Sunday, May 18, 2014

Europe On Screen 2014




Europe On Screen 2014 hadir pada tanggal 2-11 May 2014. Festival film yang menanyangkan film-film berkualitas dari Eropa sebanyak 71 film dari 28 negara Eropa. Kategori film-film tersebut adalah drama, dokumenter dan film anak-anak. Tidak hanya di Jakarta, Europe on Screen juga hadir di Aceh, Bali, Bandung, Makasar, Medan, Padang, Surabaya dan Yogyakarta.  Untuk di Jakarta lokasi pemutaran berada di Erasmus Huis, Goethe Institut, Institut Francais Indonesia, Istituto Italiano di Cultura, Universitas Tarumanegara, dan Taman Kodok.  Selain pemutaran film, Europe On Screen juga mengadakan forum terbuka dengan para fimmaker Eropa yang khusus di undang untuk menjadi pembicara. Seluruh pemutaran dan forum diskusi ini gratis.

Ada pula Short Film Competition yang diadakan oleh Europe On Screen.  Dari 152 pendaftar, dipilih 10 finalis.

Dihari terakhir festival Saya menyempatkan diri untuk datang. Saya tidak ingin melewatkan film-film bermutu yang beberapa menjadi watchlist Saya. Hari itu Saya ingin menonton Ernest and Celestine dan Wadja. Kedua film ini diputar di Goethe Institute. Saya datang pukul 11:00 langsung mengambil tiket untuk pemutaran Ernest and Celestine pukul 12:00.

Tepat pukul 12:00 pintu ruang pemutaran dibuka. Cukup banyak orang tua yang membawa anak-anak mereka menonton film ini. Baik WNI maupun WNA. Menandakan antusiasme masyarakat bagus sekali atas Europe On Screen.  Ernest and Celestine adalah film dari Prancis karya Stephane Aubier, Vincent Patar, dan Benyamin Renner. 


Film ini menjadi salah satu nominasi untuk The Best Animated Feature untuk Oscar 2014. Ernest and Celestine menceritakan tentang persahabatan seekor tikus yatim piatu bernama Celestine dengan seekor beruang penyair bernama Ernest. Untuk dapat tetap bersama mereka harus menghadapi tentangan dari kubu tikus dan kubu beruang yang menganggap mereka melanggar kodrat.  Ernest and Celestine adalah kartun 2 dimensi. Film ini sangat menghibur. Tingkah laku Ernest dan Celestine selalu mengundang tawa. Selain ini film ini juga meninggalkan pesan untuk anak-anak, bahwa dalam hidup kita harus saling tolong menolong seperti sifat Ernest dan Celestine.


Selesai dihibur oleh Ernest and Celestine, Saya segera antri untuk film selanjutanya, Wadja. 


Wadja adalah film Jerman karya sutradara wanita Haifaa Al-Mansour. Wadja seorang gadis kecil tomboy yang tinggal di pinggir kota Riyadh. Karena sifatnya ini sangat bertolak belakang dengan budaya arab yang mengharuskan seorang wanita berperilaku hati-hati dan harus bersikap layaknya wanita pada umumnya, Wadja sering dimarahi oleh guru-guru di sekolahnya. Wadja sangat ingin memiliki sepeda. Tetapi ibunya yang cantik jelita tidak mau membelikan lantaran ada larangan wanita mengendarai sepeda karena sepeda itu mainan laki-laki.
Haifaa Al-Mansour tidak fokus menceritakan konflik ini seperti layaknya film-film anak dari Timur Tengah, antara lain Children From Heaven dan The Kite Runner. Wadja lebih menerangkan tentang posisi wanita di Timur Tengah. Mereka harus  berpakaian tertutup, harus menjaga sikap dengan lawan jenis dan kita bisa melihat betapa puitisnya orang-orang Arab. Karakter favorit Saya lainnya adalah Ibunya Wadja. Dia begitu tegar dan suka cita walaupun suaminya sedang dijodohkan dengan orang tuanya karena di Arab dalam keluarga harus memiliki anak laki-laki. Ibunya Wadja tidak dapat punya anak lagi karena kelainan pada rahimnya saat mengandung Wadja.
Sepanjang film ini penonton dibuat tertawa. Tingkah laku Wadja yang tomboi dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan uang karena dia ingin membeli sepeda. Dialog-dialognya pun lucu. Wadja ini film yang bagus sekali.

