live with Paul in Hawaii. Absolutely, the "her stuff" is a man stuff!







Overall, i love Edward and Andri movies. They're made a great story. The story has a character, it through. And i have to discuss with them i think, for my reference. Its not easy to build character, to build great story for short movie. Because with a short duration, you have to tell about the point. All this movie are low budget. But, the scenario is so cool.

Tuesday, July 26, 2011

Musim Kewong




Beberapa teman gue, udah pada mau kawin nih tahun ini. Nuri bulan Oktober, Septy bulan November dan yang terakhir, sepupu gue juga akan menikah untuk yang kedua kalinya. Dan mungkin akan ada daftar panjang pernikahan-pernikahan lainnya. Bahkan temen-temen sekolah gue juga udah banyak yang pada kewong, Jo!

Memang yang sedikit mengejutkan adalah pernikahannya Septy dan Nuri. Soalnya mereka termasuk golongan jomblo sejati. (Sama sih kayak gue) *sigh* . Itulah yang namanya jodoh ga kemana... Trus...trus... jodoh gue siapeee??? Hahahahaha!!! Gue sih sebenarnya (agak) santai kalo urusan pernikahan gue sendiri. Bokap gue belum nge-push gue untuk kawin buru-buru sih. Kecuali ya,,, uwa-uwa gue deh yang pada rempong. Kalo sepupu sih asik-asik aja. Aji mumpung pake kebaya seragam. Hihihihi.....


Ya jodoh gue juga akan datang pada saatnya yang tepat nanti :) walau kadang-kadang merasa kesepian juga sih... Galau malah :)