Senang sekali bisa menonton film-film yang berkualitas dan menghibur. Europe On Screen pastinya menjadi salah satu festival film yang ditunggu. Antusiasme masyarakat begitu besar. Saat Saya hendak pulang, antrian untuk film-film selanjutanya masih terus berlangsung. Sampai bertemu lagi di Europe On Screen tahun depan.

Saturday, May 10, 2014

You Are What You Think

Close-up Photography of a Woman Wearing Formal Coat
Confident girl. Photo from Pexels.com



Weekend yang lalu Saya berkenalan dengan seorang gadis cantik bernama Juju. Dia ini sahabatnya sahabat Saya. Karena malam itu kita sedang celebrate kepindahan Timmy ke Abu Dhabi, sepulang dari Red Square kita semua nginep di apartement Timmy. Belum banyak interaksi sama Juju. Tapi dari perkenalan malam itu di Red Square, Juju ini orangnya open banget. Ramah. Secara penampilan dan fisik dia diatas rata-rata. Pokoknya bisa bikin cowok bertekuk lutut.

Sampai pada akhirnya Saya, Dilla dan Juju main ke rumah Dilla. Disana kita baru ngobrol banyak. Dari situ aku tahu Juju sudah mengaktifkan alam sadarnya bahwa dia orang yang menarik sehingga orang senang berteman dengan dia. Sebenarnya dia ga secantik Pevita. Tapi dia tahu kelebihan yang dia miliki untuk ditonjolkan. Karena kita penganut "Cewek yang ga suka cowok biasa aja" *siap-siap ditimpuk* jadi kita memang manitain diri kita sedimikian rupa :D. Luar dalam.

Lalu Juju cerita.
"Gue setiap pagi itu selalu merasa sexy kalo bangun tidur. Dengan rambut yang acak-acak, muka bantal. Dan gue mensyukuri banget tubuh gue. Gue tau body gue bukan body model Victoria Secret's model, tapi gue bersyukur tubuh gue ini asli bukan hasil permak sana-sini"

Lalu gue bilang, "Ju, bukan gue mau sok spiritual. Tapi itu lah kenapa elo gampang dapetin cowok-cowok yang lo mau. Jujur gue agak iri sih denger cerita lo deket sama si anu belum lagi guru bule ganteng yang semalam nyusul di Red Square. Tapi thanks banget, mungkin gue selama ini kurang mensyukuri diri gue jadi gue merasa gue lagi stuck".

"Gue sih percaya diri banget. Mungkin itu yang bikin aura gue bagus. Jadi cowok yang deketin pun ya.. Bukan yang sembarangan"

Saya setuju banget sama Juju. Saya pun tipe orang yang percaya diri tinggi bahkan hampir muka tebal mungkin ya. Dan gue juga menyadari mungkin ini Saya selalu dapat cowok yang high class setelah putus sama si Fulan di tahun 2009, dari situ Saya bertekad untuk memperbaiki diri baik kualitas maupun penampilan.

Juju ini karirnya bisa dibilang oke. Dia sekretaris direksi di salah satu stasiun TV news di Indonesia. Saya harus berterima kasih sama Juju karena sudah diingatkan untuk jangan berhenti untuk selalu berpikir positif. Saya evaluasi lagi diri Saya. Harus lebih banyak bersyukur lagi. Saya mau hidup Saya menjadi jauh jauh jauh lebih baik. Ibaratnya kalau mau memancing ikan besar, pancingannya juga harus bagus.

Jadi ladies, mulai sekarang stop berpenampilan asal-asalan dimanapun. Anggap diri kamu berharga. Anggap diri kamu memang pantas mendapatkan apa yang kamu mau. Tingkatkan kualitas diri. Syukuri hidup yang kamu punya karena hidup setiap orang tidak ada yang sempurna. Dengan begitu Insya Allah jalan akan terbuka.

Ga sabar mau ngobrol-ngobrol lagi sama Juju. Selain gaul dia juga teman yang asyik untuk bertukar pikiran.


Sunday, March 30, 2014

6 Cara Menikmati Hari Libur Di Rumah

Photography of Woman Sitting on Chair Near Window
Homey. Photo from pexels.com

Banyak cara dilakukan untuk mengusir kebosanan saat sedang libur walau hanya dirumah. Libur itu ga harus jalan-jalan belanja, nongkrong dan minum kopi seharga 40ribu satu gelas. Libur adalah waktunya kita me-refresh tubuh setelah bekerja.

Gaya hidup konsumtif masyarakat belakangan ini memang sudah menjadi hal yang lumrah. Memang terlihat menyenangkan, tapi apa mereka punya tabungan yang cukup untuk masa depan? Menghabiskan waktu luang dirumah dapat menjadi pilihan yang bijak. Apalagi bagi yang mempunyai rencana seperti liburan, menikah atau untuk mengumpulkan modal usaha.

Apa saja cara untuk menghilangkan kebosanan?


1. Baca buku atau majalah

Kalau beli buku baru terlalu mahal, banyak kok yang jual buku bekas. Diantaranya Thamrin City lantai 4 dan Pasar Festival Kuningan di lantai dasar dan basement Blok M Square. Buku itu pengetahuan tanpa lekang waktu


2. Olahraga

Beli saja dvd olahraga seharga 50ribu. Atau cari tutorial di youtube. Olahraga bisa dilakukan dirumah.

3. Nonton Tv

Ini memang paling mudah. Keluarkan semua koleksi film kamu.


4. Browsing

Banyak tarif internet murah. Dijamin browsing menghabiskan waktu lebih dari 2 jam


5. Bersih-bersih

Tempat tinggal bersih akan menghasilkan rasa nyaman bagi penghuninya. Lagipula bersih-bersih juga salah satu cara meditasi yang bagus untuk bikin otak relax.

6. Tidur

Ini cara paling efektif. Tapi jangan kebanyakan tidur, ga bagus untuk kesehatan


Masih banyak cara lainnya untuk menghabiskan waktu dirumah.
Akan lebih bagus lagi jika menghabiskan waktu dirumah dengan menghasilkan karya. Bakat kita akan terus terasah. Dan jika hasil karya kita bisa dijual tentu akan menghasilkan penghasilan tambahan.
Tapi jangan sampai sama sekali ga keluar rumah ya. Kita ini butuh bersosialisai dan membangun networking yang akan berguna untuk karir kita. Jadi, ga ada lagi rasa bosan. Buang rasa bosan, ganti dengan semangat kreatifitas.

Saturday, March 29, 2014

Pentingnya Personal Branding Di Era Digital

Person Holding White Ipad
Photo from pexels.com


Apakah kamu pernah mengetik namamu sendiri di kolom Google? Berapa banyak halaman yang muncul? Jika tak ada record apapun, sekarang saatnya menciptakan Personal Branding.

Brand itu tidak melulu merk barang fashion. Tapi brand itu adalah bentuk pencitraan. Setiap perusahaan pasti memiliki brand. Berupa logo perusahaan, tagline yang menjadikan perusahaan tersebut memiliki ciri khas.

Brand juga penting untuk pencitraan individual. Kenapa? Karena jika diri kita memiliki brand atau ciri khas, itu akan memudahkan kita untuk berjualan. Berjualan apa? Yang pasti menjual kemampuan.


Saya mengamati beberapa orang yang menjadi enterpreneur, sepertinya mereka sukses berbisnis. Setelah Saya telaah, mereka telah membangun brand diri mereka lebih dahulu dalam kurun waktu tertentu. Setelah mereka menciptakan image diri dan layak dijual, mereka mulai membangun brand usaha. Banyak sekali orang yang membuka usaha, tapi hanya sedikit yang benar-benar sukses dan bertahan. Karena tidak banyak orang yang membangun brand diri sendiri itu lebih penting.


Sebagai contoh, Raditya Dika. Dia saat ini sudah menjadi sutradara film layar lebar. Perjalanan dia juga panjang. Dia mengawali karir sebagai penulis blog. Karena blognya menarik, maka dia menjadi terkenal di kalangan dunia maya. Lalu dia menjadi penulis buku. Semakin banyak orang yang mengetahui dirinya. Setelah menelurkan buku-buku, dia bermain di layar lebar yang diadaptasi dari bukunya sendiri. Dan filmnya dia berhasil mendatangkan banyak penonton. Ini bukti dia memiliki nilai jual setelah perjalanan panjang.

Contoh lain adalah Dianarikasari. Awalnya dia adalah seorang fashion blogger. Sampai akhirnya dia memiliki bisnis sendiri. Dan saat ini dia semakin dikenal banyak orang, diundang ke berbagai event dan diwawancara banyak media.

Saat ini Saya pun masih me-maintain  personal branding dengan cara aktif di social media. Misalnya Saya memberikan tweet yang informatif atau tentang perfilman Indonesia. Melalui instagram Saya hanya posting foto yang bagus. Lalu melalui blog, Saya menulis review film atau sekedar menuliskan point of view Saya tentang sesuatu. Karena tujuan Saya adalah menjadi filmmaker yang sukses (amin). Cara-cara diatas Saya tempuh supaya lebih banyak orang yang mengenal Saya, sehingga jika nanti Saya memproduksi film dan tentu saja kontennya harus bagus, Saya sudah memiliki audience. Sebenarnya ini taktik marketing.


Dalam menciptakan brand, kita harus memiliki ciri khas sehingga orang menilai itu sebagai suatu keunikan. Kita juga dituntut untuk kreatif, supaya orang tidak bosan. Memang segala sesuatu itu harus dimulai dari diri sendiri. Bergaul lah dengar benar, dalam arti bukan asal nongkrong ngabisin duit dan waktu. Tapi yang dapat memberikan ilmu dan pengalaman. Jadi sudah siapkah kamu menciptakan personal branding?

Thursday, March 6, 2014

Simple Healthy Food











Berawal dari kejengkelan kalau pulang kerja warteg langganan makanannya sudah habis semua. Soalnya disitu masakannya selalu baru.
Makanan sehat lagi happening saat ini. Dimulai dari TRF homemade, lalu ada akun instagram Ariana_octavia yang rajin posting makanan sehat dan simple.
Lalu pergilah Saya ke supermarket. Membeli muesli dan sereal instan. Sebenarnya sih cara ini ga 100% sehat karena belum gluten free. Tapi pastinya lebih sehat daripada mie instan.
Foto-foto ini hasil kreasiku. Pokoknya aku makannya campur buah atau sayur. Jadi ga jaman lagi kan anak kost makannya mie instan terus. Hehehe
Sekedar tips aja, aku kost kan ga ada kompor dan kulkas. Karena kamarnya kecil. Untuk sayuran ada beberapa yang bisa cukup disiram air panas atau dimakan mentah saja. Yaitu pokcoy, tauge, baby kailan, ceisim, brokoli. Bisa juga selada air untuk lalapan, tinggal beli sambal botolan saja. Selada air ini lumayan tahan lama bisa disimpan 5 hari tanpa kulkas. Kalau yg lainnya maksimal 3 hari. Untuk belanja sayur dan buah sesuai kebutuhan untuk 3 hari saja.
Ada buah yang bisa tahan lama disimpan tanpa kulkas. Yaitu apel, pear, jeruk, alpukat, mangga dan masih banyak lagi
Lagipula setelah aku menjalani pola makan seperti ini, jauh lebih hemat. Banyak yang bilang aku terlihat lebih segar. Karena konsumsi sayur dan buahnya lebih banyak. Ini cuma untuk makan malam saja. Kalau makan siang aku masih makan nasi dan lauk pauknya. Tapi terkadang ya bikin makanan instan sehat seperti ini.
Biar ga bosan, bisa banget kreasi menu. Banyak juga kok sumber inspirasinya di instagram. Selamat mencoba dan let's make this as your lifestyle :)


Monday, March 3, 2014

86th Oscar 2014

Hari ini Senin pukul 7 pagi Saya sudah ada di Epicentrum XXI Jakarta untuk menghadiri acara nonton bareng Oscar 2014. Acara ini diselenggarakan oleh Fox Premium HD Indonesia yang bekerja sama dengan 21 group. Beberapa filmmaker seperti Rony P Tjandra, Emil Kusumo, Daniel Irawan dan masih banyak lagi turut hadir. Juga para media. Acara dimulai tepat pukul 8:30. Suasana exciting terasa sekali, berharap film jagoannya membawa pulang Oscar. Saya pun memiliki jagoan sendiri untuk kategori Best Original Screenplay, Best Production Design, Best Animation Feature dan Best Motion Picture. Berikut daftar para nominasi dan pemenangnya


Best picture
WINNER: "12 Years a Slave"  
"American Hustle"  
"Captain Phillips"  
"Dallas Buyers Club"  
"Gravity"  
"Her"  
"Nebraska"  
"Philomena"
"The Wolf of Wall Street"

Director
WINNER: Alfonso Cuarón, "Gravity"
Steve McQueen, "12 Years a Slave"
Alexander Payne, "Nebraska"
Martin Scorsese, "The Wolf of Wall Street"

Lead actor
Christian Bale, "American Hustle"
Bruce Dern, "Nebraska"
Chiwetel Ejiofor, "12 Years a Slave"
WINNER: Matthew McConaughey, "Dallas Buyers Club"
Leonardo DiCaprio, "The Wolf of Wall Street"

Lead actress
Amy Adams, "American Hustle"
Judi Dench, "Philomena"
Meryl Streep, "August: Osage County"
Sandra Bullock, "Gravity"

Supporting actor
Barkhad Abdi, “Captain Phillips”
Bradley Cooper, “American Hustle”
Michael Fassbender, “12 Years a Slave”
Jonah Hill, “The Wolf of Wall Street”
WINNER: Jared Leto, “Dallas Buyers Club”

Supporting actress
Sally Hawkins, “Blue Jasmine”
Jennifer Lawrence, “American Hustle”
WINNER: Lupita Nyong’o, “12 Years a Slave”
Julia Roberts, “August: Osage County”
June Squibb, “Nebraska”

Animated feature film
“The Croods”
“Despicable Me 2”
“Ernest &; Celestine”
WINNER: “Frozen”
“The Wind Rises”

Cinematography
“The Grandmaster,” Philippe Le Sourd
WINNER: “Gravity,” Emmanuel Lubezki
“Inside Llewyn Davis,” Bruno Delbonnel
“Nebraska,” Phedon Papamichael
“Prisoners,” Roger A. Deakins

Costume design
“American Hustle,” Michael Wilkinson
“The Grandmaster,” William Chang Suk Ping
WINNER: “The Great Gatsby,” Catherine Martin
“The Invisible Woman,” Michael O’Connor
“12 Years a Slave,” Patricia Norris

Documentary feature
“The Act of Killing”
“Cutie and the Boxer”
“Dirty Wars”
“The Square” 
WINNER: “20 Feet From Stardom”

Documentary short subject
“CaveDigger”
“Facing Fear”
“Karama Has No Walls”
WINNER: “The Lady in Number 6: Music Saved My Life”
“Prison Terminal: The Last Days of Private Jack Hall”

Film editing
“American Hustle,” Jay Cassidy, Crispin Struthers and Alan Baumgarten
“Captain Phillips,” Christopher Rouse
“Dallas Buyers Club,” John Mac McMurphy and Martin Pensa
WINNER: “Gravity,” Alfonso Cuarón and Mark Sanger
“12 Years a Slave,” Joe Walker

Foreign language film 
“The Broken Circle Breakdown,” Belgium
WINNER: “The Great Beauty,” Italy
“The Hunt,” Denmark
“The Missing Picture,” Cambodia
“Omar,” Palestine

Makeup and hairstyling
WINNER: “Dallas Buyers Club,” Adruitha Lee and Robin Mathews
“Jackass Presents: Bad Grandpa,” Stephen Prouty
“The Lone Ranger,” Joel Harlow and Gloria Pasqua-Casny

Original score
“The Book Thief,” John Williams
WINNER: “Gravity,” Steven Price
“Her,” William Butler and Owen Pallett
“Philomena,” Alexandre Desplat
“Saving Mr. Banks,” Thomas Newman

Original song
“Happy” from “Despicable Me 2”
WINNER: “Let It Go” from “Frozen”
“The Moon Song” from “Her”
“Ordinary Love” from “Mandela: Long Walk to Freedom”

Production design
“American Hustle,” Production Design: Judy Becker; Set Decoration: Heather Loeffler
“Gravity,” Production Design: Andy Nicholson; Set Decoration: Rosie Goodwin and Joanne Woollard
WINNER: “The Great Gatsby,” Production Design: Catherine Martin; Set Decoration: Beverley Dunn
“Her,” Production Design: K.K. Barrett; Set Decoration: Gene Serdena
“12 Years a Slave,” Production Design: Adam Stockhausen; Set Decoration: Alice Baker

Animated short film
“Feral”
“Get a Horse!”
WINNER: “Mr. Hublot”
“Possessions”
“Room on the Broom”

Live action short film
“Aquel No Era Yo (That Wasn’t Me)”
“Avant Que De Tout Perdre (Just before Losing Everything)”
WINNER: “Helium”
“Pitääkö Mun Kaikki Hoitaa? (Do I Have to Take Care of Everything?)”
“The Voorman Problem”

Sound editing
“All Is Lost,” Steve Boeddeker and Richard Hymns
“Captain Phillips,” Oliver Tarney
WINNER: “Gravity,” Glenn Freemantle
“The Hobbit: The Desolation of Smaug,” Brent Burge and Chris Ward
“Lone Survivor,” Wylie Stateman
Sound mixing
“Captain Phillips,” Chris Burdon, Mark Taylor, Mike Prestwood Smith and Chris Munro
WINNER: “Gravity,” Skip Lievsay, Niv Adiri, Christopher Benstead and Chris Munro
“The Hobbit: The Desolation of Smaug,” Christopher Boyes, Michael Hedges, Michael Semanick and Tony Johnson
“Inside Llewyn Davis,” Skip Lievsay, Greg Orloff and Peter F. Kurland
“Lone Survivor,” Andy Koyama, Beau Borders and David Brownlow

Visual effects
WINNER: “Gravity,” Tim Webber, Chris Lawrence, Dave Shirk and Neil Corbould
“The Hobbit: The Desolation of Smaug,” Joe Letteri, Eric Saindon, David Clayton and Eric Reynolds
“Iron Man 3,” Christopher Townsend, Guy Williams, Erik Nash and Dan Sudick
“The Lone Ranger,” Tim Alexander, Gary Brozenich, Edson Williams and John Frazier
“Star Trek Into Darkness,” Roger Guyett, Patrick Tubach, Ben Grossmann and Burt Dalton

Adapted screenplay
“Before Midnight,” written by Richard Linklater, Julie Delpy, Ethan Hawke
“Captain Phillips,” screenplay by Billy Ray
“Philomena,” screenplay by Steve Coogan and Jeff Pope
WINNER: “12 Years a Slave,” screenplay by John Ridley
“The Wolf of Wall Street,” screenplay by Terence Winter

Original screenplay
“American Hustle,” written by Eric Warren Singer and David O. Russell
“Blue Jasmine,” written by Woody Allen
“Dallas Buyers Club,” written by Craig Borten &; Melisa Wallack
WINNER: “Her,” written by Spike Jonze
“Nebraska,” written by Bob Nelson


Acara Oscar 2014 ini sangat menghibur. Ellen Degeneres sebagai pemandu acara sangat pandai mencairkan suasana dengan jokes yang smart. Ada 2 momen yang tidak terlupakan, yaitu Pizza Man yang mengantar 3 kotak pizza untuk para tamu Oscar dan juga ini




Ellen Degeneres selfie dengan para nominasi Oscar ke 86.

Untuk tahun ini film yang berhasil membawa Oscar terbanyak adalah Gravity dengan total 7 Oscar.  Mereka pantas mendapatkannya mengingat produksinya memakan waktu 5 tahun.
Saya cukup puas jagoan Saya untuk Best Original Screenplay dan Best Production Design berhasil mendapatkan puas. Alasannya Her adalah film yang sudah bagus dari skripnya, bisa kita lihat pada dialog-dialognya yang bermakna walau sederhana. Sedangkan untuk Catherine Martin, dia sangat berhasil membangun suasana megah ala era tahun 20-an untuk The Great Gatsby.
Saya menjagokan The Wind Rises karena Ghibli selalu menghasilkan animasi yang indah. Dan Her for Best Motion Picture, Her just very unique movie.


Saturday, March 1, 2014

HER







Director:

 

Writer:

 



I make a bet Her will be the best film and the best original screenplay of the year. This is extraordinary romantic drama movie. Art movie but not heavy. I'm not really sure the year of the setting. The wardrobe style looks old school, but we also can see the hi-tech life. A robot who can really understand you. 

Phoenix was great as Theodore. He was success to give us a boring man look. We wont feel sleepy just watch Phoenix talk with his system. And Scarlett Johansson her role as Samantha just perfect. Her voice as sexy as her body. So we can imagine Samantha is real sexy lady, even we never see her in the screen. Her will play your emotion. How it feels like fall in love in the lonely time. That's very deep. 

Technology can't full fill your heart, but yourself will